<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Faculty of Forestry and Environment</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Forestry and Environment</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469</id>
<updated>2026-08-14T04:33:22Z</updated>
<dc:date>2026-08-14T04:33:22Z</dc:date>
<entry>
<title>Simulasi Dampak Rehabilitasi Lahan terhadap Retensi Hara menggunakan Model InVEST di DAS Ciliwung Hulu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178614" rel="alternate"/>
<author>
<name>FATHYA, JASMINE RIDZKA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178614</id>
<updated>2026-08-14T04:14:25Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Simulasi Dampak Rehabilitasi Lahan terhadap Retensi Hara menggunakan Model InVEST di DAS Ciliwung Hulu
FATHYA, JASMINE RIDZKA
DAS Ciliwung termasuk kedalam DAS yang diprioritaskan karena perubahan tutupan lahan yang terjadi akibat peningkatan jumlah penduduk. Perubahan tersebut berpotensi terjadinya leaching nutrient yang dapat menurunkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan retensi hara N dan P pada kondisi eksisting dan skenario rehabilitasi menggunakan model InVEST NDR. Data yang digunakan meliputi peta tutupan lahan, Digital Elevation Model (DEM), curah hujan rata-rata 10 tahun, tabel biofisik, dan batas DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi sekitar 3.167,12 ha lahan kritis menjadi hutan mampu menurunkan ekspor N dan P, dengan penurunan Nitrogen dan Fosfor mencapai sekitar 39%. Konsentrasi TN dan TP juga lebih tinggi pada musim penghujan dibandingkan musim kemarau, sejalan dengan hasil pemodelan. Rehabilitasi lahan meningkatkan retensi hara, mengurangi limpasan permukaan, dan berpotensi mendukung pengelolaan DAS Ciliwung Hulu untuk menjaga kualitas air.; Ciliwung Watershed is one of Indonesia's priority watersheds due to land cover changes driven by rapid population growth. These changes increase the potential for nutrient leaching, which may degrade water quality. This study aimed to analyze nitrogen (N) and phosphorus (P) retention under existing conditions and a land rehabilitation scenario using the Integrated Valuation of Ecosystem Services and Tradeoffs (InVEST) Nutrient Delivery Ratio (NDR) model. The data used included land use/land cover maps, a Digital Elevation Model (DEM), 10-year average rainfall data, a biophysical table, and watershed boundary data. The results showed that rehabilitating approximately 3,167.12 ha of degraded land into forest reduced N and P exports, with nitrogen export decreasing by up to 39%. Total Nitrogen (TN) and Total Phosphorus (TP) concentrations were also higher during the rainy season than in the dry season, consistent with the model simulation results. Land rehabilitation improved nutrient retention, reduced surface runoff, and has the potential to support sustainable watershed management for maintaining water quality in the Upper Ciliwung Watershed.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Tipologi Perempuan dalam Konservasi Lingkungan Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178599" rel="alternate"/>
<author>
<name>WIJANARKO, NABILA MAULIDYA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178599</id>
<updated>2026-08-14T04:03:15Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tipologi Perempuan dalam Konservasi Lingkungan Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu
WIJANARKO, NABILA MAULIDYA
Perempuan memiliki peran dalam konservasi lingkungan, namun belum ada&#13;
kajian yang secara sistematis mengkategorikan perempuan berdasarkan&#13;
karakteristik dan bentuk partisipasinya di Pulau Kelapa Dua. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengidentifikasi karakteristik, bentuk partisipasi dalam konservasi&#13;
lingkungan, dan merumuskan tipologi perempuan Pulau Kelapa Dua dalam&#13;
kegiatan konservasi lingkungan, menggunakan metode wawancara, observasi&#13;
partisipatif, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji&#13;
menggunakan chi-square untuk menentukan peubah penciri tipologi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan karakteristik perempuan didominasi suku Bugis (93,5%)&#13;
asal Sulawesi Selatan, berstatus menikah (100%), ibu rumah tangga (90,3%)&#13;
berpendapatan Rp0–Rp1.700.000 (93,1%), usia produktif 28-63 tahun, dan&#13;
berpendidikan SMA (46,7%). Bentuk partisipasi meliputi memilah sampah (100%),&#13;
menanam dan pembibitan mangrove (masing-masing 32,3%), mengolah sampah&#13;
plastik (32,3%), serta hidroponik (3,2%), dengan tingkat keterlibatan berkelompok&#13;
(41,9%) dan individual (58,1%). Tipologi perempuan terbagi menjadi empat tipe&#13;
berdasarkan peubah penciri lembaga pekerjaan, pendapatan sampingan, dan jenis&#13;
kegiatan.; Women significantly contribute to coastal environmental conservation;&#13;
nevertheless, no comprehensive study has systematically classified them according&#13;
to their characteristics and forms of participation on Kelapa Dua Island. This study&#13;
identifies women's characteristics, examines their participation in environmental&#13;
conservation, and develops a typology of women on Kelapa Dua Island. Data were&#13;
collected through interviews, participatory observation, and literature review, then&#13;
analysed descriptively and using chi-square to identify the defining variables.&#13;
Women on Kelapa Dua Island are predominantly Bugis (93.5%) from South&#13;
Sulawesi, married (100%), housewives (90.3%), with incomes of Rp 0–1,700,000&#13;
(93.1%), aged 28–63 years, and educated to senior high school level (46.7%).&#13;
Participation included waste sorting (100%), mangrove planting (32.3%), plastic&#13;
waste processing (32.3%), mangrove seedling cultivation (32.3%), and hydroponic&#13;
farming (3.2%). Participants were classified as group-affiliated (41.9%) or&#13;
independent (58.1%). The typology comprised four categories defined by&#13;
occupation, supplementary income, and type of conservation activity.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Etnobotani Pangan Masyarakat Melayu Kampar Sekitar Kawasan Restorasi Ekosistem Riau Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan Riau</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178587" rel="alternate"/>
<author>
<name>ADIMULIAWAN, AULIA MASHARI</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178587</id>
<updated>2026-08-14T03:57:40Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Etnobotani Pangan Masyarakat Melayu Kampar Sekitar Kawasan Restorasi Ekosistem Riau Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan Riau
ADIMULIAWAN, AULIA MASHARI
Semenanjung Kampar merupakan ekosistem gambut tropis penting di Riau yang menyimpan keanekaragaman tumbuhan pangan serta pengetahuan tradisional masyarakat Melayu Kampar yang belum banyak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi tumbuhan pangan, mendokumentasikan kearifan lokal pemanfaatannya, serta menganalisis persepsi masyarakat terhadap program Restorasi Ekosistem Riau (RER). Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi 138 spesies tumbuhan pangan dari 64 famili, didominasi oleh Myrtaceae dan Solanaceae. Habitus pohon mendominasi (40,58%), dengan sebagian besar spesies berasal dari budidaya (44%). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah buah (40,12%) dan umumnya dikonsumsi secara langsung (34,25%). Kearifan lokal masyarakat tercermin dalam praktik pemanfaatan dan konservasi tumbuhan pangan yang berkelanjutan. Masyarakat juga menunjukkan persepsi yang sangat positif terhadap program RER karena dinilai berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.; The Kampar Peninsula is an important tropical peatland ecosystem in Riau that supports local food resources. However, the traditional knowledge of the Kampar Malay community regarding food plant utilization remains poorly documented. This study inventoried food plants, documented local wisdom, and analyzed community perceptions of the Riau Ecosystem Restoration (RER) program using interviews and descriptive qualitative methods. A total of 138 food plant species from 64 families were identified, dominated by Myrtaceae and Solanaceae. Trees were the dominant growth form (40.58%), fruits were the most utilized plant part (40.12%), and direct consumption was the main mode of use (34.25%). Local wisdom is reflected in customary conservation practices that support sustainable resource use. Community perceptions of the RER program were highly positive, as it is considered beneficial for both environmental conservation and community welfare.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Orientasi Nilai dan Keberlanjutan Praktik Konservasi Kelompok Seribu Srikandi di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178531" rel="alternate"/>
<author>
<name>HATAYA, TAMARA CHANDRA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178531</id>
<updated>2026-08-13T07:55:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Orientasi Nilai dan Keberlanjutan Praktik Konservasi Kelompok Seribu Srikandi di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu
HATAYA, TAMARA CHANDRA
Keberlanjutan konservasi pesisir berbasis masyarakat dipengaruhi oleh nilai yang melandasi perilaku konservasi. Penelitian ini mengidentifikasi orientasi nilai, tingkat knowledge, attitude, dan practice (KAP), serta faktor pendukung keberlanjutan praktik konservasi Kelompok Seribu Srikandi menggunakan metode campuran (kuesioner, wawancara, observasi, studi literatur). Hasil menunjukkan orientasi nilai anggota meliputi nilai lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi, dengan 90% anggota berpengetahuan tinggi, 100% bersikap positif, dan 80% berpraktik konservasi baik. Keberlanjutan praktik didukung oleh kepemimpinan perempuan, nilai budaya Bugis, manfaat ekonomi pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang, serta pendampingan Balai TNKpS, di mana integrasi ketiga orientasi nilai tersebut menjadi landasan penting keberlanjutan konservasi di Pulau Kelapa Dua.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
