<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Biology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31</id>
<updated>2026-05-26T18:44:59Z</updated>
<dc:date>2026-05-26T18:44:59Z</dc:date>
<entry>
<title>Keanekaragaman Udang Air Tawar di Daerah Aliran  Sungai Ciliwung dan Cisadane, Bogor.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173131" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pratiwi, Ranti</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173131</id>
<updated>2026-05-21T06:10:57Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keanekaragaman Udang Air Tawar di Daerah Aliran  Sungai Ciliwung dan Cisadane, Bogor.
Pratiwi, Ranti
Udang air tawar merupakan anggota Crustacea dari ordo Decapoda yang &#13;
dikelompokkan ke dalam famili Palaemonidae dan Atyidae. Daerah Aliran Sungai &#13;
Ciliwung dan Cisadane merupakan bagian dari sistem aliran sungai di Jawa bagian &#13;
Barat yang bermuara ke Teluk Jakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi &#13;
spesies udang air tawar berdasarkan karakter morfologi di Daerah Aliran Sungai &#13;
Ciliwung dan Cisadane, Bogor. Pengambilan sampel dilakukan pada 11 titik yang &#13;
tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dengan menggunakan metode &#13;
purposive sampling. Identifikasi dilakukan dengan kunci identifikasi hingga tingkat &#13;
spesies berdasarkan karakter morfologi utama. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa ditemukan delapan spesies udang air tawar yang tergolong ke dalam dua &#13;
famili, yaitu Palaemonidae dan Atyidae, dengan total 264 individu. Famili &#13;
Palaemonidae terdiri atas M. pilimanus, M. cf. pilimanus, M. empulipke, M. &#13;
sintangense, dan M. lanchesteri, sedangkan famili Atyidae terdiri atas C. &#13;
pareparensis, C. sp. 1, dan C. sp. 2. M. cf. pilimanus menunjukkan kesamaan &#13;
karakter morfologi utama dengan M. pilimanus, namun memiliki sedikit perbedaan&#13;
pada bagian carpus. Dua spesies Caridina yang belum teridentifikasi menunjukkan &#13;
variasi karakter morfologi dan berpotensi dideskripsikan sebagai spesies baru. &#13;
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar mengenai &#13;
keanekaragaman udang air tawar di Daerah Aliran Sungai Ciliwung dan Cisadane, &#13;
Bogor.; Freshwater shrimp are members of the Crustacea from the decapod order, &#13;
grouped into the Palaemonidae and Atyidae families. The Ciliwung and Cisadane &#13;
River Basins are part of the river system in West Java that flows into Jakarta Bay. &#13;
This study aims to identify freshwater shrimp species based on morphological &#13;
species keys in the Ciliwung and Cisadane River Basins, Bogor. Sampling was &#13;
carried out at 11 points spread across the City and Regency of Bogor using a &#13;
purposive sampling method. Identification is carried out using an identification key &#13;
up to the species level based on the main morphological characters. The results &#13;
showed that eight species of freshwater shrimp were found belonging to two &#13;
families, namely Palaemonidae and Atyidae, with a total of 264 individuals. The &#13;
Palaemonidae family consists of M. pilimanus, M. cf. pilimanus, M. empulipke, M. &#13;
sintangense, and M. lanchesteri, while the Atyidae family consists of C. &#13;
pareparensis, C. sp. 1, and C. sp. 2. M. cf. pilimanus shows similarities in key &#13;
species characteristics with M. pilimanus but has slight morphological differences &#13;
in the carpus. Two unidentified Caridina species show a distinguish morphological &#13;
characters and have the potential to be described as new species. This study is &#13;
expected to provide basic information on the diversity of freshwater shrimp in the &#13;
Ciliwung and Cisadane River Basins, Bogor.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KETAHANAN TANAMAN DUCKWEED (Lemna sp.) TERHADAP ANTIBIOTIK MELALUI INOKULASI BAKTERI PEMACU TUMBUH TANAMAN</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173108" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahmadianti, Yasmin Khalisha</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173108</id>
<updated>2026-05-20T00:04:33Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KETAHANAN TANAMAN DUCKWEED (Lemna sp.) TERHADAP ANTIBIOTIK MELALUI INOKULASI BAKTERI PEMACU TUMBUH TANAMAN
Rahmadianti, Yasmin Khalisha
Senyawa antibiotik tidak dapat tercerna seluruhnya di dalam tubuh organisme sehingga akan diekskresikan dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun sistem wastewater treatment plant (WWTP) telah berhasil mereduksi cemaran organik, tetapi mekanisme ini belum mampu menguraikan senyawa antibiotik sehingga diperlukan pendekatan biologis seperti fitoremediasi menggunakan tanaman akuatik duckweed (Lemna sp.). Pemanfaatan bakteri pemacu tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berbagai jenis bakteri simbiotik dapat hidup berdampingan dengan duckweed, namun, masih sedikit studi mengenai kapasitas bakteri dalam meningkatkan ketahanan duckweed terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan melakukan karakterisasi isolat bakteri, menguji ketahanan duckweed dan isolat bakteri terhadap antibiotik, serta menguji kemampuan isolat bakteri dalam meningkatkan pertumbuhan sekaligus ketahanan duckweed terhadap antibiotik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genomik dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Januari-Juni 2025. Karakterisasi morfologi, sifat pemacu tumbuh, dan colony-forming traits (CFTs) bakteri telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Penelitian dilanjutkan dengan uji ketahanan bakteri dan duckweed serta ko-kultivasi keduanya pada cekaman antibiotik dengan hasil pertumbuhan bervariasi pada setiap perlakuannya. Ko-kultivasi duckweed bersama isolat bakteri dengan sifat pemacu tumbuh dan CFTs tinggi mampu meningkatkan jumlah fronds dan ketahanan terhadap antibiotik. Pemanfaatan duckweed dan bakteri pemacu tumbuh tanaman diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut pada sistem WWTP untuk limbah cair terkontaminasi antibiotik.; Antibiotic compounds cannot be completely digested by organisms, so they will be directly excreted to the environment. Although the wastewater treatment plant (WWTP) system has successfully reduced organic pollution, this mechanism has not been able to break down antibiotic compounds, which requires a biological approach such as phytoremediation using duckweed (Lemna sp.). The utilization of growth- promoting bacteria has enhanced plant growth, and various types of symbiotic bacteria are able to coexist with duckweed. However, there are still few studies on the capability of bacteria to increase duckweed's resistance to antibiotics. This study aims to characterize bacterial isolates, to evaluate the antibiotic resistance of duckweed and bacteria, and to evaluate the ability of bacteria to enhance duckweed's growth and resistance to antibiotics. The research was conducted at the National Research and Innovation Agency, from January-June 2025. The study began with characterization of the morphology, growth-promoting properties, and colony-forming traits (CFTs) of bacteria. Furthermore, bacterial and duckweed resistance tests were conducted, as well as co-cultivation of both under antibiotic stress, which showed various growth results in each treatment. Co-cultivation of duckweed with bacteria that possess growth- promoting traits and CFTs can increase the number of fronds and resistance to antibiotics. The utilization of duckweed and plant growth-promoting bacteria is expected to be further developed in WWTP systems for antibiotic-contaminated wastewater.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Keragaman Genetik Mutan Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173092" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nabilla, Yasmin Nuha</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173092</id>
<updated>2026-05-18T04:36:48Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Keragaman Genetik Mutan Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.)
Nabilla, Yasmin Nuha
Nanas Toboali merupakan kultivar Smooth Cayenne yang dibudidayakan di&#13;
Kepulauan Bangka Belitung. Nanas Toboali mengandung antioksidan tinggi namun&#13;
rentan terhadap cekaman oksidatif dan pertumbuhannya lambat. Upaya untuk&#13;
perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan mutagenesis. Mutagenesis&#13;
menggunakan sinar gama dapat mengubah sekuens DNA secara acak. Hasil&#13;
mutagenesis perlu dianalisis secara molekuler untuk memastikan perubahan yang&#13;
terjadi pada tingkat DNA. Klon nanas Toboali koleksi Pusat Bioteknologi IPB telah&#13;
diiradiasi menggunakan sinar gama dosis 60, 75, 90, dan 100 Gy untuk&#13;
menghasilkan mutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman klon mutan&#13;
mutan nanas Toboali berdasarkan markah RAPD dan ISSR. DNA genom diisolasi&#13;
menggunakan metode setiltrimetilamonium bromida (CTAB), kemudian&#13;
diamplifikasi dengan PCR menggunakan primer random amplified polymorphic&#13;
DNA (RAPD) dan inter simple sequence repeat (ISSR). Persentase polimorfisme&#13;
markah RAPD dan ISSR berturut-turut 66,67 dan 51,86%. Berdasarkan analisis&#13;
klaster dendrogram dan analisis komponen utama, 11 klon terbagi menjadi 6 klaster.&#13;
Hasil ini menunjukkan bahwa markah RAPD dan ISSR mampu menunjukkan&#13;
keragaman genetik mutan nanas hasil iradiasi sinar gama.; Toboali pineapple, a Smooth Cayenne cultivar from the Bangka Belitung&#13;
Islands, is known for its high antioxidant content but is susceptible to oxidative&#13;
stress and slow growth. To improve its characteristics, mutation breeding using&#13;
gamma irradiation at doses of 60, 75, 90, and 100 Gy was applied. This study aimed&#13;
to analyze the genetic diversity of 11 mutant clones using RAPD and ISSR markers.&#13;
Genomic DNA was isolated using the CTAB method and amplified through PCR.&#13;
The results showed polymorphism levels of 66.67% for RAPD and 51.86% for&#13;
ISSR markers. Cluster analysis using dendrogram and principal component analysis&#13;
(PCA) grouped the clones into six clusters, indicating significant genetic variation.&#13;
These findings demonstrate that RAPD and ISSR markers are effective tools for&#13;
assessing diversity in gamma-irradiated Toboali pineapple mutants.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Serangga Penyerbuk Tanaman Ficus spp. (Moraceae) di Area Kampus IPB Dramaga</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172852" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rasyid, Muhammad Ibrahim</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172852</id>
<updated>2026-03-24T23:47:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Serangga Penyerbuk Tanaman Ficus spp. (Moraceae) di Area Kampus IPB Dramaga
Rasyid, Muhammad Ibrahim
Penyerbukan tumbuhan fikus (Ficus spp.) sangat bergantung pada serangga penyerbuk. Serangga penyerbuk pada tumbuhan fikus adalah kelompok tawon Agaonidae (Hymenoptera: Agaonidae). Hubungan antara tumbuhan fikus dengan penyerbuknya merupakan bentuk ko-evolusi yang telah terjadi jutaan tahun lalu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekayaan jenis serangga penyerbuk pada tumbuhan fikus di Kampus IPB Dramaga. Pengambilan sampel buah Ficus dilakukan secara acak dari pohon Ficus hispida, F. septica, dan F. racemosa. Buah Ficus spp. dipelihara dalam botol pada suhu ruang dan diamati hingga serangga keluar. Serangga yang keluar diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan serangga penyerbuk Ceratosolen solmsi (47,11%) pada F. hispida dan Ceratosolen sp. (33,44%) pada F. septica. Serangga non-penyerbuk Philotrypesis sp. (famili Pteromalidae, subfamili Sycoryctinae) ditemukan pada F. hispida (13,37%) dan F. septica (6,08%), serta berperan sebagai parasitoid. Keberagaman jenis dan peran serangga dalam buah fikus menunjukkan dinamika ekologi kompleks yang mencakup mutualisme hingga parasitisme.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
