<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467</id>
<updated>2026-09-17T08:43:20Z</updated>
<dc:date>2026-09-17T08:43:20Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Pengelolaan Rumpon sebagai Alat Bantu Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179959" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suwarno, Muhammad Ibnu Bayt</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179959</id>
<updated>2026-09-17T06:23:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengelolaan Rumpon sebagai Alat Bantu Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Indonesia
Suwarno, Muhammad Ibnu Bayt
Penggunaan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan dapat mendukung &#13;
efisiensi dan produktivitas penangkapan dalam konteks tertentu, tetapi &#13;
penggunaannya juga berkaitan dengan risiko ekologis dan kebutuhan pengaturan &#13;
yang lebih operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis isu teknis, ekonomi, &#13;
dan ekologi penggunaan rumpon; mengidentifikasi kesenjangan antara pengaturan &#13;
rumpon di Indonesia dan standar regional/global yang relevan; serta menyusun &#13;
rekomendasi penguatan pengaturan rumpon. Penelitian menggunakan pendekatan &#13;
kualitatif yang mengintegrasikan systematic literature review (SLR) terbatas, &#13;
analisis dokumen kebijakan dan regulasi, serta wawancara informan kunci sebagai &#13;
konfirmasi kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain dan material &#13;
rumpon bervariasi menurut jenis rumpon dan konteks perikanan. Sejumlah &#13;
literatur menunjukkan manfaat ekonomi berupa peningkatan produktivitas, &#13;
efisiensi, atau pendapatan pada konteks tertentu. Literatur ekologi menunjukkan &#13;
risiko bycatch, ghost fishing, marine litter, beaching, serta perubahan tingkah laku &#13;
ikan. Analisis pengaturan menunjukkan bahwa PERMEN-KP No. 36 Tahun 2023 &#13;
telah menyediakan dasar hukum penting, tetapi beberapa aspek operasional masih &#13;
perlu diperkuat dengan menggunakan IOTC Resolution 24/02 dan WCPFC CMM &#13;
2025-02 sebagai bahan perbandingan. Lima substansi rekomendasi meliputi &#13;
penguatan desain non-entangling, transisi material biodegradable secara bertahap, &#13;
pengintegrasian FAD Management Plan dalam perizinan, penguatan penandaan, &#13;
pelacakan, pelaporan dan FAD retrieval, serta pembatasan temporal atau spasial &#13;
berdasarkan data.; Fish aggregating devices (FADs) can improve efficiency and fishing &#13;
productivity in specific contexts, but their use is also associated with ecological &#13;
risks and required more operational management arrangements. This study aims to &#13;
analyze the technical, economic, and ecological issues associated with FAD use; &#13;
identify gaps between Indonesian FAD regulations and relevant regional/global &#13;
standards; and formulate recommendations to strengthening FAD management. &#13;
The study applies qualitative approach integrating limited systematic literature &#13;
review (SLR), policy and regulatory document analysis, and key-informant &#13;
interviews as contextual confirmation. Result shows that FAD designs and &#13;
materials vary according to FAD type and fishery context. Several studies report &#13;
economic benefits in terms of fishing productivity, efficiency, or income in &#13;
specific context. Ecological studies indicate risks related to bycatch, ghost fishing, &#13;
marine litter, beaching, and changes in fish behavior. Regulatory analysis shows &#13;
that Ministerial Regulation No. 36/2023 provides important legal basis for FAD &#13;
management in Indonesia, while several operational aspects still require &#13;
strengthening, using IOTC Resolution 24/02 and WCPFC CMM 2025-02 as &#13;
comparative references. Five recommendations includes strengthening non&#13;
entangling design requirements, implementing a phased transition toward &#13;
biodegradable materials, integrating a FAD Management Plan into licensing, &#13;
strengthening marking, tracking, reporting and FAD retrieval, and applying data&#13;
based temporal or spatial restrictions.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Perempuan dalam Rantai Pasok Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179953" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azzahra, Najla Mutiah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179953</id>
<updated>2026-09-17T00:57:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Perempuan dalam Rantai Pasok Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu
Azzahra, Najla Mutiah
Perempuan berperan penting dalam rantai pasok ikan hasil tangkapan, &#13;
terutama pada tahap pascapanen seperti pengolahan, distribusi, dan pemasaran,&#13;
namun kontribusinya belum mendapat pengakuan sosial dan kelembagaan yang&#13;
setara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi perempuan terhadap&#13;
ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan usaha perikanan, menganalisis peran&#13;
perempuan dalam rantai pasok ikan hasil tangkapan, serta mengidentifikasi&#13;
kendala yang dihadapi perempuan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)&#13;
Palabuhanratu. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2026 menggunakan&#13;
pendekatan kuantitatif dan kualitatif terhadap 50 perempuan pelaku usaha&#13;
perikanan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui&#13;
kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis&#13;
menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS serta analisis&#13;
tematik kualitatif dengan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan&#13;
di PPN Palabuhanratu berperan aktif dalam penyortiran, pengolahan (pengasinan,&#13;
pengasapan, cold storage), serta pemasaran melalui jaringan pelanggan tetap&#13;
sebagai modal sosial usaha. Kontribusi perempuan terhadap ekonomi rumah&#13;
tangga terbukti nyata melalui korelasi positif yang kuat, meskipun pengakuan&#13;
sosial dan kelembagaan masih berjenjang, mulai dari dianggap sekadar membantu&#13;
suami hingga pengakuan formal berupa NIB dan PIRT. Kendala utama yang&#13;
dihadapi meliputi fluktuasi pasokan ikan dan beban kerja ganda.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kebutuhan Perbekalan Melaut Kapal Castnet di PPN Muara Angke: Studi Kasus di Perusahaan X</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179930" rel="alternate"/>
<author>
<name>Haholongan, Alexander Marshellino</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179930</id>
<updated>2026-09-11T01:19:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kebutuhan Perbekalan Melaut Kapal Castnet di PPN Muara Angke: Studi Kasus di Perusahaan X
Haholongan, Alexander Marshellino
Perbekalan merupakan komponen penting dalam mendukung kelancaran operasi penangkapan, terutama pada armada castnet dengan trip selama 120 hari. Perusahaan X masih menerapkan alokasi perbekalan seragam meskipun kapasitas mesin dan jumlah awak kapal berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan perbekalan operasional serta konsumsi pada armada castnet Perusahaan X, serta menyusun rekomendasi alokasi berdasarkan karakteristik kapal. Penelitian dilakukan pada 14 kapal castnet yang berbasis di PPN Muara Angke. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen perusahaan, lalu dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Kebutuhan bahan bakar minyak dihitung berdasarkan kapasitas mesin dan pola operasi, sedangkan perbekalan konsumsi dihitung menggunakan standar Angka Kecukupan Gizi dan siklus menu 10+1. Hasil menunjukkan bahwa alokasi BBM seragam sebesar 20.000 liter belum sesuai dengan kebutuhan setiap klaster mesin. Kebutuhan BBM mencapai 23.074 liter untuk Hyundai 160 HP, 23.708 liter untuk Hyundai 180 HP, dan 26.880 liter untuk Hino 280 HP. Kebutuhan perbekalan konsumsi sebesar Rp24.663.362 untuk 10 awak, Rp27.176.244 untuk 11 awak, dan Rp28.814.858 untuk 12 awak. perencanaan perbekalan dapat ditingkatkan melalui standar alokasi berdasarkan kapasitas mesin, jumlah awak kapal, dan lama trip untuk mengurangi ketidaksesuaian perbekalan.; Supplies are essential for supporting fishing operations, particularly for castnet vessels undertaking trips lasting 120 days. Company X applies uniform supply allocations despite differences in engine capacity and crew size. This study analyzed the operational and consumption supply requirements and efficiency of Company X’s castnet fleet and developed allocation recommendations based on vessel characteristics. The study involved 14 castnet vessels based at Muara Angke Ocean Fishing Port. Data were collected through observation, interviews, and company documents and analyzed using descriptive quantitative methods. Fuel requirements were calculated based on engine capacity and operational patterns, while consumption supplies were estimated using the Recommended Dietary Allowances and a 10+1 menu cycle. The results showed that the uniform fuel allocation of 20,000 liters did not meet the requirements of each engine group. Fuel requirements were 23,074 liters for Hyundai 160 HP engines, 23,708 liters for Hyundai 180 HP engines, and 26,880 liters for Hino 280 HP engines. Consumption supply costs were IDR 24,663,362 for 10 crew members, IDR 27,176,244 for 11, and IDR 28,814,858 for 12. Supply can be improved through allocation standards based on engine capacity, crew size, and trip duration.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Performa Reproduksi Induk Betina Mas Koki (Carassius auratus (Linnaeus, 1758)) melalui Pemberian Plasma Darah Sapi Betina (Bos indicus)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179924" rel="alternate"/>
<author>
<name>SOFIAWAN, MUHAMMAD BIMOSENA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179924</id>
<updated>2026-09-10T00:36:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Performa Reproduksi Induk Betina Mas Koki (Carassius auratus (Linnaeus, 1758)) melalui Pemberian Plasma Darah Sapi Betina (Bos indicus)
SOFIAWAN, MUHAMMAD BIMOSENA
Darah sapi betina merupakan limbah rumah pemotongan hewan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber molekul bioaktif untuk mendukung reproduksi ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dan menentukan dosis terbaik plasma darah sapi betina untuk meningkatkan performa reproduksi induk betina mas koki. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan individu, yaitu kontrol serta plasma dosis 0,5, 1,0, dan 1,5 mL kg?¹ induk yang diberikan melalui pakan selama 23 hari. Pemberian plasma meningkatkan fekunditas dari 3.475±352 butir menjadi 4.538±208–6.552±553 butir, derajat penetasan dari 71,02±0,65% menjadi 77,11±0,74–81,33±0,34%, dan produktivitas induk dari 16.654±1.802 ekor tahun?¹ menjadi 34.668±1.654–47.164±1.452 ekor tahun?¹. Pemberian plasma juga meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak, diameter telur, kelangsungan hidup larva, dan proyeksi keuntungan, tetapi tidak meningkatkan derajat pembuahan serta tidak memengaruhi kadar hemoglobin dan hematokrit. Dosis 1,5 mL kg?¹ induk menghasilkan performa terbaik dengan meningkatkan fekunditas 1,89 kali, derajat penetasan 1,15 kali, dan produktivitas induk 2,83 kali dibandingkan kontrol. Plasma darah sapi betina berpotensi menjadi bahan bioaktif lokal untuk meningkatkan performa reproduksi induk betina mas koki tanpa mengganggu kondisi fisiologis kesehatan induk.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
