<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>PKM - Penerapan Teknologi</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7484" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7484</id>
<updated>2026-04-11T13:25:31Z</updated>
<dc:date>2026-04-11T13:25:31Z</dc:date>
<entry>
<title>Coolhorti-cart : inovasi gerobak sayur dengan sistem pendinginan untuk meningkatkan waktu lama simpan produk hortikultura untuk menciptakan sensasi supermarket di jalanan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73808" rel="alternate"/>
<author>
<name>Virgiawan, Gian</name>
</author>
<author>
<name>Nurudin, Achmad</name>
</author>
<author>
<name>Muta'in, Quro</name>
</author>
<author>
<name>Franata, Hendra</name>
</author>
<author>
<name>Umam, Khoirul</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73808</id>
<updated>2015-09-02T22:26:29Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Coolhorti-cart : inovasi gerobak sayur dengan sistem pendinginan untuk meningkatkan waktu lama simpan produk hortikultura untuk menciptakan sensasi supermarket di jalanan
Virgiawan, Gian; Nurudin, Achmad; Muta'in, Quro; Franata, Hendra; Umam, Khoirul
Kebutuhan masyarakat akan produk-produk hortikultura yang berkualitas saat ini meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi buah dan sayuran. Namun produk-produk hortikultura yang ada di pasaran saat ini, masih jauh dari kelayakan, sehingga masyarakat lebih memilih berbelanja buah dan sayuran yang berkualitas di supermarket yang terkadang suhu penyimpanannya sangat rendah agar bertahan lama. Kurangnya akses untuk mendapatkan produk hortikultura di rumah-rumah juga menjadi penyebab masyarakat lebih memilih hal tersebut. Walaupun sudah ada penjual sayur yang berkeliling kompleks setiap pagi, tetapi karena masalah penyimpanan dan pengemasan yang tidak efisien, produk hortikultura tersebut cepat rusak dan nilai jualnya menjadi turun secara drastis. Adapun bila tidak terjual, maka produk-produk tersebut hanya akan terbuang sia-sia karena busuk. Produk-produk hortikultura tersebut tidak dapat bertahan lama karena pengaruh suhu dan kelembaban di gerobak yang sama dengan suhu dan kelembaban di udara bebas. Dengan hadirnya CoolHorti-Cart atau singkatan dari Cool Horticultural Product Cart (Gerobak Produk Hortikultura Dingin), maka produkproduk hortikultura tadi disimpan di ruangan pendingin dalam bentuk gerobak yang dapat membuat lama simpan produk menjadi lebih panjang. Tujuan dibuatnya CoolHorti-Cart ini adalah untuk menghasilkan alat atau media yang dapat membuat penyimpanan produk-produk hortikultura bagi pedangang sayur keliling yang lebih efisien agar kualitas produk hortikultura yang dijual hampir sama bahkan melebihi kualitas yang ada di supermarket. Sehingga, untuk mendapatkan buah dan sayuran yang berkualitas tidak perlu pergi ke supermarket, tetapi tinggal menunggu tukang sayur datang ke rumah-rumah. Metode yang digunakan pada alat ini adalah menambahkan inovasi pendingin pada gerobak sayur dengan menggunakan sistem refrigrasi. Sistem ini diatur menggunakan termokopel atau sensor suhu untuk menciptakan suhu optimal yang konstan yang dibutuhkan produk hortikultura untuk tetap segar selama beberapa hari.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>"Gurza furnace": kiln pengarangan tempurung kelapa sebagai solusi inovatif home industry di cihideung udik, bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73807" rel="alternate"/>
<author>
<name>S, Febri Aditya Pratama A G</name>
</author>
<author>
<name>Andanu, Dhikotama</name>
</author>
<author>
<name>Putranto, Haga</name>
</author>
<author>
<name>Aziz, Alif</name>
</author>
<author>
<name>Fitriatunnisa, Fatkhiaf</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73807</id>
<updated>2015-09-02T22:12:08Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">"Gurza furnace": kiln pengarangan tempurung kelapa sebagai solusi inovatif home industry di cihideung udik, bogor
S, Febri Aditya Pratama A G; Andanu, Dhikotama; Putranto, Haga; Aziz, Alif; Fitriatunnisa, Fatkhiaf
Salah satu komoditi pertanian yang sangat penting di Indonesia adalah kelapa. Indonesia sendiri merupakan negara tropis penghasil buah kelapa yang cukup besar di dunia. Produksi buah kelapa Indonesia rata-rata 15,5 milyar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut, dan 3,3 juta ton debu sabut (Agustian et al., 2003; Allorerung dan Lay, 1998; Anonim, 2000; Nur et al., 2003; APCC, 2003). Industri mengenai pengolahan limbah arang tempurung kelapa juga mulai terus berkembang seiring meningkatnya permintaan dari industri. Pengembangan industri arang tempurung kelapa ini menghasilkan limbah berupa asap yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari PKM ini adalah merancang dan membuat suatu kiln yang mampu menghasilkan arang sekaligus menangkap asap yang dihasilkan selama proses pirolisis tanpa menurunkan laju produksi dan rendemen dari arang. Kiln yang dirancang memiliki kapasitas hingga 80 kg. Dari 60 kg pengujian kiln yang dibuat memiliki rendemen rata-rata 41.28% meningkat signifikan dari alat (drum) yang digunakan sebelumnya oleh mitra sebesar 28%. Kiln mampu mengkonversi asap 6.2 L dengan waktu kerja 9.5 jam.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Inovasi gerobak sayur dengan sistem pendinginan untuk meningkatkan waktu lama simpan produk hortikultura untuk menciptakan sensasi supermarket di jalanan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73024" rel="alternate"/>
<author>
<name>Virgiawan, Gian</name>
</author>
<author>
<name>Nurudin, Achmad</name>
</author>
<author>
<name>Muta’in, Quro</name>
</author>
<author>
<name>Franata, Hendra</name>
</author>
<author>
<name>Umam, Khoirul</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73024</id>
<updated>2015-09-01T23:56:30Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Inovasi gerobak sayur dengan sistem pendinginan untuk meningkatkan waktu lama simpan produk hortikultura untuk menciptakan sensasi supermarket di jalanan
Virgiawan, Gian; Nurudin, Achmad; Muta’in, Quro; Franata, Hendra; Umam, Khoirul
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>“INDONESIA GILKO” rancang bangun mesin giling kopi skala rumahan untuk membantu kegiatan pasca panen kopi di Desa Gunung Sugih, Lampung Barat, Lampung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73015" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ginting, Eko Riyandi</name>
</author>
<author>
<name>Nugraha, Angga</name>
</author>
<author>
<name>Taruna, Masrun Aditya</name>
</author>
<author>
<name>Riskina, Cindo</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73015</id>
<updated>2015-09-01T23:30:59Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">“INDONESIA GILKO” rancang bangun mesin giling kopi skala rumahan untuk membantu kegiatan pasca panen kopi di Desa Gunung Sugih, Lampung Barat, Lampung
Ginting, Eko Riyandi; Nugraha, Angga; Taruna, Masrun Aditya; Riskina, Cindo
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
