<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108">
<title>UF - Nutrition Science and Feed Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174242"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174239"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174190"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174104"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-09T06:21:01Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174242">
<title>Evaluasi Penggunaan Tepung Tandan  Kosong Sawit sebagai Filler Pakan terhadap Karkas, Non Karkas, dan Rasio Daging  Tulang Ayam Broiler.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174242</link>
<description>Evaluasi Penggunaan Tepung Tandan  Kosong Sawit sebagai Filler Pakan terhadap Karkas, Non Karkas, dan Rasio Daging  Tulang Ayam Broiler.
Pesiwaratu, Mochammad Adi Oetomo
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung tandan kosong sawit (TKS) sebagai bahan pengisi (filler) terhadap komposisi karkas, non karkas, dan &#13;
rasio daging–tulang ayam broiler. Sebanyak 200 ekor ayam broiler strain Cobb dipelihara &#13;
selama 35 hari menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, &#13;
serta masing-masing ulangan menggunakan 10 ekor ayam. Perlakuan terdiri atas P0 &#13;
(ransum kontrol), P1 (ransum mengandung 0,8% Arbocel®), P2 (ransum mengandung 0,8% TKS) dan P3 (ransum mengandung 0,8%TKS + enzim koktail 0,02%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p&lt;0,05) terhadap persentase paha atas dan bawah, tetapi tidak terhadap parameter lainnya. Perlakuan P1 &#13;
menghasilkan persentase paha bawah 16,72% lebih tinggi dibanding kontrol, namun tidak &#13;
berbeda dengan perlakuan penggunaan TKS. Perlakuan P2 dan P3 menghasilkan persentase paha atas lebih tinggi dibandingkan perlakuan Arbocel®. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan tepung TKS 0,8% berpotensi dimanfaatkan sebagai filler tanpa menurunkan kualitas karkas.; This study aimed to evaluate the effect of empty fruit bunch (EFB) meal as a feed filler on carcass composition, non-carcass composition, and meat–bone ratio of broiler chickens. A total of 200 Cobb strain broilers were reared for 35 days using a completely randomized design with four treatments and five replications, with each replication &#13;
consisting of 10 birds. The treatments consisted of P0 (control diet), P1 (diet containing &#13;
0.8% Arbocel®), P2 (diet containing 0.8% EFB meal), and P3 (diet containing 0.8% EFB &#13;
meal + 0.02% cocktail enzyme). The results showed that the treatments significantly affected (p&lt;0.05) the percentages of upper and lower thigh, but had no significant effect on the other parameters. Treatment P1 produced a higher lower thigh percentage 16.72% compared with the control treatment, but was not significantly different from the EFB treatments. Treatments P2 and P3 resulted in higher upper thigh percentages compared with the Arbocel® treatment. In conclusion, the use of 0.8% EFB meal has the potential &#13;
to be utilized as an filler without reducing carcass quality
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174239">
<title>Kualitas Fisik Telur Puyuh yang Diberi Ransum Mengandung Mineral Fe dan Disimpan pada Suhu Ruang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174239</link>
<description>Kualitas Fisik Telur Puyuh yang Diberi Ransum Mengandung Mineral Fe dan Disimpan pada Suhu Ruang
SIREGAR, MARIA ULFAH
Mineral besi (Fe) merupakan mineral esensial yang berperan dalam metabolisme unggas dan berpotensi memengaruhi kualitas telur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas telur puyuh yang diberi ransum mengandung mineral Fe dengan lama penyimpanan berbeda pada suhu ruang. Rancangan yang digunakan adalah acak faktorial dengan faktor A adalah level Fe (0, 50, 100, dan 150 ppm) dan faktor B adalah lama penyimpanan 7 dan 14 hari. Peubah yang diamati meliputi bobot telur, indeks putih dan kuning telur, haugh unit, tebal kerabang, bobot putih dan kuning telur, serta warna kuning telur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukkan terdapat interaksi nyata (p&lt;0,05) antara suplementasi Fe dan lama penyimpanan terhadap warna kuning telur, yang menurun seiring meningkatnya level Fe dan lamanya penyimpanan. Penyimpanan 7 hari menurunkan haugh unit, indeks putih telur, dan bobot putih telur, serta meningkatkan bobot kuning telur. Indeks kuning telur menurun pada penyimpanan 14 hari. Bobot telur, tebal kerabang, dan bobot kerabang tidak dipengaruhi perlakuan (p&gt;0,05).
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174190">
<title>Kandungan Nutrien dan Kualitas  Fermentasi Silase Campuran Hijauan Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis)  dan Pelepah Sawit</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174190</link>
<description>Kandungan Nutrien dan Kualitas  Fermentasi Silase Campuran Hijauan Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis)  dan Pelepah Sawit
HASANAH, SYAHLA NUR AMALIAH
Ketersediaan hijauan pakan yang fluktuatif mendorong pemanfaatan hijauan &#13;
kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dan pelepah sawit melalui teknologi &#13;
silase. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh campuran hijauan kacang &#13;
koro pedang dan pelepah sawit dengan penambahan asam terhadap kandungan &#13;
nutrien dan kualitas fermentasi silase. Penelitian menggunakan rancangan acak &#13;
lengkap faktorial 3 × 2 dengan 5 ulangan. Faktor A yaitu proporsi hijauan kacang &#13;
koro pedang dan pelepah sawit (100%+0%, 75%+25%, dan 50%+50%), sedangkan &#13;
faktor B yaitu penambahan campuran asam asetat dan propionat dengan dosis 1:1 &#13;
sebanyak 0 dan 5 mL kg-1 bahan segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
proporsi hijauan berpengaruh nyata (P&lt;0,05) menurunkan kandungan protein kasar, &#13;
N-NH3, kadar HCN, dan meningkatkan serat kasar. Penambahan asam berpengaruh &#13;
nyata (P&lt;0,05) pada kandungan NDF dan WSC. Terdapat interaksi nyata (P&lt;0,05) &#13;
antara proporsi hijauan dengan penambahan asam terhadap pH dan nilai Fleigh. &#13;
Semua perlakuan menunjukkan kualitas fermentasi yang baik, pencampuran &#13;
memengaruhi kandungan nutrien dan fermentasi menurunkan kandungan HCN.; The fluctuating availability of forage has encouraged the use jack bean forage &#13;
(Canavalia ensiformis) and oil palm fronds through silage technology. This study &#13;
aimed to analyse the effect of mixtures jack bean forage and oil palm fronds with &#13;
the addition of acid additives on nutrient content and silage fermentation quality. &#13;
The study employed a 3 × 2 factorial completely randomised design with five &#13;
replicates. Factor A was the proportion of jack bean forage and oil palm fronds &#13;
(100%+0%, 75%+25%, and 50%+50%), whilst factor B was the addition of a &#13;
mixture of acetic and propionic acids at a 1:1 ratio of 0 and 5 mL kg-1 of fresh &#13;
material. The results showed that the proportion of forage had a significant effect &#13;
(P&lt;0.05) on reducing crude protein, N-NH3 and HCN content, as well as increasing &#13;
crude fibre. The addition of acids had a significant effect (P&lt;0.05) on NDF and &#13;
WSC content. There was a significant interaction (P&lt;0.05) between the proportions &#13;
of jack bean forage and oil palm fronds and the addition of acid on pH and Fleigh &#13;
value. The silage in all treatments showed good fermentation quality, with mixing &#13;
affecting the nutrient content and fermentation reducing the HCN content.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174104">
<title>Evaluasi Pemberian Tepung Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) dalam Ransum terhadap Karkas, Non Karkas, dan Rasio Daging-Tulang Ayam Broiler</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174104</link>
<description>Evaluasi Pemberian Tepung Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) dalam Ransum terhadap Karkas, Non Karkas, dan Rasio Daging-Tulang Ayam Broiler
Putra, Fauzan Bara
Penggunaan antibiotic growth promoter (AGP) pada ayam broiler telah dilarang sehingga diperlukan bahan aditif alternatif seperti fitobiotik. Daun gedi (Abelmoschus manihot L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kualitas karkas ayam broiler. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian tepung daun gedi (TDG) dalam ransum terhadap karkas, non karkas, dan rasio daging-tulang ayam broiler. Percobaan menggunakan 200 ekor ayam broiler strain Cobb dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 0% TDG dalam ransum (kontrol), P1 = 1,5% TDG, P2 = 3% TDG, dan P3 = 4,5% TDG. Peubah yang diamati meliputi persentase karkas, persentase potongan komersial, persentase non karkas, serta rasio daging-tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TDG 4,5% berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) menurunkan persentase dada, paha atas, serta rasio daging-tulang dada, paha atas, dan paha bawah, serta berpengaruh nyata (P&lt;0,05) meningkatkan persentase kepala dan leher. Namun, pemberian TDG tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap persentase karkas, paha bawah, sayap, punggung, dan kaki. Simpulan penelitian ini adalah pemberian TDG pada taraf 1,5% memberikan hasil terbaik karena mampu meningkatkan persentase dada, paha atas, dan rasio daging-tulang tanpa menurunkan kualitas karkas ayam broiler.; The prohibition of antibiotic growth promoters (AGP) in broiler production has increased the need for alternative feed additives such as phytobiotics. Gedi leaf (Abelmoschus manihot L.) contains various bioactive compounds that may improve carcass quality in broiler chickens. This study aimed to evaluate the effectiveness of gedi leaf meal (GLM) supplementation in diets on carcass, non-carcass, and meat-to-bone ratio of broiler chickens. A total of 200 Cobb broiler chickens were used in a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and five replications. The treatments were P0 = 0% GLM in the diet (control), P1 = 1.5% GLM, P2 = 3% GLM, and P3 = 4.5% GLM. The observed variables included carcass percentage, commercial carcass cuts, non-carcass percentage, and meat-to-bone ratio. The results showed that 4.5% GLM significantly (P&lt;0.01) reduced percentages of breast and upper thigh as well as the meat-to-bone ratio of breast, upper thigh, and lower thigh, while significantly (P&lt;0.05) increasing the percentage of head and neck. However, GLM supplementation had no significant effect (P&gt;0.05) on carcass percentage, lower thigh, wings, back, and feet. The study concluded that supplementation of 1.5% GLM provided the best response by improving breast percentage, upper thigh percentage, and meat-to-bone ratio without reducing carcass quality in broiler chickens.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
