<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107">
<title>UT - Forest Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172793"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172635"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172558"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172342"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T19:47:08Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172793">
<title>Kelayakan Usaha Madu Klanceng (Trigona sp) di Kecamatan  Cipari, Kabupaten Cilacap</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172793</link>
<description>Kelayakan Usaha Madu Klanceng (Trigona sp) di Kecamatan  Cipari, Kabupaten Cilacap
WIGUNA, AKMAL BAYU
Permintaan madu klanceng (Trigona sp.) yang terus meningkat mendorong &#13;
pengembangan usaha budidaya di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan usaha, efisiensi pemasaran, &#13;
dan kontribusi usaha madu klanceng terhadap pendapatan rumah tangga petani. &#13;
Penelitian dengan menggunakan metode survei dengan responden dipilih secara &#13;
sengaja. Kelayakan usaha diukur menggunakan Net Present Value (NPV), Internal &#13;
Rate of Return (IRR),  Benefit Cost Ratio (BCR), efisiensi pemasaran, dan analisis &#13;
pendapatan. Hasil kelayakan usaha menunjukkan usaha ini layak dijalankan dengan &#13;
nilai NPV sebesar Rp28.843.547, IRR 9%, dan BCR sebesar 4,13. Terdapat tiga &#13;
saluran pemasaran yang terbentuk, yaitu penjualan langsung, daring, dan melalui &#13;
agen. Saluran pemasaran langsung dan daring terbukti lebih efisien dibandingkan &#13;
melalui agen, dengan farmer’s share pada saluran langsung mencapai 100% dan &#13;
efisiensi pemasaran sebesar 0,56%. Usaha budidaya madu klanceng memberikan &#13;
kontribusi sebesar 26,45% terhadap total pendapatan rumah tangga petani, &#13;
sementara 73.55% sisanya berasal dari sumber pendapatan non-madu.; The increasing demand for Klanceng honey (Trigona sp.) encourages the &#13;
development of beekeeping businesses in Cipari District, Cilacap Regency. This &#13;
study aims to explain the feasibility of the business, marketing efficiency, and &#13;
contribution of the klanceng honey business to the income of farmer households. &#13;
The study used a survey method with respondents selected purposively. Business &#13;
feasibility is measured using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return &#13;
(IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), marketing efficiency, and income analysis. The &#13;
financial analysis results indicated that the business is feasible, with an NPV of IDR &#13;
28,843,547, an IRR of 9%, and a BCR of 4.13. There are three marketing channels &#13;
identified: direct sales, online sales, and agents. Direct marketing and online &#13;
marketing were proven to be more efficient than using agents, with the farmer's &#13;
share in the direct channel reaching 100% and a marketing efficiency of 0.56%. The &#13;
Klanceng honey cultivation business contributed 26,45% to the total household &#13;
income of farmers, while the remaining 73,55% came from non-honey income &#13;
sources.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172635">
<title>Evaluasi Kesesuaian Perubahan Tutupan Lahan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172635</link>
<description>Evaluasi Kesesuaian Perubahan Tutupan Lahan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor
Nurahma, Femmy Nine
Perubahan tutupan lahan mencerminkan dinamika pemanfaatan ruang dan tekanan pembangunan wilayah. Peningkatan aktivitas pada sektor permukiman, industri, dan pertambangan berpotensi mendorong perubahan tutupan lahan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan tutupan lahan tahun 2017 dan 2022 serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Bogor 2016–2036 menggunakan citra SPOT-7 dan SPOT-6 melalui interpretasi visual dan digitasi manual. Hasil penelitian menunjukkan perubahan tutupan lahan seluas 730,36 ha yang didominasi oleh perluasan permukiman, industri, dan pertambangan akibat konversi lahan vegetasi dan pertanian. Evaluasi kesesuaian menunjukkan 86,46% perubahan tidak sesuai dengan RTRW, sementara 13,54% tergolong sesuai, menandakan bahwa pemanfaatan ruang di Kecamatan Citeureup pada periode 2017–2022 masih belum selaras dengan rencana tata ruang yang ditetapkan.; Land cover change reflects the dynamics of spatial use and regional development pressure. Increased activity in the residential, industrial, and mining sectors has the potential to drive land cover changes that are inconsistent with the Regional Spatial Plan (RTRW). This study aims to identify land cover changes in 2017 and 2022 and evaluate their compliance with the Bogor Regency RTRW 2016–2036 using SPOT-7 and SPOT-6 imagery through visual interpretation and manual digitization. The results show land cover changes covering an area of 730.36 ha, dominated by the expansion of residential, industrial, and mining areas due to the conversion of vegetation and agricultural land. The suitability evaluation shows that 86.46% of the changes are inconsistent with the RTRW, while 13.54% are categorized as compatible, indicating that spatial use in Citeureup District in the 2017–2022 period is still not aligned with the established spatial plan.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172558">
<title>Komposisi Jenis Dan Cadangan Karbon  Pada Berbagai Ukuran Rumpang  Di Pt Sarmiento Parakantja Timber,   Provinsi Kalimantan Tengah</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172558</link>
<description>Komposisi Jenis Dan Cadangan Karbon  Pada Berbagai Ukuran Rumpang  Di Pt Sarmiento Parakantja Timber,   Provinsi Kalimantan Tengah
Rohim
Keberagaman struktur tegakan rumpang di areal bekas tebangan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas cadangan karbon. Penelitian ini menganalisis komposisi jenis dan potensi karbon pada 18 plot rumpang dengan variasi kelerengan dan luas bukaan. Inventarisasi lapang mencatat 711 individu dari 42 jenis yang membentuk struktur kurva J-terbalik dengan dominasi jenis Shorea. Kerapatan rata-rata 652,08 individu/ha dan bidang dasar 18,89 m²/ha mengindikasikan tegakan berada pada fase pertumbuhan muda dengan akumulasi biomassa belum optimal. Cadangan karbon tegakan dipengaruhi secara nyata oleh faktor kelerengan dibandingkan ukuran rumpang. Stok tertinggi ditemukan pada topografi berbukit akibat keberadaan pohon sisa (residual stand) yang terhindar dari pemanenan. Temuan ini mengindikasikan peran topografi berbukit sebagai perlindungan alami bagi pohon induk. Rata-rata total cadangan karbon mencapai 263,09 (SD = 85,10) ton C/ha, menegaskan tingginya kapasitas penyimpanan karbon pada rumpang dalam pemulihan ekosistem hutan.; The diversity of gap stand structures in logged-over areas plays a crucial role in maintaining carbon stock stability. This study analyzes species composition and carbon potential in 18 gap plots with variations in slope and gap size. Field inventory recorded 711 individuals from 42 species forming an inverted J-curve structure dominated by Shorea species. An average density of 652.08 individuals/ha and a basal area of 18.89 m²/ha indicate that the stand is in a young growth phase with suboptimal biomass accumulation. Stand carbon stocks were significantly influenced by the slope factor rather than the gap size. The highest stock was found in hilly topography due to the presence of residual trees that escaped harvesting. These findings indicate the role of hilly topography as natural protection for mother trees. The average total carbon stock reached 263.09 (SD = 85.10) tons C/ha, highlighting the high carbon storage capacity of gaps in forest ecosystem recovery.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172342">
<title>Evaluasi Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Curug Putri Kencana di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172342</link>
<description>Evaluasi Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Curug Putri Kencana di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Adelio, Dandre Dafasetya
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat serta &#13;
faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka dalam pengelolaan Wisata &#13;
Curug Putri Kencana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui &#13;
kuesioner kepada 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi &#13;
masyarakat berada pada kategori sedang, dengan keterlibatan tertinggi pada tahap &#13;
pemanfaatan hasil dan terendah pada pelaksanaan. Faktor demografis seperti jenis &#13;
kelamin, usia, tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan berpengaruh &#13;
terhadap tingkat partisipasi, di mana kelompok laki-laki, remaja, warga yang &#13;
tinggal dekat kawasan, serta mereka yang memperoleh manfaat ekonomi langsung &#13;
cenderung lebih aktif. Analisis SWOT menunjukkan posisi pengelolaan berada &#13;
pada kuadran I (Stable Growth), sehingga diperlukan strategi penguatan melalui &#13;
peningkatan kapasitas masyarakat, perbaikan sarana prasarana, dan penguatan &#13;
kelembagaan lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemberdayaan &#13;
masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan wisata yang berkelanjutan.; This study aims to analyze the level of community participation and the factors that influence their involvement in the management of Curug Putri Kencana Tourism. The method used is quantitative descriptive through a questionnaire to 40 respondents. The results show that community participation is in the moderate category, with the highest involvement in the utilization stage and the lowest in implementation. Demographic factors such as gender, age, place of residence, education, occupation, and income influence the level of participation, with males, teenagers, residents living near the area, and those who obtain direct economic benefits tending to be more active. The SWOT analysis shows that management is in quadrant I (Stable Growth), so a strengthening strategy is needed through increasing community capacity, improving infrastructure, and strengthening local institutions. This study emphasizes the importance of community empowerment to achieve sustainable tourism management.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
