<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Faculty of Economics and Management</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7472" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Economics and Management</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7472</id>
<updated>2026-07-11T23:39:26Z</updated>
<dc:date>2026-07-11T23:39:26Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Pemanfaatan Financial Technology dan Literasi Keuangan Terhadap Minat Investasi Tabungan Emas Pada Generasi Z di Jabodetabek</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174359" rel="alternate"/>
<author>
<name>PANJAITAN, NOVITANIA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174359</id>
<updated>2026-07-10T06:17:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemanfaatan Financial Technology dan Literasi Keuangan Terhadap Minat Investasi Tabungan Emas Pada Generasi Z di Jabodetabek
PANJAITAN, NOVITANIA
Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang diminati karena dinilai relatif aman dan mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Seiring perkembangan teknologi, investasi emas kini dapat dilakukan secara digital melalui layanan tabungan emas berbasis financial technology, sehingga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang disebarkan kepada 187 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, dan independent samples t-test dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan financial technology dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi tabungan emas, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan teknologi yang didukung oleh pemahaman keuangan yang baik mampu meningkatkan minat generasi Z untuk berinvestasi pada tabungan emas. &#13;
&#13;
Kata kunci: generasi Z, literasi keuangan, minat investasi, tabungan emas, teknologi keuangan; Gold is one of the most preferred investment instruments because it is considered relatively safe and capable of maintaining its value over the long term. Along with technological advancements, gold investment can now be conducted digitally through Financial Technology-based gold savings services, providing easier access for the public, particularly Generation Z. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 187 respondents selected through purposive sampling. The data were analyzed using descriptive analysis, multiple linear regression, and independent samples t-test with the assistance of IBM SPSS 31 software. The results showed that financial technology utilization and financial literacy had a positive and significant effect on interest in gold savings investment, both partially and simultaneously. These findings indicate that technological convenience supported by adequate financial understanding can increase Generation Z's interest in investing in gold savings.&#13;
&#13;
Keywords: financial literacy, financial technology, generation Z, gold savings, investment interest.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Kebijakan Hilirisasi dan Kinerja Ekspor Komoditas Olahan Kakao Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174352" rel="alternate"/>
<author>
<name>Astuti, Oky Dwi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174352</id>
<updated>2026-07-10T04:06:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Kebijakan Hilirisasi dan Kinerja Ekspor Komoditas Olahan Kakao Indonesia
Astuti, Oky Dwi
Ekspor kakao Indonesia yang masih didominasi bahan mentah menyebabkan rendahnya nilai tambah sehingga diperlukan kebijakan hilirisasi. Namun, nilai ekspor olahan kakao menunjukkan tren fluktuatif pasca kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekspor sebelum dan sesudah hilirisasi serta dampaknya terhadap nilai ekspor. Data yang digunakan adalah data panel periode 2005–2023 pada enam negara tujuan utama dan empat produk olahan kakao (HS 1803, 1804, 1805, 1806). Metode analisis meliputi RCA, EPD, X-Model, dan regresi data panel. Hasil menunjukkan kebijakan hilirisasi meningkatkan daya saing, terutama pada HS 1803 dan HS 1804, namun belum merata karena HS 1806 masih rendah. Secara simultan, kebijakan hilirisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor. GDP riil negara tujuan dan daya saing (RCA) berpengaruh positif signifikan, sedangkan nilai tukar riil berpengaruh negatif signifikan pada HS 1805 dan HS 1806. Tarif impor berpengaruh positif signifikan pada HS 1803.; Indonesia’s cocoa exports are still dominated by raw materials, resulting in low value added and necessitating downstream policies. However, export values of processed cocoa have fluctuated after implementation. This study analyzes export performance before and after downstreaming and its impact on export value. Panel data from 2005–2023 covering six destination countries and four processed cocoa products (HS 1803, 1804, 1805, 1806) are used. Methods include RCA, EPD, XModel, and panel data regression. Results show downstreaming improves competitiveness, especially for HS 1803 and HS 1804, but not uniformly as HS 1806 remains relatively weak. The policy has a positive and significant effect on export value. Destination countries real GDP and competitiveness (RCA) positively and significantly affect exports, while the real exchange rate negatively affects HS 1805 and HS 1806. Import tariffs positively affect HS 1803.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Pengembangan Masyarakat Pesisir Berbasis Sistem Wanamina di Muara Gembong</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174315" rel="alternate"/>
<author>
<name>FITRAH, RIZQY WAHYU</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174315</id>
<updated>2026-07-09T23:55:11Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Pengembangan Masyarakat Pesisir Berbasis Sistem Wanamina di Muara Gembong
FITRAH, RIZQY WAHYU
Muara Gembong memiliki potensi perikanan kepiting bakau dan ekosistem mangrove, namun pengembangannya belum optimal akibat degradasi lingkungan pesisir, pencemaran perairan, keterbatasan pengetahuan teknis, kelembagaan yang belum kuat, serta akses lahan yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan wanamina sebagai teknologi budidaya ramah lingkungan memerlukan strategi yang sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masyarakat agar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menentukan prioritas strategi pengembangan masyarakat pesisir berbasis sistem wanamina di Muara Gembong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan kuesioner kepada akademisi, pemerintah, kelompok nelayan, dan pembudidaya kepiting. Analisis dilakukan menggunakan matriks evaluasi faktor internal, evaluasi faktor eksternal, internal-eksternal, analisis kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, dan Quantitative Strategic Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan posisi pengembangan berada pada kondisi tumbuh dan berkembang. Strategi prioritas adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi dan pemberdayaan kawasan pesisir melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah.; Muara Gembong has considerable potential in mangrove crab fisheries and mangrove ecosystems; however, its development remains suboptimal due to coastal environmental degradation, water pollution, limited technical knowledge, weak institutions, and restricted land access. This study aims to analyze internal and external factors, formulate alternative strategies, and determine priority strategies for silvofishery-based coastal community development. A qualitative descriptive approach was employed through interviews and questionnaires involving academics, government representatives, fisher groups, and mangrove crab farmers. Data were analyzed using the Internal Factor Evaluation, External Factor Evaluation, Internal–External, SWOT, and Quantitative Strategic Planning Matrix. The results indicate a grow-and-build position, with the priority strategy focused on strengthening community participation in coastal rehabilitation and empowerment through collaboration with the government.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MODEST FASHION INDONESIA KE NEGARA OKI DALAM EKOSISTEM EKONOMI SYARIAH GLOBAL</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174298" rel="alternate"/>
<author>
<name>WAFA, BUNGA I'NDHY BAKHIYATUL</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174298</id>
<updated>2026-07-09T06:58:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MODEST FASHION INDONESIA KE NEGARA OKI DALAM EKOSISTEM EKONOMI SYARIAH GLOBAL
WAFA, BUNGA I'NDHY BAKHIYATUL
Perkembangan ekonomi syariah global mendorong modest fashion sebagai salah satu subsektor industri halal yang berkontribusi signifikan dalam perdagangan internasional. Meskipun Indonesia diakui sebagai pusat modest fashion dunia, kinerja ekspornya ke negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) belum sepenuhnya mencerminkan posisi tersebut. Penelitian ini menganalisis daya saing, dinamika, dan faktor-faktor yang memengaruhi ekspor modest fashion Indonesia ke 40 negara anggota OKI menggunakan data panel periode 2019-2025. Pendekatan yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), dan regresi data panel pendekatan Gravity Model. Hasil menunjukkan HS Code 61 belum memiliki keunggulan komparatif yang konsisten, sedangkan HS Code 62 memiliki keunggulan komparatif yang relatif lebih kuat. Hasil EPD menunjukkan bahwa sebagian besar pasar tujuan ekspor berada pada kategori Rising Star. Hasil Gravity Model menunjukkan bahwa ekspor modest fashion Indonesia ke negara OKI lebih dipengaruhi faktor demand-side yang signifikan, sementara sebagian besar faktor supply-side tidak signifikan, sehingga ekspor cenderung bersifat demand-driven.; The development of the global Islamic economy has driven modest fashion as one of the halal industry subsectors that significantly contributes to international trade. Although Indonesia is recognized as a global hub for modest fashion, its export performance to member countries of the Organization of Islamic Cooperation (OIC) has not fully reflected this position. This study analyzed the competitiveness, dynamics, and determinants of Indonesian modest fashion exports to 40 OIC member countries using panel data for the 2019-2025 period. The methods employed include Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), and panel data regression based on the Gravity Model approach. The results show that HS Code 61 does not exhibit a consistent comparative advantage, while HS Code 62 shows relatively stronger comparative advantage. The EPD results indicate that most export destination markets fall into the Rising Star category. The Gravity Model results show that Indonesian modest fashion exports to OIC countries are more influenced by demand-side factors while most supply-side are not significant, indicating that exports are primarily demand-driven.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
