<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Faculty of Agricultural Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7464" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Agricultural Technology</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7464</id>
<updated>2026-06-20T11:02:50Z</updated>
<dc:date>2026-06-20T11:02:50Z</dc:date>
<entry>
<title>Perancangan Sistem Pemanen Air Hujan Sebagai Sumber Air Irigasi di Greenhouse Sukamahi</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173512" rel="alternate"/>
<author>
<name>PURNAMA, INDAH BERLIAN</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173512</id>
<updated>2026-06-19T00:48:14Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan Sistem Pemanen Air Hujan Sebagai Sumber Air Irigasi di Greenhouse Sukamahi
PURNAMA, INDAH BERLIAN
Perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air pada sektor pertanian menyebabkan perlunya pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, khususnya pada sistem budidaya greenhouse. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air hujan, merancang sistem pemanenan air hujan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sistem, serta menghitung rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan sistem di Greenhouse Sukamahi. Penelitian dilakukan menggunakan analisis hidrologi, perhitungan kebutuhan air irigasi, dan perancangan komponen sistem pemanenan air hujan yang meliputi talang, tangki penyimpanan, toren, dan pompa distribusi. Potensi air hujan yang dapat dipanen mencapai 852.963,71 liter per tahun dengan luas roof catchment area sebesar 493,5 m² dan koefisien limpasan 0,9. Sistem yang dirancang terdiri atas talang PVC tipe AW 6 inci, dua unit tangki FRP berkapasitas total 8 m³, toren berkapasitas 1.550 liter, serta pompa dengan total head sistem sebesar 7,9 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memiliki efektivitas rata-rata sebesar 94% dalam memenuhi kebutuhan air irigasi greenhouse dan mampu memberikan efisiensi biaya penggunaan air hingga 79% dibandingkan penggunaan penuh air PDAM. Total RAB pembangunan sistem pemanenan air hujan sebesar Rp67.576.596 termasuk PPN 12%. Penerapan sistem pemanenan air hujan berpotensi mendukung konservasi air dan efisiensi operasional greenhouse secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Identifikasi Faktor Penyebab dan Strategi Pengendalian Food Loss akibat Cacat Fisik Mi dengan Pendekatan Six Sigma di PT XYZ</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173462" rel="alternate"/>
<author>
<name>Isnaeni, Finanda Nurul Fitri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173462</id>
<updated>2026-06-17T08:39:21Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Identifikasi Faktor Penyebab dan Strategi Pengendalian Food Loss akibat Cacat Fisik Mi dengan Pendekatan Six Sigma di PT XYZ
Isnaeni, Finanda Nurul Fitri
Konsistensi mutu mi blok berdampak pada efisiensi produksi PT XYZ karena penolakan produk cacat memicu pemborosan material (food loss). Penelitian ini mengevaluasi kapabilitas proses, mengidentifikasi penyebab dominan, dan merumuskan strategi pengendalian menggunakan Six Sigma berkerangka Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Kapabilitas proses terukur pada 4,11 Sigma dengan yield 98,64%. Meskipun kinerja tersebut tergolong baik, akumulasi pemborosan masih terjadi dengan dominasi kategori Hancur Halus (HH) dan Cacat Kotor (CK). Kategori HH dipicu prosedur clearing line yang menyisakan rontokan pada dead zone celah konveyor dan praktik penanganan kemacetan secara manual. Solusi yang diusulkan berupa modifikasi baffle plate = 45° dan penggunaan guide tool silikon. Sementara itu, kategori CK diakibatkan subjektivitas pengaturan parameter kecepatan mesin serta belum terstandarisasinya pelaksanaan prosedur pembersihan awal (flushing). Oleh karena itu, diusulkan penerapan indikator Visual Management RPM dan standarisasi toleransi startup. Keberlanjutan perbaikan dikendalikan melalui SOP, instruksi kerja, dan lembar pengawasan harian.; The quality consistency of noodle blocks significantly affects production efficiency at PT XYZ, as the rejection of defective products contributes to material loss (food loss). This study evaluates process capability, identifies dominant causes,  and formulates control strategies using the Six Sigma Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) framework. The process capability was measured at 4.11 Sigma with a yield of 98.64%. Despite this relatively good performance, material loss still occurred, predominantly in the Fine Crushed (HH) and Gross Defect (CK) categories. The HH category was associated with line-clearing procedures that left residue within conveyor dead zones, as well as manual product handling during conveyor jams. Proposed improvements included modifying the baffle plate to an inclination angle of = 45° and utilizing silicone guide tools. Meanwhile, the CK category was attributed to subjectivity in machine speed parameter settings and the lack of standardized flushing procedures. Therefore, the implementation of RPM Visual Management indicators and the standardization of startup tolerances were proposed. The sustainability of the improvements is controlled through SOPs, work instructions, and daily monitoring sheets.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakteristik Fisik dan Sensori Telur Ayam Pakan Maggot (Hermetia illucens) di PT MIL</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173450" rel="alternate"/>
<author>
<name>Karina, Hanna</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173450</id>
<updated>2026-06-17T04:42:20Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Fisik dan Sensori Telur Ayam Pakan Maggot (Hermetia illucens) di PT MIL
Karina, Hanna
Pemanfaatan maggot sebagai bahan pakan alternatif pada ayam petelur &#13;
semakin berkembang, namun pengaruhnya terhadap mutu telur, khususnya &#13;
karakteristik fisik dan sensori, masih perlu dikaji secara ilmiah. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan sensori telur ayam yang diberi &#13;
pakan maggot serta membandingkannya dengan telur komersial. Penelitian &#13;
dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 di PT Maggot &#13;
Indonesia Lestari dengan menggunakan sampel telur pakan maggot (BSFL), telur &#13;
pakan omega-3 (OME), dan telur pakan konvensional (KON). Pengujian meliputi &#13;
kualitas fisik eksterior dan interior telur selama penyimpanan, serta evaluasi sensori &#13;
menggunakan uji Rate-All-That-Apply (RATA), dan uji rating hedonik keseluruhan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sensori antar telur terutama &#13;
dipengaruhi oleh atribut visual, khususnya warna kuning telur, sedangkan atribut &#13;
aroma, rasa, dan flavor relatif serupa. BSFL memiliki tingkat penerimaan yang &#13;
sebanding dengan telur komersial. Secara fisik, lama simpan menjadi faktor utama &#13;
yang menurunkan kualitas telur, namun BSFL menunjukkan stabilitas kualitas yang &#13;
lebih baik selama penyimpanan dibandingkan telur lainnya. Temuan ini &#13;
menunjukkan bahwa penggunaan pakan berbasis maggot berpotensi menghasilkan &#13;
telur dengan kualitas yang kompetitif serta mendukung pengembangan sistem &#13;
produksi pangan berkelanjutan.; The use of maggot as an alternative feed ingredient for laying hens is &#13;
increasing; however, its effects on egg quality, particularly physical and sensory &#13;
characteristics, require further investigation. This study aimed to analyze the &#13;
physical and sensory characteristics of eggs from hens fed maggot-based feed and &#13;
to compare them with commercial eggs. The research was conducted from &#13;
September to December 2025 at PT Maggot Indonesia Lestari using eggs from &#13;
maggot-based feed (BSFL), omega-3 feed (OME), and conventional feed (KON). &#13;
The analyses included the evaluation of exterior and interior physical egg quality &#13;
during storage, as well as sensory evaluation using the Rate-All-That-Apply &#13;
(RATA), and overall hedonic rating test. The results showed that sensory &#13;
differences among eggs were mainly influenced by visual attributes, particularly &#13;
yolk color, while aroma, taste, and flavor were relatively similar. Eggs from the &#13;
BSFL treatment showed comparable acceptability to commercial eggs. In terms of &#13;
physical quality, storage duration was the main factor affecting egg deterioration; &#13;
however, BSFL eggs exhibited better stability during storage compared to other &#13;
eggs. These findings indicate that maggot-based feed has the potential to produce &#13;
eggs with competitive quality and to support sustainable food production systems.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Minuman Kesehatan Berbasis Kacang Hijau dan Ekstrak Rempah serta Analisis Mutu Sensori dan Fisikokimia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173443" rel="alternate"/>
<author>
<name>TIYAS, SELVIANING</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173443</id>
<updated>2026-06-17T02:40:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Minuman Kesehatan Berbasis Kacang Hijau dan Ekstrak Rempah serta Analisis Mutu Sensori dan Fisikokimia
TIYAS, SELVIANING
Ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai mendorong pemanfaatan kacang hijau (Vigna radiata L.) sebagai bahan baku alternatif susu nabati yang berpotensi tinggi secara gizi dan fungsional. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi konsentrasi kacang hijau dan jenis ekstrak rempah serta mengembangkan formula terpilih sari kacang hijau terfortifikasi susu skim berdasarkan mutu sensori dan fisikokimia. Rancangan Acak Lengkap faktorial dua faktor diterapkan dengan konsentrasi kacang hijau (20%, 40%) dan jenis ekstrak rempah (jahe, jahe+kayu manis) menghasilkan empat formula (F1-F4). Mutu sensori menggunakan uji rating dan ranking hedonik, sedangkan analisis fisikokimia meliputi pH, viskositas, total padatan terlarut (TPT), stabilitas dispersi, protein, lemak, serat pangan, dan karbohidrat. Faktor konsentrasi kacang hijau berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter, sedangkan faktor jenis ekstrak rempah berpengaruh nyata terhadap kadar protein, pH, viskositas, TPT, warna, dan rasa. Formula terpilih F3 (kacang hijau 40%, ekstrak jahe) memperoleh ranking hedonik tertinggi dengan kadar protein 3,48±0,01%, lemak 1,37±0,03%, serat pangan 2,14±0,02%, dan karbohidrat 0,73±0,02%. Formula F3 berpotensi dikembangkan sebagai minuman nabati fungsional berbahan lokal yang bergizi tinggi dan dapat diterima konsumen.; Indonesia’s reliance on soybean imports has driven the use of mung beans (Vigna radiata L.) as an alternative raw material for plant-based milk, which holds high nutritional and functional potential. This study aimed to determine the optimal combination of mung bean concentration and spice extract type, and to develop a selected formula of skim milk fortified with mung bean extract based on sensory and physicochemical quality. A two-factor completely randomized design was applied with green pea concentrations (20%, 40%) and spice extract types (ginger, ginger+cinnamon), resulting in four formulations (F1-F4). Sensory quality was assessed using hedonic rating and ranking tests, while physicochemical analysis included pH, viscosity, total dissolved solids (TDS), dispersion stability, protein, fat, dietary fiber, and carbohydrates. The mung bean concentration factor had a significant effect on all parameters, while the spice extract type factor had a significant effect on protein content, pH, viscosity, TDS, color, and taste. The selected formula F3 (40% mung beans, ginger extract) achieved the highest hedonic ranking with a protein content of 3.48±0.01%, fat 1.37±0.03%, dietary fiber 2.14±0.02%, and carbohydrates 0.73±0.02%. Formula F3 has the potential to be developed as a high-nutrient, locally sourced functional plant-based beverage that is well-received by consumers.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
