<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Communication and Community Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93</id>
<updated>2026-08-29T18:59:24Z</updated>
<dc:date>2026-08-29T18:59:24Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Komunikasi terhadap Adopsi Inovasi Perilaku Ramah Lingkungan pada Pedagang Pasar Papringan Temanggung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179816" rel="alternate"/>
<author>
<name>Faizah, Putri Nurul</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179816</id>
<updated>2026-08-24T03:40:46Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Komunikasi terhadap Adopsi Inovasi Perilaku Ramah Lingkungan pada Pedagang Pasar Papringan Temanggung
Faizah, Putri Nurul
Pasar Papringan merupakan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) yang mengadopsi inovasi perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik pedagang dan komunikasi inovasi terhadap persepsi inovasi serta keputusan adopsi inovasi perilaku ramah lingkungan pada pedagang kuliner Pasar Papringan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan, dianalisis menggunakan SEM-PLS, melibatkan 70 pedagang kuliner sebagai responden. Hasil menunjukkan karakteristik pedagang tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi inovasi &#13;
maupun keputusan adopsi. Komunikasi inovasi berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi inovasi, tetapi tidak signifikan terhadap keputusan adopsi. Persepsi inovasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi. Temuan ini mengindikasikan keputusan adopsi lebih dipengaruhi norma sistem sosial yang terlembagakan dibandingkan karakteristik individu atau komunikasi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Pelapisan Sosial Komunitas Desa-Kota Dan  Tingkat Penggunaan Pinjaman Online  (Kasus: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179803" rel="alternate"/>
<author>
<name>Salam, Hasan Abdus</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179803</id>
<updated>2026-08-24T03:43:50Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Pelapisan Sosial Komunitas Desa-Kota Dan  Tingkat Penggunaan Pinjaman Online  (Kasus: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)
Salam, Hasan Abdus
Perkembangan teknologi finansial mendorong masifnya adopsi pinjaman &#13;
online di masyarakat desa-kota dengan karakteristik sosial ekonomi beragam. &#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelapisan sosial dari pengguna pinjaman &#13;
online di Kelurahan Margajaya serta melihat hubungannya dengan tingkat &#13;
penggunaan pinjaman online. Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods &#13;
melalui survei kuantitatif dan wawancara mendalam kualitatif dengan total &#13;
responden 40 menggunakan indeks komposit dalam perhitungan masing-masing &#13;
variabel. Hasil penelitian menunjukkan pelapisan sosial responden didominasi oleh &#13;
taraf hidup sedang (80%) dan tingkat penggunaan pinjaman online berada pada &#13;
kategori sedang (85%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan hubungan yang &#13;
signifikan, sangat kuat, dan berarah negatif (?? = -0,866). Semakin tinggi taraf &#13;
hidup rumah tangga, semakin rendah tingkat penggunaan pinjaman online. &#13;
Sebaliknya, kelompok taraf hidup rendah menjadikan pinjaman online sebagai &#13;
safety net kebutuhan subsisten. Pola penggunaan bervariasi mulai dari kebutuhan &#13;
konsumtif, darurat, hingga kegiatan produktif
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Kelembagaan Ekonomi Petani dalam Meningkatkan Minat Generasi Muda Pertanian (Kasus Taruna Tani Desa Benteng Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor-Jawa Barat)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179775" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putra, Trisna Permana</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179775</id>
<updated>2026-08-19T04:23:16Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Kelembagaan Ekonomi Petani dalam Meningkatkan Minat Generasi Muda Pertanian (Kasus Taruna Tani Desa Benteng Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor-Jawa Barat)
Putra, Trisna Permana
Pengelolaan sumber daya manusia pertanian memerlukan kelembagaan yang kuat di tengah penuaan petani dan menurunnya minat generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kelembagaan ekonomi petani dalam meningkatkan minat generasi muda pertanian. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, dengan informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dan kelembagaan mendorong minat pemuda untuk berkelompok melalui Taruna Tani dan membentuk tindakan kolektif melalui dukungan Gapoktan dan penyuluh. Kelompok juga menguatkan motivasi melalui pembelajaran, kerja sama, pengalaman usaha, dan akses jejaring. Namun, masih terdapat ketergantungan terhadap bantuan dan ketidaksesuaian antara aturan formal dan praktik. Penguatan pendampingan, monitoring, dan kemandirian usaha diperlukan untuk mendukung regenerasi petani secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Tingkat Keterlibatan Pemuda pada Kegiatan Usahatani Sebelum dan Setelah Program Regenerasi Petani (Kasus: Pemuda Kabupaten Bekasi)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179768" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mudyandira, Afia Rahma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179768</id>
<updated>2026-08-19T04:18:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tingkat Keterlibatan Pemuda pada Kegiatan Usahatani Sebelum dan Setelah Program Regenerasi Petani (Kasus: Pemuda Kabupaten Bekasi)
Mudyandira, Afia Rahma
Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 36 Tahun 2023 tentang regenerasi petani Jawa Barat menghasilkan inisiasi Program Regenerasi Petani sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menanggapi masalah regenerasi petani di setiap daerah di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bekasi. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pemuda peserta Program Regenerasi Petani 2024 di Kabupaten Bekasi, hubungan karakteristik pemuda dengan tingkat partisipasinya dalam program tersebut, perbedaan tingkat keterlibatannya dalam kegiatan usahatani sebelum dan setelah berpartisipasi pada program tersebut, serta hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat keterlibatan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode survei melalui kuesioner, yang didukung dengan data kualitatif, berupa hasil wawancara mendalam. Metode dilakukan dengan sensus ke 50 orang yang terkumpul menjadi 42 orang pemuda Kabupaten Bekasi sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara karakteristik usia, pengaruh kelompok sebaya, dan akses teknologi digital pemuda dengan tingkat partisipasi pada Program Regenerasi Petani 2024 di Kabupaten Bekasi. Terdapat pula perbedaan pada status keterlibatan, curahan waktu masa panen, pendapatan tiap panen, persepsi, dan motivasi petani muda terhadap usahatani. Status keterlibatan dan motivasi petani muda terhadap usahatani juga memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi pada Program Regenerasi Petani 2024.; West est Java Governor Regulation Number 36 of 2023 launched the Farmer Regeneration Program to address farmer succession, particularly in Bekasi Regency. This study examined the characteristics of youth participating in the 2024 program in Bekasi Regency, the relationship between these characteristics and participation levels, changes in farming involvement before and after the program, and the link between participation and involvement levels. Using a quantitative survey method supplemented by qualitative interviews, the study applied a census approach with 42 young participants from Bekasi Regency. Findings showed that youth characteristics of age, peer group influence, and access to digital technology were related to participation levels in the program. Differences were also found in involvement status, time allocated during harvest, income per harvest, perceptions, and motivation toward farming. Additionally, involvement status and motivation were significantly related to participation levels in the program.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
