<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Biochemistry</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53</id>
<updated>2026-06-12T05:15:53Z</updated>
<dc:date>2026-06-12T05:15:53Z</dc:date>
<entry>
<title>Variasi Naungan terhadap Pertumbuhan, Kadar Klorofil, dan Kadar Total Pati Tanaman Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth.)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173344" rel="alternate"/>
<author>
<name>NUGRAHENI, LUTHFIA LAILA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173344</id>
<updated>2026-06-11T00:15:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Variasi Naungan terhadap Pertumbuhan, Kadar Klorofil, dan Kadar Total Pati Tanaman Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth.)
NUGRAHENI, LUTHFIA LAILA
Tanaman miana (Coleus scutellarioides) merupakan tanaman herbal karena kandungan senyawa bioaktif serta sebagai tanaman hias karena karakteristik warna daun yang menarik. Intensitas cahaya menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan, kadar klorofil, dan kadar total pati tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi tingkat naungan terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan, kadar klorofil, dan total pati paling tinggi pada tanaman miana. Variasi tingkat naungan yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian yang dilakukan yaitu parameter pertumbuhan, laju fotosintesis, kadar klorofil, dan kadar total pati daun miana. Perlakuan naungan menunjukkan perbedaan nyata pada tinggi tanaman (TT), jumlah daun (JD), jumlah cabang ( JC), dan jumlah tunas (JT) selama 8 minggu pengamatan. Perlakuan naungan 50% menghasilkan parameter pertumbuhan yang berkorelasi positif. Laju fotosintesis tertinggi terdapat pada perlakuan 50% dengan nilai 1,78 ± 0,80 µmol.m-2.s-1. Perlakuan naungan dengan total kadar klorofil tertinggi terdapat pada naungan 75% dengan nilai 2,26 ± 0,50 mg.g-1. Total pati tertinggi didapatkan pada perlakuan naungan 0% dengan nilai 15,60 ± 0,86 g/100g.; The miana plant (Coleus scutellarioides) is valued both as a medicinal herb, due to its bioactive compounds, and as an ornamental plant, owing to its attractive leaf coloration. Light intensity is a key environmental factor influencing plant growth, chlorophyll content, and total starch content. This study aimed to determine the optimal shading level to achieve maximum growth, chlorophyll content, and total starch content in miana plants. Shade treatments included 0%, 25%, 50%, and 75%. Researchers measured growth traits, photosynthetic rate, total chlorophyll, and total leaf starch. Shading treatments resulted in significant differences in plant height (PH), number of leaves (NL), number of branches (NB), and number of shoots (NS) throughout the 8-week observation period. Plants under 50% shade showed the best overall growth. The highest photosynthetic rate was found at 50% shade (1,78 ± 0,80a µmol.m-2.s-¹). The most chlorophyll was measured at 75% shade (2.26 ± 0.50 mg g?¹), while the most starch was found at 0% shade (15.60 ± 0.86 g 100 g?¹).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Lipase Pankreas oleh Kombinasi Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dan Daun Jati Belanda  (Guazuma ulmifolia)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173308" rel="alternate"/>
<author>
<name>Weni, Fitrah Imaniar</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173308</id>
<updated>2026-06-09T07:08:21Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Lipase Pankreas oleh Kombinasi Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dan Daun Jati Belanda  (Guazuma ulmifolia)
Weni, Fitrah Imaniar
Obesitas merupakan kondisi lemak berlebih dalam tubuh yang dapat mengganggu kondisi kesehatan. Orlistat umumnya obat yang efektif sebagai antiobesitas, namun efek samping yang ditimbulkan perlu diperhatikan. Daun jambu biji dan jati belanda diketahui berpotensi menginhibisi lipase pankreas. Penelitian ini bertujuan menentukan efek kombinasi ekstrak daun jambu dan jati belanda berdasarkan kadar total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan inhibisi lipase pankreas secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan sonikasi menggunakan etanol 70% dan dikombinasikan dengan bantuan Simple Lattice Design. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak tunggal daun jambu biji memiliki kadar fenolik, aktivitas antioksidan (DPPH dan FRAP) terbaik, yaitu 110,0 ± 0,54 mg GAE/g ekstrak, 620,4 ± 15,17 mg TE/g ekstrak, dan 94,26 ± 5,36 mg TE/g ekstrak. Kadar flavonoid total terbaik pada kombinasi daun jambu biji dan daun jati belanda rasio 2:1. Aktivitas inhibisi lipase pankreas terbaik oleh ekstrak daun jati belanda tunggal (47,77 ± 2,03%) lebih rendah dari orlistat (88,08 ± 0,33%).; Obesity is a condition characterized by excessive fat accumulation in the body that can negatively affect health. Orlistat is commonly used as an effective anti-obesity drug, however its side effects need to be considered. Guava and west indian elm leaves have potential to inhibit pancreatic lipase. This study aimed to determine the best combination of guava and west indian elm extracts based on total phenolic content, total flavonoid content, antioxidant capacity and pancreatic lipase inhibition in vitro. Extraction was carried out using the sonication with 70% ethanol as the solvent and optimized using Simple Lattice Design. The results showed that the highest total phenolic content and antioxidant capacity (DPPH and FRAP) were obtained from the single guava leaf extract, with values of 110,0 ± 0,54 mg GAE/g extract, 620,4 ± 1517 mg TE/g extract, and 94,26 ± 5,36 mg TE/g extract. The highest total flavonoid content was observed in the combination of guava and west indian elm leaves at a 2:1 ratio. The highest pancreatic lipase inhibitory activity was the single west indian elm extract (47.77 ± 2.03%) which was lower than orlistat (88.08 ± 0,33%).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Construction of Escherichia coli MG1655 red(KmR)?arnab:scar Strain via Flp-FRT Recombination and P1 Phage Transduction for Genes Integration</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173291" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azka, Arina Rosyada</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173291</id>
<updated>2026-06-09T00:25:41Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Construction of Escherichia coli MG1655 red(KmR)?arnab:scar Strain via Flp-FRT Recombination and P1 Phage Transduction for Genes Integration
Azka, Arina Rosyada
The escalating crisis of antibiotic resistance requires the development of biocontrol strategies, such as phage therapy, which needs a deep understanding of bacterial immune mechanisms like the Hachiman complex. This study focused on the construction of a specialized strain Escherichia coli MG1655 red(KmR)?arnAB:scar strain to serve as a genetic model for investigating the chromosomal expression of the ArnAB defense system as a variant of the Hachiman complex. The construction process utilized site-specific recombination and generalized transduction to resolve antibiotic marker duplication. First, the Flp-FRT recombination system expressed from the temperature sensitive pCP20 plasmid was used to excise the kanamycin resistance marker resulting in a non-functional FRT scar. Second, P1 phage transduction was performed to replace the chromosomal chloramphenicol resistance marker with a kanamycin marker, ensuring the host strain's compatibility with the pBAD-arnAB(Cm) insert DNA fragment. Phenotypic screening confirmed the loss and gain of specific antibiotic resistance traits, while genotypic verification via PCR amplification validated the correct sizes of the modified locus, specifically the ?arnAB scar site and the red(KmR) locus.; Peningkatan krisis resistensi antibiotik mendorong perlunya pengembangan strategi biokontrol seperti terapi faga. Strategi ini memerlukan pemahaman mengenai mekanisme imun bakteri, salah satunya adalah kompleks Hachiman. Penelitian ini berfokus pada konstruksi galur khusus Escherichia coli MG1655 red(KmR)?arnAB:scar sebagai model genetik untuk mempelajari ekspresi kromosom dari sistem pertahanan ArnAB yang merupakan varian dari kompleks Hachiman. Proses konstruksi dilakukan menggunakan kombinasi rekombinasi situs spesifik dan transduksi general untuk mengatasi masalah duplikasi marka antibiotik. Pertama, sistem rekombinasi Flp-FRT yang diekspresikan dari plasmid pCP20 digunakan untuk memotong marka resistensi kanamisin sehingga menyisakan FRT scar yang non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan transduksi faga P1 untuk menggantikan marka resistensi kloramfenikol pada kromosom dengan marka kanamisin. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kompatibilitas strain inang dengan fragmen DNA sisipan pBAD-arnAB(Cm).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Lipase Pankreas Kombinasi Kencur (Kaempferia galanga) dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) secara In Vitro</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173249" rel="alternate"/>
<author>
<name>Samosir, Hariyani Patrecia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173249</id>
<updated>2026-06-04T13:59:25Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Lipase Pankreas Kombinasi Kencur (Kaempferia galanga) dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) secara In Vitro
Samosir, Hariyani Patrecia
Obesitas merupakan penumpukan lemak berlebih yang mengganggu kesehatan metabolik. Orlistat efektif sebagai antiobesitas, tetapi menimbulkan efek samping. Kencur dan daun kemangi berpotensi sebagai obat antiobesitas. Penelitian ini menentukan kombinasi terbaik ekstrak etanol 70% (v/v) kencur dan daun kemangi berdasarkan parameter fitokimia, aktivitas antioksidan, dan inhibisi lipase pankreas secara in vitro. Metode mencakup ekstraksi ultrasonikasi, formulasi kombinasi, pengujian kadar fenolik dan flavonoid total, aktivitas antioksidan metode DPPH (2,2-diphenyl-2-picryl-hydrazyl) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), serta inhibisi lipase pankreas. Hasil menunjukkan kombinasi ekstrak kencur dan daun kemangi menghasilkan interaksi aditif pada semua uji. Ekstrak tunggal daun kemangi menunjukkan aktivitas tertinggi pada fenolik total, flavonoid total, dan aktivitas antioksidan. Kombinasi terbaik diperoleh pada rasio 1:3 untuk flavonoid total, rasio 1:3 untuk aktivitas antioksidan DPPH dan FRAP, serta rasio 1:2 untuk inhibisi lipase pankreas sebesar 57,48 ± 0,24%.; Obesity is the accumulation of excess fat that disrupts metabolic health. Orlistat is effective as an anti-obesity agent but causes side effects. Kaempferia galanga and Ocimum basilicum show potential as anti-obesity drugs. This study determined the best combination of 70% (v/v) ethanol extracts of kencur and basil leaves based on phytochemical parameters, antioxidant activity, and pancreatic lipase inhibition in vitro. Methods included ultrasonic extraction, combination formulation, total phenolic and flavonoid content assays, antioxidant activity via DPPH (2,2-diphenyl-2-picrylhydrazyl) and FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) methods, and pancreatic lipase inhibition. The results showed that the combination of aromatic ginger and basil leaf extracts produced an additive interaction in all assays. Single basil leaf extract exhibited the highest activity for total phenolics, total flavonoids, and antioxidant activity. The best combinations were at a 1:3 ratio for total flavonoids, 1:3 ratio for DPPH and FRAP antioxidant activity, and 1:2 ratio for pancreatic lipase inhibition at 57.48 ± 0.24% .
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
