<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Communication and Community Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93</id>
<updated>2026-11-01T12:05:04Z</updated>
<dc:date>2026-11-01T12:05:04Z</dc:date>
<entry>
<title>Komunikasi Interpersonal Kader Posyandu, Persepsi Ibu tentang Kesehatan Gizi Anak, dan Perilaku Pemenuhan Gizi Anak (Kasus: Ibu Balita di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180203" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putri, Dina Amanda</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180203</id>
<updated>2026-10-28T08:49:22Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Komunikasi Interpersonal Kader Posyandu, Persepsi Ibu tentang Kesehatan Gizi Anak, dan Perilaku Pemenuhan Gizi Anak (Kasus: Ibu Balita di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor)
Putri, Dina Amanda
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu, komunikasi interpersonal kader posyandu, persepsi ibu tentang kesehatan gizi anak, dan isyarat untuk bertindak dengan perilaku pemenuhan gizi anak. Penelitian dilakukan di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor menggunakan pendekatan kuantitatif didukung kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui survei, wawancara mendalam, observasi lapang, dan studi literatur. Jumlah responden yaitu 56 ibu balita dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan tingkat komunikasi interpersonal kader posyandu memiliki hubungan dengan persepsi ancaman dan persepsi harapan ibu. Tingkat pendidikan ibu, persepsi harapan, dan frekuensi penerimaan isyarat untuk bertindak memiliki hubungan dengan tingkat perilaku pemenuhan gizi anak, sedangkan usia ibu, status pekerjaan, dan persepsi ancaman tidak memiliki hubungan dengan tingkat perilaku pemenuhan gizi anak.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Keberdayaan Perempuan dalam UMKM dan Kondisi Ekonomi Rumah Tangga (Kasus: Tenaga Kerja Perempuan dalam Forum UMKM-IKM Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180155" rel="alternate"/>
<author>
<name>ALISHA, HASNA SHARIFA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180155</id>
<updated>2026-10-22T00:48:05Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Keberdayaan Perempuan dalam UMKM dan Kondisi Ekonomi Rumah Tangga (Kasus: Tenaga Kerja Perempuan dalam Forum UMKM-IKM Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor)
ALISHA, HASNA SHARIFA
UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi vital yang berkontribusi besar terhadap kondisi perekonomian nasional dan sebagian besar didominasi oleh perempuan. Keterlibatan perempuan dalam sektor UMKM tidak hanya berfungsi sebagai bentuk partisipasi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan posisi perempuan dalam mencapai keberdayaan dan kemampuan pada unit UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keberdayaan perempuan sebagai tenaga kerja UMKM dan kondisi ekonomi rumah tangga mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dengan menggunakan metode sensus (sampling jenuh) untuk seluruh populasi tenaga kerja UMKM perempuan dalam Forum UMKM-IKM Kecamatan Ciomas. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam pada informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan perempuan berada pada kategori sedang hingga tinggi, demikian pula dengan tingkat kondisi ekonomi rumah tangga. Penelitian ini juga membuktikan adanya hubungan positif dan signifikan antara keberdayaan perempuan dan kondisi ekonomi rumah tangga mereka.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Struktur Nafkah Kelompok Pembatik Di Kampung Batik Cibuluh Kota Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180111" rel="alternate"/>
<author>
<name>Alfrian, Taura Philipus</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180111</id>
<updated>2026-10-14T22:41:16Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Struktur Nafkah Kelompok Pembatik Di Kampung Batik Cibuluh Kota Bogor
Alfrian, Taura Philipus
Usaha batik menjadi salah satu sumber nafkah rumah tangga yang dipengaruhi oleh modal nafkah dan tingkat keterlibatan pembatik. Penelitian ini menganalisis modal nafkah, intensitas keterlibatan, dan hubungannya dengan struktur nafkah rumah tangga pembatik di Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed methods terhadap 30 responden melalui metode sensus dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal manusia dan modal sosial berhubungan positif dan signifikan dengan intensitas keterlibatan dalam usaha batik. Namun, struktur nafkah rumah tangga masih didominasi pendapatan non-batik sehingga keterlibatan dalam usaha batik belum meningkatkan kontribusi pendapatan batik. Penguatan akses permodalan, sarana produksi, dan diversifikasi usaha diperlukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga pembatik.; Batik enterprises are an important source of household livelihood. This study analyzed livelihood assets, intensity of involvement, and their relationship with the livelihood structure of batik artisan households in Kampung Batik Cibuluh, Bogor City. An explanatory sequential mixed-methods approach was applied to 30 respondents using a census and in-depth interviews. Data were analyzed descriptively and using Spearman's rank correlation. Human and social capital were positively and significantly associated with the intensity of involvement in batik enterprises. However, household livelihoods remained dominated by non-batik income, indicating that greater involvement did not necessarily increase batik-related income. Strengthening access to financial capital, production facilities, and livelihood diversification is needed to improve the economic resilience of batik artisan households.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Faktor Internal dan Eksternal dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Aktivitas Ekonomi Wisata (Kasus: Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180090" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maharani, Nabila Aulia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180090</id>
<updated>2026-10-11T12:34:43Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Faktor Internal dan Eksternal dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Aktivitas Ekonomi Wisata (Kasus: Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor)
Maharani, Nabila Aulia
Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi wisata di desa wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat, faktor internal dan eksternal, serta hubungan keduanya dengan tingkat partisipasi dalam aktivitas ekonomi wisata di Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Sebanyak 40 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi rank spearman, sedangkan data kualitatif digunakan untuk mendukung hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori sedang, dengan partisipasi lebih tinggi pada tahap pelaksanaan dan menikmati hasil, sedangkan tahap perencanaan dan evaluasi masih relatif rendah. Responden didominasi usia dewasa pertengahan, pendidikan dan penghasilan rendah, serta telah lama menetap di Desa Batulayang. Umur memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi, sedangkan pendidikan, penghasilan, dan lama menetap tidak. Seluruh faktor eksternal, yaitu kemampuan aktor menggerakkan masyarakat, daya tarik wisata, dan kemanfaatan fasilitas pendukung, memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan faktor eksternal untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi wisata.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
