<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Communication and Community Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93</id>
<updated>2026-07-08T12:18:18Z</updated>
<dc:date>2026-07-08T12:18:18Z</dc:date>
<entry>
<title>Tingkat Partisipasi Siswa Kelas IX dalam Pengelolaan Sampah di SMP Alam Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174249" rel="alternate"/>
<author>
<name>RIZKYANTY, SHAFIRA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174249</id>
<updated>2026-07-08T11:41:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tingkat Partisipasi Siswa Kelas IX dalam Pengelolaan Sampah di SMP Alam Bogor
RIZKYANTY, SHAFIRA
Permasalahan sampah tidak hanya terjadi di masyarakat umum, tetapi juga di lingkungan sekolah sebagai komunitas besar penghasil sampah. Belum optimalnya implementasi pengelolaan sampah di sekolah menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap sistem pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi siswa dengan keberhasilan implementasi pengelolaan sampah di SMP Alam Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan model explanatory sequential. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada siswa kelas IX dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi siswa bervariasi pada setiap kegiatan pengelolaan sampah, sedangkan keberhasilan implementasi pengelolaan sampah berada pada kategori tinggi pada aspek perencanaan dan kebijakan serta kategori sedang pada aspek lainnya. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan hanya pada beberapa kegiatan pengelolaan sampah terhadap aspek keberlanjutan dan dampak implementasi. Temuan menegaskan perlu adanya strategi dan pelaksanaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan keseimbangan partisipasi serta implementasi.; Waste issues occur not only within the general public but also in school environments, which serve as large waste-generating communities. The suboptimal implementation of school waste management highlights the need for special attention to waste management systems. This study aims to analyze the relationship between the level of student participation and the successful implementation of waste management at SMP Alam Bogor. This research employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through questionnaires administered to ninth-grade students, while qualitative data were obtained via in-depth interviews. The results indicate that the level of student participation varies across different waste management activities, whereas the success of waste management implementation is categorized as high in the planning and policy aspects and moderate in other aspects. Correlation test results reveal a significant relationship only between certain waste management activities and the sustainability as well as the impact aspects of the implementation. These findings underscore the need for sustainable strategies and execution to enhance the balance between participation and implementation.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan Karakter Peduli Lingkungan (Kasus: Program Madrasah Riset MTs Pesantren Al-Hamidiyah Kota Depok)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174237" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nurfaiha, Cindy Nasywa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174237</id>
<updated>2026-07-08T08:41:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan Karakter Peduli Lingkungan (Kasus: Program Madrasah Riset MTs Pesantren Al-Hamidiyah Kota Depok)
Nurfaiha, Cindy Nasywa
Kerusakan lingkungan yang semakin meningkat menuntut lembaga pendidikan untuk berperan aktif dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada generasi muda. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki potensi strategis dalam menanamkan nilai ekologis melalui keteladanan dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi santri terhadap gaya kepemimpinan tranformasional yang diterapkan kepala madrasah, tingkat karakter peduli lingkungan santri, serta hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melalui metode sensus terhadap 50 santri anggota Program Madrasah &#13;
Riset. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan karakter peduli lingkungan santri, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,595 dan nilai signifikansi &lt;0,001.; Increasing environmental degradation requires educational institutions to take an active role in developing environmental care character among younger generations. Islamic boarding schools (pesantren), as Islamic educational institutions, have strategic potential to instill ecological values through role modeling and leadership. This study aims to identify students’ perceptions of the transformational leadership style by the madrasah principal, the level of students’ environmental conscious character, and the correlation between the two variables. This study employed a quantitative approach supported by qualitative data through a census method involving 50 students who were members of the Madrasah Research Program at MTs Al-Hamidiyah Depok. Data were analyzed descriptively and inferentially using the Rank Spearman correlation test with SPSS. The results showed that there was a correlation between transformational leadership style and students’ environmental care character, with a correlation coefficient value of 0.595 and a significance value of &lt;0.001.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kesehatan Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis Desa Sasak Panjang, Kabupaten Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174165" rel="alternate"/>
<author>
<name>Damayanti, Devita</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174165</id>
<updated>2026-07-07T11:34:32Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kesehatan Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis Desa Sasak Panjang, Kabupaten Bogor
Damayanti, Devita
Penyakit Kronis atau Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama &#13;
kematian non-pandemi di dunia. PTM tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat &#13;
dikendalikan melalui perilaku kesehatan yang tepat dan berkelanjutan. Program &#13;
pengelolaan penyakit kronis merupakan salah satu inisiasi pemerintah untuk &#13;
meningkatkan kondisi kesehatan penderita PTM melalui kegiatan seperti aktivitas &#13;
fisik dan pemeriksaan kesehatan. Namun, keterlibatan peserta prolanis di Desa &#13;
Sasak Panjang, Kabupaten Bogor, masih tergolong rendah yang berpotensi &#13;
menghambat capaian pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis &#13;
faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan peserta prolanis di Desa Sasak &#13;
Panjang, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif &#13;
melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 61 responden dan didukung data &#13;
kualitatif. Perolehan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation &#13;
Modeling-Partial Least Square (SEM- PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan &#13;
bahwa karakteristik individu tidak bepengaruh signifikan terhadap persepsi &#13;
individu.  Adapun, persepsi individu dan isyarat  bertindak terbukti berpengaruh &#13;
signifikan dan positif terhadap perilaku kesehatan.; Chronic diseases or non-communicable diseases (NCDs) are the leading cause of &#13;
non-pandemic deaths worldwide. NCDs cannot be cured, but can be controlled &#13;
through appropriate and sustainable health behaviors. The chronic disease &#13;
management program is one of the government's initiatives to improve the health &#13;
conditions of NCD sufferers through activities such as physical activity and health &#13;
screening. However, the involvement of prolanis participants in Sasak Panjang &#13;
Village, Bogor Regency, is still relatively low, which has the potential to hinder &#13;
disease control achievements. This study aims to analyze the factors that influence &#13;
the health behavior of prolanis participants in Sasak Panjang Village, Bogor &#13;
Regency. This study uses a quantitative approach through a survey using a &#13;
questionnaire of 61 respondents and is supported by qualitative data. The data &#13;
obtained were analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least &#13;
Square method. The results of this study show that individual characteristics do not &#13;
have a significant effect on individual belief. However, individual belief and cues &#13;
to acction were found to have a significant and positive effect on health behaviors.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Tata Kelola dan Kinerja Kelembagaan Air Berbasis Komunitas (Kasus: Kelompok Pemanfaatan Air Cibitung, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174110" rel="alternate"/>
<author>
<name>Husen, Iffah Humaidah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174110</id>
<updated>2026-07-06T23:46:25Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tata Kelola dan Kinerja Kelembagaan Air Berbasis Komunitas (Kasus: Kelompok Pemanfaatan Air Cibitung, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung)
Husen, Iffah Humaidah
Keterbatasan akses air bersih mendorong berkembangnya pengelolaan air berbasis komunitas sebagai alternatif yang berkelanjutan. Di RW 07 Desa Ciburial, Mata Air Cibitung dikelola oleh Kelompok Pemanfaatan Air Cibitung (KPAC) melalui mekanisme tata kelola lokal partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem tata kelola air, menilai kinerja kelembagaan, dan menguji hubungan keduanya. Tata kelola diukur melalui aspek aturan kerja, akuntabilitas, kapasitas sumber daya manusia, dan pendekatan berbasis kebutuhan. Kinerja kelembagaan dinilai dari kondisi infrastruktur, kepuasan pengguna, dan kesehatan finansial. Hasil menunjukkan tata kelola berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan aturan kerja mayoritas sedang sementara aspek lainnya mayoritas tinggi. Kinerja kelembagaan dinilai tinggi dengan operating ratio 0,719. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara tata kelola dan kinerja (r = 0,406). Temuan kualitatif mengungkapkan modal sosial berbasis nilai sabilulungan berfungsi sebagai jaring pengaman ketika mekanisme formal belum optimal.; Limited access to clean water has driven the development of community-based water management as a sustainable alternative. In RW 07 of Ciburial Village, the Cibitung Spring is managed by the Cibitung Water Utilization Group (KPAC) through a participatory governance system. This study analyzes water governance, assesses institutional performance, and examines their correlation. Governance is measured through working rules, accountability, human resource capacity, and a needs-based approach, while performance is assessed based on infrastructure, user satisfaction, and financial health. Results show governance ranges from moderate to high, with working rules mostly moderate and other aspects generally high. Institutional performance is high, with an operating ratio of 0.719. Spearman’s Rank correlation indicates a significant correlation between governance and performance (r = 0.406). Qualitative findings show that sabilulungan-based social capital acts as a safety net when formal mechanisms are not optimal.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
