<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Animal Production Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58</id>
<updated>2026-04-07T16:00:15Z</updated>
<dc:date>2026-04-07T16:00:15Z</dc:date>
<entry>
<title>Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163043" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adiyoga, Reza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163043</id>
<updated>2025-06-25T13:39:22Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)
Adiyoga, Reza
Air minum merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang performa dan kesehatan ayam broiler. Kualitas air yang buruk dapat menjadi sumber kontaminasi mikroorganisme patogen yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kualitas karkas ayam. Dalam sistem pemeliharaan intensif, teknologi pemurnian air seperti Water Purification System (WPS) mulai diterapkan untuk memastikan air minum yang diberikan kepada ayam terbebas dari kontaminan fisik, kimia, dan mikrobiologi.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kualitas karkas ayam broiler yang diberi air minum hasil penyaringan menggunakan WPS dengan ayam yang diberi air tanpa penyaringan (No WPS). Studi ini menggunakan ayam broiler komersial sebanyak 7.700 ekor yang dipelihara sejak usia sehari (DOC) selama 30 hari. Parameter yang diamati mencakup kualitas fisik dan mikrobiologi air, serta hasil akhir berupa kualitas karkas ayam.&#13;
Laporan ini menyajikan hasil pengamatan di lapangan sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas penggunaan WPS di peternakan ayam broiler. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai manfaat penggunaan WPS dalam meningkatkan performa dan kualitas akhir produk unggas, khususnya karkas ayam broiler. ...
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Water Purification System (WPS) Terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163042" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adiyoga, Reza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163042</id>
<updated>2025-06-25T13:40:04Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Water Purification System (WPS) Terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur
Adiyoga, Reza
Produktivitas ayam petelur dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti genetika, iklim mikro, mutu pakan, dan manajemen pemeliharaan. Dalam iklim tropis Indonesia, suhu lingkungan sering melebihi batas nyaman (18–25 °C), memasuki zona kritis (&gt;32 °C), sehingga menurunkan nafsu makan, kekebalan tubuh, dan produktivitas telur . Selain itu, tingkat kelembapan tinggi (&gt;70 %) dapat memperparah stres panas dan mempengaruhi feed conversion ratio (FCR) serta mutu telur.&#13;
Air minum yang berkualitas rendah, misalnya dengan pH yang tidak seimbang, kandungan mineral tinggi, dan mikroba patogen seperti E. coli, Salmonella, atau Staphylococcus, dapat menurunkan kesehatan ayam, menurunkan efisiensi pakan, dan memengaruhi kualitas fisik telur, seperti ketebalan kerabang dan unit Haugh . Penelitian juga menunjukkan bahwa air dengan pH 6–8 dan mineral terlarut dalam batas wajar (hardness 60–180 ppm, clorida &lt;150 ppm) sangat krusial untuk performa unggas yang optimal.&#13;
Berangkat dari fakta-fakta tersebut, penggunaan Water Purification System (WPS) menjadi strategi penting dalam memperbaiki kualitas air minum ayam. Dengan WPS, diharapkan air bebas kontaminan kimia dan mikroba, menjaga keseimbangan pH, serta meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam petelur, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap mutu dan keberlanjutan usaha peternakan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan WPS pada ayam petelur ISA Brown selama 30 hari terhadap kualitas fisik, nutrisi, dan mikrobiologi telur. ...
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163040" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adiyoga, Reza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163040</id>
<updated>2025-06-25T08:51:06Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)
Adiyoga, Reza
Air minum merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang performa dan kesehatan ayam broiler. Kualitas air yang buruk dapat menjadi sumber kontaminasi mikroorganisme patogen yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kualitas karkas ayam. Dalam sistem pemeliharaan intensif, teknologi pemurnian air seperti Water Purification System (WPS) mulai diterapkan untuk memastikan air minum yang diberikan kepada ayam terbebas dari kontaminan fisik, kimia, dan mikrobiologi.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kualitas karkas ayam broiler yang diberi air minum hasil penyaringan menggunakan WPS dengan ayam yang diberi air tanpa penyaringan (No WPS). Studi ini menggunakan ayam broiler komersial sebanyak 7.700 ekor yang dipelihara sejak usia sehari (DOC) selama 30 hari. Parameter yang diamati mencakup kualitas fisik dan mikrobiologi air, serta hasil akhir berupa kualitas karkas ayam.&#13;
Laporan ini menyajikan hasil pengamatan di lapangan sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas penggunaan WPS di peternakan ayam broiler. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai manfaat penggunaan WPS dalam meningkatkan performa dan kualitas akhir produk unggas, khususnya karkas ayam broiler.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Variabel Pembeda Ukuran Permukaan Tubuh Linear Kambing Pe (Peranakan Etawah) Betina Dewasa Di Dua Balai Penelitian</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163003" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mulyono, Rini Herlina</name>
</author>
<author>
<name>Atabany, Afton</name>
</author>
<author>
<name>Sari, Munira Intan</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163003</id>
<updated>2025-06-25T06:59:46Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Variabel Pembeda Ukuran Permukaan Tubuh Linear Kambing Pe (Peranakan Etawah) Betina Dewasa Di Dua Balai Penelitian
Mulyono, Rini Herlina; Atabany, Afton; Sari, Munira Intan
Kambing PE (peranakan etawah) merupakan kambing lokal hasil silangan tatar antara kambing kacang dan kambing etawah. Kambing PE telah beradaptasi baik dengan lingkungan tropis lembap Indonesia. Penelitian dilakukan di dua balai penelitian yang mengembangkan kambing PE, yaitu di BBPTU-HPT Baturraden di Jawa Tengah dan BPTU-HPT Pelaihari di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan kambing PE betina dewasa sebanyak 30 ekor pada masing-masing balai penelitian (jumlah keseluruhan kambing yang digunakan 60 ekor). Variabel yang diukur meliputi tinggi pundak (X1), tinggi pinggul (X2), panjang badan (X3), lebar dada (X4), dalam dada (X5), lebar pinggul (X6), panjang pinggul (X7), lingkar dada (X8), dan lingkar kanon (X9). Statistik T2-Hotelling memberikan hasil perbedaan ukuran-ukuran permukaan tubuh linear kambing PE di dua balai penelitian (P&lt;0,05). Statistik T2-Hotelling menyatakan perbedaan ukuran permukaan tubuh linear kambing PE betina dewasa antara dua balai penelitian (P&lt;0,01). Fungsi diskriminan Fisher yang diperoleh: Y=0,11X1 –0,67X3+0,01 X5+2,98X7 +0,75X8+3,47X9. Sebanyak satu ekor kambing PE betina dewasa di BPTU-HPT Pelaihari berada pada rentang skor diskriminan yang dimiliki kambing PE betina dewasa di BBPTU-HPT Baturraden.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
