<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109">
<title>UT - Animal Production Science and Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173318"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173309"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173305"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173300"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-14T15:15:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173318">
<title>Analisis Konformasi Tubuh Kuda Sandalwood di Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta Menggunakan Metode Perhitungan McBane</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173318</link>
<description>Analisis Konformasi Tubuh Kuda Sandalwood di Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta Menggunakan Metode Perhitungan McBane
Suwandi, Artzetha Marsya Aqila
Kuda Sandalwood merupakan salah satu ras kuda lokal Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai kuda pekerja, khususnya sebagai kuda andong untuk pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis konformasi tubuh kuda Sandalwood dengan metode perhitungan McBane di Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Jasa Wisata Andong Yogyakarta dengan 30 ekor kuda Sandalwood, terdiri dari 13 jantan dan 17 betina berusia 4–15 tahun, pengukuran tubuh dilakukan secara langsung di lapangan dan dihitung dengan metode perhitungan McBane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuda Sandalwood betina dan jantan di Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta tergolong sebagai kuda pekerja, yang ditunjukkan oleh nilai indeks McBane di atas 100 yaitu untuk kuda betina 105,40 dan kuda jantan 105,00. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai konformasi tubuh kuda Sandalwood dan menunjukkan penerapan penilaian proporsi tubuh dalam menentukan kesesuaian fungsional.; The Sandalwood horse is one of Indonesia’s local horse breeds widely utilized as a working horse, particularly as a carriage horse for tourism activities in the Special Region of Yogyakarta. This study aimed to analyze the body conformation of Sandalwood horses using the McBane calculation method at the Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta. The study was conducted on 30 Sandalwood horses consisting of 13 males and 17 females aged 4–15 years. Body measurements were obtained directly in the field and analyzed using the McBane calculation method. The results showed that both male and female Sandalwood horses at the Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta were classified as working horses, as indicated by McBane index values above 100, namely 105,00 for males and 105,40 for females. his study provides an overview of the body conformation characteristics of Sandalwood horses and demonstrates the application of body proportion assessment in determining their functional suitability as working horses.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173309">
<title>Penerapan Kipas Otomatis Berbasis Internet of Things terhadap Performa Produksi Puyuh</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173309</link>
<description>Penerapan Kipas Otomatis Berbasis Internet of Things terhadap Performa Produksi Puyuh
AGUSTINE, VANYA
Kondisi mikroklimat kandang yang tidak stabil, khususnya suhu dan kelembapan tinggi menyebabkan heat stress yang berdampak pada penurunan performa produksi puyuh. Penerapan kipas otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi untuk menjaga kestabilan suhu kandang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan kipas otomatis berbasis IoT terhadap performa produksi puyuh. Sebanyak 200 ekor puyuh umur 8 minggu dipelihara selama 6 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 20 ekor puyuh. Perlakuan terdiri atas kandang kontrol dan kandang kipas otomatis berbasis IoT. Peubah yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur, massa telur, konversi pakan, dan mortalitas. Data suhu dan kelembapan digunakan untuk menghitung Temperature Humidity Index (THI). Data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan penerapan kipas otomatis berbasis IoT berpengaruh nyata (P &lt; 0,05) terhadap performa produksi puyuh. Penerapan kipas otomatis berbasis IoT meningkatkan konsumsi pakan, produksi telur, dan massa telur, serta menurunkan konversi pakan dan mortalitas.; Unstable cage microclimate conditions, particularly high temperature and humidity, may cause heat stress, which negatively affects quail production performance. The implementation of an Internet of Things (IoT)-based automatic fan system is considered a potential solution to maintain cage temperature stability. This study aimed to analyze the effect of an IoT-based automatic fan system on quail production performance. A total of 200 eight-week-old quails were reared for six weeks. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of two treatments and five replications, with each replication consisting of 20 quails. The treatments consisted of a control cage and a cage equipped with an IoT-based automatic fan system. The observed variables included feed consumption, egg production, egg mass, feed conversion ratio, and mortality. Temperature and humidity data were used to calculate the Temperature Humidity Index (THI). Data were analyzed using an independent t-test. The results showed that the implementation of the IoT-based automatic fan system significantly affected (P &lt; 0,05) quail production performance. The IoT-based automatic fan system increased feed consumption, egg production, and egg mass, while reducing feed conversion ratio and mortality.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173305">
<title>Morfometrik Kuda Sandelwood Betina Dewasa yang Dipelihara di Koperasi Jasa Andong Yogyakarta Berdasarkan Analisis Komponen Utama</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173305</link>
<description>Morfometrik Kuda Sandelwood Betina Dewasa yang Dipelihara di Koperasi Jasa Andong Yogyakarta Berdasarkan Analisis Komponen Utama
BILQIS, ANISA
Kuda Sandelwood merupakan rumpun kuda lokal yang memiliki daya adaptasi baik terhadap lingkungan tropis Indonesia. Kuda dimanfaatkan sebagai alat transportasi, rekreasi, dan olahraga. Penelitian ini bertujuan menganalisis morfometrik tubuh kuda Sandelwood betina dewasa di Koperasi Jasa Andong Yogyakarta dan menentukan penciri utama berdasarkan analisis komponen utama. Penelitian menggunakan 49 ekor kuda Sandelwood betina berumur 4–10 tahun, dianalisis secara deskriptif dan analisis komponen utama. Hasil data morfometrik relatif seragam (KK &lt;15%). Empat komponen utama nilai eigen &gt;1 menjelaskan keragaman 70,23%. Komponen utama pertama ukuran tubuh, komponen utama kedua panjang tubuh atas, komponen utama ketiga dimensi tungkai, dan komponen utama keempat bentuk kepala. Variabel penciri utama meliputi tinggi pundak, panjang ekor, panjang tungkai belakang, dan lebar kepala. Kuda Sandelwood betina di Yogyakarta cenderung sebagai kuda pekerja dan berpotensi sebagai kuda pacu.; Sandelwood horses are a local horse breed with good adaptability to the tropical environment of Indonesia. These horses are utilized for transportation, recreation, and sports. This study aimed to analyze the body morphometrics of adult female Sandelwood horses at Koperasi Jasa Andong Yogyakarta and determine the main distinguishing characteristics based on principal component analysis. The study used 49 female Sandelwood horses aged 4–10 years, which were analyzed descriptively and using principal component analysis. The morphometric data showed relatively uniform variation (CV &lt;15%). Four principal components with&#13;
eigenvalues &gt;1 explained 70.23% of the total variation. The first principal component represented body size, the second represented upper body length, the third represented limb dimensions, and the fourth represented head shape. The main distinguishing variables included withers height, tail length, hind limb length, and head width. Female Sandelwood horses in Yogyakarta tended to be work horses and showed potential as racing horses.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173300">
<title>Analisis Produksi Biogas Limbah Tikus Putih dengan Penamabahan EM4 pada Taraf Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173300</link>
<description>Analisis Produksi Biogas Limbah Tikus Putih dengan Penamabahan EM4 pada Taraf Berbeda
Alhadid, Muhammad Rahel
Meningkatnya kebutuhan energi terbarukan dan permasalahan akumulasi limbah peternakan mendorong pengembangan teknologi konversi limbah organik menjadi biogas yang efisien dan berkelanjutan. Limbah tikus putih memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku biogas karena kandungan mikroba yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi biogas limbah tikus putih dengan penambahan EM4 pada taraf berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan dengan dosis EM4, yaitu 0, 50, 100, 150, dan 200 mL dengan paramater pengamatan (volume biogas, pH, suhu substrat, kelembapan digester, dan warna dan lama nyala api) selama 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 dengan taraf berbeda berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi dan kualitas biogas. Penambahan EM4 dengan perlakuan dosis 100 mL (P2) menunjukan hasil produksi dan kualitas biogas yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dosis lain. Pemanfaatan limbah tikus putih dapat dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan skala kecil yang aplikatif bagi peternak.&#13;
Kata kunci: biogas, EM4, limbah, produksi, tikus putih
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
