<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Family and Consumer Sciences</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</id>
<updated>2026-07-13T11:40:27Z</updated>
<dc:date>2026-07-13T11:40:27Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Kelekatan Ayah dengan Anak dan Kualitas Hubungan Pertemanan terhadap Asertivitas pada Remaja Awal di Pondok Pesantren</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174455" rel="alternate"/>
<author>
<name>Larasati, Putri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174455</id>
<updated>2026-07-13T07:37:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kelekatan Ayah dengan Anak dan Kualitas Hubungan Pertemanan terhadap Asertivitas pada Remaja Awal di Pondok Pesantren
Larasati, Putri
Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Remaja yang menempuh pendidikan di pondok pesantren menghadapi tantangan unik berupa keterbatasan akses langsung terhadap keluarga dan dominannya interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kelekatan ayah dengan anak dan kualitas hubungan pertemanan terhadap asertivitas remaja awal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori dan melibatkan 101 santri kelas 8 dan 9 SMPIT Al-Fityan Boarding School Bogor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel, Statistical Package for the Social Sciences versi 25, dan SmartPLS. Hasil menunjukkan kualitas hubungan pertemanan berpengaruh positif signifikan terhadap asertivitas, sedangkan kelekatan ayah tidak berpengaruh langsung secara signifikan dalam model simultan. Jenis kelamin berpengaruh negatif signifikan terhadap asertivitas. Analisis SEM-PLS mengonfirmasi bahwa kualitas hubungan pertemanan memediasi pengaruh kelekatan ayah terhadap asertivitas remaja awal yang tinggal di pondok pesantren.; Adolescence is a critical period in an individual’s development, marked by various physical, emotional, and social changes. Adolescents attending Islamic boarding schools face unique challenges, such as limited direct access to their families and interactions dominated by peers. This study aims to analyze the influence of fatherchild attachment and the quality of friendships on the assertiveness of early adolescents in Islamic boarding schools. This study uses an explanatory design and involves 101 eighth- and ninth-grade students at SMPIT Al-Fityan Boarding School in Bogor, selected using purposive sampling. Data processing and analysis were conducted using Microsoft Excel, the Statistical Package for the Social Sciences version 25, and SmartPLS. The results indicate that friendship quality has a significant positive effect on assertiveness, whereas father-child attachment does not have a significant direct effect in the simultaneous model. Gender had a significant negative effect on assertiveness. SEM-PLS analysis confirmed that friendship quality fully mediated the effect of father-child attachment on the assertiveness of early adolescents residing in Islamic boarding schools.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Kesiapan Berkeluarga serta Persepsi Peran Laki-Laki dan Perempuan terhadap Preferensi Usia Menikah pada Mahasiswa</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174425" rel="alternate"/>
<author>
<name>FIRDAUS, NAIRA PUTRI</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174425</id>
<updated>2026-07-13T00:05:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kesiapan Berkeluarga serta Persepsi Peran Laki-Laki dan Perempuan terhadap Preferensi Usia Menikah pada Mahasiswa
FIRDAUS, NAIRA PUTRI
Terjadinya penurunan pernikahan adanya kecenderungan penundaan pernikahan pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesiapan berkeluarga serta persepsi peran laki-laki dan perempuan terhadap preferensi usia menikah pada mahasiswa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 250 mahasiswa akhir, terdiri atas 125 mahasiswa laki-laki dan 125 mahasiswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kategori peran laki-laki dan perempuan, serta kategori cukup pada kesiapan berkeluarga. Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kesiapan berkeluarga, peran laki-laki dan perempuan serta preferensi usia menikah antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa preferensi usia menikah berhubungan negatif dan signifikan dengan peran laki-laki dan perempuan serta kesiapan berkeluarga. Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa peran laki-laki dan perempuan berpengaruh signifikan terhadap preferensi usia menikah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman kesiapan berkeluarga dan peran laki-laki dan perempuan pada mahasiswa.; The decline in marriage rates reflects an increasing tendency among young adults to postpone marriage. This study aimed to examine the influence of family readiness and perceptions of male and female roles on marriage age preferences among university students. The respondents consisted of 250 final-year students, comprising 125 male and 125 female students. The findings showed that the majority of students had low perceptions of male and female roles and a moderate level of family readiness. The results of the difference test indicated significant differences between male and female students in family readiness, perceptions of male and female roles, and preferred age at marriage. Correlation analysis revealed that marriage age preference was significantly and negatively associated with perceptions of male and female roles as well as family readiness. Furthermore, the results of the effect analysis showed that perceptions of male and female roles had a significant influence on marriage age preference. This study highlights the importance of strengthening university students’ understanding of family readiness and male and female roles.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Gaya Pengasuhan Ayah, Stres Akademik, dan Motivasi Akademik terhadap Resiliensi Mahasiswa Tingkat Akhir</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174042" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khairunnas, Raja Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174042</id>
<updated>2026-07-05T12:26:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Gaya Pengasuhan Ayah, Stres Akademik, dan Motivasi Akademik terhadap Resiliensi Mahasiswa Tingkat Akhir
Khairunnas, Raja Muhammad
Mahasiswa tingkat akhir mengalami berbagai tuntutan akademik yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pengaruh gaya pengasuhan ayah, stres akademik, dan motivasi akademik terhadap resiliensi mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian terdiri atas 206 mahasiswa di IPB University yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data analisis menggunakan statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan aplikasi (SPSS) 25 dan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan ayah berpengaruh negatif signifikan terhadap stres akademik mahasiswa, dengan dimensi authoritative sebagai dimensi yang paling dominan. Gaya pengasuhan ayah tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi akademik dan resiliensi, tetapi memiliki pengaruh tidak langsung melalui stres akademik. Selain itu, stres akademik berpengaruh negatif signifikan terhadap motivasi akademik, sedangkan motivasi akademik berpengaruh positif signifikan terhadap resiliensi mahasiswa tingkat akhir. Temuan ini menunjukkan bahwa stres akademik berperan sebagai mediator yang menghubungkan gaya pengasuhan ayah dengan motivasi akademik dan resiliensi mahasiswa tingkat akhir.&#13;
&#13;
Kata kunci: gaya pengasuhan, motivasi akademik, resiliensi, stres akademik; Final-year students face various academic demands that may affect their mental well-being and resilience. This study aimed to analyze and identify the effects of fathers’ parenting styles, academic stress, and academic motivation on the resilience of final-year students. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 206 students from IPB University selected through purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM) with SPSS version 25 and SmartPLS. The results revealed that fathers’ parenting styles had a significant negative effect on students’ academic stress, with the authoritative dimension emerging as the most dominant parenting style. Fathers’ parenting styles did not have a direct effect on academic motivation and resilience; however, they exerted an indirect effect through academic stress. Furthermore, academic stress had a significant negative effect on academic motivation, whereas academic motivation had a significant positive effect on the resilience of final-year students. These findings indicate that academic stress serves as a mediator linking fathers’ parenting styles to academic motivation and resilience among final-year students.&#13;
&#13;
Keywords: academic motivation, academic stress, parenting style, resilience
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Keharmonisan Orang Tua-Anak, Sikap Pernikahan, dan Kesiapan Berkeluarga Dewasa Muda Perempuan Pascaperceraian Orang Tua</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173971" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hasanah, Atina Aulia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173971</id>
<updated>2026-07-03T02:30:18Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keharmonisan Orang Tua-Anak, Sikap Pernikahan, dan Kesiapan Berkeluarga Dewasa Muda Perempuan Pascaperceraian Orang Tua
Hasanah, Atina Aulia
Penurunan angka pernikahan dan angka kelahiran (TFR) serta meningkatnya perceraian di Indonesia menegaskan pentingnya kesiapan berkeluarga. Penelitian kuantitatif ini menganalisis pengaruh keharmonisan orang tua-anak dan sikap terhadap pernikahan terhadap kesiapan berkeluarga pada 112 perempuan usia 21-29 tahun dengan orang tua bercerai. Data dikumpulkan menggunakan Family Harmony Scale, Marital Attitude Scale, dan SIAP-GA, lalu dianalisis dengan deskriptif, korelasi, dan regresi linear berganda (metode backward). Hasil menunjukkan kedua variabel berhubungan positif signifikan dengan kesiapan berkeluarga.  Keharmonisan orang tua-anak berpengaruh pada kematangan sosial, moral-spiritual, dan keterampilan hidup, sedangkan sikap terhadap pernikahan berpengaruh  pada kematangan emosi. Temuan ini menegaskan peran hubungan orang tua-anak dan sikap terhadap pernikahan sebagai faktor pelindung, sehingga penguatannya perlu menjadi fokus program pembangunan keluarga.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
