<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MF - Economic and Management</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78</id>
<updated>2026-10-10T04:26:49Z</updated>
<dc:date>2026-10-10T04:26:49Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Sukuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Peran Moderasi Financial Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180061" rel="alternate"/>
<author>
<name>Taqiyyah, Asma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180061</id>
<updated>2026-10-05T06:10:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Sukuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Peran Moderasi Financial Development
Taqiyyah, Asma
Meningkatnya permintaan dan penawaran sukuk menunjukkan pertumbuhan pasar sukuk. Sukuk dapat meningkatkan akumulasi modal dan inovasi sehingga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun, penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh yang tidak konsisten antara sukuk dengan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peningkatan financial development cenderung melambat setelah terjadinya krisis global 2008. Hal ini dapat memengaruhi kontribusi sukuk terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pengaruh sukuk terhadap pertumbuhan ekonomi dengan financial development sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari 14 negara penerbit sukuk selama periode 2016–2023. Financial development disusun menggunakan metode Analisis Komponen Utama, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan pendekatan data panel statis dan dinamis.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat financial development di negara sampel masih relatif rendah, dengan pola perkembangan yang beragam. Estimasi dari data panel statis dan dinamis menghasilkan temuan yang konsisten, yaitu belum terdapat bukti yang cukup bahwa sukuk, financial development, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan sukuk belum mampu secara optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama ketika tingkat financial development masih terbatas. Peningkatan financial development dapat difokuskan pada penguatan kredit domestik kepada sektor swasta dan nilai perdagangan saham sebagai indikator dengan bobot relatif terbesar pada masing-masing subindeks. Meskipun koefisien sukuk tidak signifikan, hasil tersebut tidak secara langsung menunjukkan bahwa sukuk tidak diperlukan, mengingat analisis deskriptif menunjukkan hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi pada tingkat financial development yang lebih tinggi, sehingga pengembangan pasar sukuk tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sistem keuangan dan karakteristik masing-masing negara.; The increasing demand for and supply of sukuk indicates the expansion of the sukuk market. Sukuk can boost capital accumulation and innovation, thereby influencing economic growth. However, previous studies have reported inconsistent relationships between sukuk and economic growth. On the other hand, the pace of financial development has tended to slow down following the 2008 global financial crisis. This may affect the contribution of sukuk to economic growth. Therefore, this study examines the effect of sukuk on economic growth, with financial development serving as a moderating variable. This study uses panel data from 14 sukuk-issuing countries over the 2016–2023 period. Financial development is measured using Principal Component Analysis, while the relationships among variables are analyzed using both static and dynamic panel data approaches.&#13;
The results of the analysis show that the level of financial development in the sample countries remains relatively low, with varying patterns of development. Estimates from static and dynamic panel data yield consistent findings: there is insufficient evidence that sukuk, financial development, and the interaction between sukuk and financial development significantly effects economic growth. These findings suggest that the existence of sukuk instruments has not yet been able to optimally drive economic growth, particularly when the level of financial system development remains limited. Efforts to strengthen financial development may focus on improving domestic credit to the private sector and stock market value, which have the highest relative weights within their respective sub-indices. Although the sukuk coefficient is statistically insignificant, the findings do not imply that sukuk are unnecessary, as the descriptive analysis indicates a positive relationship between sukuk and economic growth at higher levels of financial development. Therefore, the development of the sukuk market may continue alongside efforts to strengthen the financial system while considering country-specific characteristics.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Optimasi Pelarut Ekstraksi Senyawa Bioaktif  Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata L.) dengan Aktivitas Antioksidan dan  Antiinflamasi.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180046" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ubai, Nyimas Shania Azira</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180046</id>
<updated>2026-10-01T12:12:14Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimasi Pelarut Ekstraksi Senyawa Bioaktif  Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata L.) dengan Aktivitas Antioksidan dan  Antiinflamasi.
Ubai, Nyimas Shania Azira
Stres oksidatif akibat radikal bebas dapat memicu inflamasi dan berbagai penyakit degeneratif. Bunga jengger ayam (Celosia cristata L.) mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi, namun efektivitas ekstraksinya dipengaruhi oleh komposisi pelarut yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi kombinasi pelarut asam asetat, etanol, dan aseton pada ekstraksi bunga jengger ayam menggunakan metode sonikasi dengan pendekatan Simplex Centroid Design (SCD). Respons yang diamati meliputi kadar total fenolik (TPC), kadar total flavonoid (TFC), serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP untuk menentukan formula pelarut &#13;
optimum. Formula optimum selanjutnya diverifikasi, dibandingkan dengan metode maserasi dan infusa menggunakan komposisi pelarut yang sama, serta dievaluasi aktivitas antiinflamasinya melalui uji penghambatan denaturasi protein dan stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi pelarut berpengaruh terhadap kandungan polifenol serta &#13;
aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ekstrak bunga jengger ayam. Formula pelarut optimum menghasilkan kandungan polifenol dan aktivitas biologis yang &#13;
tinggi, sedangkan perbandingan metode ekstraksi menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dalam menghasilkan bioaktivitas ekstrak. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan kombinasi pelarut dan metode ekstraksi bunga jengger ayam untuk pengembangan bahan baku alami di bidang kesehatan dan pangan fungsional.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potensi Ekspor Produk Ban Karet Indonesia di Pasar Internasional</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179920" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yanti, Ni Ketut Dela</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179920</id>
<updated>2026-09-09T06:25:05Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potensi Ekspor Produk Ban Karet Indonesia di Pasar Internasional
Yanti, Ni Ketut Dela
Indonesia merupakan salah satu eksportir karet alam utama dunia, tetapi kinerja ekspor produk karet, khususnya ban karet (HS 4011), masih belum optimal. Ekspor karet Indonesia masih didominasi produk bahan baku, sementara pangsa ekspor ban karet di pasar internasional relatif rendah dibandingkan negara pesaing. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspor aktual dan potensi ekspor yang dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi ekspor ban karet Indonesia dan (2) menggambarkan potensi ekspor ban karet Indonesia di pasar internasional.&#13;
&#13;
Penelitian menggunakan data panel 68 negara mitra dagang selama periode 2015–2024 dengan produk ban karet kode HS 4011. Analisis dilakukan menggunakan Stochastic Frontier Gravity Model (SFGM) untuk mengestimasi tingkat efisiensi ekspor, serta faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi. Variabel dalam model meliputi produk domestik bruto riil per kapita Indonesia dan negara tujuan, jarak ekonomi, nilai tukar riil, tarif impor, serta Free Trade Agreement (FTA). Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDB riil per kapita Indonesia dan negara tujuan berpengaruh positif terhadap ekspor dengan koefisien masing-masing sebesar 0,670 dan 0,859, sedangkan jarak ekonomi berpengaruh negatif sebesar -0,235. Pada model inefisiensi, nilai tukar riil dan FTA berpengaruh negatif terhadap inefisiensi, sedangkan tarif impor berpengaruh positif. Nilai gamma sebesar 0,996 menunjukkan bahwa sebagian besar variasi perdagangan dalam model berkaitan dengan faktor inefisiensi, sementara hasil Likelihood Ratio test mengonfirmasi signifikansi keberadaan komponen inefisiensi.&#13;
&#13;
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat efisiensi ekspor ban karet Indonesia berbeda antarnegara dan kawasan, dengan sebagian besar pasar masih memiliki kesenjangan yang besar antara ekspor aktual dan potensi ekspornya. Beberapa pasar dengan efisiensi relatif tinggi antara lain Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan sejumlah negara di Asia, Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika menunjukkan efisiensi relatif rendah. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peluang peningkatan ekspor tidak hanya terdapat pada pasar dengan efisiensi tinggi, tetapi juga pada pasar dengan ukuran ekonomi dan permintaan impor yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.&#13;
&#13;
Peningkatan efisiensi ekspor perlu diarahkan pada pengurangan biaya logistik, diversifikasi pasar potensial, optimalisasi FTA, serta penguatan stabilitas dan manajemen risiko nilai tukar. Panama dan Mauritius dapat dikembangkan sebagai hub distribusi regional. Penelitian selanjutnya disarankan memasukkan hambatan non-tarif dan menggunakan pendekatan Meta-Frontier Analysis untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik antar kelompok negara.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Efisiensi Teknis dan Faktor-Faktor  Keuangan terhadap Solvabilitas Industri Asuransi di Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179860" rel="alternate"/>
<author>
<name>Andini, Wulan Cahya</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179860</id>
<updated>2026-08-28T06:31:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Efisiensi Teknis dan Faktor-Faktor  Keuangan terhadap Solvabilitas Industri Asuransi di Indonesia
Andini, Wulan Cahya
Menurut Laporan Perekonomian Bank Indonesia (2026), pertumbuhan &#13;
ekonomi nasional tahun 2025 diproyeksikan berada pada kisaran 4,7–5,5% (yoy) &#13;
dengan tren meningkat. Pertumbuhan ini didukung oleh kemajuan teknologi &#13;
informasi dan komunikasi yang mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai &#13;
kebutuhan. Namun, perkembangan tersebut juga meningkatkan kompleksitas risiko, &#13;
sehingga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial &#13;
melalui asuransi. &#13;
Meskipun industri asuransi di Indonesia terus berkembang, kinerjanya masih &#13;
tertinggal dari standar regional. Rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia &#13;
mengindikasikan bahwa potensi pengembangannya masih sangat besar, namun &#13;
kinerjanya kurang baik. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai kasus di &#13;
industri asuransi yang berkaitan dengan keterlambatan pembayaran klaim dan &#13;
masalah solvabilitas perusahaan. &#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efisiensi teknis serta pengaruh &#13;
efisiensi teknis dan faktor-faktor keuangan terhadap solvabilitas industri asuransi &#13;
di Indonesia periode 2020-2024. Efisiensi teknis diukur menggunakan metode Data &#13;
Envelopment Analysis (DEA), sedangkan pengaruh Efisiensi Teknis, Claim Ratio, &#13;
Premium Growth Ratio, Return on Investment, dan PDB growth terhadap &#13;
solvabilitas dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effects.  &#13;
Berdasarkan hasil pengukuran efisiensi teknis menggunakan Data &#13;
Envelopment Analysis (DEA) pada lima industri asuransi di Indonesia periode &#13;
2020–2024, tingkat efisiensi teknis masing-masing perusahaan masih berfluktuasi, &#13;
meskipun sebagian besar menunjukkan peningkatan pada akhir periode penelitian. &#13;
Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan semakin mampu mengoptimalkan &#13;
biaya operasional untuk menghasilkan premi, walaupun belum seluruhnya &#13;
mencapai kondisi efisien secara optimal. &#13;
Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh &#13;
variabel independen berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas. Secara parsial, &#13;
Efisiensi Teknis, Premium Growth Ratio, Return on Investment, dan PDB Riil &#13;
berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan Claim Ratio berpengaruh negatif dan &#13;
signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi operasional, &#13;
menjaga pertumbuhan premi yang berkualitas, meningkatkan profitabilitas, serta &#13;
mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi makroekonomi agar kemampuan &#13;
perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya dapat terus dipertahankan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
