<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Faculty of Agriculture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7461" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Agriculture</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7461</id>
<updated>2026-09-22T23:46:49Z</updated>
<dc:date>2026-09-22T23:46:49Z</dc:date>
<entry>
<title>Peningkatan Biomassa Tanaman Obat Ciplukan dengan Poliploidisasi In Vitro</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179978" rel="alternate"/>
<author>
<name>Karimah, Khansa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179978</id>
<updated>2026-09-21T08:46:40Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peningkatan Biomassa Tanaman Obat Ciplukan dengan Poliploidisasi In Vitro
Karimah, Khansa
Ciplukan (Physalis angulata) merupakan tumbuhan liar yang berpotensi sebagai bahan biofarmaka, namun produktivitas biomassanya masih tergolong rendah. Peningkatan biomassa dapat dilakukan dengan poliploidisasi in vitro menggunakan kolkisin. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi kolkisin terbaik yang mampu menggandakan kromosom serta mengetahui perubahan morfologi dan sitologi tanaman ciplukan poliploid yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Agustus 2026 di Laboratorium Kultur Jaringan dan Mikro Teknik serta Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen &#13;
Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yaitu konsentrasi kolkisin dengan lima taraf: 0 (kontrol), 50, 100, 150, dan 200, dengan lama perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan konsentrasi kolkisin menurunkan persentase perkecambahan, serta memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tunas dan jumlah daun in vitro. Analisis sitologi dan morfologi mengonfirmasikan terbentuknya tanaman miksoploid pada perlakuan kolkisin. Konsentrasi kolkisin 200 ppm selama 24 jam menunjukkan efektivitas yang cukup baik pada penelitian ini dalam menghasilkan tanaman ciplukan poliploid berdasarkan penurunan jumlah dan densitas stomata, banyaknya jumlah tanaman yang mengalami kondisi miksoploid, serta &#13;
peningkatan diameter batang, bobot basah, dan bobot kering.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Studi Keragaan Karakter Agronomi 79 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) Generasi F4</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179881" rel="alternate"/>
<author>
<name>Salsabila, Nathania Aurellia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179881</id>
<updated>2026-09-02T00:58:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Studi Keragaan Karakter Agronomi 79 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) Generasi F4
Salsabila, Nathania Aurellia
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pengembangan varietas unggul menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan produktivitas padi. Upaya tersebut dapat dicapai dengan memanfaatkan keragaman genetik sebagai sumber variasi dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menguji keragaan galur-galur generasi F4 yang memiliki karakter agronomi dan potensi hasil yang baik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada rentang bulan Januari – Juni 2026 dengan menggunakan 79 galur uji dan lima varietas pembanding dengan rancangan augmented. Data karakter agronomi dan komponen hasil dianalisis menggunakan analisis ragam, korelasi Pearson, dan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi hubungan antar karakter serta karakter utama penentu keragaman genotipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur yang memiliki karakter agronomi dan komponen hasil lebih baik dibandingkan varietas pembanding. Galur yang berpotensi memiliki karakter agronomi dan komponen hasil tinggi yaitu IPB235-D-18, IPB235-D-26, dan IPB235-D-33. Galur-galur tersebut memiliki bobot gabah per rumpun berturut-turut sebesar 89,5 g, 76,1 g, dan 74,5 g, sementara varietas pembanding meliputi Inpari 32 (47,1 g), Inpari Nutrizinc (40,2 g), IPB 9G (55,3 g), IPB 13S (55,0 g), dan IPB 15S (51,2 g).; Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia and plays a crucial role in ensuring national food security. The development of superior varieties is one of the main strategies for increasing rice productivity. This effort can be achieved by utilizing genetic diversity as a source of variation in plant breeding programs. This study aimed to evaluate the performance of F4 generation lines based on their agronomic traits and yield potential. The research was conducted at the Sawah Baru Experimental Farm, Babakan Village, Dramaga District, Bogor Regency, West Java, from January to June 2026, using 79 test lines and five check varieties in an augmented design. Data on agronomic traits and yield components were analyzed using analysis of variance, Pearson correlation analysis, and Principal Component Analysis (PCA) to identify relationships among traits and the major traits contributing to genotypic variation. The results showed that several lines exhibited superior agronomic traits and yield components compared with the check varieties. The promising lines with high agronomic performance and yield potential were IPB235-D-18, IPB235-D-26, and IPB235-D-33. These lines had grain weights per hill of 89,5 g, 76,1 g, and 74,5 g, respectively, whereas the check varieties had grain weights per hill are Inpari 32 (47,1 g), Inpari Nutrizinc (40,2 g), IPB 9G (55,3 g), IPB 13S (55,0 g), and IPB 15S (51,2 g).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ardiana, Elin</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870</id>
<updated>2026-09-02T08:52:58Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.
Ardiana, Elin
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan pokok utama di Indonesia, dan produksinya dapat menurun akibat serangan wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stål). Hama ini umumnya dikendalikan menggunakan insektisida sintetik, namun aplikasi yang berlebihan dapat memengaruhi populasi musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh insektisida sintetik, bioinsektisida, dan insektisida nabati terhadap populasi wereng batang cokelat dan predatornya di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah seluas ± 900 m² menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan terdiri atas insektisida sintetik berbahan aktif klorantraniliprol, bioinsektisida yang mengandung Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, insektisida nabati yang mengandung ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) serta kontrol tanpa insektisida. Wereng batang cokelat pertama kali ditemukan pada umur tanaman dua minggu setelah tanam. Tidak ada perlakuan insektisida yang memberikan pengaruh nyata terhadap populasi wereng batang cokelat maupun sebagian besar predator. Predator yang ditemukan selama penelitian meliputi Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, kumbang koksi (Coccinellidae), serta laba-laba dari famili Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, dan Araneidae. Rendahnya populasi wereng batang cokelat yang diamati selama penelitian diduga berkaitan dengan keberadaan komunitas predator yang tetap bertahan dan berkontribusi dalam menekan perkembangan populasi hama.; Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia, and its production can decline due to infestations of the brown planthopper (BPH) (Nilaparvata lugens Stål). This pest is commonly controlled using insecticides synthetic, however excessive application can affect natural enemy populations. This study aimed to evaluate the effects of synthetic, bioinsecticide, and botanical insecticides on the populations of the brown planthopper and its predators in rice fields. The experiment was conducted in a ± 900 m² rice field using a randomized complete block design with four treatments and six replications. The treatments consisted of a synthetic insecticide containing chlorantraniliprole, a bioinsecticide containing Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens, a botanical insecticide containing neem (Azadirachta indica) leaf extract, and an untreated control. Brown planthoppers were first detected at two weeks after transplanting. None of the insecticide treatments significantly affected brown planthopper populations or those of most predator taxa. Predators recorded during the study included Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, lady beetles (Coccinellidae), and spiders belonging to the families Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, and Araneidae. The low brown planthopper population observed during the study was likely associated with the persistence of predator communities that contributed to suppressing pest population development.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867" rel="alternate"/>
<author>
<name>Athaya, Namira Rinda</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867</id>
<updated>2026-08-31T07:47:16Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan
Athaya, Namira Rinda
Alih fungsi lahan pertanian di Provinsi Lampung mengancam produksi pangan nasional, sehingga optimalisasi lahan institusional seperti Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan mendesain lanskap SPN Polda Lampung berbasis Integrated Farming System (IFS) dengan pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) untuk mendukung ketahanan pangan. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, survei drone, wawancara client dan pengguna, serta analisis fisik biofisik pada tapak seluas 2,5 ha. Hasil analisis mengidentifikasi potensi berupa kesuburan tanah Kambisol Eutrik dan ketersediaan air, namun memiliki kendala distribusi irigasi parsial, kelerengan curam, dan drainase rawan genangan. Konsep desain Way Sambayan dikembangkan dengan transformasi bentuk dari motif Tapis Lampung, menghasilkan tata ruang terintegrasi yang menghubungkan zona produksi (hortikultura, peternakan, perikanan), penerimaan, edukasi, dan rekreasi pasif. Penerapan infrastruktur ekologis berupa bioswale, constructed wetland, dan rumah kompos (closed-loop system) mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya lokal, mewadahi pelatihan siswa, serta mewujudkan model kemandirian pangan institusional yang berkelanjutan.; Agricultural land conversion in Lampung threatens national food production, making the optimization of institutional sites such as the State Police School (SPN) Polda Lampung crucial. This study aims to design the landscape of SPN Polda Lampung based on an Integrated Farming System (IFS) using the Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) approach to support food security. A descriptive qualitative method was applied through field observation, drone surveys, stakeholder interviews, and spatial microclimate analysis on a 2,5 ha. Analysis revealed strong potential in fertile Eutric Cambisols and available water sources, constrained by partial irrigation distribution, steep slopes, and flood-prone drainage. The Way Sambayan design concept was developed using form transformations from traditional Tapis Lampung motifs, yielding an integrated spatial layout connecting production zones (crops, livestock, aquaculture), reception, education, and passive recreation. Implementing ecological infrastructure including bioswales, constructed wetlands, and a composting unit (closed-loop system) enhances local resource efficiency, accommodates student training, and establishes a sustainable model for institutional food self-sufficiency.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
