<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106">
<title>UF - Forestry Products</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174307"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174306"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173879"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173878"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-09T18:40:17Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174307">
<title>Karakteristik Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Laminasi Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) Termodifikasi Asam Sitrat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174307</link>
<description>Karakteristik Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Laminasi Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) Termodifikasi Asam Sitrat
FADHILAH, HAEKAL RO'IN
Kayu gmelina (Gmelina arborea) merupakan jenis kayu cepat tumbuh yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku kayu laminasi, namun memiliki stabilitas dimensi yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh modifikasi berbasis asam sitrat terhadap sifat fisis, mekanis, perubahan warna, dan kualitas perekatan kayu gmelina serta kayu laminasi yang dihasilkannya. Kayu diimpregnasi menggunakan larutan asam sitrat berkonsentrasi 0%, 20%, dan 40% (b/b) dengan metode vakum-tekan, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 150 °C. Kayu termodifikasi digunakan sebagai bahan lamina dengan perekat poliuretan, epoksi, dan fenol-resorsinol formaldehida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi berbasis asam sitrat meningkatkan weight percent gain, solution uptake, kerapatan, stabilitas dimensi, dan perubahan warna kayu. Namun, perlakuan tersebut cenderung menurunkan sifat mekanis, keteguhan rekat, dan ketahanan delaminasi kayu laminasi. Di antara perekat yang digunakan, poliuretan menghasilkan nilai delaminasi terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi berbasis asam sitrat berpotensi meningkatkan kualitas kayu gmelina melalui peningkatan stabilitas dimensi, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk mempertahankan sifat mekanis dan kualitas perekatan.; Gmelina (Gmelina arborea) is a fast-growing wood species with potential for laminated wood production; however, its relatively low dimensional stability limits its utilization. This study evaluated the effects of citric acid impregnation on the physical, mechanical, color, and bonding properties of gmelina wood and the resulting laminated wood. Wood samples were impregnated with citric acid &#13;
solutions at concentrations of 0%, 20%, and 40% using a vacuum-pressure method, followed by curing at 150 °C. The modified wood was then used as laminae bonded with polyurethane, epoxy, and phenol-resorcinol-formaldehyde adhesives. The results showed that citric acid modification increased weight percent gain, solution uptake, density, dimensional stability, and color change. However, the treatment tended to reduce mechanical properties, bond strength, and delamination resistance of laminated wood. Among the adhesives evaluated, polyurethane exhibited the lowest delamination value. These findings indicate that citric acid impregnation has potential to improve the quality of gmelina wood through enhanced dimensional stability, although further optimization is required to maintain mechanical and bonding performance.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174306">
<title>Sifat Fisis Papan Partikel Limbah Kulit Rotan Termodifikasi Sorbitol-Asam Sitrat dan Ketahanannya terhadap Rayap Tanah</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174306</link>
<description>Sifat Fisis Papan Partikel Limbah Kulit Rotan Termodifikasi Sorbitol-Asam Sitrat dan Ketahanannya terhadap Rayap Tanah
Haryandhi, Naufal Akram
Limbah kulit rotan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel, namun memiliki ketahanan biologis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modifikasi sorbitol–asam sitrat (SorCA) serta jenis dan kadar perekat terhadap sifat dan ketahanan papan partikel terhadap rayap tanah. Papan partikel dibuat dengan variasi SorCA (0%, 20%, dan 40%) serta perekat PF dan MUF pada kadar 10% dan 14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh papan partikel memenuhi standar kerapatan dan kadar air menurut JIS A 5908:2003 dan SNI 03-2105-2006. Perlakuan SorCA 20% menghasilkan kehilangan berat terendah (5,16%), sedangkan SorCA 40% menghasilkan perubahan warna terendah. Penambahan SorCA meningkatkan ketahanan papan partikel terhadap rayap, sementara PF14% menghasilkan kehilangan berat lebih rendah dan kombinasi SorCA–MUF menunjukkan ketahanan yang baik. Dengan demikian, modifikasi SorCA dan perekat MUF  mampu meningkatkan ketahanan papan partikel limbah kulit rotan terhadap serangan rayap tanah.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173879">
<title>Pemanfaatan Batang Rasau sebagai Bahan Baku Molded Pulp Packaging melalui metode NSSC dan SCWE</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173879</link>
<description>Pemanfaatan Batang Rasau sebagai Bahan Baku Molded Pulp Packaging melalui metode NSSC dan SCWE
SABATIAN, MUHAMAD THORIQ FAUZAN
Batang rasau merupakan tumbuhan rawa gambut yang tumbuh melimpah namun belum banyak dimanfaatkan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku kemasan biodegradable. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian serat batang rasau serta pengaruh metode pulping NSSC (Neutral Sulfite Semi-Chemical) dan SCWE (Subcritical Water Extraction) terhadap kualitas pulp sebagai bahan baku molded pulp packaging. Tahapan penelitian meliputi proses pulping, analisis komposisi kimia dan morfologi serat, refining hingga 32 °SR, pembentukan molded pulp, serta pengujian sifat fisik. Hasil menunjukkan bahwa NSSC menghasilkan kadar a-selulosa tertinggi (55,49%), hemiselulosa tertinggi (17,98%), dan lignin terendah (12,57%), sedangkan SCWE menghasilkan rendemen tertinggi (78,48%) dengan kadar lignin lebih tinggi (35,71%). Nilai tensile index NSSC (10,50 Nm/g) lebih tinggi dibandingkan SCWE (8,13 Nm/g). Secara keseluruhan, perlakuan NSSC menunjukkan potensi yang lebih baik sebagai bahan baku molded pulp packaging berbasis serat batang rasau.; Rasau stem is a peat swamp plant that grows abundantly yet remains underutilized, making it a promising candidate as a biodegradable packaging feedstock. This study aimed to analyze the suitability of pandan rasau stem fibers and evaluate the effect of NSSC (Neutral Sulfite Semi-Chemical) and SCWE (Subcritical Water Extraction) pulping methods on pulp quality for molded pulp packaging applications. The research stages included pulping, chemical composition and fiber morphology analyses, refining to 32 °SR, molded pulp formation, and physical property testing. The results showed that NSSC produced the highest alpha-cellulose content (55.49%), the highest hemicellulose content (17.98%), and the lowest lignin content (12.57%), whereas SCWE yielded the highest pulp yield (78.48%) with a higher lignin content (35.71%). The tensile index of NSSC pulp (10.50 Nm/g) was higher than that of SCWE pulp (8.13 Nm/g). Overall, the NSSC treatment demonstrated greater potential as a raw material for molded pulp packaging based on rasau stem fibers.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173878">
<title>Potensi Daun Rasau sebagai Bahan Baku Non-Kayu untuk Molded pulp packaging: Analisis Metode NSSC dan SCWE</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173878</link>
<description>Potensi Daun Rasau sebagai Bahan Baku Non-Kayu untuk Molded pulp packaging: Analisis Metode NSSC dan SCWE
HARYAPUTRA, SEPTIAN AHMAD KUKUH
Daun rasau (Pandanus helicopus) merupakan tumbuhan liar endemik yang sering mengganggu aliran sungai, tetapi memiliki kandungan serat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku molded pulp packaging. Neutral Sulfite Semi Chemical (NSSC) dan Subcritical Water Extraction (SCWE) digunakan sebagai alternatif pulping ramah lingkungan untuk mengetahui karakteristik pulp yang dihasilkan serta pengaruhnya terhadap pembuatan molded pulp. Analisis komponen kimia dilakukan sebelum dan sesudah proses pulping. Pulp yang diperoleh selanjutnya mengalami proses refining dan dianalisis dimensi seratnya untuk mengevaluasi perubahan karakteristik serat akibat perlakuan. Molded pulp kemudian dibentuk menggunakan alat vakum skala laboratorium dan diuji sifat fisik, hidrofobisitas, serta mekanisnya. NSSC menghasilkan delignifikasi yang lebih efektif dengan kandungan lignin 8,11%, tensile index 19,30 Nm/g, dan warna kemasan yang lebih terang, meskipun rendemennya lebih rendah (52,00%). Sebaliknya, SCWE menghasilkan rendemen yang lebih tinggi (77,63%) serta hidrofobisitas yang lebih baik, tetapi memiliki kandungan lignin yang lebih tinggi (42,36%) dan tensile index yang lebih rendah (2,01 Nm/g). NSSC lebih sesuai untuk aplikasi yang memerlukan kekuatan mekanik, sedangkan SCWE berpotensi untuk kemasan tahan air dengan proses yang lebih ramah lingkungan.; Rasau leaves (Pandanus helicopus) are an endemic wild plant that often obstructs river flow but contain high fiber content, making them a potential raw material for molded pulp packaging. Neutral Sulfite Semi-Chemical (NSSC) and Subcritical Water Extraction (SCWE) were used as environmentally friendly pulping methods to investigate pulp characteristics and their effects on molded pulp production. Chemical composition was analyzed before and after pulping. The resulting pulp was refined, and its fiber dimensions were measured to evaluate changes in fiber characteristics. Molded pulp products were then formed using a laboratory-scale vacuum molding system and evaluated for their physical, hydrophobic, and mechanical properties. NSSC achieved more effective delignification, resulting in a lignin content of 8.11%, a tensile index of 19.30 Nm/g, and a lighter product color, although its yield was lower (52.00%). In contrast, SCWE produced a higher yield (77.63%) and better hydrophobicity but retained higher lignin content (42.36%) and exhibited a lower tensile index (2.01 Nm/g). NSSC was more suitable for applications requiring high mechanical strength, whereas SCWE showed potential for water-resistant packaging with a more environmentally friendly process.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
