<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veterinary Clinic Reproduction and Pathology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/64" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/64</id>
<updated>2026-06-21T22:15:25Z</updated>
<dc:date>2026-06-21T22:15:25Z</dc:date>
<entry>
<title>Laporan Kasus: Kasus Suspect Pneumonia pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173207" rel="alternate"/>
<author>
<name>Emira, Intan</name>
</author>
<author>
<name>Padang, Ardy Armando</name>
</author>
<author>
<name>Razdian, Farahdhiya Bunga</name>
</author>
<author>
<name>Hidayat, Rayhan Arya</name>
</author>
<author>
<name>Arraudha, Naura Athira</name>
</author>
<author>
<name>Firdaus, Munira Laeli</name>
</author>
<author>
<name>Manika, Josephine Maria</name>
</author>
<author>
<name>Retno Wulansari</name>
</author>
<author>
<name>Deny Setyo Widodo</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173207</id>
<updated>2026-05-31T03:07:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Laporan Kasus: Kasus Suspect Pneumonia pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB
Emira, Intan; Padang, Ardy Armando; Razdian, Farahdhiya Bunga; Hidayat, Rayhan Arya; Arraudha, Naura Athira; Firdaus, Munira Laeli; Manika, Josephine Maria; Retno Wulansari; Deny Setyo Widodo
Seekor anjing jantan bernama Jacko, ras mix golden berumur tiga tahun dengan warna&#13;
rambut golden datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP), Sekolah Kedokteran&#13;
Hewan dan Biomedis (SKHB) karena dicurigai menelan benda asing. Anjing Jacko kemudian&#13;
diarahkan untuk melakukan x-ray untuk melihat kondisi saluran pencernaan, namun tidak&#13;
ditemukan adanya benda asing (corpus alienum). Anjing jacko kemudian menjalani prosedur&#13;
ekokardiografi dan USG TFAST sebagai pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ditemukan adanya&#13;
kelainan pada jantung, namun hasil USG menunjukkan adanya wet lung, lung pocket, dan&#13;
B-line pada daerah Chest Tube Site (CTS). Pada daerah Pericardial Site (PCS) juga terlihat&#13;
ada B-lines di daerah lobus cranial lung. Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan anjing&#13;
Jacko mengalami pneumonia, bronchopneumonia, atau mild effusion. Terapi yang diberikan&#13;
kepada anjing Jacko berupa antibiotik, bronchodilator, furosemide, aspar-k, dan vitamin C.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Laporan Kasus: Squamous Cell Carcinoma (SCC) pada Anjing Ras Golden Retriever di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173206" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yohan, Patricia</name>
</author>
<author>
<name>Aulia, Darapuspa Widyadhari</name>
</author>
<author>
<name>Zulfa, Andharani</name>
</author>
<author>
<name>Gotama, I Made</name>
</author>
<author>
<name>Salsabila, Aisyah</name>
</author>
<author>
<name>Raihan, Muhammad Ammar</name>
</author>
<author>
<name>Yen, Amabel See Li</name>
</author>
<author>
<name>Deny Setyo Wibowo</name>
</author>
<author>
<name>Retno Wulansari</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173206</id>
<updated>2026-05-31T03:01:34Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Laporan Kasus: Squamous Cell Carcinoma (SCC) pada Anjing Ras Golden Retriever di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University
Yohan, Patricia; Aulia, Darapuspa Widyadhari; Zulfa, Andharani; Gotama, I Made; Salsabila, Aisyah; Raihan, Muhammad Ammar; Yen, Amabel See Li; Deny Setyo Wibowo; Retno Wulansari
Squamous cell carcinoma (SCC) merupakan neoplasia ganas kulit yang berasal dari sel epitel&#13;
skuamosa dan bersifat invasif lokal dengan potensi destruksi jaringan sekitarnya. Laporan kasus&#13;
ini menggambarkan seekor anjing jantan ras Golden Retriever berusia sekitar 12 tahun bernama&#13;
Oscar dengan lesi ulseratif kronis pada regio siku kanan yang telah berlangsung selama dua tahun&#13;
dan mengalami progresi menjadi massa proliferatif yang tidak sembuh. Pemeriksaan fisik umum,&#13;
pemeriksaan hematologi lengkap, kimia darah, serta biopsi kulit untuk histopatologi dilakukan&#13;
sebagai penunjang diagnosis. Hasil histopatologi menunjukkan proliferasi sel-sel skuamosa&#13;
neoplastik yang membentuk pulau-pulau tumor dengan mutiara tanduk serta ulserasi akibat invasi&#13;
tumor, sehingga meneguhkan diagnosis SCC. Terapi yang diberikan meliputi tindakan bedah&#13;
pengangkatan jaringan terinfeksi beserta margin jaringan sehat, perawatan luka lokal, pemberian&#13;
antibiotik sistemik dan topikal, kortikosteroid, obat antikanker, serta multivitamin sebagai terapi&#13;
suportif yang memberikan perbaikan klinis berupa penurunan eksudat, bau, dan inflamasi&#13;
meskipun luka belum menutup sempurna. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini,&#13;
pemeriksaan penunjang komprehensif, dan penatalaksanaan multimodal pada SCC kutaneus&#13;
dengan ulserasi kronis pada anjing geriatri.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Cystic Endometrial Hyperplasia Pada Kucing Maya</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162468" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rr. Soesatyoratih</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162468</id>
<updated>2025-06-13T01:53:01Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Cystic Endometrial Hyperplasia Pada Kucing Maya; STUDI KASUS
Rr. Soesatyoratih
Kucing merupakan salah satu jenis hewan yang banyak ditemukan di&#13;
lingkungan, baik sebagai hewan kesayangan (peliharaan) maupun sebagai&#13;
hewan liar. Beberapa faktor yang menyebabkan populasi kucing cukup tinggi&#13;
adalah siklus berahi, periode kebuntingan, dan frekuensi melahirkan yang cukup&#13;
sering dalam setahun. Kucing memiliki siklus birahi seasonal polyestrus, yaitu&#13;
birahi yang tidak bermusim, bisa terjadi kapan saja. Dalam satu periode&#13;
kebuntingan induk kucing dapat menghasilkan 1-6 ekor anak dan dalam setahun&#13;
kucing dapat beranak 1-3 kali. Apabila dikalkulasikan, seekor kucing dapat&#13;
menghasilkan sekitar 40 ekor anak selama 5 tahun masa hidupnya (Kennedy et&#13;
al. 2020).&#13;
Salah satu penyakit reproduksi yang dapat terjadi pada kucing betina yaitu&#13;
cystic endometrial hyperplasia (CEH). CEH merupakan suatu penyakit&#13;
reproduksi yang dikarakterisasikan dengan hiperplasia endometrium akibat&#13;
induksi progesteron yang disertai dengan keberadaan kista pada endometrium&#13;
(Agudelo 2005). CEH lebih jarang ditemukan pada kucing jika dibandingkan&#13;
dengan anjing. Hal ini disebabkan oleh rendahnya paparan progesterone&#13;
terhadap kucing karena kucing adalah hewan induced-ovulator, sehingga&#13;
perkembangan CEH memiliki risiko yang lebih rendah (Becha 2017). Pada&#13;
kucing, risiko kejadian CEH dapat meningkat seiring bertambahnya usia kucing&#13;
(Binder et al. 2020). CEH pada kucing umum ditemukan pada kucing betina yang&#13;
belum pernah melahirkan yang berusia lebih dari 3 tahun. ...
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evans Syndrome</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160414" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kemuning, Asri Ragil</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160414</id>
<updated>2024-12-31T06:24:47Z</updated>
<published>2024-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evans Syndrome
Kemuning, Asri Ragil
Evans Syndrome (ES) pertama kali diketahui oleh Robert Evans pada tahun&#13;
1951. Evans Syndrome merupakan penyakit autoimun yang langka, dimana sistem&#13;
kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang secara keliru menghancurkan&#13;
eritrosit, trombosit, dan kadang leukosit (neutrofil). Evans Syndrome (ES)&#13;
dikarakteristikan dengan perkembangan simultan atau sekuensial dari&#13;
Autoimmune Haemolytic Anemia (AIHA) dan Immune Thrombocytopenia&#13;
Purpura (ITP) dan/atau immune neutropenia tanpa etiologi yang mendasari,&#13;
sehingga Evans Syndrome merupakan diagnosa eksklusi ...
</summary>
<dc:date>2024-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
