<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Plant Protection</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/67" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/67</id>
<updated>2026-04-23T05:30:23Z</updated>
<dc:date>2026-04-23T05:30:23Z</dc:date>
<entry>
<title>Penyakit Layu Ubi Jalar (Ipomoea batatas) di Kabupaten Kuningan: Penyebab dan Hubungannya dengan Teknik Budidaya</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171953" rel="alternate"/>
<author>
<name>Imani, Affan Tegar</name>
</author>
<author>
<name>Widodo</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171953</id>
<updated>2026-01-06T07:13:16Z</updated>
<published>2025-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penyakit Layu Ubi Jalar (Ipomoea batatas) di Kabupaten Kuningan: Penyebab dan Hubungannya dengan Teknik Budidaya; Sweet Potato Wilt Disease (Ipomoea batatas) in Kuningan Regency: Causal Agent and Its Relationship with Cultural Practices
Imani, Affan Tegar; Widodo
Sweet potatoes have great potential as an alternative food crop. However, the&#13;
presence of poorly managed plant pests poses a significant threat to their&#13;
cultivation. Recently, this also appeared in sweet potato areas in Kuningan&#13;
Regency, West Java Province. This study aims to determine the causes of wilt&#13;
disease in sweet potatoes and the effect of cultural practices on disease incidence.&#13;
Data was obtained through observing symptoms in the field, calculating disease&#13;
incidence and conducting interviews with farmers whose disease conditions were&#13;
observed. Interviews with farmers were conducted using a structured questionnaire&#13;
covering cultivation techniques, plant health problems faced, and pest and disease&#13;
management practices. Meanwhile, the samples were observed using a compound&#13;
microscope and a stereo microscope in the laboratory to be identified based on&#13;
morphological characteristics and symptoms in the field. The field data obtained&#13;
were tabulated with Microsoft Office Excel 2010 and analyzed descriptively. The&#13;
observations result showed symptoms of wilting caused by the pathogen&#13;
Ceratocystis fimbriata with the highest incidence of 27.4% and the lowest 0%. The&#13;
diversity of insect pests was obtained by observing the land along with observing&#13;
the incidence of disease. Some of sweet potato cultural practices and handling of&#13;
diseased plants were related to the incidence of wilt disease. The use of cv Melati,&#13;
sufficient N, P, K fertilization, and crop rotation tended to lower disease incidence.&#13;
Meanwhile, plantation with intensified weeding showed higher disease incidence.
</summary>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Faktor-Faktor Budi Daya dan Lingkungan yang Memengaruhi Penyakit Blas Padi di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi Cultural Practices and</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171947" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bakti, Muhammad</name>
</author>
<author>
<name>Istiaji, Bonjok</name>
</author>
<author>
<name>Widodo</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171947</id>
<updated>2026-01-06T07:14:24Z</updated>
<published>2025-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Faktor-Faktor Budi Daya dan Lingkungan yang Memengaruhi Penyakit Blas Padi di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi Cultural Practices and; Environmental Factors that Affecting Rice Blast Disease in Cidahu District, Sukabumi Regency
Bakti, Muhammad; Istiaji, Bonjok; Widodo
Blast disease is one of the most devastated plant pathogens that can cause yield&#13;
loss in rice. Blast disease is caused by the fungus Pyricularia oryzae (teleomorph:&#13;
Magnaporthe oryzae). This study aims to determine the cultivation techniques practiced&#13;
by farmers and their relationship with the severity of blast disease in rice plants. The&#13;
study was conducted using two methods, namely structured interviews with 60&#13;
respondents and direct observation of blast disease severity in the field.Obtained data&#13;
was then processed using Microsoft excel 2019 and the χ2 (Chi-square) test was&#13;
conducted to see the relationship between the Cultivation and Environmental Factors&#13;
that Affect the Rate of Blast Disease at the α = 5% level. The highest average disease&#13;
severity occurred in Babakan Pari village with a severity of 24.95% and the lowest&#13;
severity in Pondok Kaso Tengah village 13.03%. Sufficient of P and K fertilization, no&#13;
water stress, the use of certified seeds, and full return of straw tended to reduce blast&#13;
disease severity. Meanwhile, the use of herbicides in weed management shows a higher&#13;
level of disease severity compared to only mechanical methods.
</summary>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kesehatan Tanaman Sebagai Faktor Kunci Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Negeri</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160502" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pendong, Lexi Majesty</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160502</id>
<updated>2025-01-06T04:55:36Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kesehatan Tanaman Sebagai Faktor Kunci Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Negeri
Pendong, Lexi Majesty
Ancaman terhadap ketahanan pangan nasional semakin meningkat dengan munculnya penyakit baru pada tanaman. Diskusi bertajuk “Kesehatan Tanaman sebagai Faktor Kunci dalam Mendukung Ketahanan Pangan Negeri” yang diadakan pada 23 Oktober 2024 di IPB International Convention Center, melibatkan 45 peserta secara langsung dan 137 peserta secara daring, termasuk akademisi, Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, industri agrikultura, dan petani. Prof. Sri Hendrastuti Hidayat dari IPB University mengungkapkan bahwa sejarah mencatat penyakit tanaman dapat menyebabkan kelaparan, seperti yang terjadi pada kentang di Irlandia dan padi di India dan menekankan pentingnya strategi mitigasi dan pengelolaan kesehatan tanaman untuk menjaga ketahanan pangan. Dr. Ir. Bambang Budhianto dari Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) menyampaikan bahwa serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang signifikan, dengan kerugian pada tanaman hortikultura mencapai 46-100%. Pengalaman petani Adi Suryadi menunjukkan dampak nyata dari serangan virus pada tanaman, yang mengakibatkan kerugian besar. Untuk mencegah hal ini, penggunaan benih unggul berkualitas menjadi kunci, karena benih tersebut dirancang untuk tahan terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Proyeksi industri perlakuan benih global mencapai USD 9,2 miliar pada tahun 2027, mencerminkan kebutuhan akan benih berkualitas untuk ketahanan pangan. Namun, pengendalian penyakit baru tidak hanya bergantung pada benih berkualitas; kolaborasi antara pemangku kepentingan sangat penting. Dengan membangun jaringan yang kuat dan saling mendukung, sistem pertanian yang lebih resilien, produktif, dan berkelanjutan dapat tercipta, menjaga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan untuk generasi mendatang.
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Insektisida Agera 66/214 SL (Fipronil 66 g/l + Imidakloprid 214 g/l) terhadap Rayap Kayu Kering Cryptotermes cynocephalus pada Kayu Penggergajian</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160486" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sugiana, Fenny Aulia</name>
</author>
<author>
<name>Mubin, Nadzirum</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160486</id>
<updated>2025-01-03T15:08:47Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Insektisida Agera 66/214 SL (Fipronil 66 g/l + Imidakloprid 214 g/l) terhadap Rayap Kayu Kering Cryptotermes cynocephalus pada Kayu Penggergajian
Sugiana, Fenny Aulia; Mubin, Nadzirum
Rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus) merupakan serangga yang keberadaannya sulit diketahui (hidden infestation) sehingga diperlukan teknik pengendalian yang dapat diterapkan dengan mudah dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insektisida Agera 66/214 SL (fipronil 66 g/l dan imidakloprid 214 g/l) untuk mengendalian rayap kayu kering pada kayu penggergajian. Metode yang digunakan yaitu penyiapan serangga uji, pembuatan larutan uji, penyiapan kayu, pengamatan, dan pengolahan data. Konsentrasi larutan uji yang digunakan yaitu 0.0, 1.0, 2.0, 3.0, 4.0, dan 6.0 ml/l. Kayu yang telah disiapkan selanjutnya diberikan perlakuan sesuai dengan konsentrasi uji dan didiamkan selama 12 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rayap kayu kering pada pengujian konsentrasi 1.0-6.0 ml/l menunjukkan kematian yang sangat tinggi (100%) pada hari kedua setelah pemaparan. Rayap yang dipaparkan pada kayu yang sebelumnya diberikan perlakuan insektisida Agera 66/214 SL masih memberikan pengaruh meskipun sudah didiamkan selama lebih dari 3 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa kayu yang diberikan perlindungan insektisida Agera 66/214 SL sangat efektif untuk mengendalian rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus).
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
