<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Resources and Environmental Economic</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97</id>
<updated>2026-07-16T10:25:18Z</updated>
<dc:date>2026-07-16T10:25:18Z</dc:date>
<entry>
<title>Estimasi Nilai Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Hutan Rakyat Kelompok Tani Hutan Jaya Makmur Desa Karacak Leuwiliang.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174821" rel="alternate"/>
<author>
<name>MAULANA, AKBAR</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174821</id>
<updated>2026-07-16T03:47:09Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Estimasi Nilai Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Hutan Rakyat Kelompok Tani Hutan Jaya Makmur Desa Karacak Leuwiliang.
MAULANA, AKBAR
Hutan rakyat di Desa Karacak, Bogor, memiliki peran penting dalam mendukung fungsi ekonomi dan lingkungan, namun pengelolaannya masih menghadapi tekanan alih fungsi lahan dan peningkatan lahan kritis. Penelitian ini bertujuan mengestimasi nilai manfaat ekonomi hutan rakyat serta merumuskan strategi pengelolaan berkelanjutan. Analisis nilai guna langsung menggunakan pendekatan harga pasar, sedangkan nilai guna tidak langsung dan non-guna menggunakan metode benefit transfer. Strategi pengelolaan dianalisis menggunakan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai ekonomi hutan rakyat mencapai Rp 5.211.216.792 per tahun. Nilai tersebut didominasi oleh nilai guna langsung sebesar Rp 4.528.794.607 per tahun yang berasal dari komoditas sengon, manggis, dan durian. Nilai guna tidak langsung sebesar Rp 675.137.463 per tahun berasal dari jasa lingkungan berupa penyerapan karbon dan penyedia air, sedangkan nilai non-guna berupa option value keanekaragaman hayati sebesar Rp 7.284.722 per tahun. Strategi prioritas yang direkomendasikan dalam penelitian ini adalah penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mendukung keberlanjutan fungsi ekonomi dan ekologis hutan rakyat.; Community forests in Karacak Village, Bogor, play an important role in supporting both economic and environmental functions. However, their management faces challenges from land-use conversion and increasing degraded land. This study aims to estimate the economic value of community forests and formulate sustainable management strategies. Direct use values were assessed using the market price approach, while indirect use and non-use values were estimated using the benefit transfer method. Management strategies were analyzed using the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). The results show that the Total Economic Value (TEV) of the community forest reaches IDR 5,211,216,792 per year. Direct use values contribute the largest share, amounting to IDR 4,528,794,607 per year, derived from sengon timber, mangosteen, and durian. Indirect use values amount to IDR 675,137,463 per year, generated from ecosystem services such as carbon sequestration and water infiltration. Meanwhile, the non-use value, represented by biodiversity option value, reaches IDR 7,284,722 per year. The recommended priority strategy is strengthening the institutional capacity of Forest Farmer Groups (KTH) to support the long-term economic and ecological sustainability of community forests.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI PROVINSI PULAU JAWA</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174780" rel="alternate"/>
<author>
<name>Marliana, Dwi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174780</id>
<updated>2026-07-16T00:26:20Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI PROVINSI PULAU JAWA
Marliana, Dwi
DWI MARLIANA. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah di Provinsi Pulau Jawa. Dibimbing oleh DR. ADI HADIANTO, SP, M.SI dan FITRIA DEWI RESWATIE, S.P, M.SI.&#13;
Luas lahan sawah dan produksi padi di Pulau Jawa berfluktuasi dari tahun 1991-2023, status daya dukung lahan diperkirakan akan defisit 2000-3000 hektar sampai tahun 2030 dilain sisi untuk mendukung keberlanjutan lahan pertanian perlu adanya jaminan terhadap ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi perkembangan alih fungsi lahan di Pulau Jawa; 2) Menganalisis perubahan jumlah produksi padi akibat alih fungsi lahan di Pulau jawa; 3) Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang memengaruhi alih fungsi lahan sawah ke non-pertanian di Pulau Jawa. Metode yang digunakan yakni analisis perkembangan laju konversi lahan, deskriptif kuantitif, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 32 tahun terakhir luas lahan sawah Pulau Jawa dari tahun 1991-2023 secara akumulasi mengalami peningkatan dengan jumlah 1 651 168 hektar meskipun tren menunjukan nilai negatif yakni fluktuasi setiap tahunnya dinilai cenderung menurun, serta perubahan jumlah produksi dari tahun 1991 sampai tahun 2023 kehilangan sebesar 19 703 826 ton. Faktor-faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan sawah ke non-pertanian di DKI Jakarta adalah proporsi luas lahan sawah terhadap luas wilayah, iklim curah hujan dan PDRB industri; Jawa Barat adalah jumlah penduduk, produktivitas padi sawah, proporsi luas lahan sawah terhadap luas wilayah, panjang jalan dan PDRB Pertanian; Jawa Tengah adalah jumlah penduduk, produktivitas padi, proporsi luas lahan sawah terhadap luas wilayah dan PDRB Pertanian; DI Yogyakarta adalah jumlah penduduk, proporsi luas lahan sawah terhadap luas wilayah, PDRB Industri dan PDRB Pertanian; Jawa Timur adalah jumlah penduduk, produktivtas padi sawah, panjang jalan dan PDRB industri; Banten jumlah penduduk, panjang jalan, PDRB Industri dan PDRB Perdagangan, Hotel dan Restoran.; DWI MARLIANA. Factors Influencing Rice Field Land Conversion in JavaIsland. Supervised by DR. ADI HADIANTO, SP, M.SI and FITRIA DEWI RESWATIE, SP, M.SI.&#13;
&#13;
The area of rice fields and rice production in Java fluctuated from 1991 to 2023. The land carrying capacity is estimated to be in deficit by 2,000 to 3,000 hectares by 2030. Furthermore, to support the sustainability of agricultural land, land availability is needed. This study aims to: 1) Identify the development of land conversion in Java; 2) Analyze changes in rice production due to land conversion in Java; 3) Identify factors influencing the conversion of rice fields to non-agricultural uses in Java. The methods used are analysis of land conversion rate development, quantitative descriptive analysis, and multiple linear regression. The results of the study show that over the past 32 years the area of rice fields in Java Island from 1991-2023 has accumulated an increase of 1,651,168 hectares, although the trend shows a negative value, namely fluctuations each year are considered to tend to decrease, and changes in the amount of production from 1991 to 2023 have lost 19,703,826 tons. Factors that influence the conversion of rice fields to non-agricultural land in DKI Jakarta are the proportion of rice fields to the area, rainfall climate and industrial GRDP; West Java is the number of population, rice paddy productivity, the proportion of rice paddy area to the area, road length and Agricultural GRDP; Central Java is the number of population, rice productivity, the proportion of rice paddy area to the area and Agricultural GRDP; DI Yogyakarta is the number of population, the proportion of rice paddy area to the area, Industrial GRDP and Agricultural GRDP; East Java is the number of population, rice paddy productivity, road length and industrial GRDP; Banten is the number of population, road length, Industrial GRDP and Trade, Hotel and Restaurant GRDP.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kemitraan Usahatani dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Buncis Kenya Bermitra dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174738" rel="alternate"/>
<author>
<name>ADZAKIYYATUNAFI'AH, HASNA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174738</id>
<updated>2026-07-15T08:54:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kemitraan Usahatani dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Buncis Kenya Bermitra dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung.
ADZAKIYYATUNAFI'AH, HASNA
Kemitraan berperan strategis untuk mendukung pengembangan komoditas hortikultura yang berorientasi ekspor seperti buncis kenya. Kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung telah berjalan selama dua tahun, namun kapasitas dan partisipasi petani dalam mendukung target produksi belum optimal. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya kontribusi produksi kemitraan, keluar masuknya petani mitra, serta masih adanya petani yang memilih jalur pemasaran diluar kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pola kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ; (2) derajat kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ; (3) faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani buncis kenya bermitra dengan PT XYZ. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis skoring berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 944 Tahun 1997, dan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ merupakan pola kemitraan dagang umum. Derajat kemitraan berada pada kategori prima madya dengan total rata-rata skor sebesar 739. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani bermitra adalah luas lahan, pendapatan, dan persepsi risiko. Hasil analisis menunjukkan kualitas hubungan yang baik perlu didukung oleh kemampuan kemitraan dalam memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani sehingga mampu mendorong partisipasi petani dalam kemitraan.; Partnerships play a strategic role in supporting the development of export oriented horticultural commodities such as Kenyan green beans. The partnership between Kenyan green bean farmers and PT XYZ in Bandung Regency has been in place for two years, however, farmers’ capacity and participation in meeting production targets have not yet been optimal. This condition is reflected in the low contribution of partnership production, the turnover of partner farmers, and the fact that some farmers still choose marketing channels outside the partnership. This study aims to: (1) analyze the partnership patterns between Kenyan green bean farmers and PT XYZ; (2) analyze the degree of partnership between Kenyan green bean farmers and PT XYZ; and (3) analyze the factors influencing Kenyan green bean farmers’ decisions to partnership with PT XYZ. The analytical methods employed in this study include descriptive analysis, scoring analysis based on the Minister of Agriculture Decree No. 944 of 1997, and logistic regression analysis. The results indicate that the partnership implemented between Kenyan green bean farmers and PT XYZ follows a general trading partnership pattern. The degree of partnership was categorized as Prima Madya with a total average score of 739. The factors that significantly influence farmers’ partnership decisions are land area, income, and risk perception. The analysis results indicate that the quality of partnership relationships needs to be supported by the partnership’s ability to provide benefits that match farmers’ needs and characteristics, thereby encouraging farmers’ participation in the partnership.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kemitraan Usahatani dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Buncis Kenya Bermitra dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174745" rel="alternate"/>
<author>
<name>ADZAKIYYATUNAFI'AH, HASNA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174745</id>
<updated>2026-07-15T14:49:08Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kemitraan Usahatani dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Buncis Kenya Bermitra dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung.
ADZAKIYYATUNAFI'AH, HASNA
Kemitraan berperan strategis untuk mendukung pengembangan komoditas hortikultura yang berorientasi ekspor seperti buncis kenya. Kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ di Kabupaten Bandung telah berjalan selama dua tahun, namun kapasitas dan partisipasi petani dalam mendukung target produksi belum optimal. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya kontribusi produksi kemitraan, keluar masuknya petani mitra, serta masih adanya petani yang memilih jalur pemasaran diluar kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pola kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ; (2) derajat kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ; (3) faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani buncis kenya bermitra dengan PT XYZ. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis skoring berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 944 Tahun 1997, dan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan antara petani buncis kenya dengan PT XYZ merupakan pola kemitraan dagang umum. Derajat kemitraan berada pada kategori prima madya dengan total rata-rata skor sebesar 739. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani bermitra adalah luas lahan, pendapatan, dan persepsi risiko. Hasil analisis menunjukkan kualitas hubungan yang baik perlu didukung oleh kemampuan kemitraan dalam memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani sehingga mampu mendorong partisipasi petani dalam kemitraan.; Partnerships play a strategic role in supporting the development of export oriented horticultural commodities such as Kenyan green beans. The partnership between Kenyan green bean farmers and PT XYZ in Bandung Regency has been in place for two years, however, farmers’ capacity and participation in meeting production targets have not yet been optimal. This condition is reflected in the low contribution of partnership production, the turnover of partner farmers, and the fact that some farmers still choose marketing channels outside the partnership. This study aims to: (1) analyze the partnership patterns between Kenyan green bean farmers and PT XYZ; (2) analyze the degree of partnership between Kenyan green bean farmers and PT XYZ; and (3) analyze the factors influencing Kenyan green bean farmers’ decisions to partnership with PT XYZ. The analytical methods employed in this study include descriptive analysis, scoring analysis based on the Minister of Agriculture Decree No. 944 of 1997, and logistic regression analysis. The results indicate that the partnership implemented between Kenyan green bean farmers and PT XYZ follows a general trading partnership pattern. The degree of partnership was categorized as Prima Madya with a total average score of 739. The factors that significantly influence farmers’ partnership decisions are land area, income, and risk perception. The analysis results indicate that the quality of partnership relationships needs to be supported by the partnership’s ability to provide benefits that match farmers’ needs and characteristics, thereby encouraging farmers’ participation in the partnership.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
