<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Mathematics and Natural Sciences Book's</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57770" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57770</id>
<updated>2026-05-24T15:26:45Z</updated>
<dc:date>2026-05-24T15:26:45Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengantar Pemrograman Dengan Python Untuk Penelitian Menggunakan Anaconda Dan Jupyter Notebook</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116118" rel="alternate"/>
<author>
<name>Giri, Endang Purnama</name>
</author>
<author>
<name>Wijaya, Sony Hartono</name>
</author>
<author>
<name>Haryanto, Toto</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116118</id>
<updated>2023-01-18T05:06:41Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengantar Pemrograman Dengan Python Untuk Penelitian Menggunakan Anaconda Dan Jupyter Notebook
Giri, Endang Purnama; Wijaya, Sony Hartono; Haryanto, Toto
Kemampuan pemrograman merupakan kompetensi utama mahasiswa ilmu&#13;
Komputer dan teknik infomatika. Python merupakan salah satu bahasa&#13;
pemrograman yang banyak digunakan pada beragam penelitian. Hal tersebut karena&#13;
banyaknya library pendukung pada lingkungan pemrograman python. Buku ini&#13;
merupakan buku yang ditujukan sebagai pendamping bagi mahasiswa yang ingin&#13;
mempelajari pemrograman dengan python. Lebih lanjut melalui buku ini&#13;
mahasiswa yang akan melakukan penelitian dan menggunakan python sebagai&#13;
Bahasa pemrograman bisa memperoleh referensi yang mudah dipahami untuk&#13;
menuliskan kode programnya.
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Teknologi Biofarmaka Kehutanan Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76077" rel="alternate"/>
<author>
<name>Iswantini, Dyah</name>
</author>
<author>
<name>Latifah</name>
</author>
<author>
<name>K. Darusman</name>
</author>
<author>
<name>Edy Djauhari</name>
</author>
<author>
<name>Rahminiwati, Mien</name>
</author>
<author>
<name>Lestari, Yulin</name>
</author>
<author>
<name>Indariani</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76077</id>
<updated>2015-09-02T00:33:13Z</updated>
<published>2009-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Teknologi Biofarmaka Kehutanan Indonesia
Iswantini, Dyah; Latifah; K. Darusman; Edy Djauhari; Rahminiwati, Mien; Lestari, Yulin; Indariani
</summary>
<dc:date>2009-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Konfigurasi titik dalam ruang (Kajian teoritis, simulasi, dan kasus)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68973" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nuraidi, Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68973</id>
<updated>2015-09-02T03:10:50Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Konfigurasi titik dalam ruang (Kajian teoritis, simulasi, dan kasus)
Nuraidi, Muhammad
Realisasi fenomena pada bidang spasial pada umumnya ditunjukkan dengan pola titik pada bidang spasial tersebut. Oleh karena itu deteksi pola sebaran titik spasial cukup penting diketahui. Untuk itu dilakukan deteksi pola titik spasial dengan metode Kuadran dan Tetangga Terdekat. Pola titik spasial yang dilakukan pengaturan untuk efisiensi ruang biasanya mengikuti pola regular. Oleh karena itu pengetahuan tentang sebaran peluang yang melandasi pola titik spasial yang diakibatkan proses regular perlu diketahui. Hasil menunjukkan bahwa Titik spasial yang menyebar secara regular ternyata mempunyai sebaran massa peluang Binomial. Titik spasial menyebar secara regular akan mempunyai nilai VMR kurang dari satu karena nilai VMR=1-p dimana p&gt;=0. Sebaran titik spasial yang dibangkitkan dengan mengikuti sebaran massa peluang binomial tetap merupakan sebaran titik yang regular dan tidak dipengaruhi oleh banyaknya sekatan yang diberikan pada metode Kuadran. Hasil yang sama ditunjukkan dengan metode Tetangga Terdekat.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Indeks Kualitas Lingkungan Hidup</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68972" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nuraidi, Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68972</id>
<updated>2015-09-02T03:10:40Z</updated>
<published>2010-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Nuraidi, Muhammad
Banyak pengarang, pimpinan pemerintah dan komite telah menekankan pentingnya pengembangan dan penggunaan indeks lingkungan. Kegunaan dari indeks lingkungan biasanya dihubungakan dengan alasan dasar dari pengumpulan data pada saat monitoring lingkungan. Data monitoring lingkungan berisi pengukuran rutin dari variabel fisik, kimia dan biologi yang mana ditujukan untuk menggambarkan kondisi lingkungan. Data ini biasanya informasi penting untuk memutuskan efektivitas dari regulasi dalam peningkatan kualitas lingkungan. Secara konseptual, data pemantauan lingkungan menyediakan umpan balik yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas aktivitas regulasi. Sekali data monitoring lingkungan dikumpulkan, maka akan ada cara kebutuhan lebih lanjut untuk mengubah data tersebut ke dalam bentuk yang lebih sederhana untuk dimengerti. Indeks lingkungan memerankan aturan yang penting untuk menyederhanakan data lingkungan. Sekali indeks lingkungan dikembangkan dan digunakan, mereka harus mampu menjelaskan beberapa hal antara lain a) adanya trend, b) highlight kondisi lingkungan spesifik,c) membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan dalam mengevaluasi efektivitas peraturan.
</summary>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
