<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105">
<title>UF - Conservation of Forest and Ecotourism</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178406"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178405"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178346"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178345"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-12T14:12:40Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178406">
<title>Strategi Pengembangan Wisata Rendah Karbon di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178406</link>
<description>Strategi Pengembangan Wisata Rendah Karbon di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor
MAHARAYA, BAGUS SENOPATI
Perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong pengembangan wisata rendah karbon sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan. Desa Malasari memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata rendah karbon karena didukung oleh sumber daya alam dan budaya lokal yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai karbon dan emisi karbon, potensi emisi karbon pada komponen wisata 5A, serta strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, studi literatur, analisis deskriptif, dan analisis gap. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah dan potensi emisi karbon ditemukan pada seluruh komponen wisata 5A. Strategi pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat, efisiensi energi, pengelolaan limbah berkelanjutan, dan penguatan aktivitas wisata berbasis konservasi.; Climate change, driven by increasing greenhouse gas emissions, has encouraged the adoption of low-carbon tourism as part of sustainable tourism development. Malasari Village has the potential to become a low-carbon tourism destination due to its rich natural resources and preserved local culture. This study aimed to assess community knowledge of carbon and carbon emissions, identify potential carbon emission sources within the 5A tourism components, and formulate development strategies. The study employed interviews, field observations, literature reviews, descriptive analysis, and gap analysis. The results showed limited community knowledge and identified carbon emission sources across all tourism components. Recommended strategies include community capacity building, energy efficiency improvement, sustainable waste management, and the development of conservation-based tourism activities.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178405">
<title>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesejahteraan Penerima Bantuan Usaha Ekonomi oleh Taman Nasional Ujung Kulon di Desa Ujungjaya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178405</link>
<description>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesejahteraan Penerima Bantuan Usaha Ekonomi oleh Taman Nasional Ujung Kulon di Desa Ujungjaya
TAWAQAL, MUHAMAD ILMI
Ketergantungan masyarakat di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon memicu tekanan terhadap fungsi ekologis, sehingga program bantuan usaha ekonomi diluncurkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh karakteristik penerima bantuan terhadap kesejahteraan serta mengevaluasi mekanisme tata kelolanya pada Kelompok Tani Konservasi Desa Ujungjaya. Metode penelitian menggunakan purposive sampling terhadap 30 responden dengan analisis regresi linear berganda dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan, keikutsertaan pelatihan, dan frekuensi pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan, sedangkan pendidikan berpengaruh negatif signifikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap konservasi belum diikuti keberlanjutan usaha kelompok akibat terbatasnya pendampingan dan pemasaran. Penguatan pembinaan pascapenyaluran diperlukan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha sekaligus mendukung tujuan konservasi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178346">
<title>Hubungan Fragmentasi Lanskap dan Kelembapan Permukaan dengan Suhu Permukaan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178346</link>
<description>Hubungan Fragmentasi Lanskap dan Kelembapan Permukaan dengan Suhu Permukaan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu
Anugrah, Geraldo Desta
Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu merupakan lanskap gambut yang mengalami tekanan penggunaan lahan dan perubahan biofisik permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tutupan lahan, kelembapan permukaan, suhu permukaan, fragmentasi lanskap, serta hubungan antarvariabel. Analisis menggunakan citra Landsat 9 tahun 2025, klasifikasi random forest, normalized difference moisture index (NDMI), land surface temperature (LST), metrik patch density (PD), edge density (ED), dan aggregation index (AI) pada grid 500 m × 500 m, serta Korelasi Spearman untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil klasifikasi mencapai overall accuracy 97,29% dan Kappa 0,967. Tutupan lahan didominasi kelapa sawit, hutan, dan lahan terbuka. Zona inti memiliki NDMI tertinggi dan LST terendah, sedangkan area buffer 5 km berpola sebaliknya. NDMI berhubungan negatif sedang dengan LST (? = -0,678), sedangkan PD, ED, dan AI masing-masing berhubungan lemah dengan LST (? = +0,285. +0,296. -0,293). NDMI menjadi hubungan bivariat paling kuat dengan LST, sementara metrik fragmentasi lanskap menjadi konteks spasial pemantauan tekanan termal kawasan.; Giam Siak Kecil-Bukit Batu Biosphere Reserve is a peatland landscape facing land-use pressure and surface biophysical changes. This study aimed to analyze land cover, surface moisture, land surface temperature, landscape fragmentation, and their relationships. The analysis used 2025 Landsat 9 imagery, random forest classification, normalized difference moisture index (NDMI), land surface temperature (LST), landscape metrics of patch density (PD), edge density (ED), and aggregation index (AI) within 500 m × 500 m grids, and Spearman Correlation to examine the relationships among variables. The classification achieved 97.29% overall accuracy and a Kappa coefficient of 0.967. Land cover was dominated by oil palm, forest, and open land. The core zone had the highest NDMI and lowest LST, whereas the 5 km buffer area showed the opposite pattern. NDMI had a moderate negative relationship with LST (? = -0.678), while PD, ED, and AI each had a weak relationship with LST (? = +0,285. +0,296. -0,293). NDMI had the strongest bivariate relationship with LST, while landscape-fragmentation metrics provided spatial context for monitoring thermal pressure in the reserve.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178345">
<title>Valuasi Ekonomi Trenggiling Sunda (Manis javanica Desmarest, 1822)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178345</link>
<description>Valuasi Ekonomi Trenggiling Sunda (Manis javanica Desmarest, 1822)
NURULITA, AILSA FARAH
Trenggiling sunda (Manis javanica) menghadapi ancaman perdagangan ilegal sehingga diperlukan valuasi ekonomi sebagai dasar penentuan nilai kerugian dan kebijakan penegak hukum. Penelitian ini bertujuan menduga nilai ekonomi trenggiling sunda menggunakan metode harga pasar, biaya pemeliharaan, dan valuasi kontingensi melalui pendekatan willingness to pay (WTP), serta membandingkan ketepatannya. Penelitian dilakukan pada Februari–April 2026 melalui penelusuran daring, wawancara pengelola Taman Margasatwa Ragunan dan Batu Secret Zoo, dan penyebaran kuesioner kepada 100 pengunjung Taman Margasatwa Ragunan. Data dianalisis menggunakan rata-rata harga pasar tertimbang, biaya pemeliharaan, nilai WTP, uji chi-square, dan analisis deskriptif komparatif. Nilai ekonomi yang diperoleh sebesar Rp3.856.059/ekor (harga pasar), Rp18.490.513/ekor/16 bulan (biaya pemeliharaan), dan Rp3.948.000/ekor (valuasi kontingensi). Tingkat pendapatan dan pendidikan berhubungan dengan nilai WTP. Metode biaya pemeliharaan menghasilkan estimasi tertinggi serta lebih stabil, realistis, efektif, dan efisien dibandingkan metode lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar valuasi ekonomi satwa liar, penentuan nilai kerugian akibat perdagangan ilegal, dan pengambilan keputusan konservasi trenggiling sunda.; The Sunda pangolin (Manis javanica) is threatened by illegal trade, making  economic valuation essential for estimating losses and supporting law enforcement. This study estimated its economic value using the market price, maintenance cost, and contingent valuation methods with a willingness to pay (WTP) approach, and compared their accuracy. Data were collected from February to April 2026 through online searches, interviews with managers at Ragunan Wildlife Park and Batu Secret Zoo, and questionnaires administered to 100 Ragunan Wildlife Park visitors. Analyses included weighted average market price, maintenance cost, WTP estimation, chi-square tests, and comparative descriptive analysis. The estimated values were Rp3.856.059 per individual (market price), Rp18.490.513 per individual over 16 months (maintenance cost), and Rp3.948.000 per individual (contingent valuation). Income and education were associated with WTP. The maintenance cost method produced the highest estimate and was the most stable, realistic, effective, and efficient. These findings support wildlife economic valuation, estimation of illegal trade losses, and Sunda pangolin conservation.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
