<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Veterinary</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5343" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5343</id>
<updated>2026-06-11T08:31:18Z</updated>
<dc:date>2026-06-11T08:31:18Z</dc:date>
<entry>
<title>Laporan Kasus: Kasus Suspect Pneumonia pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173207" rel="alternate"/>
<author>
<name>Emira, Intan</name>
</author>
<author>
<name>Padang, Ardy Armando</name>
</author>
<author>
<name>Razdian, Farahdhiya Bunga</name>
</author>
<author>
<name>Hidayat, Rayhan Arya</name>
</author>
<author>
<name>Arraudha, Naura Athira</name>
</author>
<author>
<name>Firdaus, Munira Laeli</name>
</author>
<author>
<name>Manika, Josephine Maria</name>
</author>
<author>
<name>Retno Wulansari</name>
</author>
<author>
<name>Deny Setyo Widodo</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173207</id>
<updated>2026-05-31T03:07:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Laporan Kasus: Kasus Suspect Pneumonia pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB
Emira, Intan; Padang, Ardy Armando; Razdian, Farahdhiya Bunga; Hidayat, Rayhan Arya; Arraudha, Naura Athira; Firdaus, Munira Laeli; Manika, Josephine Maria; Retno Wulansari; Deny Setyo Widodo
Seekor anjing jantan bernama Jacko, ras mix golden berumur tiga tahun dengan warna&#13;
rambut golden datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP), Sekolah Kedokteran&#13;
Hewan dan Biomedis (SKHB) karena dicurigai menelan benda asing. Anjing Jacko kemudian&#13;
diarahkan untuk melakukan x-ray untuk melihat kondisi saluran pencernaan, namun tidak&#13;
ditemukan adanya benda asing (corpus alienum). Anjing jacko kemudian menjalani prosedur&#13;
ekokardiografi dan USG TFAST sebagai pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ditemukan adanya&#13;
kelainan pada jantung, namun hasil USG menunjukkan adanya wet lung, lung pocket, dan&#13;
B-line pada daerah Chest Tube Site (CTS). Pada daerah Pericardial Site (PCS) juga terlihat&#13;
ada B-lines di daerah lobus cranial lung. Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan anjing&#13;
Jacko mengalami pneumonia, bronchopneumonia, atau mild effusion. Terapi yang diberikan&#13;
kepada anjing Jacko berupa antibiotik, bronchodilator, furosemide, aspar-k, dan vitamin C.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Laporan Kasus: Squamous Cell Carcinoma (SCC) pada Anjing Ras Golden Retriever di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173206" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yohan, Patricia</name>
</author>
<author>
<name>Aulia, Darapuspa Widyadhari</name>
</author>
<author>
<name>Zulfa, Andharani</name>
</author>
<author>
<name>Gotama, I Made</name>
</author>
<author>
<name>Salsabila, Aisyah</name>
</author>
<author>
<name>Raihan, Muhammad Ammar</name>
</author>
<author>
<name>Yen, Amabel See Li</name>
</author>
<author>
<name>Deny Setyo Wibowo</name>
</author>
<author>
<name>Retno Wulansari</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173206</id>
<updated>2026-05-31T03:01:34Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Laporan Kasus: Squamous Cell Carcinoma (SCC) pada Anjing Ras Golden Retriever di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University
Yohan, Patricia; Aulia, Darapuspa Widyadhari; Zulfa, Andharani; Gotama, I Made; Salsabila, Aisyah; Raihan, Muhammad Ammar; Yen, Amabel See Li; Deny Setyo Wibowo; Retno Wulansari
Squamous cell carcinoma (SCC) merupakan neoplasia ganas kulit yang berasal dari sel epitel&#13;
skuamosa dan bersifat invasif lokal dengan potensi destruksi jaringan sekitarnya. Laporan kasus&#13;
ini menggambarkan seekor anjing jantan ras Golden Retriever berusia sekitar 12 tahun bernama&#13;
Oscar dengan lesi ulseratif kronis pada regio siku kanan yang telah berlangsung selama dua tahun&#13;
dan mengalami progresi menjadi massa proliferatif yang tidak sembuh. Pemeriksaan fisik umum,&#13;
pemeriksaan hematologi lengkap, kimia darah, serta biopsi kulit untuk histopatologi dilakukan&#13;
sebagai penunjang diagnosis. Hasil histopatologi menunjukkan proliferasi sel-sel skuamosa&#13;
neoplastik yang membentuk pulau-pulau tumor dengan mutiara tanduk serta ulserasi akibat invasi&#13;
tumor, sehingga meneguhkan diagnosis SCC. Terapi yang diberikan meliputi tindakan bedah&#13;
pengangkatan jaringan terinfeksi beserta margin jaringan sehat, perawatan luka lokal, pemberian&#13;
antibiotik sistemik dan topikal, kortikosteroid, obat antikanker, serta multivitamin sebagai terapi&#13;
suportif yang memberikan perbaikan klinis berupa penurunan eksudat, bau, dan inflamasi&#13;
meskipun luka belum menutup sempurna. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini,&#13;
pemeriksaan penunjang komprehensif, dan penatalaksanaan multimodal pada SCC kutaneus&#13;
dengan ulserasi kronis pada anjing geriatri.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>FLUTD pada Kucing British Short Hair di KM  Global Animal Hospital</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171716" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wijaya, Agus</name>
</author>
<author>
<name>Wulansari, Retno</name>
</author>
<author>
<name>Widhyari, Sus Derthi</name>
</author>
<author>
<name>Esfandiari, Anita</name>
</author>
<author>
<name>Purwadi, Andi  Abimanyu Rizki</name>
</author>
<author>
<name>Elin</name>
</author>
<author>
<name>Elvira, Natasha</name>
</author>
<author>
<name>Raj, Navhin</name>
</author>
<author>
<name>Yulianawati, Nur Indria</name>
</author>
<author>
<name>Mulyadi, Reinhart Kurniawan</name>
</author>
<author>
<name>Milna, Resi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171716</id>
<updated>2025-12-16T03:45:12Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">FLUTD pada Kucing British Short Hair di KM  Global Animal Hospital; Laporan Kasus
Wijaya, Agus; Wulansari, Retno; Widhyari, Sus Derthi; Esfandiari, Anita; Purwadi, Andi  Abimanyu Rizki; Elin; Elvira, Natasha; Raj, Navhin; Yulianawati, Nur Indria; Mulyadi, Reinhart Kurniawan; Milna, Resi
Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) pada kucing merupakan istilah&#13;
yang terkait dengan gangguan yang terjadi pada vesica urinaria dan saluran urinaria&#13;
bagian bawah. Gejala klinis yang terlihat berupa periuria, haematuria dan stranguria.&#13;
Faktor yang mempengaruhi gangguan ini yaitu umur dan pakan. Seekor kucing British&#13;
Short Hair jantan berusia 2 tahun dengan bobot badan 4,68 kg dibawa ke KM Global&#13;
Animal Hospital dengan keadaan lemas dan sulit urinasi sejak satu hari terakhir.&#13;
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan yaitu X-ray right lateral view, hematologi&#13;
darah, dan uji kimia darah. Hasil pemeriksaan X-ray menunjukkan pembesaran pada&#13;
vesica urinaria dan perubahan bentuk pada ginjal. Hasil pemeriksaan hematologi&#13;
menunjukkan peningkatan pada leukosit (leukositosis). terapi yang diberikan pada&#13;
kasus ini berupa pemberian terapi cairan NaCl 0,95%, clavaseptin dan urinorm.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pelacakan Sianida Dalam Upaya Pencegahan Penggunaan Sianida Pada Destructive Fishing</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162539" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pribadi, Eko S</name>
</author>
<author>
<name>Deskiharto, Arman</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162539</id>
<updated>2025-06-17T23:29:38Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pelacakan Sianida Dalam Upaya Pencegahan Penggunaan Sianida Pada Destructive Fishing
Pribadi, Eko S; Deskiharto, Arman
Selain menggunakan setrum, sodium sianida juga digunakan untuk&#13;
menangkap ikan hidup-hidup dari habitat aslinya. Setelah ditangkap, ikan-ikan&#13;
tersebut dipindahkan dan disimpan dalam air tawar untuk memulihkan dan&#13;
mengurangi jumlah sianida karena hampir 80% dari semua sianida diubah&#13;
menjadi anion tiosianat (SCN-&#13;
). Anion tiosianat (SCN-&#13;
) dihasilkan melalui jalur&#13;
metabolisme utama untuk mendetoksifikasi anion sianida (CN-&#13;
) dan kemudian&#13;
dikeluarkan melalui air seni (urin) (Rubec et al., 2002).&#13;
Penangkapan ikan menggunakan sianida dianggap merupakan cara&#13;
menangkap ikan karang yang mudah dan murah. Ikan karang bernilai tinggi&#13;
dapat ditangkap hidup-hidup (Frey 2012). Penggunaan sianid tidak selektif&#13;
terhadap jenis ikan yang akan ditangkap. Terumbu karang hidup dapat&#13;
teracuni oleh sianida. Paparan sianida diketahui menyebabkan pemutihan&#13;
karang di terumbu, karena sianida mengganggu simbiosis hubungan antara&#13;
polip karang dan zooxanthelle yang memberi nutrisi pada karang (Mak et al.,&#13;
2005; Almany et al., 2007).&#13;
Meskipun melawan hukum, penangkapan ikan dengan sianida masih&#13;
umum dilakukan oleh nelayan di masyarakat miskin dan pedesaan yang&#13;
mengandalkan perdagangan untuk mata pencaharian mereka (Frey, 2012;&#13;
Reksodihardjo dan Lilley, 2007).  ...
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
