<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Forestry Book's</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57206" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57206</id>
<updated>2026-08-12T20:11:37Z</updated>
<dc:date>2026-08-12T20:11:37Z</dc:date>
<entry>
<title>Teknik Penebangan Dan Pembagian Batang Dalam Pemanenan Hutan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177656" rel="alternate"/>
<author>
<name>Muthmainnah, Irsya Muthia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177656</id>
<updated>2026-08-07T06:24:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Teknik Penebangan Dan Pembagian Batang Dalam Pemanenan Hutan; Tree Felling And Bucking Techniques In Forest Harvesting
Muthmainnah, Irsya Muthia
Buku ajar ini membahas dua pekerjaan pokok pada tahap awal operasi pemanenan kayu, yaitu penebangan pohon dan pembagian batang. Materi disusun untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara kondisi pohon, arah rebah, teknik pembuatan takik, pengendalian bahaya, mutu batang, spesifikasi sortimen, dan efisiensi pemanfaatan kayu.&#13;
Bab 1 menguraikan pemeriksaan pohon dan tempat kerja, penentuan arah rebah, takik rebah, takik balas, engsel, penggunaan baji, penanganan kondisi khusus, dan pemeriksaan pascapenebangan. Bab 2 membahas pembersihan cabang, pembagian batang, tegangan dan kompresi pada batang rebah, pengukuran sortimen, pengendalian cacat, serta evaluasi limbah. Prinsip pemanenan berdampak rendah, keselamatan, dan ketertelusuran diterapkan sebagai pertimbangan lintas bab.&#13;
Setiap bab memuat tujuan pembelajaran, pemahaman praktis, contoh, tugas, dan lembar observasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyebutkan tahapan kerja, tetapi juga dapat menilai keputusan teknis berdasarkan kondisi lapangan dan menjelaskan konsekuensinya terhadap keselamatan, kerusakan tegakan tinggal, mutu kayu, dan produktivitas.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Logging Plan In Tropical Rain Forest Perencanaan Pemanenan Hutan Di Hutan Alam Tropis</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177490" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suwarna, Ujang</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177490</id>
<updated>2026-08-07T00:32:02Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Logging Plan In Tropical Rain Forest Perencanaan Pemanenan Hutan Di Hutan Alam Tropis
Suwarna, Ujang
Pemanenan hutan merupakan serangkaian kegiatan kehutanan yang merubah&#13;
pohon dan biomas lain menjadi bentuk yang dapat dipindahkan ke lokasi lain&#13;
sehingga bermanfaat bagi kehidupan dan ekonomi masyarakat.&#13;
Exploitasi (exploitation) merupakan kegiatan memanfaatkan sesuatu untuk&#13;
kepentingan diri sendiri dengan cara yang tidak etis.&#13;
Logging merupakan kegiatan menebang pohon untuk kemudian dilakukan&#13;
berbagai perlakuan terhadap kayu bulat yang kemudian diangkut keluar hutan.&#13;
Pembalakan merupakan upaya mengeluarkan kayu dari pohon berdiri sampai&#13;
dapat dimanfaatkan diluar hutan. ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUTAN DIGITAL Masa Depan Pengelolaan Hutan Skala Kecil yang Cerdas dan Berkelanjutan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163192" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kuncahyo, Budi</name>
</author>
<author>
<name>Muhdin</name>
</author>
<author>
<name>Ilham, Qori Pebrial</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163192</id>
<updated>2025-06-26T23:01:26Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUTAN DIGITAL Masa Depan Pengelolaan Hutan Skala Kecil yang Cerdas dan Berkelanjutan
Kuncahyo, Budi; Muhdin; Ilham, Qori Pebrial
Pengelolaan hutan telah mengalami transformasi yang signifikan selama beberapa dekade terakhir, bergeser dari fokus eksploitatif pada memaksimalkan hasil kayu ke pendekatan yang lebih terintegrasi yang menekankan keberlanjutan dan keseimbangan ekologis. Secara historis, gaya manajemen ini sering mengabaikan dampak ekologis jangka panjang, tetapi peningkatan kesadaran global tentang perubahan iklim dan degradasi lingkungan telah mendorong evaluasi ulang prioritas. Paradigma sekarang tidak hanya mencakup hasil ekonomi tetapi juga pelestarian keanekaragaman hayati, kualitas air, dan penyerapan karbon, yang mencerminkan kepentingan masyarakat dan kemajuan ilmiah [(Jackson, 2007) ("Climate change adaptation", 2023)]. Evolusi ini telah dipengaruhi oleh tekanan internasional dan pengakuan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan (SFM) harus menyeimbangkan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi, yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan publik [(Kumar et al., 2021) (Patel et al., 2024)]. Akibatnya, praktik pengelolaan hutan semakin dicirikan oleh sifatnya yang adaptif dan integratif, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ekosistem hutan untuk generasi masa depan (Sample &amp; Sedjo, 1996)]. ...
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Metode Survei Dan Inventarisasi Mamalia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152988" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mustari, Abdul Haris</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152988</id>
<updated>2024-06-28T06:52:18Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Metode Survei Dan Inventarisasi Mamalia; BUKU AJAR
Mustari, Abdul Haris
Mamalia merupakan salah satu klas dalam Kingdom Animalia, memiliki beberapa&#13;
keistimewaan baik dalam hal fisiologi maupun dalam hal susunan saraf dan tingkat&#13;
intelegensianya. Mamalia dari kata mammilae artinya kelenjar susu, hanya satwa dari&#13;
klas ini yang memiliki kelenjar susu. Ciri lain mamalia yaitu terdapatnya rambut&#13;
(hair) pada kulitnya. Selain itu mamalia mampu bertahan hidup pada kondisi cuaca&#13;
yang ekstrim sekalipun, bahkan di kutub utara dan selatan dapat dijumpai mamalia&#13;
harena adanya kemampuan mengatur suhu tubuhnya (homoitherm). Karena itu tidak&#13;
mengherankan apabila disetiap sudut bumi ini dapat dijumpai mamalia.&#13;
Keragaman mamalia sangat tinggi. Mamalia yang masih hidup (karena&#13;
banyak yang telah punah) saat ini tercatat 26 ordo, 136 famili, 1135 genera, dan 4629&#13;
spesies. Lebih lanjut, pada tingkatan ordo, hampir 50% spesies mamalia adalah dari&#13;
ordo satwa-satwa pengerat (Rodentia) yaitu 2015 spesies. Urutan kedua yang&#13;
tercatat memiliki spesies terbanyak adalah jenis-jenis kelelawar/kalong/codot&#13;
mencapai 925 spesies. Sedangkan jenis-jenis satwa pemakan seranggga (ordo&#13;
Insectivora) menempai urutan ke-3 dengan jumlah spesies 420. Satwa pemakan&#13;
daring (Carnivora) menempati urutan ke-4 sebanyak 271 spesies. Ordo primata 233&#13;
species, Artiodactyla 220 species, dan Lagomorpha (rabbit dan hare) sebanyak 80&#13;
species ...
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
