<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7465" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Veterinary Medicine and Biomedical Science</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7465</id>
<updated>2026-08-12T18:36:40Z</updated>
<dc:date>2026-08-12T18:36:40Z</dc:date>
<entry>
<title>Skripsi a.n Darren Choo Tuck Luen (B0401221814)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178357" rel="alternate"/>
<author>
<name>Luen, Darren Choo Tuck</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178357</id>
<updated>2026-08-12T04:08:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Skripsi a.n Darren Choo Tuck Luen (B0401221814)
Luen, Darren Choo Tuck
Fever is a common inflammatory response with potential adverse effects&#13;
when prolonged; plant-based antipyretics may offer safer alternatives to synthetic&#13;
drugs. This study assessed the antipyretic efficacy of a combined Moringa oleifera&#13;
and Cinnamomum burmannii infusion in peptone-induced fever in Rattus&#13;
norvegicus. A 100% stock infusion was prepared by boiling 40 g dried simplicia in&#13;
400 ml water and diluted to 10%, 20%, and 40% concentrations. Rats were&#13;
randomized into negative control, positive control (standard antipyretic), and three&#13;
treatment groups receiving respective dilutions by oral gavage. Rectal temperatures&#13;
were recorded at baseline, 15 minutes, and every 30 minutes up to 150 minutes.&#13;
Data were analyzed by one-way ANOVA with post-hoc tests (p &lt; 0.05). Results&#13;
showed a dose-dependent antipyretic effect: 20% and 40% infusions produced&#13;
significant reductions in rectal temperature versus negative control.; Demam adalah respons inflamasi umum dengan potensi efek samping jika&#13;
berkepanjangan; antipiretik berbasis tumbuhan dapat menjadi alternatif yang lebih&#13;
aman daripada obat sintetis. Studi ini bertujuan untuk menilai potensi sebagai&#13;
antipiretik dari infus gabungan Moringa oleifera dan Cinnamomum burmannii pada&#13;
demam yang diinduksi menggunakan pepton pada tikus (Rattus norvegicus). Infus&#13;
stok 100% disiapkan dengan merebus 40 g simplisia kering dalam 400 ml air dan&#13;
diencerkan hingga konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Tikus dikelompokkan dalam&#13;
kontrol positif (antipiretik standar), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima&#13;
pengenceran masing-masing melalui pemberian oral. Suhu rektal dicatat pada awal,&#13;
15 menit, dan setiap 30 menit hingga 150 menit. Data dianalisis dengan ANOVA&#13;
satu arah dengan uji post-hoc (p &lt; 0,05). Hasil penelitian menunjukkan efek&#13;
antipiretik yang bergantung pada dosis: infus 20% dan 40% menghasilkan&#13;
penurunan suhu rektal yang signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>IDENTIFIKASI DAN UJI RESISTANSI BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK PADA SEMEN BEKU SAPI LOKAL</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177959" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maharani, Aura Dinda</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177959</id>
<updated>2026-08-10T06:56:50Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">IDENTIFIKASI DAN UJI RESISTANSI BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK PADA SEMEN BEKU SAPI LOKAL
Maharani, Aura Dinda
Kontaminasi bakteri pada semen beku sapi dapat menurunkan kualitas&#13;
spermatozoa dan mengganggu keberhasilan inseminasi buatan. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada semen beku sapi lokal serta&#13;
mengevaluasi resistansinya terhadap beberapa antibiotik yang umum digunakan&#13;
dalam pengencer semen. Sampel berupa empat straw semen beku sapi lokal&#13;
diisolasi pada media selektif dan nonselektif, kemudian diidentifikasi melalui&#13;
pengamatan morfologi koloni, pewarnaan Gram, uji KOH 3%, serta uji biokimia.&#13;
Uji resistansi antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan difusi&#13;
sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 isolat bakteri yang diperoleh terdiri&#13;
atas Klebsiella pneumoniae, Enterobacter cloacae, dan Staphylococcus&#13;
epidermidis. Isolat Gram negatif, terutama E. cloacae dan K. pneumoniae,&#13;
menunjukkan resistansi tinggi terhadap beberapa antibiotik yang diuji, sedangkan&#13;
S. epidermidis relatif lebih sensitif terhadap gentamisin dan streptomisin. Resistansi&#13;
tersebut diduga berkaitan dengan produksi enzim beta-laktamase, perubahan&#13;
permeabilitas membran, mekanisme pompa efluks, serta modifikasi target&#13;
antibiotik.; Bacterial contamination in frozen bovine semen can reduce spermatozoa&#13;
quality and interfere with the success of artificial insemination. This study aimed to&#13;
identify bacteria present in local bovine frozen semen and evaluate their resistance&#13;
to several antibiotics commonly used in semen extenders. Samples consisting of&#13;
four straws of local bovine frozen semen were isolated on selective and non-&#13;
selective media, then identified through colony morphology observation, Gram&#13;
staining, 3% KOH test, and biochemical tests. Antibiotic resistance testing was&#13;
conducted using disc diffusion and well diffusion methods. The results showed that&#13;
the bacterial 16 isolates obtained consisted of Klebsiella pneumoniae, Enterobacter&#13;
cloacae, and Staphylococcus epidermidis. Gram-negative isolates, particularly E.&#13;
cloacae and K. pneumoniae, exhibited high resistance to several tested antibiotics,&#13;
whereas S. epidermidis was relatively more sensitive to gentamicin and&#13;
streptomycin. This resistance was presumed to be associated with beta-lactamase&#13;
enzyme production, changes in membrane permeability, efflux pump mechanisms,&#13;
and modification of antibiotic targets.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Ekstrak Etanol Daun Ciplukan terhadap Hemoglobin dan Saturasi Oksigen pada Tikus Betina Diinduksi Busulfan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177879" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bayu, Ratu Syakirah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177879</id>
<updated>2026-08-08T06:12:46Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Ekstrak Etanol Daun Ciplukan terhadap Hemoglobin dan Saturasi Oksigen pada Tikus Betina Diinduksi Busulfan
Bayu, Ratu Syakirah
Busulfan merupakan agen kemoterapi yang diketahui dapat menginduksi stres oksidatif melalui peningkatan reactive oxygen species. Ciplukan (Physalis angulata L.) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi menekan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak etanol daun ciplukan terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan saturasi oksigen (SpO2) pada tikus betina yang diinduksi busulfan. Sebanyak 40 ekor tikus dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol (K), busulfan (B), ciplukan (C), busulfan dilanjutkan ciplukan (B-C), dan busulfan bersamaan ciplukan (B+C), dengan pengambilan sampel pada hari ke-14 dan ke-28. Kadar Hb diukur menggunakan hematology analyzer, sedangkan SpO2 diukur pada ekor menggunakan pulse oximeter. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan tidak memberikan efek signifikan terhadap kadar Hb (P&gt;0,05), tetapi memberikan efek signifikan terhadap SpO2 pada hari ke-28 (P&lt;0,05). Pemberian ekstrak etanol daun ciplukan berpotensi mempertahankan saturasi oksigen pada tikus betina yang diinduksi busulfan, namun tidak memberikan efek terhadap kadar hemoglobin.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Deteksi Gen Resistansi Antibiotik Makrolida pada Isolat Escherichia coli dari Kotoran Sapi Perah di Kota Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177700" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wirasandi, Mutiara Putri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177700</id>
<updated>2026-08-07T09:05:34Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Deteksi Gen Resistansi Antibiotik Makrolida pada Isolat Escherichia coli dari Kotoran Sapi Perah di Kota Bogor
Wirasandi, Mutiara Putri
Resistansi antimikrob merupakan ancaman global bagi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Peternakan sapi perah berpotensi menjadi reservoir bakteri resistan akibat penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan mendeteksi gen resistansi makrolida pada isolat Escherichia coli dari kotoran sapi perah di Kota Bogor. Sampel diambil dari 15 peternakan di Kelurahan Kebon Pedes yang telah dikonfirmasi pada penelitian sebelumnya. Kemudian dilakukan deteksi gen resistansi dengan MinION Oxford Nanopore Technologies dan dilanjutkan analisis bioinformatika. Hasil menunjukkan 13 dari 15 isolat (86,67%) membawa gen resistansi makrolida, dengan gen mef(B)_1 terdeteksi di 7 peternakan (46,97%) dan gen mph(A)_2 terdeteksi di 6 peternakan (40,02%) Gen mef(B)_1 lebih dominan pada isolat E. coli dibandingkan gen mph(A)_2 dan kedua gen umumnya berada pada plasmid. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan peternakan sapi perah berpotensi menjadi reservoir gen resistansi makrolida.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
