<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100">
<title>UT - Civil and Environmental Engineering</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172157"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171556"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171439"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171423"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-16T07:04:05Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172157">
<title>Pemanfaatan Limbah Instalasi Pengolahan Air Minum Sebagai Substitusi Aggregat Halus Pada Beton Ringan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172157</link>
<description>Pemanfaatan Limbah Instalasi Pengolahan Air Minum Sebagai Substitusi Aggregat Halus Pada Beton Ringan
Khadafi, Muhammad Farhan Husain
Pemanfaatan Water Treatment Sludge (WTS) sebagai substitusi agregat halus pada beton ringan berpotensi mengurangi limbah serta memberikan nilai tambah pada proses pengolahan air. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kadar WTS dan Faktor Air Semen (FAS) terhadap sifat mekanik beton ringan melalui pengujian laboratorium dengan rancangan campuran berbasis ACI 523.3R-14 dan karakterisasi bahan sesuai standar SNI. Variasi WTS sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% serta FAS 0,3 hingga 0,6 digunakan untuk mengevaluasi perubahan berat isi dan kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan WTS meningkatkan berat isi, sementara kuat tekan menurun seiring meningkatnya FAS dan kadar WTS; namun kombinasi FAS 0,3–0,5 dengan WTS hingga 5% masih memenuhi persyaratan kuat tekan minimum 2,0 MPa untuk beton ringan non-struktural. Kondisi optimum diperoleh pada FAS 0,4 dengan 5% WTS yang menghasilkan kuat tekan tertinggi 5,62 MPa, menunjukkan bahwa WTS dapat dimanfaatkan sebagai substitusi parsial agregat halus tanpa menurunkan performa beton ringan&#13;
secara signifikan.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171556">
<title>Biokonversi Limbah Organik&#13;
Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Menjadi Protein Pakan Kelinci Mini&#13;
Rex</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171556</link>
<description>Biokonversi Limbah Organik&#13;
Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Menjadi Protein Pakan Kelinci Mini&#13;
Rex
Pramono, Alma Amanda Nai'la
Pengelolaan sampah organik perkotaan memerlukan solusi inovatif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas biokonversi limbah organik sisa makanan rumah makan Padang menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk dijadikan pakan kelinci Mini Rex. Metode meliputi biokonversi limbah dengan dua formulasi pakan (A dan B), analisis mutu pakan berdasarkan SNI 8509:2018, dan uji performa pada kelinci selama 31 hari. Hasil menunjukkan Pelet A memiliki efisiensi biokonversi lebih tinggi (D=87,07%; WRI=6,7%/hari; FMCR=16,37 mg/larva/hari) dibanding Pelet B. Kedua pakan memenuhi standar protein (18- 19%) namun gagal memenuhi standar serat kasar dan kadar air SNI. Pada uji aplikasi, Pelet A menghasilkan performa pertumbuhan yang signifikan lebih unggul (FCR=2,52; SGR=1,45%) dibanding Pelet B (FCR=3,94; SGR=1,01%). Disimpulkan bahwa larva BSF efektif mengonversi limbah, namun formulasi pakan menjadi faktor krusial untuk menghasilkan pakan berkualitas.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171439">
<title>Biokonversi Limbah Pangan menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi Pakan Leopard Gecko (Eublepharis macularius)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171439</link>
<description>Biokonversi Limbah Pangan menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi Pakan Leopard Gecko (Eublepharis macularius)
Athallah, Valerie Rafa Vena
Pengelolaan limbah pangan di Indonesia masih menjadi tantangan besar,&#13;
dengan komposisi sampah terbanyak mencapai 39,23% pada tahun 2024.&#13;
Biokonversi menggunakan larva Black soldier fly (BSF) menjadi solusi&#13;
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik biokonversi&#13;
limbah pangan dengan BSF, memproduksi pakan berbasis larva BSF untuk leopard&#13;
gecko, dan menganalisis mutu serta pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan 12&#13;
ekor leopard gecko jantan berusia 4 bulan dengan morph tangerine yang dibagi&#13;
menjadi 3 variasi pakan: jangkrik kering, ulat hongkong kering, dan larva BSF&#13;
kering hasil biokonversi limbah pangan dengan campuran limbah wortel. Hasilnya&#13;
menunjukkan bahwa larva BSF efektif mereduksi limbah pangan hingga 89,43%.&#13;
Secara nutrisi, larva BSF kering mengandung kadar abu, lemak, dan protein sesuai&#13;
pakan standar, sementara serat kasar dan rasio Ca:P belum memenuhi. Pemberian&#13;
pakan larva BSF terbukti memberikan dampak positif signifikan pada kenaikan&#13;
berat badan dan pertumbuhan morfometrik leopard gecko, serta mampu&#13;
mendapatkan skor peningkatan keindahan warna tertinggi.; Food waste management in Indonesia remains a major challenge, with food&#13;
waste comprising up to 39.23% of total waste in 2024. Bioconversion using Black&#13;
Soldier Fly (BSF) larvae offers a sustainable solution. This study aimed to analyze&#13;
the characteristics of food waste bioconversion using BSF, produce BSF larvabased feed for leopard geckos, and evaluate its quality and effects. This study used&#13;
12 male 4 month old Tangerine morph leopard geckos, divided into three feed&#13;
variations: dried crickets, dried mealworms, and dried BSF larvae produced from&#13;
food waste bioconversion supplemented with carrot waste. The results showed that&#13;
BSF larvae effectively reduced food waste by up to 89.43%. Nutritionally, dried&#13;
BSF larvae contained ash, fat, and protein levels consistent with standard feed,&#13;
although crude fiber and Ca:P ratio were still insufficient. Feeding BSF larvae was&#13;
proven to have a significant positive impact on weight gain and morphometric&#13;
growth of leopard geckos, as well as achieving the highest color enhancement score.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171423">
<title>Biokonversi Limbah Pangan Menggunakan Larva  Black soldier fly (BSF) Menjadi Pakan Marmut (Cavia porcellus).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171423</link>
<description>Biokonversi Limbah Pangan Menggunakan Larva  Black soldier fly (BSF) Menjadi Pakan Marmut (Cavia porcellus).
Gia, Nada Rain
Limbah pangan yang tidak dikelola berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengelolaan melalui biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan mengonversi limbah pangan rumah makan dengan larva BSF, menganalisis hasil biokonversi, dan memproduksi pakan marmut sesuai SNI 8509:2018. Hasil penelitian menunjukkan reduksi limbah 82,5%, indeks reduksi limbah 5,9% per hari, dan laju konsumsi segar 20,8 mg/larva/hari. Uji proksimat menunjukkan kadar abu 8%, lemak 8%, dan protein 19% sesuai standar, sedangkan kadar air 13% dan serat kasar 13% belum memenuhi standar. Pakan substitusi 15% tepung BSF menghasilkan sisa pakan terendah 0,62±0,92 g, bobot akhir marmut tertinggi 381 g, dengan kenaikan rata-rata 99 g/ekor/bulan. Penilaian panelis menunjukkan skor corak bulu tertinggi pada perlakuan B yaitu menggunakan pelet substitusi BSF. Hasil ini membuktikan bahwa tepung BSF berpotensi sebagai bahan pakan alternatif bagi marmut sekaligus mendukung pengelolaan limbah pangan berkelanjutan.; Unmanaged food waste has the potential to pollute the environment, so an alternative management is needed through bioconversion using Black Soldier Fly (BSF) larvae. This study aims to convert restaurant food waste with BSF larvae, analyze the bioconversion results, and produce guinea pig feed according to SNI 8509:2018. The results showed a waste reduction of 82.5%, a waste reduction index of 5.9% per day, and a fresh consumption rate of 20.8 mg/larva/day. Proximate tests showed that ash content of 8%, fat 8%, and protein 19% were in accordance with the standard, while water content of 13% and crude fiber 13% did not meet the standard. The 15% BSF flour substitution feed produced the lowest feed waste of 0.62±0.92 g, the highest final weight of guinea pigs was 381 g, with an average increase of 99 g/head/month. Panelist assessments showed the highest fur pattern score in treatment B, which used BSF substitution pellets. These results prove that BSF flour has the potential as an alternative feed ingredient for guinea pigs while also supporting sustainable food waste management.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
