<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Faculty of Forestry and Environment</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Forestry and Environment</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469</id>
<updated>2026-07-21T17:54:00Z</updated>
<dc:date>2026-07-21T17:54:00Z</dc:date>
<entry>
<title>Pendugaan Emisi Karbon Dioksida dari Kebakaran Hutan pada Kejadian El Niño dan La Niña di Taman Nasional Way Kambas.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175262" rel="alternate"/>
<author>
<name>NASRULLAH, AKBAR</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175262</id>
<updated>2026-07-21T07:17:50Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pendugaan Emisi Karbon Dioksida dari Kebakaran Hutan pada Kejadian El Niño dan La Niña di Taman Nasional Way Kambas.
NASRULLAH, AKBAR
Kebakaran hutan melepaskan emisi gas rumah kaca yang diperparah oleh &#13;
anomali iklim El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengestimasi dan membandingkan emisi karbon dioksida (CO2) serta luasan areal &#13;
terbakar di Taman Nasional Way Kambas pada kondisi La Niña (2020) dan El Niño &#13;
(2024). Emisi dihitung menggunakan metode Seiler dan Crutzen berdasarkan &#13;
tingkat keparahan kebakaran (RdNBR) dari citra Sentinel-2 dan muatan biomassa &#13;
prakebakaran dari GEDI Level 4A. Hasil penelitian menunjukkan emisi CO2 pada &#13;
La Niña 2020 sebesar 1.293.072,52 ton dari areal terbakar seluas 16.726,23 hektare. &#13;
Pada kondisi kekeringan El Niño 2024, emisi meningkat menjadi 1.418.888,40 ton &#13;
dengan luas areal terbakar mencapai 21.241,58 hektare. Peningkatan emisi pada &#13;
tahun 2024 didorong oleh perluasan areal terdampak dan pergeseran ekstrem &#13;
perilaku api ke kelas High severity (melonjak hingga melampaui 1.760%). &#13;
Tingginya efisiensi pembakaran pada kelas keparahan ekstrem ini menjadi faktor &#13;
dominan yang menyumbang emisi tinggi, meskipun rata-rata biomassa &#13;
prakebakaran tahun 2024 (74,42 ton/ha) lebih rendah dibandingkan tahun 2020 &#13;
(85,94 ton/ha).; Forest fires release greenhouse gas emissions exacerbated by the El Niño&#13;
Southern Oscillation (ENSO) climate anomalies. This study aimed to estimate and &#13;
compare carbon dioxide (CO2) emissions and burned areas in Way Kambas &#13;
National Park during La Niña (2020) and El Niño (2024) conditions. Emissions &#13;
were calculated using the Seiler and Crutzen method based on burn severity &#13;
(RdNBR) from Sentinel-2 imagery and pre-fire biomass from GEDI Level 4A. The &#13;
results showed that CO2 emissions during the 2020 La Niña totaled 1,293,072.52 &#13;
tons, with a burned area of 16,726.23 hectares. Under the 2024 El Niño drought &#13;
conditions, emissions increased to 1,418,888.40 tons with a burned area of &#13;
21,241.58 hectares. The increase in emissions in 2024 was driven by the expansion &#13;
of the affected area and an extreme shift in fire behavior toward the High severity &#13;
class (soaring by&gt;1,760%). The high combustion efficiency in this extreme&#13;
severity class became the dominant factor in maintaining high emission &#13;
accumulation, even though the average pre-fire biomass in 2024 (74.42 tons/ha) &#13;
was lower than in 2020 (85.94 tons/ha).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Karakteristik Bio-Ekologi dengan Produktivitas Daun Tumbuhan Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) di Kawasan Kawah Ratu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175247" rel="alternate"/>
<author>
<name>BAZAR, KHAIRUL</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175247</id>
<updated>2026-07-21T06:51:29Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Karakteristik Bio-Ekologi dengan Produktivitas Daun Tumbuhan Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) di Kawasan Kawah Ratu
BAZAR, KHAIRUL
Tabat barito (Ficus deltoidea Jack.) merupakan tumbuhan obat bernilai tinggi yang pemanfaatannya masih bergantung pada populasi alami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik bio-ekologi, serta menganalisis &#13;
hubungannya terhadap produktivitas daun tabat barito. Metode yang digunakan yaitu analisis vegetasi jalur-garis berpetak untuk mengkaji struktur komunitas, serta analisis korelasi Spearman untuk mengukur arah dan tingkat hubungan variabel. &#13;
Hasil menunjukkan tabat barito di kawasan Kawah Ratu memiliki pola sebaran mengelompok pada areal dekat kawah. Habitat tabat barito memiliki kisaran suhu &#13;
udara, kelembapan relatif, intensitas cahaya, ketinggian tempat, dan kelerengan secara berurutan yaitu 19,55–19,83°C, 84,75–89,50%, 9.379,67–10.777,67 lux, 1.397,41–1.401,54 mdpl, dan 0,7–1%. Produktivitas daun memiliki hubungan positif sangat kuat dengan suhu udara, intensitas cahaya, ketinggian tempat, &#13;
kandungan debu, pH, dan N-total tanah, serta hubungan negatif sangat kuat dengan kelembapan udara, kelerengan, kandungan liat, bulk density, P dan Fe tanah.; Tabat barito (Ficus deltoidea Jack.) is a high-value medicinal plant whose utilization still relies largely on natural populations. This study aimed to identify the bio-ecological characteristics of tabat barito and analyze their relationship with leaf productivity. The study employed the line transect vegetation method with &#13;
nested plots to examine community structure, while Spearman's rank correlation analysis was used to assess the direction and strength of the relationships between bio-ecological variables and leaf productivity. The results showed that tabat barito in the Kawah Ratu area exhibited a clustered distribution pattern, primarily in sites located near the crater. The habitat of tabat barito was characterized by air temperature ranging from 19.55 to 19.83°C, relative humidity from 84.75 to 89.50%, light intensity from 9,379.67 to 10,777.67 lux, elevation from 1,397.41 to 1,401.54 m above sea level, and slope from 0.7 to 1%. Leaf productivity exhibited a very strong positive correlation with air temperature, light intensity, elevation, soil silt content, soil pH, and total nitrogen. Conversely, it showed a very strong negative correlation with relative humidity, slope, soil clay content, bulk density, soil phosphorus, and iron content.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perbandingan Presisi Estimasi Parameter Tegakan Menggunakan Plot Lingkaran dan Bujur Sangkar pada Tegakan Pinus di Tahura Ir. H. Djuanda</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175191" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sukma, Gina Zalika</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175191</id>
<updated>2026-07-20T13:00:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perbandingan Presisi Estimasi Parameter Tegakan Menggunakan Plot Lingkaran dan Bujur Sangkar pada Tegakan Pinus di Tahura Ir. H. Djuanda
Sukma, Gina Zalika
Metode sampling dalam inventarisasi hutan perlu dipilih berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan estimasi parameter tegakan yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan presisi estimasi antara plot lingkaran dan bujur sangkar pada tegakan pinus di Tahura Ir. H. Djuanda. Analisis dilakukan menggunakan nilai sampling error, efisiensi relatif, dan koefisien variasi (CV) pada parameter kerapatan (n/ha), LBDS (m²/ha), dan volume (m³/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa plot bujur sangkar menghasilkan nilai sampling error yang lebih rendah dibandingkan plot lingkaran pada seluruh parameter tegakan, yaitu sebesar 13,65%; 12,73%; dan 15,66% berturut-turut untuk parameter kerapatan, LBDS, dan volume. Analisis efisiensi relatif juga menunjukkan bahwa plot bujur sangkar menghasilkan ragam 27,09% hingga 32,84% lebih kecil dibandingkan plot lingkaran. Plot bujur sangkar secara konsisten menunjukkan nilai CV yang lebih rendah pada seluruh parameter tegakan, sehingga mampu menghasilkan set data yang memiliki keragaman relatif lebih rendah dibandingkan dengan plot lingkaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa plot bujur sangkar lebih sesuai untuk digunakan pada inventarisasi tegakan pinus yang memiliki variasi struktur, karena menghasilkan estimasi yang lebih presisi dibandingkan plot lingkaran.; Forest inventory sampling methods should be selected based on their ability to produce precise stand parameter estimates. This study aimed to compare the estimation precision of circular and square plots in pine stand at Tahura Ir. H. Djuanda. The analysis was conducted using sampling error, relative efficiency, and coefficient of variation (CV) on stand density (n/ha), basal area (m²/ha), and volume (m³/ha). The results showed that square plots produced lower sampling error values than circular plots for all observed stand parameters, namely 13,65%; 12,73%; and 15,66% for density, basal area, and volume, respectively. Relative efficiency analysis also indicated that square plots produced 27,09% to 32,84% lower variance than circular plots. Square plots consistently showed lower CV values for all stand parameters, producing datasets with relatively lower variability compared to circular plots. The findings suggest that square plots are more suitable for inventories of pine stands with structural variation, where they produced more precise estimates than circular plots.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Lapis Sengon dan Jabon  Terimpregnasi Nanopartikel Magnetit (Fe3O4)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175170" rel="alternate"/>
<author>
<name>ZIKRI, M. TANZI AZIZ</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175170</id>
<updated>2026-07-20T08:54:23Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Lapis Sengon dan Jabon  Terimpregnasi Nanopartikel Magnetit (Fe3O4)
ZIKRI, M. TANZI AZIZ
Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada era digital telah meningkatkan penggunaan berbagai perangkat elektronik dan telekomunikasi dalam kehidupan sehari-hari oleh sebab itu diperlukan suatu material fungsional yang mampu mereduksi gelombang elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi impregnasi nanopartikel magnetit terhadap sifat fisis, mekanis dan absorpsi gelombang elektromagnetik kayu lapis sengon dan jabon. Nanopartikel magnetit disintesis dengan metode kopresipitasi dan diimpregnasikan ke dalam finir menggunakan furfuril alkohol sebagai dispersan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan impregnasi berpengaruh nyata meningkatkan nilai Weight Percent Gain, kerapatan, kadar air, delaminasi, keteguhan rekat, modulus of elastisity, modulus of rupture, dan absorpsi gelombang elektromagnetik. Impregnasi nanopartikel magnetit dengan konsentrasi 2,5% merupakan perlakuan paling optimum untuk meningkatkan performa pada kayu lapis sengon dan jabon.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
