<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104">
<title>UF - Silviculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175136"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175056"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174980"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174831"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-21T20:13:49Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175136">
<title>Pengaruh Pemberian Cendawan Endofit&#13;
terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Bibit Tanaman Kayu Putih (Melaleuca&#13;
cajuputi Powell)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175136</link>
<description>Pengaruh Pemberian Cendawan Endofit&#13;
terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Bibit Tanaman Kayu Putih (Melaleuca&#13;
cajuputi Powell)
Pebriasi, Indah Valentina
The growth and health of cajuput seedlings are important factors in successful cultivation. One approach to improve these is the application of endophytic fungi, which establish mutualistic relationships with plants and produce bioactive compounds. This study aimed to evaluate the effects of endophytic fungi on the growth and health of cajuput seedlings. The fungi used were Penicillium sp., Colletotrichum sp., Trichoderma sp., and Botrytis sp., isolated from the roots and leaves of S. macrophylla and S. mahagony. The study involved seedling preparation, fungal suspension preparation and application, followed by growth and health assessments. The results showed that endophytic fungi had no significant effect on plant height or leaf number but significantly affected stem diameter, biomass, and disease severity. Penicillium sp. and Trichoderma sp. were the most effective treatments, reducing disease incidence and severity by up to 100%.; Pertumbuhan dan kesehatan bibit tanaman kayu putih perlu diperhatikan selama proses pembudidayaan. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah melalui pemberian cendawan endofit yang mampu membentuk hubungan mutualisme dengan tanaman dan menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian cendawan endofit terhadap pertumbuhan dan kesehatan bibit tanaman kayu putih. Cendawan endofit yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari genus Penicillium sp., Colletotrichum sp., Trichoderma sp., dan Botrytis sp. yang diisolasi dari akar dan daun tanaman S. macrophylla dan S. mahagony. Tahapan penelitian ini meliputi persiapan bibit, pembuatan media, peremajaan dan pembuatan suspensi cendawan endofit, aplikasi suspensi, serta pengamatan pertumbuhan dan kesehatan bibit. Hasil penelitian menunjukkan pemberian cendawan endofit tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata terhadap diameter batang dan biomassa tanaman. Pemberian cendawan endofit juga berpengaruh nyata terhadap intensitas dan luas serangan penyakit, dengan persentase penurunan tertinggi sebesar 100% pada perlakuan Penicillium sp. dan Trichoderma sp.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175056">
<title>Uji Mutu Fisik dan Mutu Fisiologis Benih Mahoni  (Swietenia macrophylla King.).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175056</link>
<description>Uji Mutu Fisik dan Mutu Fisiologis Benih Mahoni  (Swietenia macrophylla King.).
KHANSA, GHINA
Benih mahoni tergolong ke dalam benih intermediat, yang viabilitasnya &#13;
dapat menurun setelah disimpan lebih dari beberapa bulan. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis mutu fisik dan fisiologis benih mahoni, (2) &#13;
menganalisis pengaruh mikrob sebagai agen biopriming terhadap viabilitas benih mahoni. Benih mahoni yang digunakan dalam penelitian ini sudah memiliki umur simpan 4 bulan. Uji mutu fisik benih mahoni yang dilakukan meliputi uji kemurnian, uji kadar air, dan berat seribu butir mahoni. Uji mutu fisiologis benih mahoni meliputi uji belah, uji topografi tetrazolium, dan uji daya kecambah benih mahoni dengan perlakuan biopriming. Hasil uji mutu fisik benih menunjukkan kondisi yang baik dengan nilai uji kemurnian 100%, uji kadar air 7,04%, dan berat seribu butir 427 g. Namun, hasil uji mutu fisiologis benih sangat rendah, ditunjukkan dengan viabilitas sebesar 16,25% berdasarkan uji topografi tetrazolium dan tidak adanya perkecambahan (0%) pada seluruh perlakuan. Hal ini mengindikasikan bahwa benih mahoni dengan umur simpan 4 bulan telah mengalami deteriorasi benih.; Mahogany seeds are classified as intermediate seeds, whose viability &#13;
may decline after being stored for more than a few months. This study aims to (1) analyze the physical and physiological quality of mahogany seeds, and (2) analyze the effect of microbes as biopriming agents on the viability of mahogany seeds. The mahogany seeds used in this study had already been stored for 4 months. The physical quality tests conducted on the mahogany seeds included purity testing, moisture content testing, and thousand-seed weight mahogany seeds. The physiological quality tests on the mahogany seeds included a split test, a tetrazolium topography test, and a germination rate test of mahogany seeds with biopriming treatment. The results of the &#13;
physical quality tests of the seeds indicated good condition, with a purity test value of 100%, a moisture content of 7.04%, and a thousand-seed weight of 427 g. However, the results of the physiological quality tests of the seeds were very low, as indicated by a viability of 16.25% based on the tetrazolium topography test and the absence of germination (0%) in all treatments. This indicates that mahogany seeds with a storage life of 4 months have undergone seed deterioration.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174980">
<title>Patroli dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174980</link>
<description>Patroli dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan
Onasya, Ulung
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hampir setiap tahun di Indonesia khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kebakaran seluas 377.333 ha pada tahun 2015. Hampir 99% penyebab kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia disebabkan oleh manusia sehingga diperlukan pencegahan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian kebakaran hutan dan lahan, pelaksanaan patroli, dan upaya pencegahan di Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di Kantor Manggala Agni Daops SUM XVII OKI, Kayuagung. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder berupa jumlah hotspot, luas kebakaran, dan data curah hujan. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis hotspot dan area terbakar di Kabupaten OKI menunjukkan bahwa pada tahun 2015, 2019 dan 2023 memiliki jumlah hotspot dan area terbakar yang tinggi. Patroli pencegahan dilakukan melalui dua mekanisme. Patroli mandiri dilaksanakan oleh 5 personil Manggala Agni selama 10 hari sedangkan patroli terpadu dilaksanakan dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) selama 30 hari. Upaya pencegahan kebakaran yang dilakukan selama patroli antara lain pembentukan MPA dan pemanfaatan limbah kayu berupa pembuatan cuka kayu.; Forest and land fires (karhutla) occur almost every year in Indonesia, with&#13;
Ogan Komering Ilir District recording 377,333 ha burned in 2015. As nearly 99%&#13;
of the fires are human-induced, community-based prevention is essential. This&#13;
study analyzed fire incidents, patrol operations, and prevention efforts in OKI&#13;
District, South Sumatra. Primary data were collected through interviews and&#13;
observations, while secondary data included hotspots, burned areas, and rainfall&#13;
data. A qualitative descriptive approach was used. The results showed that 2015,&#13;
2019, and 2023 had the highest numbers of hotspots and burned areas. Prevention&#13;
patrols involved independent patrols by five Manggala Agni personnel for 10 days&#13;
and integrated patrols bby involving with Manggala Agni, TNI, POLRI, and&#13;
Masyarakat Peduli Api (MPA) for 30 days. Prevention efforts included establishing&#13;
MPA and utilizing wood waste to produce wood vinegar.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174831">
<title>Hubungan Laju Infiltrasi dengan Karakteristik Sifat Fisika Tanah pada Lahan Pascatambang Batubara</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174831</link>
<description>Hubungan Laju Infiltrasi dengan Karakteristik Sifat Fisika Tanah pada Lahan Pascatambang Batubara
NURHASANAH, RIDHA
Hutan memiliki peran penting dalam siklus hidrologi. Alih fungsi hutan menjadi pertambangan batubara menyebabkan perubahan sifat fisika tanah yang berpengaruh terhadap kemampuan tanah dalam meresapkan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sifat fisika tanah pada lahan pascatambang batubara PT Indominco Mandiri serta mengkaji hubungan laju infiltrasi dengan sifat fisika tanah. Penelitian dilakukan pada empat kondisi lahan, yaitu hutan alami (P0), revegetasi umur 24 tahun (P1), revegetasi umur 10 tahun (P2), dan lahan overburden (P3). Parameter yang diamati meliputi tekstur, struktur, warna, bobot isi, porositas, kadar air kapasitas lapang, solum tanah, laju infiltrasi. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan alami memiliki kualitas fisika tanah terbaik, sedangkan lahan overburden menunjukkan kondisi sebaliknya. Laju infiltrasi berkorelasi negatif sangat kuat dengan bobot isi serta berkorelasi positif sangat kuat dengan porositas dan kadar air kapasitas lapang.; Forests play important role in the hydrological cycle. The conversion of forest land into coal mining areas alters soil physical properties and affects the soil’s capacity to absorb water. This study aimed to analyze the physical characteristics of soil under post-coal mining land at PT Indominco Mandiri and to examine the relationship between infiltration rate and soil physical properties. The study was conducted on four land conditions: natural forest (P0), 24-year revegetated land (P1), 10-year revegetated land (P2), and overburden land (P3). Observed parameters included soil texture, structure, color, bulk density, porosity, field capacity, soil solum, and infiltration rate. Relationships among variabels were analyzed using Spearman correlation. The results showed that the natural forest exhibited the best soil physical quality, while the overburden land showed the opposite condition. Infiltration rate was strongly negatively correlated with bulk density and strongly positively correlated with porosity and field capacity.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
