<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Biology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31</id>
<updated>2026-06-16T16:27:15Z</updated>
<dc:date>2026-06-16T16:27:15Z</dc:date>
<entry>
<title>Keanekaragaman Belalang pada Tipe Penggunaan Lahan Berbeda di Kampus IPB University Darmaga, Bogor, Jawa Barat</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173424" rel="alternate"/>
<author>
<name>MUZHAFFAR, ALZAVA SULTHON</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173424</id>
<updated>2026-06-15T08:33:24Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keanekaragaman Belalang pada Tipe Penggunaan Lahan Berbeda di Kampus IPB University Darmaga, Bogor, Jawa Barat
MUZHAFFAR, ALZAVA SULTHON
Belalang merupakan serangga herbivora yang kadang bersifat hama bagi tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman belalang pada tipe penggunaan lahan yang berbeda di Kampus IPB Darmaga, yaitu Perkebunan Kelapa Sawit, Taman Hutan Kampus, dan Teaching Farm SADIFA. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel belalang menggunakan sweep net. Hasil penelitian dikoleksi total 690 individu yang terbagi dalam 9 famili belalang. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener pada ketiga habitat berada pada kategori sedang (1 = H’ = 3). Perkebunan Kelapa Sawit memiliki keanekaragaman tertinggi (H’ = 1,34), diikuti Taman Hutan Kampus (H’ = 1,14) dan Teaching Farm SADIFA (H’ = 1,12). Famili Acrididae mendominasi di seluruh lokasi (399 individu). Analisis similaritas tertinggi ditemukan antara Perkebunan Kelapa Sawit dan Taman Hutan Kampus (0,84), sedangkan terendah antara Perkebunan Kelapa Sawit dan Teaching Farm SADIFA (0,69). Analisis korelasi Spearman dan PCA menunjukkan bahwa intensitas cahaya berkorelasi negatif terhadap jumlah individu (rs = -0,299; ? = 0,028), sementara kecepatan angin menunjukkan korelasi positif dengan jumlah individu belalang (rs = 0,279; ? = 0,041). Namun, suhu (rs = 0,129; ? = 0,36) dan kelembapan udara (rs = 0,158; ? = 0,252) tidak mempengaruhi kelimpahan belalang secara signifikan di lokasi penelitian.; Grasshoppers are herbivorous insects that sometimes act as pests for agricultural crops. This study aims to determine the diversity of grasshoppers in different types of land use on the IPB Darmaga Campus, namely the Oil Palm Plantation, Campus Forest Park, and Teaching Farm SADIFA. The research location was determined using a purposive sampling method and grasshopper samples were collected using a sweep net. The results of the study collected a total of 690 individuals divided into 9 grasshopper families. The Shannon-Wiener diversity index value in the three habitats was in the moderate category (1 = H’ = 3). The Oil Palm Plantation had the highest diversity (H’ = 1.34), followed by the Campus Forest Park (H’ = 1.14) and Teaching Farm SADIFA (H’ = 1.12). The Acrididae family dominated in all locations (399 individuals). The highest similarity analysis was found between the Oil Palm Plantation and the Campus Forest Park (0.84), while the lowest was between the Oil Palm Plantation and the Teaching Farm SADIFA (0.69). Spearman correlation analysis and PCA showed that light intensity was negatively correlated with the number of individuals (rs = -0.299; ? = 0.028), while wind speed showed a positive correlation with the number of grasshopper individuals (rs = 0.279; ? = 0.041). However, temperature (rs = 0.129; ? = 0.36) and air humidity (rs = 0.158; ? = 0.252) did not significantly affect grasshopper abundance at the study site.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Deteksi Molekuler Plasmodium sp. pada Macaca fascicularis Menggunakan Penanda Gen Sitokrom b dan SSU rRNA dari Sampel Darah dan Usap Rektal</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173259" rel="alternate"/>
<author>
<name>Anggraeni, Rani</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173259</id>
<updated>2026-06-05T06:34:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Deteksi Molekuler Plasmodium sp. pada Macaca fascicularis Menggunakan Penanda Gen Sitokrom b dan SSU rRNA dari Sampel Darah dan Usap Rektal
Anggraeni, Rani
Plasmodium sp. merupakan parasit penyebab penyakit malaria pada manusia. Dalam siklus penularannya, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berperan sebagai inang penting penyakit zoonosis ini. Informasi mengenai deteksi infeksi Plasmodium sp. pada primata masih terbatas, terutama pemilihan penanda gen molekuler dan penggunaan sampel non-invasif. Penelitian ini bertujuan mendeteksi Plasmodium sp. pada M. fascicularis menggunakan penanda gen sitokrom b (cyt b) dan small subunit ribosomal RNA (SSU rRNA), membandingkan dan menghitung persentase keberhasilan amplifikasi DNA sampel darah dan usap rektal. Deteksi Plasmodium terhadap 23 sampel darah dan 23 sampel usap rektal dilakukan menggunakan PCR dengan marka gen sitokrom b (170 pb dan 90 pb) dan gen SSU rRNA parsial (1640 pb) lalu divisualisasi menggunakan elektroforesis dengan gel agarose 2% dan pewarna ethidium bromida. Seluruh sampel darah terdeteksi positif Plasmodium sp. pada kedua gen penanda sedangkan sampel usap rektal hanya menghasilkan amplikon pada sitokrom b (90 pb) sebesar 13% yaitu W0163, W0139 dan 170702A. Hasil-hasil ini mengindikasikan dapat dilakukannya deteksi Plasmodium sp. melalui sampel usap rektal, meskipun tingkat keberhasilannya lebih kecil dibandingkan sampel darah pada M. fascicularis.; Plasmodium sp. is a major parasitic protozoan responsible for malaria in humans. In its transmission cycle, long-tailed macaques (Macaca fascicularis) serve as important reservoir hosts. However, information of detecting malaria infections in non-human primates remains limited. In this study, Plasmodium sp. infection in M. fascicularis was detected using cytochrome b (cyt b) and small subunit ribosomal RNA (SSU rRNA) gene markers, followed by calculation and comparison of DNA amplification success rates between blood and rectal swab samples. DNA was isolated from 23 blood samples and 23 rectal swab samples. Detection was performed using PCR targeting cytochrome b fragments (170 bp and 90 bp) and a partial SSU rRNA gene fragment (1640 bp), with amplification products visualized by 2% agarose gel electrophoresis stained with ethidium bromide. All blood samples tested positive for Plasmodium sp. for both gene markers. In contrast, detection from rectal swab samples was successful in only 13% of samples using the cytochrome b 90 bp marker, specifically in samples W0163, W0139, and 170702A.These findings demonstrate that Plasmodium sp. can be detected from rectal swab samples; however, the detection success rate is substantially lower than that obtained from blood samples in M. fascicularis.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Pemberian Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum) terhadap Proliferasi dan Apoptosis Sel Hipokampus serta Pembelajaran Spasial pada Mencit (Mus musculus)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173218" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fernando, Ardian Putra</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173218</id>
<updated>2026-06-02T06:43:42Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Pemberian Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum) terhadap Proliferasi dan Apoptosis Sel Hipokampus serta Pembelajaran Spasial pada Mencit (Mus musculus)
Fernando, Ardian Putra
Hipokampus merupakan wilayah otak yang memiliki peran penting dalam&#13;
 proses neurogenesis dan pembentukan memori. Proses neurogenesis dapat&#13;
 dipengaruhi senyawa aktif dari tumbuhan. Senggani (Melastoma malabathricum)&#13;
 merupakan tumbuhan yang berpotensi meningkatkan neurogenesis. Penelitian ini&#13;
bertujuan menganalisis efek pemberian ekstrak daun senggani terhadap proliferasi&#13;
 dan apoptosis sel di hipokampus serta pembelajaran spasial pada mencit.&#13;
 Penelitian ini menggunakan sembilan ekor mencit yang dibagi dalam tiga&#13;
 kelompok, yaitu Kelompok K diberikan air, Kelompok P diberikan ekstrak daun&#13;
 senggani (500 mg/kg BB), dan Kelompok K+ diberikan perlakuan voluntary&#13;
 running. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Analisis proliferasi dan apoptosis sel&#13;
 dilakukan dengan pengamatan preparat histologi otak mencit dan analisis&#13;
 pembelajaran spasial dilakukan dengan uji alternasi menggunakan Y-maze.&#13;
 Mencit P dan K+ menunjukkan peningkatan signifikan pada densitas sel putative&#13;
 neural progenitor cell, granular, dan kemampuan pembelajaran spasial, serta&#13;
 penurunan densitas sel apoptotik, sehingga menunjukkan bahwa ekstrak daun&#13;
 senggani memiliki kemampuan neuroprotektif terhadap sel di hipokampus.; The hippocampus is a region of the brain that plays an important role in&#13;
 neurogenesis and memory formation. The neurogenesis process can be influenced&#13;
by active compounds from plants. Senggani (Melastoma malabathricum) is a&#13;
 plant that has the potential to increase neurogenesis. This study aims to analyze&#13;
 the effects of senggani leaf extract administration on cell proliferation and&#13;
 apoptosis in the hippocampus as well as spatial learning in mice. This study used&#13;
 nine mice divided into three groups, namely Group K given water, Group P given&#13;
 senggani leaf extract (500 mg/kg BW), and Group K+ given voluntary running&#13;
 treatment. The treatment was given for 30 days. Cell proliferation and apoptosis&#13;
 analysis was performed by observing mouse brain histology preparations, and&#13;
 spatial learning analysis was performed using an alternation test with a Y-maze.&#13;
 Mice in groups P and K+ showed a significant increase in the density of putative&#13;
 neural progenitor cells and granular cells, as well as spatial learning ability, and a&#13;
decrease in the density of apoptotic cells, indicating that senggani leaf extract has&#13;
neuroprotective properties for cells in the hippocampus
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Keanekaragaman Udang Air Tawar di Daerah Aliran  Sungai Ciliwung dan Cisadane, Bogor.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173131" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pratiwi, Ranti</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173131</id>
<updated>2026-05-21T06:10:57Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keanekaragaman Udang Air Tawar di Daerah Aliran  Sungai Ciliwung dan Cisadane, Bogor.
Pratiwi, Ranti
Udang air tawar merupakan anggota Crustacea dari ordo Decapoda yang &#13;
dikelompokkan ke dalam famili Palaemonidae dan Atyidae. Daerah Aliran Sungai &#13;
Ciliwung dan Cisadane merupakan bagian dari sistem aliran sungai di Jawa bagian &#13;
Barat yang bermuara ke Teluk Jakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi &#13;
spesies udang air tawar berdasarkan karakter morfologi di Daerah Aliran Sungai &#13;
Ciliwung dan Cisadane, Bogor. Pengambilan sampel dilakukan pada 11 titik yang &#13;
tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dengan menggunakan metode &#13;
purposive sampling. Identifikasi dilakukan dengan kunci identifikasi hingga tingkat &#13;
spesies berdasarkan karakter morfologi utama. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa ditemukan delapan spesies udang air tawar yang tergolong ke dalam dua &#13;
famili, yaitu Palaemonidae dan Atyidae, dengan total 264 individu. Famili &#13;
Palaemonidae terdiri atas M. pilimanus, M. cf. pilimanus, M. empulipke, M. &#13;
sintangense, dan M. lanchesteri, sedangkan famili Atyidae terdiri atas C. &#13;
pareparensis, C. sp. 1, dan C. sp. 2. M. cf. pilimanus menunjukkan kesamaan &#13;
karakter morfologi utama dengan M. pilimanus, namun memiliki sedikit perbedaan&#13;
pada bagian carpus. Dua spesies Caridina yang belum teridentifikasi menunjukkan &#13;
variasi karakter morfologi dan berpotensi dideskripsikan sebagai spesies baru. &#13;
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar mengenai &#13;
keanekaragaman udang air tawar di Daerah Aliran Sungai Ciliwung dan Cisadane, &#13;
Bogor.; Freshwater shrimp are members of the Crustacea from the decapod order, &#13;
grouped into the Palaemonidae and Atyidae families. The Ciliwung and Cisadane &#13;
River Basins are part of the river system in West Java that flows into Jakarta Bay. &#13;
This study aims to identify freshwater shrimp species based on morphological &#13;
species keys in the Ciliwung and Cisadane River Basins, Bogor. Sampling was &#13;
carried out at 11 points spread across the City and Regency of Bogor using a &#13;
purposive sampling method. Identification is carried out using an identification key &#13;
up to the species level based on the main morphological characters. The results &#13;
showed that eight species of freshwater shrimp were found belonging to two &#13;
families, namely Palaemonidae and Atyidae, with a total of 264 individuals. The &#13;
Palaemonidae family consists of M. pilimanus, M. cf. pilimanus, M. empulipke, M. &#13;
sintangense, and M. lanchesteri, while the Atyidae family consists of C. &#13;
pareparensis, C. sp. 1, and C. sp. 2. M. cf. pilimanus shows similarities in key &#13;
species characteristics with M. pilimanus but has slight morphological differences &#13;
in the carpus. Two unidentified Caridina species show a distinguish morphological &#13;
characters and have the potential to be described as new species. This study is &#13;
expected to provide basic information on the diversity of freshwater shrimp in the &#13;
Ciliwung and Cisadane River Basins, Bogor.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
