<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Resources and Environmental Economic</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/35" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/35</id>
<updated>2026-04-18T12:12:57Z</updated>
<dc:date>2026-04-18T12:12:57Z</dc:date>
<entry>
<title>Kajian Insentif Dan Disinsentif Termasuk Imbal Jasa Ekosistem Dalam Pelaksanaan Tata Ruang Di Koridor Rimba</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172896" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pravitasari, Andrea Emma</name>
</author>
<author>
<name>Rustiadi, Ernan</name>
</author>
<author>
<name>Pribadi, Didit Okta</name>
</author>
<author>
<name>Hadianto, Adi</name>
</author>
<author>
<name>Mulya, Setyardi Pratika</name>
</author>
<author>
<name>Rusdiana, Omo</name>
</author>
<author>
<name>Widjaja, Hermanu</name>
</author>
<author>
<name>Supijatno</name>
</author>
<author>
<name>Purwantiningrum</name>
</author>
<author>
<name>Rosandi, Vely Brian</name>
</author>
<author>
<name>Bahroin Idris Tampubolon</name>
</author>
<author>
<name>Wahid, Muhammad</name>
</author>
<author>
<name>Nikamasari, Hardini</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172896</id>
<updated>2026-04-06T01:43:30Z</updated>
<published>2005-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kajian Insentif Dan Disinsentif Termasuk Imbal Jasa Ekosistem Dalam Pelaksanaan Tata Ruang Di Koridor Rimba
Pravitasari, Andrea Emma; Rustiadi, Ernan; Pribadi, Didit Okta; Hadianto, Adi; Mulya, Setyardi Pratika; Rusdiana, Omo; Widjaja, Hermanu; Supijatno; Purwantiningrum; Rosandi, Vely Brian; Bahroin Idris Tampubolon; Wahid, Muhammad; Nikamasari, Hardini
Koridor Ekosistem RIMBA yang membentang di bagian tengah Pulau Sumatera merupakan kawasan&#13;
strategis nasional yang memiliki arti penting dalam mempertahankan kesinambungan ekologis&#13;
antarkawasan konservasi, khususnya di wilayah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sumatera&#13;
Barat yang kemudian disingkat menjadi RIMBA. Wilayah ini menghubungkan tiga bentang alam besar,&#13;
yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Bukit Tigapuluh,Berbak serta Hutan Lindung Bukit Batabuh.&#13;
Kawasan ini berfungsi vital dalam menjaga konektivitas ekologis bagi spesies prioritas konservasi,&#13;
termasuk harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus),&#13;
dan tapir (Tapirus indicus), serta menopang keberlanjutan fungsi ekosistem hulu-hilir yang menyediakan&#13;
jasa lingkungan penting bagi wilayah sekitarnya (Sulistyawan et al., 2019). Peran ini selaras dengan&#13;
kajian global mengenai pentingnya koridor ekologis dalam mencegah fragmentasi habitat (Beier et al.,&#13;
2006; Cushman et al., 2013) dan upaya mempertahankan konektivitas lanskap untuk konservasi&#13;
biodiversitas (Ayram et al., 2016; Wyborn, 2011). Secara ekologis, kawasan RIMBA juga berperan&#13;
sebagai penyerap karbon, penyeimbang iklim, dan penyedia air bersih bagi jutaan penduduk&#13;
(Sulistyawan et al., 2019; Sulistyawan et al., 2017), sebagaimana juga ditunjukkan oleh studi-studi&#13;
ekosistem tropis yang menekankan pentingnya fungsi hutan dalam siklus hidrologi dan mitigasi&#13;
perubahan iklim (Reid et al., 2005; Chazdon, 2013). Namun, konektivitas ekologis tersebut kini semakin&#13;
terancam akibat degradasi lahan dan tekanan eksploitasi ekonomi yang tidak terkendali (Minerva et al.,&#13;
2021), suatu kondisi yang juga ditemukan di berbagai lanskap tropis lain di mana tekanan pembangunan&#13;
mengurangi integritas ekologis kawasan lindung (Arts et al., 2017; Estrada-Carmona et al., 2014). ...
</summary>
<dc:date>2005-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Refused Derived Fuel (Rdf) DiEco-Edu-Park Dalam Upaya Mitigasi, Adaptasi Perubahan Iklim Dan Peningkatan Ekonomi Daerah Di Cilacap</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172837" rel="alternate"/>
<author>
<name>Falatehan, Faroby</name>
</author>
<author>
<name>Ekayani, Meti</name>
</author>
<author>
<name>Bahtiar, Rizal</name>
</author>
<author>
<name>Raswatie, Fitria Dewi</name>
</author>
<author>
<name>Sari, Deffi Ayu Puspita</name>
</author>
<author>
<name>Surya I, Diki</name>
</author>
<author>
<name>Nasython, Kun</name>
</author>
<author>
<name>Fadillah, Dessy</name>
</author>
<author>
<name>Budilaksono, Sularso</name>
</author>
<author>
<name>Astutiti, Sri</name>
</author>
<author>
<name>A.M. Yhantawi</name>
</author>
<author>
<name>Puspita D, Euis</name>
</author>
<author>
<name>Susetyo, Budi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172837</id>
<updated>2026-03-10T07:04:17Z</updated>
<published>2026-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Refused Derived Fuel (Rdf) DiEco-Edu-Park Dalam Upaya Mitigasi, Adaptasi Perubahan Iklim Dan Peningkatan Ekonomi Daerah Di Cilacap
Falatehan, Faroby; Ekayani, Meti; Bahtiar, Rizal; Raswatie, Fitria Dewi; Sari, Deffi Ayu Puspita; Surya I, Diki; Nasython, Kun; Fadillah, Dessy; Budilaksono, Sularso; Astutiti, Sri; A.M. Yhantawi; Puspita D, Euis; Susetyo, Budi
Naskah Akademik Refused Derived Fuel (RDF) di Eco-Edu-Park dalam&#13;
Upaya Mitigasi, Adaptasi Perubahan Iklim dan Peningkatan Ekonomi Daerah&#13;
di Cilacap/Sustainable RDF Education and Tourism/SRET ini disusun sebagai&#13;
respons atas perlunya solusi terpadu dalam pengelolaan sampah perkotaan&#13;
yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan&#13;
nilai ekonomi dan edukasi. Sejalan dengan itu, policy brief ini bertujuan&#13;
untuk membuat rancang bangun Methane Capture dan sarana prasarana&#13;
Eco-Edu-Park di TPST Jeruklegi, Cilacap. Rancangan teknis ini mencakup&#13;
perhitungan jumlah sumur gas, estimasi produksi metana, serta desain&#13;
sistem perpipaan yang terintegrasi dengan kawasan edukasi, sehingga gas&#13;
metana yang selama ini terbuang dapat dimanfaatkan sekaligus menjadi&#13;
bagian dari materi edukasi bagi pengunjung. Selain aspek teknis, naskah&#13;
akademis ini juga bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha kawasan&#13;
TPST berbasis RDF dari perspektif finansial dan ekonomi. Analisis dilakukan&#13;
melalui penghitungan NPV, IRR, Net B/C Ratio, dan Payback Period, serta&#13;
valuasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Hasil analisis ini menjadi dasar&#13;
rekomendasi kebijakan pendanaan operasional, termasuk skema tipping fee&#13;
yang berkelanjutan dan strategi monetisasi kredit karbon untuk menjamin&#13;
viabilitas jangka panjang kawasan.&#13;
Terakhir, naskah akademis ini dirancang untuk merancang sistem&#13;
informasi dan promosi untuk wisata Eco-Edu-Park yang modern dan&#13;
terintegrasi. Berdasarkan benchmark perencanaan RDF di Yogyakarta,&#13;
dirancang sistem informasi digital berbasis peta interaktif dan asisten AI&#13;
untuk meningkatkan pengalaman wisatawan serta mempermudah akses&#13;
edukasi. Dengan demikian, Eco-Edu-Park TPST Jeruklegi tidak hanya&#13;
menjadi pusat pengelolaan sampah, tetapi juga destinasi edukasi&#13;
lingkungan yang menarik dan informatif. ...
</summary>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Pengelolaan Ekowisata Mangrove Munjang dengan Pendekatan Interpretive Structural Modeling</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171793" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sapanli, Kastana</name>
</author>
<author>
<name>Bahtiar, Rizal</name>
</author>
<author>
<name>Ichsan, Nurul</name>
</author>
<author>
<name>Rachmawati, Nur Shabrina Kayla Adani</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171793</id>
<updated>2025-12-23T01:59:29Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Pengelolaan Ekowisata Mangrove Munjang dengan Pendekatan Interpretive Structural Modeling
Sapanli, Kastana; Bahtiar, Rizal; Ichsan, Nurul; Rachmawati, Nur Shabrina Kayla Adani
Ekowisata Mangrove Munjang merupakan bentuk pemanfaatan mangrove yang menuntut keseimbangan antara konservasi dan aktivitas wisata. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan telah diarahkan pada pembatasan akses dan aktivitas, namun masih menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan kapasitas pengawasan pada kawasan yang relatif luas, serta tekanan eksternal dari luar kawasan. Policy brief ini menyusun strategi pengelolaan berbasis pendekatan ISM-MICMAC untuk memetakan hubungan sebab-akibat antar faktor dan menentukan prioritas kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan pemerintah daerah dan karakter luas kawasan berperan penting dalam membentuk kapasitas pengawasan serta ketersediaan sarana prasarana, yang kemudian menentukan kemampuan kawasan menghadapi tekanan eksternal dan memengaruhi potensi degradasi ekosistem. Oleh karena itu, rekomendasi difokuskan pada penguatan komitmen pemerintah daerah melalui integrasi perencanaan, kejelasan kewenangan, dan dukungan anggaran hingga regulasi, penguatan pengawasan serta sarpras adaptif, dan pengendalian tekanan eksternal secara preventif. Keberhasilan kebijakan diukur melalui terkendalinya tekanan eksternal dan menurunnya potensi degradasi.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Mengatasi Risiko Krisis Bbm Nasional: Urgensi Pengembangan Advanced Biofuel Berbasis Mikroalga Di Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171705" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sapanli, Kastana</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171705</id>
<updated>2025-12-15T00:56:22Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Mengatasi Risiko Krisis Bbm Nasional: Urgensi Pengembangan Advanced Biofuel Berbasis Mikroalga Di Indonesia
Sapanli, Kastana
Indonesia menghadapi penurunan produksi minyak domestik dan meningkatnya ketergantungan impor,&#13;
sementara konsumsi bahan bakar minyak terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan mobilitas&#13;
masyarakat. Kebijakan biofuel berbasis sawit (B20–B35) telah membantu diversifikasi energi, tetapi memiliki keterbatasan dari sisi pasokan, isu deforestasi, dan potensi persaingan pangan, sehingga tidak cukup menjamin keamanan energi jangka panjang.  Mikroalga memiliki potensi besar sebagai sumber biofuel generasi lanjut, dengan produktivitas biomassa 20-50 kali lipat tanaman darat, kandungan minyak tinggi, dan kemampuan menyerap karbon dioksida secara signifikan. Namun, pengembangan mikroalga masih menghadapi hambatan kebijakan, biaya produksi tinggi, dan teknologi. Untuk mempercepat pemanfaatan mikroalga sebagai solusi energi masa depan, diperlukan kebijakan strategis: (1) penerapan sub-mandat biofuel lanjut berbahan baku nonpangan,&#13;
(2) pembangunan pilot plant sebagai jembatan menuju komersialisasi, (3) insentif fiskal melalui skema&#13;
Super Tax Deduction, dan (4) integrasi mikroalga dalam Nilai Ekonomi Karbon. Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan biofuel generasi lanjut secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
