<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Landscape Architecture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69</id>
<updated>2026-08-13T08:12:24Z</updated>
<dc:date>2026-08-13T08:12:24Z</dc:date>
<entry>
<title>Strategi Konektivitas antar Tapak dalam Penghematan Energi pada Green Campus 2020 IPB Dramaga Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176842" rel="alternate"/>
<author>
<name>Raditya, M. Hafidz</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176842</id>
<updated>2026-08-03T03:59:00Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Konektivitas antar Tapak dalam Penghematan Energi pada Green Campus 2020 IPB Dramaga Bogor
Raditya, M. Hafidz
Permasalahan lingkungan yang nyata di Kampus Dramaga Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah penggunaan kendaraan bermotor yang melimpah. Hal ini berdampak pada penggunaan energi yang tidak efektif, emisi yang tinggi, polusi udara, dan polusi suara. Terlebih lagi kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar fosil yang dianggap sebagai pemicu pemanasan global. Sebagai kampus berwawasan lingkungan, sudah seharusnya IPB menangani masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisional Kampus IPB Dramaga, memetakan keberadaaan koridor dan konektivitas kampus saat ini serta menyusun stategi pengelolaan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2020 sampai Mei 2020. Kampus yang dijadikan penelitian ini terletak di kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Koridor di Kampus IPB Dramaga memfasilitasi pejalan kaki, pesepeda, bus, dan kendaraan bermotor. Tingkat konektivitas antar tapak yang tinggi hanya terjadi di area pusat kawasan kampus. Berdasarkan kuisioner, 90% mahasiswa IPB cukup mengetahui tentang program green campus dan 96% mahasiswa memiliki sikap yang positif mengenai pelaksaan program ini. Strategi pengelolaan yang direkomendisikan untuk meningkatkan kualitas program green campus adalah peningkatan kualitas koridor dan pengelolaan bus kampus, edukasi mengenai perilaku ramah lingkungan kepada mahasiswa baru, dan perizinan jasa ojek di dalam kampus. Pengelolaan program green campus perlu didukung dengan strategi pentahelix
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perencanaan Lanskap Kawasan Wisata dan Alternatif Program Wisata di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175333" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azizah, Nur</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175333</id>
<updated>2026-07-22T02:16:30Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perencanaan Lanskap Kawasan Wisata dan Alternatif Program Wisata di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi
Azizah, Nur
Kota Bukittinggi adalah salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Keindahan alam dan keberadaan tempat-tempat bersejarah adalah hal utama yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke kota ini. Beberapa di antara tempat wisata tersebut adalah Ngarai Sianok, Lobang Jepang, dan Taman Panorama. Tempat wisata ini terletak pada lokasi yang berdekatan, tetapi sama sekali tidak terlihat penghubung yang mengarahkan pengunjung untuk memulai sebuah perjalanan dari satu tempat ke tempat selanjutnya. Perencanaan kawasan yang menghubungkan tempat-tempat wisata tersebut dalam sebuah keharmonisan lingkungan dan program wisata adalah salah satu solusi unutk permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi atraksi dan objek wisata, kesesuaian lahan area wisata, dan memutuskan perencanaan perjalanan wisata Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan lanskap kawasan wista dan alternatif program wisata. Perencanaan lanskap dibagi atas beberapa area, yakni area penerimaan, arca wisata utama, area wisata alternatif, area konservasi, dan area pendukung wisata.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Identifikasi Persoalan Lanskap Perkotaan, Kawasan Terminal Laladon, Kabupaten Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173877" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khrisrachmansyah, Rezky</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173877</id>
<updated>2026-07-02T01:41:16Z</updated>
<published>2026-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Identifikasi Persoalan Lanskap Perkotaan, Kawasan Terminal Laladon, Kabupaten Bogor
Khrisrachmansyah, Rezky
Suatu permasalahan lanskap kota dapat terjadi di sekitar kita, tidak terlepas di lingkungan lanskap perkotaan. Sebagai perencana dan perancang lanskap, kita dituntut untuk mengerti, memahami, mengidentifikasi, memformulasikan, serta memberikan pemecahan atau usulan terhadap permasalahan yang muncul. Tidak jarang perencana atau perancang yang mengidentifikasi dan menstrukturkan persoalan dengan salah atau yang biasa disebut kesalahan tipe III (error type III), akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kawasan. Dengan mengerti, memahami, dan mengidentifikasi secara tepat persoalan tersebut, diharapkan dapat mengetahui permasalahan utama sehingga dapat memberikan solusi perancangan dengan efektif dan efisien. Kawasan Terminal Laladon terletak di Kabupaten Bogor. Terminal Laladon saat ini masih beroperasi namun sering mengalami kemacetan di jalan masuk terminal. Selain itu, kawasan terminal juga difungsikan sebagai pertokoan yang saat ini sudah tidak berfungsi optimal. Kondisi pertokoan saat ini sudah tidak optimum dan banyak toko yang sudah tutup. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan lanskap perkotaan yang terjadi di Kawasan Terminal Laladon dengan menggunakan metode “visual observation” kemudian dilakukan tiga pendekatan klasifikasi analisis yaitu (1) Klasifikasi persoalan berdasarkan desain dan non desain; (2) Klasifikasi persoalan berdasarkan analisis ends-means; dan (3) Klasifikasi persoalan berdasarkan well structured problem, moderately structured, dan ill structured problem (policy).
</summary>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Landscape Planning Of Cipeuteuy Village As A Bioregion-Based Conservation Village</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173876" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pramukanto, Qodarian</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173876</id>
<updated>2026-07-02T01:42:15Z</updated>
<published>2026-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Landscape Planning Of Cipeuteuy Village As A Bioregion-Based Conservation Village
Pramukanto, Qodarian
Cipeuteuy Village is situated adjacent to the Gunung Halimun Salak&#13;
National Park, speci=ically within the Halimun-Salak Corridor, which connects the&#13;
ecosystems of Mount Halimun and Mount Salak. The village experiences ecological&#13;
pressures, including forest degradation from agricultural expansion, habitat&#13;
fragmentation, and limited community-based conservation efforts. As a part of the&#13;
national park buffer zone, Cipeuteuy Village plays a crucial role in supporting&#13;
restoration and conservation activities. A bioregion-based approach is needed to&#13;
harmonize ecological priorities with local socio-cultural conditions. The&#13;
term bioregion, derived from bio (life) and region (territory), refers to a living&#13;
system with boundaries de=ined by natural features that sustain the unique&#13;
activities of the biotic community within it. This study uses spatial and qualitative&#13;
analyses to examine biophysical characteristics and community dynamics. The&#13;
objectives of this study are: (1) to identify the landscape characteristics of&#13;
Cipeuteuy Village based on bioregion units, landscape units, and place units; (2)&#13;
to analyze the existing landscape zoning; and (3) to develop a landscape plan that&#13;
positions Cipeuteuy as a bioregion-based conservation village. the study&#13;
formulates an integrated landscape plan that prioritizes strengthened&#13;
conservation zones and an agroforestry landscape plan designed to enhance&#13;
ecological functions and support community-based conservation efforts. The&#13;
bioregional framework guides these strategies toward improving ecological&#13;
resilience and sustainable landscape development in Cipeuteuy Village.
</summary>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
