<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Biochemistry</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53</id>
<updated>2026-08-29T19:44:31Z</updated>
<dc:date>2026-08-29T19:44:31Z</dc:date>
<entry>
<title>Aktivitas Inhibisi Lipase Pankreas dan Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) dan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) secara In Vitro</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179039" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nugraha, Devinda Rizki</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179039</id>
<updated>2026-08-14T08:04:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aktivitas Inhibisi Lipase Pankreas dan Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) dan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) secara In Vitro
Nugraha, Devinda Rizki
Obesitas berkaitan dengan akumulasi lemak berlebih dan peningkatan stres oksidatif. Penghambatan enzim lipase pankreas menjadi salah satu strategi untuk mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi terbaik ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berdasarkan kadar fenolik total, flavonoid total, kapasitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi lipase pankreas secara in vitro. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sonikasi dengan etanol 70% (v/v) dan dianalisis menggunakan metode Folin-Ciocalteu, AlCl3, DPPH, FRAP, dan uji inhibisi lipase pankreas. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total, flavonoid total, kapasitas antioksidan FRAP, dan aktivitas inhibisi lipase pankreas kayu secang lebih tinggi dibandingkan seluruh kombinasi sampel, yaitu berturutturut sebesar 176,49 mg GAE/g ekstrak, 99,34 mg QE/g ekstrak, 248,06 mg TE/g ekstrak, dan 82,78%. Kombinasi (3:1) menunjukkan aktivitas inhibisi lipase pankreas tertinggi (59,39%) dan nilai antioksidan tertinggi (80,231 mg TE/g ekstrak dan 234,970 mg TE/g ekstrak) sehingga menjadi kombinasi terbaik yang diuji.; Obesity is associated with excessive fat accumulation and increased oxidative stress. Inhibition of pancreatic lipase is a promising strategy to reduce dietary fat absorption. This study aimed to determine the optimum combination of sappan wood (Caesalpinia sappan) and bilimbi leaf (Averrhoa bilimbi L.) extracts based on total phenolic content, total flavonoid content, antioxidant capacity, and pancreatic lipase inhibitory activity in vitro. Extraction was performed using ultrasonic-assisted extraction with 70% ethanol (v/v), followed by analyses using Folin-Ciocalteu, AlCl3, DPPH, FRAP, and pancreatic lipase inhibition assays. The results demonstrated that sappan wood extract exhibited higher total phenolic content, total flavonoid content, FRAP antioxidant capacity, and pancreatic lipase inhibitory activity than all extract combinations, with values of 176.49 mg GAE/g extract, 99.34 mg QE/g extract, 248.07 mg TE/g extract, and 82.78%, respectively. The 3:1 combination exhibited the highest pancreatic lipase inhibitory activity (59.39%) and the highest antioxidant values (80,231 mg TE/g extract and 234,970 mg TE/g extract), making it the best-performing combination among those tested.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Aktivitas Antibakteri Patogen dan Antioksidan secara In Vitro pada Tumbuhan Asal Taman Nasional Meru Betiri</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178498" rel="alternate"/>
<author>
<name>Najwa, Lutfiah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178498</id>
<updated>2026-08-13T03:10:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aktivitas Antibakteri Patogen dan Antioksidan secara In Vitro pada Tumbuhan Asal Taman Nasional Meru Betiri
Najwa, Lutfiah
Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) merupakan kawasan konservasi dengan biodiversitas yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami, tetapi informasi mengenai aktivitas antibakteri dan antioksidan dari tumbuhan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri 62 ekstrak metanol daun tumbuhan TNMB terhadap Staphylococcus aureus, aktivitas antioksidannya, serta hubungan antara kedua aktivitas tersebut. Skrining KLT-bioautografi menunjukkan 9 sampel berpotensi antibakteri. Uji difusi cakram mengidentifikasi empat sampel aktif, yaitu MB32, MB38, MB43, dan MB44. Seluruh sampel memiliki MIC sebesar 2.500 ppm; tiga sampel bersifat bakterisidal dan satu sampel (MB43) bersifat bakteriostatik. Kadar TPC dan TFC berkisar 50,03–211,11 mg GAE/g dan 49,30–253,75 mg QE/g. Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai FRAP 67,08–791,07 mg TE/g, IC50 DPPH 15,28–221,16 ppm, dan IC50 ABTS 2,43–11,18 ppm. MB43 memiliki zona bening terkecil menunjukkan aktivitas antioksidan FRAP tertinggi dan ABTS terkuat. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri dan antioksidan tidak selalu berkorelasi positif dan tumbuhan memiliki senyawa bioaktif yang beragam.; Meru Betiri National Park (MBNP) is a biodiversity-rich conservation area with potential as a source of natural bioactive compounds, yet information on its antibacterial and antioxidant activities remains limited. This study evaluated the antibacterial activity of 62 methanolic leaf extracts against Staphylococcus aureus, their antioxidant activity, and the relationship between both activities. TLC bioautography screening identified 9 extracts with antibacterial potential, while disk diffusion assays confirmed four active samples (MB32, MB38, MB43, and MB44). All samples showed an MIC of 2,500 ppm; three were bactericidal and one (MB43) was bacteriostatic. TPC and TFC ranged from 50.03–211.11 mg GAE/g and 49.30–253.75 mg QE/g, respectively. Antioxidant activity showed FRAP values of 67.08–791.07 mg TE/g, DPPH IC50 values of 15.28–221.16 ppm, and ABTS IC50 values of 2.43–11.18 ppm. Despite having the smallest inhibition zone, MB43 exhibited the highest FRAP and ABTS. These findings indicate that antibacterial and antioxidant activities are not always positively correlated and highlight the potential of MBNP plants as sources of diverse bioactive compounds.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Total Fenolik, Flavonoid, Tanin dan Kapasitas Antioksidan Ekstrak Etanol Teh Hijau dan Teh Hitam</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178125" rel="alternate"/>
<author>
<name>HAKIM, HAFIDHZ ABDUL</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178125</id>
<updated>2026-08-11T02:27:30Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Total Fenolik, Flavonoid, Tanin dan Kapasitas Antioksidan Ekstrak Etanol Teh Hijau dan Teh Hitam
HAKIM, HAFIDHZ ABDUL
Teh hijau dan teh hitam (Camellia sinensis) merupakan minuman yang kaya akan senyawa bioaktif, yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengukur senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan tanin serta kapasitas antioksidan dari ekstrak etanol 70 %. Kandungan total fenolik dan tanin dilakukan dengan metode folin-ciocalteu, kadar flavonoid dilakukan dengan metode aluminium klorida serta kapasitas antioksidan ekstrak etanol teh hijau dan teh hitam menggunakan metode DPPH, FRAP, dan MDA/TBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau memiliki kadar total fenolik (262,22 ± 4,08 mg GAE/g ekstrak),  dan tanin (161,86 ± 2,76 mg TAE/g ekstrak), serta aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan teh hitam pada semua metode pengujian. Teh hitam hanya menunjukkan kadar total flavonoid yang lebih tinggi yaitu 19,54 ± 0,62 mg QE/g ekstrak. Kapasitas antioksidan tertinggi terdapat pada teh hijau dengan nilai DPPH sebesar 942,55 ± 13,73 µmol TE/g ekstrak, FRAP sebesar 2681,87 ± 122,22 µmol TE/g ekstrak, dan persen inhibisi MDA/TBA sebesar 84,63 ± 0,17 %. Hasil ini menunjukkan bahwa teh hijau memiliki potensi antioksidan yang lebih kuat dibandingkan teh hitam, sehingga efektif menetralisir radikal bebas dan menjaga keseimbangan homeostasis oksidatif tubuh; Green tea and black tea (Camellia sinensis) are beverages rich in bioactive compounds which play a crucial role in antioxidant activity. This study aimed to determine the total phenolic, flavonoid, and tannin contents, as well as antioxidant capacity of 70% ethanol extracts from green tea and black tea using DPPH, FRAP, and MDA/TBA methods. The results showed that green tea had higher total phenolic content (262,22 ± 4,08 mg GAE/g extract), total tannin (161,86 ± 2,76 mg TAE/g extract), and antioxidant capacity in all tested methods compared to black tea. However, black tea showed a higher total flavonoid content at 19,54 ± 0,62 mg QE/g extract. Antioxidant capacities of green tea were recorded at 942,55 ± 13,73 µmol TE/g extract (DPPH), 2681,87 ± 122,22 µmol TE/g extract (FRAP), and 84,63 ± 0,17 % of MDA/TBA inhibition. These findings show that green tea has a stronger antioxidant potential than black tea, making it effective in neutralizing free radicals and maintaining oxidative homeostasis in the body.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Variasi Genetik Berbasis Whole Genome Sequencing Pada Individu Dari Pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178091" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sitorus, Tulus Clinton</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178091</id>
<updated>2026-08-10T21:02:03Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Variasi Genetik Berbasis Whole Genome Sequencing Pada Individu Dari Pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Sitorus, Tulus Clinton
Raja Ampat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai signifikansi evolusi yang tinggi tetapi masih belum terwakili dalam basis genom global. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi genetik berupa SNP dan indel pada genom individu yang berasal dari Pulau Raja Ampat dengan pendekatan whole genome sequencing menggunakan platform Illumina. Metode penelitian mencakup pengajuan kode etik, skrining partisipan, pengambilan darah, ekstraksi darah, sekuensing, dan analisis bioinformatika. Hasil kuantifikasi ekstraksi menunjukkan sampel memiliki konsentrasi DNA sebesar 28,753 ng/µL, total DNA yang diperoleh adalah 2,875 µg, serta nilai DNA Integrity Number sebesar 7,4. Hasil analisis Basic Statistic diperoleh total sebanyak 50.493.529 pembacaan DNA dengan kualitas yang baik serta ditemukan sebanyak 4.732.890 varian genetik. Hasil Analisis ClinVar menunjukkan adanya varian dengan anotasi pathogenic pada gen ZNF717 dan SLC9B1. Kesimpulan menunjukkan bahwa analisis whole genome sequencing menunjukkan bahwa individu sehat suku Papua memiliki keragaman varian genetik termasuk varian patogenik, yang tidak selalu berkorelasi dengan manifestasi penyakit secara klinis.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
