<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Proceedings</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7473" rel="alternate"/>
<subtitle>Proceedings of Bogor Agricultural University's seminars</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7473</id>
<updated>2026-06-18T13:57:54Z</updated>
<dc:date>2026-06-18T13:57:54Z</dc:date>
<entry>
<title>Prosiding Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) – “Inovasi Sains Atmosfer dan Resiliensi Iklim: Integrasi Riset Meteorologi Terapan Menuju Karir Profesional Berkelanjutan”</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173485" rel="alternate"/>
<author>
<name>Turyanti, Ana</name>
</author>
<author>
<name>Taufik, Muh.</name>
</author>
<author>
<name>Rohmawati, Fithriya Yulisiasih</name>
</author>
<author>
<name>Hafizah, Izatul</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173485</id>
<updated>2026-06-18T03:44:29Z</updated>
<published>2026-06-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Prosiding Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) – “Inovasi Sains Atmosfer dan Resiliensi Iklim: Integrasi Riset Meteorologi Terapan Menuju Karir Profesional Berkelanjutan”
Turyanti, Ana; Taufik, Muh.; Rohmawati, Fithriya Yulisiasih; Hafizah, Izatul
Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) mengusung tema “Inovasi Sains &#13;
Atmosfer dan Resiliensi Iklim: Integrasi Riset Meteorologi Terapan Menuju Karir &#13;
Profesional Berkelanjutan”. Tema ini menekankan pentingnya sinergi antara inovasi &#13;
ilmiah dan penerapan praktis dalam menghadapi dinamika atmosfer serta risiko perubahan &#13;
iklim yang semakin kompleks. Prosiding ini merupakan kumpulan karya ilmiah yang &#13;
mencerminkan kolaborasi erat antara peneliti muda, akademisi IPB University, dan pakar &#13;
dari berbagai institusi seperti BRIN, dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui &#13;
empat pilar keilmuan utama di Departemen Geofisika dan Meteorologi. &#13;
Dalam bidang Klimatologi, publikasi ini menyajikan proyeksi masa depan yang krusial, &#13;
mulai dari pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap curah hujan, hingga penggunaan &#13;
model CMIP6 untuk memetakan kekeringan dan potensi energi fotovoltaik di Indonesia. &#13;
Sementara itu, kajian Hidrometeorologi memberikan penekanan pada penilaian risiko dan &#13;
kerentanan (CRVA) berbasis IPCC AR5 untuk menjaga ketahanan sumber daya air dan &#13;
memantau cadangan karbon pada ekosistem pesisir. &#13;
Aspek Meteorologi dan Pencemaran Atmosfer menonjolkan pengembangan metode &#13;
pemodelan, pemantauan, dan prediksi meteorologi, seperti Fire Weather Index (FWI), dan &#13;
model Soil and Water Assessment Tool (SWAT), serta analisis mendalam terhadap &#13;
dinamika polutan udara (PM2.5, PM10, dan CO) di wilayah urban. Di sisi lain, kontribusi &#13;
bidang Agrometeorologi memperkuat pemahaman kita mengenai efisiensi penggunaan air &#13;
pada komoditas perkebunan seperti kopi dan kelapa sawit, serta pemetaan kesesuaian lahan &#13;
yang sangat penting bagi ketahanan pangan nasional di era iklim yang tidak menentu. &#13;
Seluruh riset yang terangkum dalam prosiding ini menunjukkan bahwa sinergi antara &#13;
analisis data satelit, pemodelan numerik, dan observasi lapangan dapat menghasilkan solusi &#13;
yang aplikatif bagi industri maupun kebijakan pemerintah. Kami berharap karya-karya ini &#13;
tidak hanya memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga menjadi jembatan bagi para peneliti &#13;
muda untuk membangun karir profesional yang berdampak dalam upaya mitigasi krisis &#13;
iklim global. &#13;
Selain itu, kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Staf &#13;
Dosen Departemen GFM, penelaah (reviewers), dan panitia penyelenggara, baik dari &#13;
Mahasiswa GFM maupun Staf Tenaga Kependidikan (Tendik) atas dedikasinya &#13;
sehingga terlaksananya acara serta penerbitan prosiding ini. Ucapan terima kasih yang tulus &#13;
juga kami sampaikan kepada universitas dan berbagai program studi lintas disiplin, &#13;
narasumber utama (keynote speakers), moderator serta mitra institusi kolaborator sekaligus &#13;
pembicara kami, yakni BRIN, NIES Jepang, Climate and Energy Ember, Nafas Indonesia, &#13;
Bakrie Sumatera Plantation, sehingga memperkaya diskusi mengenai inovasi sains &#13;
atmosfer dan resiliensi iklim.
Prosiding Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) merupakan kumpulan karya ilmiah yang merepresentasikan sinergi pemikiran dan inovasi lintas disiplin antara mahasiswa, staf akademik Departemen Geofisika dan Meteorologi serta berbagai program studi terkait di lingkungan IPB University, hingga kolaborasi pakar dari institusi mitra seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai respons ilmiah kolektif terhadap desakan krisis iklim global; publikasi ini mencakup spektrum luas dalam ilmu atmosfer yang meliputi kajian kualitas udara, emisi gas rumah kaca, serta pengembangan sistem pemantauan cuaca otomatis (AWS) dan indeks bahaya kebakaran dalam lingkup Meteorologi dan Pencemaran Atmosfer; analisis variabilitas telekoneksi (ENSO/IOD), proyeksi kekeringan berbasis model CMIP6, hingga potensi energi terbarukan pada bidang Klimatologi; penilaian risiko dan kerentanan perubahan iklim (CRVA) pada sektor sumber daya air dan ekosistem mangrove dalam aspek Hidrometeorologi; serta optimasi efisiensi penggunaan air tanaman, fluks karbon perkebunan, dan analisis kesesuaian agroklimat melalui bidang Agrometeorologi.
</summary>
<dc:date>2026-06-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Menemukan Kembali PHT Kita: Memutus Lingkaran Setan Ledakan Wereng Coklat dan Virus Padi</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171036" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hendrastuti Hidayat, Sri</name>
</author>
<author>
<name>Wiyono, Suryo</name>
</author>
<author>
<name>Giyanto</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171036</id>
<updated>2025-09-09T04:12:57Z</updated>
<published>2018-09-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Menemukan Kembali PHT Kita: Memutus Lingkaran Setan Ledakan Wereng Coklat dan Virus Padi; Prosiding Seminar Nasional
Hendrastuti Hidayat, Sri; Wiyono, Suryo; Giyanto
Puji Syukur kita haturkan ke hadirat Allah SWT atas ijin dan ridhonya karena pada dapat berkumpul di Gedung Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian IPB untuk mengikuti Seminar Nasional dengan tema Menemukan Kembali PHT Kita: Memutus Lingkaran Setan Ledakan Wereng Coklat dan Virus Padi. Pada kesempatan ini, mewakili panitia melaporkan adanya bahwa kegiatan ini diprakarsai oleh Departemen Proteksi Tanaman yang bekerjasama dengan PEI (Perhimpunan Entomologi Indonesia) dan PFI (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia) dalam rangka merespon isu terkini yaitu respon permasalahan nasional tentang ledakan hama wereng batang coklat pada pertanaman padi dan juga penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa.&#13;
Pada kesempatan ini kami melaporkan bahwa kegiatan ini sangat mendadak namun antusiasme dari para peserta sangat luar biasa. Pada waktu dibuka perdaftaran dalam waktu tiga hari, peserta yang sudah mendaftar mencapai hampir 200 peserta, yang tidak kami perkirakan. Mudah-mudahan hal itu merupakan petujuk adanya kepedulian yang tinggi para pemangku kepentingan proteksi tanaman, khususnya padi. Peserta yang mengikuti seminar ini tercatat sekitar kurang lebih 300 orang yang terdiri dari umum baik itu dari kelompok tani, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dinas pertanian dan industri maupun dari praktisi pertanian. Dari kalangan akademisi baik dosen maupun mahasiswa yaitu dari IPB, UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jember, dan berbagai Universitas lainnya.&#13;
Kegiatan ini juga disponsori oleh perusahan-perusahaan yang terkait dalam perlindungan tanaman. Ucapan terima kasih diberikan kepada rekan-rekan panitia baik dari dosen, pegawai, mahasiswa, serta semua pihak yang telah membantu dalam berjalanannya kegiatan Seminar Nasional ini. Kami berharap semoga Prosiding dari kegiatan Seminar Nasional ini memberikan manfaat bagi kita semua.
</summary>
<dc:date>2018-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PROCEEDING BOOK OF Tuna Talks Seminar: Interfacing Science and Management for Sustainable and Regenerative Tuna Fishery</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153634" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wiryawan, Budy</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153634</id>
<updated>2025-11-11T02:28:47Z</updated>
<published>2024-07-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROCEEDING BOOK OF Tuna Talks Seminar: Interfacing Science and Management for Sustainable and Regenerative Tuna Fishery
Wiryawan, Budy
The Tuna Talks 2023 entitled ‘Interfacing Science and Management for sustainable and &#13;
regenerative Tuna Fishery’. It is a scientific publication delivered from various assessments and &#13;
researches, containing 3 aspects of Lessons, i.e.:  Fishery Resources, Socio-economic and &#13;
Governance related to tuna fisheries. Those have been discussed in this proceeding.
</summary>
<dc:date>2024-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Joglo And Rumah Gadang,  As A Solution Earthquake Resistant Houses In Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117059" rel="alternate"/>
<author>
<name>Utami, Fitriyah Nurul H</name>
</author>
<author>
<name>Zain, Alinda FM</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117059</id>
<updated>2023-04-10T06:20:54Z</updated>
<published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Joglo And Rumah Gadang,  As A Solution Earthquake Resistant Houses In Indonesia; IFLA Asia Pacific Congress 2015, Mataram, Lombok, Indonesia
Utami, Fitriyah Nurul H; Zain, Alinda FM
Traditional culture of the world situated in natural disaster areas usually have local wisdom embedded in&#13;
their house design. The Javanese Culture of Yogyakarta and The Minang Culture of West Sumatra are two&#13;
indigenous cultures in Indonesia that has unique traditional house design resistance to earthquakes. The two&#13;
cultures are situated near the east coastline of Sumatera and south Java coastline where earthquake is a&#13;
major disaster. Traditional houses of the two cultures, namely The Joglo of Jogjakarta and The Rumah&#13;
Gadang of Minangkabau apply wood as primary raw material. It has been said that various traditional&#13;
houses are made of wood which have better resilience than concrete house. We all know that the&#13;
earthquake-prone countries such as Japan, its traditional houses were made of wood. This paper studies the&#13;
uniqueness of wooden traditional houses made of wood that is used by the people of Yogyakarta (Joglo)&#13;
and Minangkabau (Rumah Gadang). Uniqueness, strengths and weaknesses of both traditional wooden&#13;
houses in both earthquake-prone regions are also described. Methods of the study applied were literature&#13;
enquiry and secondary data analysis. The results showed that both traditional Joglo and Rumah Gadang has&#13;
some similarities and differences in spatial concept and that both can be a model of earthquake resistant&#13;
houses in Indonesia.
</summary>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
