<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MF - Veterinary Science</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72</id>
<updated>2026-11-06T03:01:48Z</updated>
<dc:date>2026-11-06T03:01:48Z</dc:date>
<entry>
<title>EFEK KOMBINASI RESUSITASI CAIRAN DAN NOREPINEFRIN TERHADAP MORFOPATOLOGI USUS BABI PADA MODEL SYOK ENDOTOKSIK</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180200" rel="alternate"/>
<author>
<name>Samosir, Shellia Calista</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180200</id>
<updated>2026-10-28T06:47:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEK KOMBINASI RESUSITASI CAIRAN DAN NOREPINEFRIN TERHADAP MORFOPATOLOGI USUS BABI PADA MODEL SYOK ENDOTOKSIK
Samosir, Shellia Calista
Syok endotoksik dapat menyebabkan gangguan hemodinamik dan perubahan&#13;
mukosa usus yang tidak selalu membaik sejalan dengan perbaikan tekanan darah&#13;
sistemik setelah resusitasi cairan dan norepinefrin. Penelitian ini bertujuan&#13;
mendeskripsikan perubahan makroskopis dan histopatologis duodenum, jejunum,&#13;
ileum, dan kolon serta membandingkan skor komposit kerusakan histopatologis&#13;
pada tingkat hewan di antara kelompok yangmenerima paparan endotoksin dan/atau&#13;
regimen hemodinamik yang berbeda.&#13;
Sebanyak 17 ekor anak babi jantan (Sus scrofa domesticus) yang berumur 8-&#13;
12 minggu dengan berat badan 35-40 kg dibagi menjadi lima kelompok, yaitu R (n&#13;
= 3), NE (n = 2), E+R (n = 4), E+NE (n = 4), dan E+R+NE (n = 4). Syok endotoksik&#13;
diinduksi menggunakan lipopolisakarida Escherichia coli hingga tekanan arteri&#13;
rata-rata (MAP) &lt; 65 mmHg. Duodenum, jejunum, ileum, dan kolon dievaluasi&#13;
secara makroskopis dan histopatologis menggunakan pewarnaan hematoksilineosin serta sistem skoring semikuantitatif. Babi merupakan unit eksperimen,&#13;
sedangkan keempat segmen usus merupakan pengukuran berulang pada hewan&#13;
yang sama. Skor keempat segmen dirangkum menjadi satu skor komposit per&#13;
hewan. Perbandingan skor komposit antarkelompok dianalisis menggunakan uji&#13;
Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Dunn dan koreksi perbandingan berganda,&#13;
sedangkan perbedaan skor antarsegmen dianalisis menggunakan uji Friedman.&#13;
Secara makroskopis, kelompok Rdan NE tidak menunjukkan edema, petekie,&#13;
atau hemoragi nyata, sedangkan kelompok endotoksin menunjukkan hiperemia,&#13;
edema, penebalan dinding usus, petekie, dan hemoragi fokal dengan keparahan&#13;
bervariasi. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan atrofi vili, deskuamasi dan&#13;
nekrosis epitel, perubahan jumlah sel goblet, kongesti vaskular,serta hemoragi pada&#13;
keempat segmen usus. Analisis tingkat hewan menunjukkan perbedaan skor&#13;
komposit di antara kelima kelompok (?² = 10,26; db = 4; p = 0,0362), tetapi uji lanjut&#13;
tidak menunjukkan perbedaan bermakna setelah koreksi perbandingan berganda.&#13;
Secara deskriptif, skor komposit kelompok E+NE lebih rendah daripada E+R,&#13;
sedangkan E+R+NE memiliki skor tertinggi, tetapi perbedaan tersebut belum&#13;
terkonfirmasi secara statistik. Skor kerusakan histopatologis juga tidak berbeda&#13;
secara bermakna antarsegmen usus (?² = 6,26; db = 3; p = 0,0997).&#13;
Penelitian ini menunjukkan adanya variasi perubahan morfopatologismukosa&#13;
usus antarkelompok, tetapi belum dapat menentukan regimen yang paling baik&#13;
dalam mempertahankan integritas mukosa usus. Karena tidak terdapat kelompok&#13;
endotoksin tanpa terapi, pengaruh kausal resusitasi cairan, norepinefrin, atau&#13;
kombinasi keduanya terhadap kerusakan mukosa usus belum dapat dipastikan.&#13;
Temuan ini menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan jumlah hewan yang lebih&#13;
besar, kelompok pembanding yang memadai, serta pengukuran langsung&#13;
mikrosirkulasi dan fungsi sawar usus.; Endotoxic shock can cause hemodynamic disturbances and intestinal mucosal&#13;
changes that do not necessarily improve with systemic blood pressure following&#13;
fluid resuscitation and norepinephrine administration. This study aimed to describe&#13;
macroscopic and histopathological changes in the duodenum, jejunum, ileum, and&#13;
colon and compare animal-level composite histopathological injury scores among&#13;
groups exposed to endotoxin or different hemodynamic regimens.&#13;
Seventeen male piglets were allocated to five groups: fluid resuscitation&#13;
without endotoxin (R; n = 3), norepinephrine without endotoxin (NE; n = 2),&#13;
Escherichia coli endotoxin with fluid resuscitation (E+R; n = 4), endotoxin with&#13;
norepinephrine (E+NE; n = 4), and endotoxin with combined fluid resuscitation and&#13;
norepinephrine (E+R+NE; n = 4). Endotoxic shock was induced using E. coli&#13;
lipopolysaccharide until mean arterial pressure (MAP) &lt; 65 mmHg. The duodenum,&#13;
jejunum, ileum, and colon were evaluated macroscopically and histopathologically&#13;
using hematoxylin-eosin staining and a semiquantitative scoring system. Each pig&#13;
was considered an experimental unit, with the four intestinal segments as repeated&#13;
measurements within the same animal. Scores from the four intestinal segments&#13;
were summarized into a single composite score for each animal. Composite scores&#13;
were compared among groups using the Kruskal-Wallis test, followed by Dunn’s&#13;
test with multiple-comparison correction. Differences in histopathological scores&#13;
among the four intestinal segments were analyzed using the Friedman test.&#13;
Macroscopically, the Rand NE groupsshowed no apparent edema, petechiae,&#13;
or hemorrhage, whereas endotoxin-exposed groups exhibited hyperemia, edema,&#13;
intestinal wall thickening, petechiae, and focal hemorrhage of varying severity.&#13;
Histopathological examination revealed villous atrophy, epithelial desquamation&#13;
and necrosis, altered goblet cell numbers, vascular congestion, and hemorrhage in&#13;
all four intestinal segments. Animal-level analysis showed an overall difference in&#13;
composite scores among the five groups (?² = 10.26; df = 4; p = 0.0362), but no&#13;
pairwise comparison remained significant after multiple-comparison adjustment.&#13;
Descriptively, E+NE had a lower composite score than E+R, whereas E+R+NE had&#13;
the highest score, but these differences were not statistically confirmed.&#13;
Histopathological injury scores did not differ significantly among the duodenum,&#13;
jejunum, ileum, and colon (?² = 6.26; df = 3; p = 0.0997).&#13;
This study demonstrated variation in intestinal mucosal morphopathology&#13;
among the groups but did not establish which regimen was most effective in&#13;
preserving mucosal integrity. Because an untreated endotoxin group was not&#13;
included, the effects of fluid resuscitation, norepinephrine, or their combination on&#13;
intestinal mucosal injury could not be established. These findings provide a basis&#13;
for further studies with larger sample sizes, appropriate comparator groups, and&#13;
direct assessments of intestinal microcirculation and barrier function.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Preventif Kombinasi Ekstrak Tamarindus indica L. dan&#13;
Psidium guajava L. pada Tikus Sprague–Dawley yang Diinduksi&#13;
Pakan Tinggi Lemak</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179944" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wahdini</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179944</id>
<updated>2026-09-28T08:13:09Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Preventif Kombinasi Ekstrak Tamarindus indica L. dan&#13;
Psidium guajava L. pada Tikus Sprague–Dawley yang Diinduksi&#13;
Pakan Tinggi Lemak
Wahdini
Obesitas merupakan gangguan metabolik kronis akibat akumulasi lemak tubuh berlebih yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan struktural pada pankreas dan aorta. Daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung quercetin, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek kombinasi kedua ekstrak terhadap profil hematologi, histopatologi pankreas dan aorta, serta imunoekspresi insulin dan TNF-a pada tikus Sprague Dawley yang diinduksi pakan tinggi lemak (PTL).&#13;
Dua puluh ekor tikus jantan Sprague Dawley (10–12 minggu, ±200 g) dibagi menjadi empat kelompok (n=5): KK (pakan standar), KN (PTL 10 minggu), KP (PTL 6 minggu + Orlistat® 4 minggu), dan PE (PTL + kombinasi ekstrak 500 mg/kgBB/hari, rasio 1:1, 10 minggu). Parameter dievaluasi meliputi hemogram, skor histopatologi, morfometri pulau Langerhans dan ketebalan dinding aorta, serta imunoekspresi insulin dan TNF-a.&#13;
Hasil menunjukkan kadar Hb (13,74±1,00 g/dL) dan HCT (41,52±2,74%) kelompok PE lebih tinggi dibandingkan KN (p&lt;0,05) dan mendekati KK. Skor kongesti (0,36±0,17) dan edema pankreas (0,04±0,09) pada PE berbeda nyata dengan KN dan mendekati normal. Luas pulau Langerhans PE (11.490,63±3.623,21 µm²) lebih rendah dari KN (23.906,93±1.507,57 µm²) dan berbeda nyata dengan semua kelompok. Imunoreaktivitas insulin PE (3,31±1,76%) tidak berbeda nyata dengan KK (1,48±0,61%). Pada aorta, ketebalan dinding PE (135,84±14,71 µm) lebih rendah dari KN (180,77±7,71 µm), dan imunoreaktivitas TNF-a PE (2,17±0,66%) mendekati KK (0,99±0,25%).&#13;
Kombinasi ekstrak T. indica dan P. guajava menunjukkan efek protektif yang konsisten terhadap parameter hematologi, histopatologi pankreas dan aorta, serta imunoreaktivitas insulin dan TNF-a pada kondisi paparan pakan tinggi lemak. Mekanisme yang mendasari kemungkinan berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi quercetin serta senyawa fenolik kedua ekstrak, meskipun jalur molekuler belum dapat dikonfirmasi secara langsung dalam penelitian ini.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Preventif Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Aorta dan Pankreas Tikus dengan Pakan Tinggi Lemak</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179939" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahman, Muhammad Febrian Ar</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179939</id>
<updated>2026-09-28T08:23:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Preventif Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Aorta dan Pankreas Tikus dengan Pakan Tinggi Lemak
Rahman, Muhammad Febrian Ar
Pemberian pakan tinggi lemak (PTL) dapat berkaitan dengan perubahan&#13;
struktural dan respons jaringan pada berbagai organ, termasuk pankreas dan aorta.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek pemberian preventif ekstrak lengkuas&#13;
(Alpinia galanga) terhadap profil hemogram, histopatologi pankreas dan aorta, luas&#13;
pulau Langerhans, ketebalan intima-media aorta, serta imunoreaktivitas insulin&#13;
pankreas dan TNF-a aorta pada tikus yang diberi PTL. Sebanyak 20 ekor tikus&#13;
jantan Sprague-Dawley dibagi menjadi empat kelompok (n = 5), yaitu kontrol&#13;
(KK), kontrol PTL (KN), terapi Orlistat® (KP), dan preventif ekstrak (PE). KK&#13;
diberi pakan standar selama 10 minggu, sedangkan KN diberi PTL selama 10&#13;
minggu. KP diberi PTL selama 10 minggu dengan penambahan Orlistat® 12,5&#13;
mg/kgBB/hari pada minggu ke-7-10. PE diberi PTL dan ekstrak A. galanga 500&#13;
mg/kgBB/hari secara bersamaan sejak awal hingga akhir periode 10 minggu.&#13;
Parameter yang dievaluasi meliputi profil hemogram, histopatologi dan morfometri&#13;
pankreas dan aorta, serta imunoreaktivitas insulin pankreas dan TNF-a aorta.&#13;
Profil hemogram tidak menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok.&#13;
Pada pankreas, PE menunjukkan skor kongesti yang lebih rendah dibandingkan KN&#13;
dan KP serta skor edema yang lebih rendah dibandingkan KN, sedangkan infiltrasi&#13;
sel radang tidak berbeda signifikan antarkelompok. Luas pulau Langerhans berbeda&#13;
signifikan antarkelompok, dengan nilai tertinggi pada KN, diikuti KP, PE, dan KK.&#13;
Imunoreaktivitas insulin pada KN dan KP lebih tinggi dibandingkan KK dan PE,&#13;
sedangkan PE tidak berbeda signifikan dengan KK. Pada aorta, skor penebalan&#13;
tunika media pada KN dan KP lebih tinggi dibandingkan KK, sedangkan PE tidak&#13;
berbeda signifikan dengan kelompok lainnya. Disorganisasi serabut elastis dan&#13;
infiltrasi sel radang tidak berbeda signifikan antarkelompok. Ketebalan intimamedia&#13;
pada KN lebih tinggi dibandingkan KK dan PE, sedangkan PE tidak berbeda&#13;
signifikan dengan KK dan KP. Imunoreaktivitas TNF-a tertinggi ditemukan pada&#13;
KN, diikuti KP, sedangkan PE tidak berbeda signifikan dengan KK.&#13;
Secara keseluruhan, pemberian ekstrak A. galanga sejak awal paparan PTL&#13;
berkaitan dengan lebih rendahnya beberapa perubahan histopatologis, morfometrik,&#13;
dan imunohistokimia pada pankreas dan aorta dibandingkan kelompok PTL tanpa&#13;
ekstrak. Temuan ini menunjukkan potensi preventif A. galanga terhadap beberapa&#13;
perubahan jaringan yang berkaitan dengan paparan PTL, tetapi mekanisme&#13;
metabolik, inflamasi, dan molekuler yang mendasarinya belum dapat ditetapkan&#13;
karena tidak diukur secara langsung dalam penelitian ini.; A high-fat diet (HFD) may be associated with structural alterations and tissue&#13;
responses in various organs, including the pancreas and aorta. This study aimed to&#13;
evaluate the effects of preventive administration of galangal (Alpinia galanga)&#13;
extract on the hematological profile, pancreatic and aortic histopathology,&#13;
Langerhans islet area, aortic intima-media thickness, pancreatic insulin&#13;
immunoreactivity, and aortic TNF-a immunoreactivity in rats fed an HFD.&#13;
Twenty male Sprague-Dawley rats were allocated into four groups (n = 5):&#13;
control (KK), HFD control (KN), Orlistat® treatment (KP), and preventive extract&#13;
(PE). The KK group received a standard diet for 10 weeks, whereas the KN group&#13;
received an HFD for 10 weeks. The KP group received an HFD for 10 weeks, with&#13;
Orlistat® at 12.5 mg/kg BW/day administered during weeks 7–10. The PE group&#13;
received an HFD concurrently with A. galanga extract at 500 mg/kg BW/day from&#13;
the beginning to the end of the 10-week experimental period. The evaluated&#13;
parameters included the hematological profile, pancreatic and aortic histopathology&#13;
and morphometry, pancreatic insulin immunoreactivity, and aortic TNF-a&#13;
immunoreactivity.&#13;
The hematological profile did not differ significantly among groups. In the&#13;
pancreas, PE showed a lower congestion score than KN and KP and a lower edema&#13;
score than KN, whereas inflammatory cell infiltration did not differ significantly&#13;
among groups. Langerhans islet area differed significantly among groups, with the&#13;
highest value in KN, followed by KP, PE, and KK. Insulin immunoreactivity was&#13;
higher in KN and KP than in KK and PE, whereas PE did not differ significantly&#13;
from KK. In the aorta, tunica media thickening scores were higher in KN and KP&#13;
than in KK, whereas PE did not differ significantly from the other groups. Elastic&#13;
fiber disorganization and inflammatory cell infiltration did not differ significantly&#13;
among groups. Aortic intima-media thickness was greater in KN than in KK and&#13;
PE, whereas PE did not differ significantly from KK and KP. TNF-a&#13;
immunoreactivity was highest in KN, followed by KP, whereas PE did not differ&#13;
significantly from KK.&#13;
Overall, administration of A. galanga extract from the beginning of HFD&#13;
exposure was associated with lower levels of several histopathological,&#13;
morphometric, and immunohistochemical alterations in the pancreas and aorta&#13;
compared with the HFD group without extract administration. These findings&#13;
indicate the preventive potential of A. galanga against several tissue alterations&#13;
associated with HFD exposure; however, the underlying metabolic, inflammatory,&#13;
and molecular mechanisms cannot be established because they were not directly&#13;
evaluated in this study.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Preventif Kombinasi Caesalpinia sappan, Garcinia cambogia, dan  Cymbopogon nardus terhadap Aorta dan Pankreas Tikus dengan Pakan Tinggi  Lemak.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179936" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sarah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179936</id>
<updated>2026-09-13T22:42:35Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Preventif Kombinasi Caesalpinia sappan, Garcinia cambogia, dan  Cymbopogon nardus terhadap Aorta dan Pankreas Tikus dengan Pakan Tinggi  Lemak.
Sarah
SARAH. Efek Preventif Kombinasi Caesalpinia sappan, Garcinia cambogia, dan &#13;
Cymbopogon nardus terhadap Aorta dan Pankreas Tikus dengan Pakan Tinggi &#13;
Lemak. Dibimbing oleh GUNANTI, EVA HARLINA, dan HASIM. &#13;
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan erat dengan in&#13;
flamasi kronis, gangguan metabolik, serta kerusakan organ seperti aorta dan pank&#13;
reas. Terapi farmakologis seperti Orlistat® sering menimbulkan efek samping, se&#13;
hingga pemanfaatan bahan herbal sebagai alternatif preventif semakin mendapat &#13;
perhatian. Kayu secang, buah asam gelugur, dan daun serai wangi diketahui mem&#13;
iliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi memberikan efek &#13;
protektif terhadap perubahan metabolik akibat diet tinggi lemak. Penelitian ini ber&#13;
tujuan menganalisis pengaruh pemberian preventif kombinasi ketiga ekstrak terse&#13;
but terhadap profil hematologi, gambaran histopatologi aorta dan pankreas, serta &#13;
ekspresi TNF-a dan insulin pada tikus Sprague-Dawley yang diinduksi pakan tinggi &#13;
lemak. &#13;
Sebanyak 20 ekor tikus Sprague-Dawley dibagi secara acak menjadi 4 ke&#13;
lompok (n = 5) kontrol normal (KK, pakan standar), kontrol negatif (KN, pakan &#13;
tinggi lemak), kontrol terapeutik (KP, pakan tinggi lemak diikuti Orlistat® 12,5 &#13;
mg/kg BB/hari secara oral), dan kelompok preventif ekstrak (PE, pakan tinggi le&#13;
mak bersamaan kombinasi ekstrak 500 mg/kg BB/hari secara oral). Parameter yang &#13;
diamati meliputi profil hematologi, skor histopatologi dan morfometri aorta serta &#13;
pankreas, ekspresi TNF-a pada jaringan aorta, dan ekspresi insulin pada pulau &#13;
Langerhans secara imunohistokimia. Pada aorta, kelompok KN menunjukkan &#13;
ketebalan dinding tertinggi (180,77±7,71 µm) dan ekspresi TNF-a tertinggi &#13;
(9,33±1,76%) dibandingkan KK (112,15±36,86 µm dan 0,99±0,25%). Induksi pa&#13;
kan tinggi lemak pada kelompok kontrol negatif (KN) juga meningkatkan skor &#13;
kongesti (1,20±0,37) dan edema pankreas (0,56±0,33), memperluas rerata luas pu&#13;
lau Langerhans (23.906,93±1.507,57 µm²), serta meningkatkan ekspresi insulin &#13;
(8,88±2,88%) dibandingkan kelompok kontrol normal (KK) yang masing-masing &#13;
sebesar 5.059,00±1.672,85 µm² dan 1,48±0,61%. Pemberian preventif kombinasi &#13;
ekstrak (PE) meningkatkan kadar hemoglobin (13,74±0,99 g/dL) dan hematokrit &#13;
(41,78±2,37%) dibandingkan KN (11,26±2,24 g/dL dan 34,46±6,45%), serta &#13;
menurunkan ketebalan dinding aorta (135,41±20,69 µm) dan ekspresi TNF-a &#13;
(1,64±0,54%), skor kongesti dan edema pankreas, luas pulau Langerhans &#13;
(11.616,53±3.609,51 µm²), dan ekspresi insulin (3,35±2,07%) yang mendekati nilai &#13;
kelompok KK. Namun, efek terhadap jumlah eritrosit, leukosit, trombosit, disor&#13;
ganisasi serabut elastis, dan infiltrasi sel radang tidak berbeda nyata antar ke&#13;
lompok. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak kayu secang, buah asam gelugur, &#13;
dan daun serai wangi yang diberikan secara preventif berpotensi memberikan efek &#13;
protektif terhadap perubahan vaskular dan pankreas yang berkaitan dengan diet &#13;
tinggi lemak, meskipun mekanisme molekuler spesifiknya masih memerlukan kon&#13;
firmasi lebih lanjut. &#13;
Kata kunci: ekspresi TNF-a, histopatologi pankreas dan aorta, imunoreaktivitas &#13;
insulin, kombinasi ekstrak preventif, morfometri pankreas dan aorta; SARAH. Preventive Effect of a Combination of Caesalpinia sappan, Garcinia &#13;
cambogia, and Cymbopogon nardus on the Aorta and Pancreas of High-Fat Diet&#13;
Fed Rats. Supervised by GUNANTI, EVA HARLINA, and HASIM. &#13;
Obesity is a global health problem closely associated with chronic inflamma&#13;
tion, metabolic disturbances, and organ damage such as in the aorta and pancreas. &#13;
Pharmacological therapies such as Orlistat® often cause side effects, so the use of &#13;
herbal ingredients as a preventive alternative has gained increasing attention. Sappan &#13;
wood, Malabar tamarind, and citronella leaves are known to possess antioxidant and &#13;
anti-inflammatory activities that may provide protective effects against metabolic &#13;
changes caused by a high-fat diet. This study aimed to analyze the effect of preven&#13;
tive administration of a combination of these three extracts on hematological profile, &#13;
histopathological features of the aorta and pancreas, and TNF-a and insulin expres&#13;
sion in high-fat diet-induced Sprague-Dawley rats. &#13;
A total of 20 Sprague-Dawley rats were randomly divided into 4 groups (n = &#13;
5)  normal control (KK, standard diet), negative control (KN, high-fat diet), thera&#13;
peutic control (KP, high-fat diet followed by oral Orlistat® 12.5 mg/kg BW/day), and &#13;
preventive extract group (PE, high-fat diet concurrent with oral extract combination &#13;
500 mg/kg BW/day). Parameters observed included hematological profile, histo&#13;
pathological scores and morphometry of the aorta and pancreas, TNF-a expression &#13;
in aortic tissue, and insulin expression in the islets of Langerhans by immunohisto&#13;
chemistry. In the aorta, the KN group showed the highest wall thickness &#13;
(180.77±7.71 µm) and TNF-a expression (9.33±1.76%) compared with KK &#13;
(112.15±36.86 µm and 0.99±0.25%). High-fat diet induction in the negative control &#13;
group (KN) also increased congestion (1.20±0.37) and pancreatic edema scores &#13;
(0.56±0.33), enlarged the mean islet of Langerhans area (23,906.93±1,507.57 µm²), &#13;
and increased insulin expression (8.88±2.88%) compared with the normal control &#13;
group (KK), which showed 5,059.00±1,672.85 µm² and 1.48±0.61%, respectively. &#13;
Preventive administration of the extract combination (PE) increased hemoglobin &#13;
(13.74±0.99 g/dL) and hematocrit levels (41.78±2.37%) compared with KN &#13;
(11.26±2.24 g/dL and 34.46±6.45%), and reduced aortic wall thickness &#13;
(135.41±20.69 µm) and TNF-a expression (1.64±0.54%), pancreatic congestion and &#13;
edema scores, islet of Langerhans area (11,616.53±3,609.51 µm²), and insulin ex&#13;
pression (3.35±2.07%), approaching KK values. However, effects on erythrocyte, &#13;
leukocyte, and platelet counts, elastic fiber disorganization, and inflammatory cell &#13;
infiltration did not differ significantly among groups. Overall, the preventive admin&#13;
istration of the combined sappan wood, Malabar tamarind, and citronella leaf extracts &#13;
showed potential protective effects against vascular and pancreatic changes associ&#13;
ated with a high-fat diet, although the specific molecular mechanisms require further &#13;
confirmation. &#13;
Keywords: aortic-pancreatic histopathology, aortic-pancreatic morphometry, insulin &#13;
immunoreactivity, preventive extract combination, TNF-a expression
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
