<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Jurnal Manajemen IKM</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52150" rel="alternate"/>
<subtitle>Fakultas Ekologi Manusia</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52150</id>
<updated>2026-04-13T12:26:55Z</updated>
<dc:date>2026-04-13T12:26:55Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan Kepuasan Kerja dengan Turnover Intentions pada Perawat Rumah Sakit Dhuafa</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76135" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mardiana, Inge</name>
</author>
<author>
<name>Hubeis, Aida Vitayala S.</name>
</author>
<author>
<name>Panjaitan, Nurmala K.</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76135</id>
<updated>2015-09-02T20:04:26Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Kepuasan Kerja dengan Turnover Intentions pada Perawat Rumah Sakit Dhuafa
Mardiana, Inge; Hubeis, Aida Vitayala S.; Panjaitan, Nurmala K.
Kebijakan Pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Nasiol1al (JKN) perlu direspon dengan tetap memberikan pelayanan kesehatan terba~k bagi'lmasyarakat Pelayanan kesehatan dapat diberikan dt:ngan baik jika jumiah sumber daya m&lt;:.r.u:;ia (SDM) yang diperlukan seperti perawat terpenllhi seoua mutu dan jumlah. Sa at ini Rumah Sakit Dhuafa (RS Dhuafa) masih kesulitan memenuhi jumlah tenaga perawai: sesuai kebutuhan. Terjadinya tingkat turnover yang cukup tinggi dari perawat yang telah terekrut rada periode Januari-Desember 2013, perlu diketahui faktor penyebabnya, antara lain,faktor kepuasan kerja_ Secara teori faktor kepuasan kerja menjadi faktor yang dapat memengaruhi kecenderungan dan keputusan karyawan untuk keluar dari temp at kerjanya. Berdasarkan latar bdakang tersebut, penelitian dilakukc\n untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kepuasan kerja dan turnover intentions pada perawat. Tujuannya adalah selain dapat menganalisis hu~ungan kepuasan kerja dengan turnover intentions pad a perawat di RS Dhuafa, juga dapat mengetahui faktor ketidakpuasan yang paling berpengaruh terhadap turnover intentions. Jenis penelitian adalah korelasi dengan pendekatan deskriptif dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Teknik pengambilan data dengan tekilik kuesioner dan wawancara, serta teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Partial Leaft Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat RS Dhuafa merasa peas bekerja di RS Dhuafa. Walaupun pembayaran dan kesempatan prornosi kurang memberi kepuasan bagi mereka, namun secara umum walaupun para perawat di RS Dhuafa mempunyai faktor yang mengidentifikasi turnover intentions tetapi umumnya mereka masih akan bertahan bekerja di RS Dhuafa . . .
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Human Capital, Corporate Value dan Good Corporate Governance melalui Kinerja Karyawan terhadap Kinerja Perusahaan di PTPN VII Lampung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76134" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sutisna, Husen</name>
</author>
<author>
<name>Hubeis, Aida Vitayala S.</name>
</author>
<author>
<name>Syamsun, Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76134</id>
<updated>2015-09-02T03:13:05Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Human Capital, Corporate Value dan Good Corporate Governance melalui Kinerja Karyawan terhadap Kinerja Perusahaan di PTPN VII Lampung
Sutisna, Husen; Hubeis, Aida Vitayala S.; Syamsun, Muhammad
Perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis menyebabkan berbagai F~rusahaan terus berusaha mempetbaiki sti'ategi 0isnisnya, bertujuan agar bisa,·beJ;tahatl. dan mempunyai keunggular. bersaing. Puncak perubahan tersE::but dengan cl.imulainya era bisnis pada era informasi dal' era pengetahuan. Pada era ini strategi bisnis yang dipandang cocok diantaranya penerapan sistem pengembangan SDM berbasiskan human capital dan peng2lolaan perusahaan berbasiskan nilai-nilai (corporate value) can good corporate governance (GCG), Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VII sebagai perusahaan BUMN bidang agribisnis berupaya men~rapkan sitem tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana hubungan antara human capital, corporate value dan good corporate governance (GCG),serta kaitannya terhadap kin€rja karyawan dan kinerja perusahaan. Populasi penelitian ini adalah karyawan kantor pusat PTPNVII sebanyak 400 orang. Dimana jumlah conton yang ditetapkan 120 respond en. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik quota sampling. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan AnC'lisis struktural equation modelingpartial least squares (SEM-PLS), pengolahan data meneunakan sofware smartPLS, Hasil penelitian ini men'..lnjukan bahwa inlplementasi human capital yangdilakukan oleh perusahaan berperan positif terhadap penin3katan kenerja karyawan. implementasi dan internalisasi corporate value terhadap karyawan berperan posititif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan berperan positif meningkatkan kinerja perusahaC'n. Implementasi prinsip-prinsip GCG dapat meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi tidak dapat.memberikan pengaruh dalam peningkatan kinerja karyawan. .
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Usaha dan Pengembangan Industri Keeil Berbasis Komllnitas Lokal</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76133" rel="alternate"/>
<author>
<name>Singka, Fachry Noviar</name>
</author>
<author>
<name>Panjaitan, Nurmala K.</name>
</author>
<author>
<name>Muhandri, Tjahja</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76133</id>
<updated>2015-09-02T03:00:51Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Usaha dan Pengembangan Industri Keeil Berbasis Komllnitas Lokal
Singka, Fachry Noviar; Panjaitan, Nurmala K.; Muhandri, Tjahja
Rumah Kreatif Balikpapan (!u&lt;:B) merupak3.n industri kecil batik tulis dan kerajinan daur ulang yang secJang berkembang. lndustri kecil ini melibatkan komunitas lokal yang terdiri dad para penyandang disabilitas dan ibu-ibu rurr.ah tangga. Keberadaan RKB merupakan bentuk kontribusi perusahaan mir,yak dan gas bumi (migas) terhadap masyarakat daerah operasi melalui progJram pemberdayaan masyarakat yang biasa disebut C(lrporate Social Responsibility. Kondisi RKB yang nl.lsih berkembang memerlukan strategi pengembangan usaha yang terarah dan sistematis. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi usaha, kinerja dan menyusun strategi pengembangan usaha RKBdalam upaya meningkatkan kemandirian dan keberlangsungan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, focus group discussion dan penggunaan kuesioner kepada 30 responden yang dipihh secara sengaja yang menggunakan produk RKB. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk kajian kinerja dianalisis dengan Importance Performance Analysis (IPA). Untuk kajian strategi, data diolah dengan matriks Internal Factor Evaluation (IF E), matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal External (IE), ar,alisis matriks Strength, Weakness, Opportunities and T1:reats (SWOT) serta Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM). Hasil pemetaan kin€fja dan kepentingan konsumen menggambarkan RKB perlu meningkatkan alokas: sum/:ler daya memadai untuk pcningkatan kinerja dalam hal harga prod uk, kt!cepatan pemesanan, ketelitian pekerja, penangcman keluhan dan media promosi. Berdasarkal'. analisis SWOT dan QSPM didaputkan prioritaE: strategis pengembangan utama yang diimpler:1entasikan adalah restrukturisasi organisasi dan sis tern ITlanajemen, meningkatkan promosi, menjalin kerja sarna dengan lembaga perbankan, menetapkan strategi harga pasar untuk menghadapi persaingan dan meaingkatkan mutu layanan kepada pelanggan.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Rantai Pasok Sayuran Organik Berbasis Petani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75753" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kipdiyah, Siti</name>
</author>
<author>
<name>Hubeis, Musa</name>
</author>
<author>
<name>Suharjo, Budi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75753</id>
<updated>2015-09-02T01:09:21Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Rantai Pasok Sayuran Organik Berbasis Petani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Kipdiyah, Siti; Hubeis, Musa; Suharjo, Budi
Lifesyle sehat dengan slogan "Back to Nature" telah menjadi trend baru masyarakat. Direktorat Pengolahan dan Pemasaran, Departemen Pertanian di Indonesia telah memprakarsai program "Go Organik 201 O" untuk meningkatkan mutu kehidupan dan lingkungan alam Indonesia dan untuk mendorong pengembangan pertanian organik dan daya saing berkelanjutan. Supply Chain Management (SCM) telah mewakili manajemen keseluruhan kegiatan pertanian yang melibatkan pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga produk yang diinginkan kepada konsumen. Tujuan penelitian: (1) Mengidentifikasi karakteristik sayuran, para pelaku rantai pasokan, dan analisis deskriptif kondisi lingkungan di Pangalengan, (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, (3) Perumusan strategi dengan matriks Strength, Weakneses, Opportunities dan Threats (SWOT), (4) Pemilihan strategi prioritas. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan 1 O responden dan 3 ahli. Data yang digunakan adalah data primer dengan wawancara langsung, data sekunder dan studi pustaka. Pemilihan altematif strategi dilakukan dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku iqntai pasokan sayuran di Pangalengan adalah pemasok benih, petani, pedagang/kolektor, perusahaan, penjual/eksportir, pasar luar negeri, pasar tradisional dan ritel/supermarket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan sayuran untuk konsumen adalah kekuatan utama dan kelemahan utamanya terbatas keuangan. Selanjutnya, pendukung pemerintah adalah peluang besar dan ancaman utama adalah ketidakpastian iklim dan cuaca yang mempengaruhi produksi. Berdasarkan rumusan strategis, diperoleh tujuh strategi, pertama dan kedua strategi prioritas terkait dari pemasaran, yang memperluas pasar/distribusi dan meneliti perkembangan di pasar sayuran organik. Ketiga altematif strategi yang mendukung pemerintah yang berhubungan strategi pengawasan. Selain itu, keempat dan kelima altematif terkait dengan strategi keuangan, yang memantau dan mengawasi harga maka penguatan aspek keuangan. Keenam dan ketujuh alternatif yang berkaitan dengan strategi manajemen produksi, sedang merencanakan pertanian yang lebih baik dan meningkatkan mutu, kuantitas dan kontinuitas produksi.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
