<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Young Lecturer (Dosen Muda)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5212" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5212</id>
<updated>2026-04-04T03:31:15Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T03:31:15Z</dc:date>
<entry>
<title>Diseminasi teknologi budidaya dan pembenihan pepaya berdasarkan standar prosedur operasional (spo) di bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7442" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sari, Maryati</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7442</id>
<updated>2015-09-03T02:00:07Z</updated>
<published>2006-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Diseminasi teknologi budidaya dan pembenihan pepaya berdasarkan standar prosedur operasional (spo) di bogor
Sari, Maryati
Pepaya merupakan tanaman yang sangat populer di Indonesia, tetapi produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan masih rendah.  Bila tidak ada upaya perbaikan, dikhawatirkan pada era pasar bebas Indonesia akan didominasi oleh pepaya impor yang kualitasnya lebih baik.  Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas buah pepaya. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pembuatan demplot. Penyuluhan dan demplot dilaksanakan di empat lokasi yang potensial sebagai sentra produksi pepaya di Bogor, yaitu: Gadog, Cinagara, Cimahpar dan Ciampea, pada bulan Juli hingga November 2006.  Penyuluhan dilakukan di masing-masing lokasi dengan materi meliputi teknologi budidaya berdasarkan standar prosedur operasional (SPO) dan pembenihan pepaya. Penyuluhan dilakukan dengan diskusi interaktif yang diiringi dengan demonstrasi pengendalian penyakit dan pembuatan demplot. Demplot dimaksudkan untuk lebih memahamkan petani terhadap penyuluhan yang diberikan serta mengenalkan petani pada pepaya hasil pemuliaan Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika IPB yang diharapkan dapat memenuhi kriteria sesuai idiotipe yang diinginkan konsumen.  Antusiasme petani dalam menerima inovasi menjadi modal penting dalam peningkatan produktivitas dan mutu produk pertanian.  Masalah yang menyebabkan masih kurang optimalnya praktek budidaya yang dilakukan petani tidak saja disebabkan masih kurangnya penyuluhan tetapi juga karena keterbatasan modal dan sistem pemasaran yang tidak selalu memberikan penghargaan terhadap mutu produk pertanian. Program diseminasi semacam ini perlu terus dikembangkan, diiringi dengan penguatan modal bagi para petani dan pembentukan sistem pemasaran yang lebih baik.
</summary>
<dc:date>2006-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Introduksi teknologi pengolahan susu pasteurisasi untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi perah di kunak cibungbulang</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7439" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wulandari, Zakiah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7439</id>
<updated>2015-09-03T01:14:52Z</updated>
<published>2006-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Introduksi teknologi pengolahan susu pasteurisasi untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi perah di kunak cibungbulang
Wulandari, Zakiah
Susu adalah hasil 1ternak perah yang memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Akan tetapi susu merupakan bahan pangan yang mudah rusak (perishable food). Pasteurisasi merupakan salah satu cara pengolahan susu dengan tetap mempertahankan nilai gizinya. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2006 di kawasan usaha peternakan (KUNAK) Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Tujuan dari kegiatan ini adalah : (1) meningkatkan ketrampilan berbagai macam olahan yang berasal dari susu untuk peternak dan ibu rumah tangga, (2) meningkatkan nilai guna dan memperpanjang umur simpan susu sapi segar melalui pengolahan dan (3) penyediaan berbagai produk olahan susu dengan harga terjangkau untuk pemenuhan gizi masyarakat khususnya anak sekolah Tahap kegiatan yang dilaksanakan adalah : (1) pelatihan, (2) pemberian peralatan pengolahan dan (3) pendampingan. Kelompok yang terbentuk dari kegiatan ini adalah : kelompok pengolah susu pasteurisasi dan kelompok pengolah puding susu. Peralatan pengolahan diberikan kepada masing-masing kelompok. Hasil analisis susu pasteurisasi menunjukkan : berat jenis 1.054, kadar lemak 3.8%, protein 2.75%, laktosa 6.54%, bahan kering 18.55% dan padatan tanpa lemak 14.75%.
</summary>
<dc:date>2006-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penerapan manajemen usaha profesional untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lingkar kampus ipb studi kasus : bidang keuangan dan pemasaran usaha</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7434" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ermawati, Wita Juwita</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7434</id>
<updated>2015-09-03T02:00:04Z</updated>
<published>2006-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan manajemen usaha profesional untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lingkar kampus ipb studi kasus : bidang keuangan dan pemasaran usaha
Ermawati, Wita Juwita
Kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat (KPM) dilakukan kepada masyarakat lingkar 1kampus IPB dalam bentuk kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan bidang manajemen yang meliputi manajemen keuangan (pengelolaan keuangan, akuntansi untuk UKM, dan proposal pengajuan kredit) serta manajemen pemasaran (pemasaran untuk UKM). Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat lingkar kampus mengenai manajemen yang baik dan profesional serta pembuatan proposal pengajuan kredit; terjadi perkembangan usaha yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat; serta adanya perluasan akses kepada pemilik modal, konsumen ataupun pemasok. Kegiatan KPM dilakukan untuk pengusaha kecil yang berlokasi usaha di Ciampea, Jampang, Ciseeng, Kemang, dan Ciawi. Tempat pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dilakukan di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Permasalahan yang ada pada pengusaha kecil adalah keterbatasan modal yang dimiliki; kesulitan dalam menagih piutang; sistem pembayaran yang tidak lancar; rendahnya akses ke sumber pembiayaan dan sumber informasi; kondisi persaingan yang ketat; kesulitan dalam perluasan pasar; serta rendahnya penjualan. Kegiatan KPM diawali dengan observasi lapang dan pencarian peserta pelatihan. Peserta pelatihan adalah sebanyak 15 orang dengan jenis usaha yang berbeda, yaitu kerajinan tikar plastik, budidaya ikan patin, makanan olahan (dodol, rengginang, dan lain-lain), aneka kue basah, usaha konveksi baju muslim, dan aksesoris. Kegiatan selanjutnya adalah identifikasi kemampuan peserta dan evaluasi awal. Selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan selama dua hari penuh, yang diakhiri dengan evaluasi akhir peserta pelatihan. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, permasalahan-permasalahan yang ada dapat teratasi atau dikurangi. Peserta pelatihan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai hal yang baru yang dapat diterapkan secara bertahap dalam usaha mereka sehingga diharapkan dapat terjadi peningkatan pendapatan.
</summary>
<dc:date>2006-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Aplikasi teknik suplementasi mineral melalui pembuatan feed block supplement (fbs) untuk meningkatkan produksi susu di kunak cibungbulang</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7425" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suharti, Sri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7425</id>
<updated>2015-09-03T02:05:16Z</updated>
<published>2006-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aplikasi teknik suplementasi mineral melalui pembuatan feed block supplement (fbs) untuk meningkatkan produksi susu di kunak cibungbulang
Suharti, Sri
Tingkat1 produksi susu di Kunak Cibungbulang masih realtif rendah yang hanya mencapai 6-8 liter/hari/ekor susu. Rendahnya produksi susu sapi perah bisa di sebabkan oleh beberapa hal antara lain : (1) kualitas konsentrat dan hijauan yang belum memenuhi kebutuhan nutriien terutama mineral mikro (2) sistem produksi yang belum selaras dengan pola ketersediaan pakan sehingga sering terjadi kekurangan pakan pada saat laktasi. Kegiatan ini bertujuan untuk : (1) Memberi bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peternak sapi perah melalui pelatihan tentang teknik suplementasi mineral dalam bentuk FBS,(2) Mendorong peternak menggunakan FBS untuk mengatasi kekurangan mineral pada ternak sapi perah, (3) Meningkatkan produksi susu melalui suplementasi FBS dan 4) Meningkatkan pendapatan peternak dengan meningkatnya produksi dan kualitas susu yang dihasilkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2006. Lokasi kegiatan di Kawasan Peternakan Sapi Perah (KUNAK) Cibungbulang Bogor. Produksi FBS dilaksanakan di Departemen INTP kurang lebih selama 3 minggu dan menghasilkan 100 blok FBS. Bahan-bahan yang dipakai antara lain molases/tetes, polard, urea, garam, kapur dan campuran mineral. Penyuluhan dan Distribusi FBS dilaksanakan pada hari Selasa, 21 September 2006. Karena sulitnya mengatur waktu pertemuan dengan peternak, penyuluhan dan distribusi dilakukan dari kandang ke kandang secara bergiliran. Peternak yang ditargetkan dipilih secara acak berdasarkan usulan dari pengelola KUNAK Cibungbulang. Peternak yang terlibat dalam kegiatan ini menacapai 8 orang peternak dengan kepemilikan sapi secara total berjumlah 59 ekor. FBS yang didistribusikan semuanya berjumlah sekitar 100 buah dengan pemberian 2 blok untuk setiap ekor sapi. Satu blok FBS dengan ukuran 3 kg yang dikonsumsi secara dijilat habis selama 3-4 minggu pemakaian.
</summary>
<dc:date>2006-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
