<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101">
<title>UF - Agroindustrial Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179825"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179817"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179801"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179795"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-01T16:44:44Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179825">
<title>Pengujian Respon Pertumbuhan dan Morfologi Rhizophora mucronata terhadap Aplikasi Bio-OSD pada Tanaman Mangrove Tercemar Minyak</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179825</link>
<description>Pengujian Respon Pertumbuhan dan Morfologi Rhizophora mucronata terhadap Aplikasi Bio-OSD pada Tanaman Mangrove Tercemar Minyak
Respati, Kinanthi Amurwani Estu
Tumpahan minyak bumi pada ekosistem mangrove dapat menghambat pertumbuhan dan mengubah morfologi Rhizophora mucronata melalui pelapisan minyak pada akar, batang, dan daun yang mengganggu respirasi, penyerapan hara, serta fungsi fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan tinggi, perubahan jumlah daun, dan gejala morfologi mikroskopis Rhizophora mucronata terhadap aplikasi Bio-Oil Spill Dispersant (Bio-OSD) berbasis surfaktan sawit pada berbagai Dispersant to Oil Ratio (DOR), yaitu kontrol, DOR 0:1, 0,5:1, dan 1:1, dalam sistem simulasi tanaman mangrove tercemar minyak bumi 1% selama 28 hari. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, serta kondisi jaringan daun di bawah mikroskop. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan yang terpapar minyak mengalami penekanan laju pertumbuhan tinggi dan peningkatan gugur daun dibandingkan kontrol, dengan pertumbuhan terendah terjadi pada DOR 0:1 (tanpa Bio-OSD) yang mengindikasikan bahwa hambatan utama berasal dari lapisan minyak yang menutupi sistem perakaran, bukan dari toksisitas Bio-OSD itu sendiri. Aplikasi Bio-OSD pada DOR 0,5:1 memberikan respons morfologi yang relatif lebih baik dibandingkan DOR 1:1. Pengamatan mikroskopis mengonfirmasi adanya residu minyak pada jaringan daun seluruh perlakuan yang terpapar, yang berpotensi mengganggu fotosintesis dan transpirasi. Dosis DOR 0,5:1 direkomendasikan sebagai dosis optimum yang dapat menyeimbangkan efektivitas remediasi dengan ketahanan tanaman mangrove.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179817">
<title>Perancangan dan Perbandingan Metode Pengeringan Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L) Terhadap Mutu Tepung Kulit Pisang Kepok</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179817</link>
<description>Perancangan dan Perbandingan Metode Pengeringan Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L) Terhadap Mutu Tepung Kulit Pisang Kepok
Al Farizi, Naufal
Pengolahan keripik pisang menghasilkan limbah kulit pisang kepok dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan air yang tinggi menyebabkan kulit pisang mudah mengalami pencokelatan, pembusukan, dan penurunan mutu. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode pengeringan kulit pisang kepok terhadap mutu tepung serta menentukan metode terbaik menggunakan pendekatan Block Flow Diagram (BFD). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu oven listrik 50°C, oven listrik 60°C, tray dryer gas LPG 50°C, tray dryer gas LPG 60°C, dan greenhouse, masing-masing tiga ulangan. Parameter meliputi kadar air, rendemen, warna, laju dan waktu pengeringan, energi, emisi CO2, serta biaya. Hasil menunjukkan tray dryer LPG 60°C (P4) memiliki waktu pengeringan tercepat (6 jam), laju pengeringan tertinggi (38,06 kg/jam), dan warna paling cerah (L* 50,86). Oven listrik 60°C (P2) menghasilkan kadar air terendah (8,36%) dan biaya terendah. Greenhouse (P5) menghasilkan emisi terendah (0,92 kg CO2) serta memanfaatkan energi matahari. Berdasarkan aspek teknis, energi, lingkungan, dan kemudahan operasional, greenhouse ditetapkan sebagai metode terbaik secara keseluruhan dan berpotensi diterapkan pada skala industri kecil dan menengah.; The processing of banana chips generates a large amount of Kepok banana peel waste that has not been optimally utilized. Its high moisture content makes banana peels susceptible to browning, spoilage, and quality deterioration. This study aimed to compare drying methods for Kepok banana peels in terms of flour quality and determine the best drying method using a Block Flow Diagram (BFD) approach. The study employed a one-factor Completely Randomized Design with five treatments: electric oven at 50°C, electric oven at 60°C, LPG-fired tray dryer at 50°C, LPG-fired tray dryer at 60°C, and greenhouse, with three replications each. The parameters included moisture content, yield, color, drying rate and time, energy consumption, CO2 emissions, and cost. The results showed that the LPG-fired tray dryer at 60°C (P4) had the shortest drying time (6 hours), the highest drying rate (38.06 kg/h), and the brightest flour color (L* 50.86). The electric oven at 60°C (P2) produced the lowest moisture content (8.36%) and the lowest cost. The greenhouse (P5) produced the lowest emissions (0.92 kg CO2) and utilized solar energy. Based on technical, energy, environmental, and operational aspects, the greenhouse was determined to be the best overall drying method and has potential for application at small- and medium-scale industries.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179801">
<title>EEfektivitas Fitoremediasi sebagai Pengolahan Lanjutan Tanah Tercemar Minyak Bumi Menggunakan Paspalum notatum dan Bio-Oil Spill Dispersant</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179801</link>
<description>EEfektivitas Fitoremediasi sebagai Pengolahan Lanjutan Tanah Tercemar Minyak Bumi Menggunakan Paspalum notatum dan Bio-Oil Spill Dispersant
Masrani, Grace Natalia
Pencemaran tanah akibat minyak bumi dapat menurunkan kualitas tanah dan menghambat aktivitas biologis sehingga diperlukan metode pengolahan lanjutan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fitoremediasi menggunakan Paspalum notatum dengan aplikasi Bio-Oil Spill Dispersant (Bio-OSD) sebagai post-treatment dalam menurunkan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada tanah tercemar minyak bumi. Penelitian dilakukan melalui dua iterasi menggunakan tanah dengan konsentrasi TPH awal sebesar 0,1% dan 0,5%. Parameter yang diamati meliputi kadar TPH, pertumbuhan tanaman, pH, suhu, kadar air tanah, dan respons anatomi batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Bio-OSD berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar TPH, sedangkan posisi pengambilan sampel dekat perakaran menunjukkan kadar TPH yang lebih rendah dibandingkan daerah yang lebih jauh dari akar. Kombinasi Paspalum notatum dan Bio-OSD menghasilkan persentase degradasi TPH tertinggi pada kedua konsentrasi TPH awal. Modifikasi sistem melalui penambahan pupuk kandang kambing dan peningkatan jumlah Paspalum notatum pada Iterasi 2 menunjukkan kecenderungan peningkatan degradasi TPH pada sebagian besar perlakuan, meskipun tidak konsisten pada seluruh perlakuan. Paspalum notatum tetap mampu tumbuh pada media tercemar meskipun menunjukkan respons cekaman pada beberapa perlakuan. Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai pengolahan lanjutan tanah tercemar minyak bumi.; Oil contamination in soil can reduce soil quality and biological activity, necessitating an effective post-treatment approach. This study aimed to evaluate the effectiveness of phytoremediation using Paspalum notatum with the application of Bio-Oil Spill Dispersant (Bio-OSD) as a post-treatment for reducing Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) concentrations in oil-contaminated soil. The study was conducted through two iterations using soil with initial TPH concentrations of 0.1% and 0.5%. The observed parameters included TPH concentration, plant growth, soil pH, temperature, soil moisture content, and stem anatomical responses. The results showed that Bio-OSD application significantly affected TPH reduction, while samples collected near the root zone had lower TPH concentrations than those collected farther from the roots. The combination of Paspalum notatum and Bio-OSD resulted in the highest TPH degradation percentages at both initial TPH concentrations. Modification of the system through the addition of goat manure and an increased number of Paspalum notatum plants in Iteration 2 showed a tendency toward greater TPH degradation in most treatments, although the increase was not consistent across all treatments. Paspalum notatum remained capable of growing in contaminated soil, although stress responses were observed under several treatments. The system has potential for application as a post-treatment technology for oil-contaminated soil.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179795">
<title>Perancangan Formulasi dan Sterilisasi Berbasis Mutu Produksi Susu Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179795</link>
<description>Perancangan Formulasi dan Sterilisasi Berbasis Mutu Produksi Susu Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.)
Fajar, Adissetya Nur
Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) merupakan biji kaya protein dan asam lemak tak jenuh yang berpotensi sebagai bahan baku susu nabati, tetapi mudah memisah dan berumur simpan pendek. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi susu sacha inchi yang stabil serta mengevaluasi kecukupan proses sterilisasi komersialnya. Biji diberi praperlakuan perendaman dan pengukusan, diekstraksi, kemudian diformulasikan dengan variasi lesitin dan xanthan gum. Mutu sensori dinilai melalui uji hedonik dan deskriptif, sedangkan kecukupan panas dihitung dengan metode trapesium dan Ball. Formulasi lesitin 0,5% dan xanthan gum 0,1% menghasilkan penerimaan tertinggi dengan indeks krim di bawah 1%. Nilai sterilitas mencapai 6,49 menit (trapesium) dan 5,96 menit (Ball), keduanya melampaui batas minimal 3,0 menit. Mutu produk relatif terjaga selama dua minggu penyimpanan dengan kandungan protein tinggi dan bebas kolesterol. Hasil ini menunjukkan susu sacha inchi berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional nabati yang aman dan stabil secara komersial.; Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) is a protein- and unsaturated-fatty-acid-rich seed with potential as a plant-based milk material, yet it separates easily and has a short shelf life. This study aimed to obtain a stable sacha inchi milk formulation and to evaluate the adequacy of its commercial sterilization. The seeds were soaked and steamed, extracted, and then formulated with varying lecithin and xanthan gum concentrations. Sensory quality was assessed through hedonic and descriptive tests, while heat adequacy was calculated using the trapezoidal and Ball methods. The formulation containing 0.5% lecithin and 0.1% xanthan gum yielded the highest acceptance with a creaming index below 1%. Sterility values reached 6.49 minutes (trapezoidal) and 5.96 minutes (Ball), both exceeding the 3.0-minute minimum. Product quality remained relatively stable over two weeks of storage, with high protein content and no cholesterol. These results indicate that sacha inchi milk is promising as a safe, commercially stable plant-based functional food
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
