<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>IPB's Books</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20</id>
<updated>2026-04-11T13:25:52Z</updated>
<dc:date>2026-04-11T13:25:52Z</dc:date>
<entry>
<title>PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khomsan, Ali</name>
</author>
<author>
<name>Khuzaimah, Ummi</name>
</author>
<author>
<name>Miranda, Vanesha</name>
</author>
<author>
<name>Ginting, Riska Mayang S</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903</id>
<updated>2026-04-07T00:07:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM
Khomsan, Ali; Khuzaimah, Ummi; Miranda, Vanesha; Ginting, Riska Mayang S
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling&#13;
utama. Bung Karno mengatakan, “Pangan merupakan soal matihidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak&#13;
dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha secara&#13;
besar-besaran, radikal, dan revolusioner’’.&#13;
Negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan,&#13;
keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan. Setiap manusia&#13;
berhak untuk memperoleh pangan yang aman, bermutu, bergizi,&#13;
dan menyehatkan. Kebutuhan pangan senantiasa meningkat,&#13;
seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan membaiknya&#13;
kesejahteraan. Konsep Malthus menyebutkan bahwa pertumbuhan&#13;
pangan bagai deret hitung, sedangkan pertumbuhan penduduk&#13;
bagai deret ukur.&#13;
Ketahanan pangan dapat dicapai dengan swasembada&#13;
pangan. Negara-negara yang memiliki swasembada pangan, di&#13;
antaranya, adalah Amerika, Kanada, dan Australia. Negara-negara&#13;
tersebut memiliki kapasitas ketahanan pangan yang kuat, kondisi&#13;
pangan negaranya ideal, serta mampu berswasembada pangan.&#13;
Sementara Jepang dan Singapura termasuk negara-negara yang&#13;
tidak berswasembada pangan tetapi memiliki fondasi ketahanan&#13;
pangan yang jauh lebih kuat dari negara-negara seperti Indonesia,&#13;
Filipina dan Myanmar. ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Gizi Dan Pembangunan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khomsan, Ali</name>
</author>
<author>
<name>Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah</name>
</author>
<author>
<name>Fikrah ‘Arifah, Dzakiyyatul</name>
</author>
<author>
<name>Kisda, Anada Varenza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902</id>
<updated>2026-04-07T00:00:35Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Gizi Dan Pembangunan
Khomsan, Ali; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah; Fikrah ‘Arifah, Dzakiyyatul; Kisda, Anada Varenza
Konsep Pembangunan dan Gizi merupakan dua hal&#13;
yang saling berkaitan dalam pembahasan mengenai&#13;
pembangunan manusia. Selama beberapa dekade,&#13;
pembangunan lebih dekat dengan peningkatan indikator&#13;
ekonomi. Namun, pendekatan itu masih kurang untuk&#13;
menjelaskan kualitas hidup suatu masyarakat secara&#13;
menyeluruh. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada suatu&#13;
negara belum tentu menjamin terbentuknya sumber daya&#13;
manusia (SDM) yang optimal jika masalah gizi, kesehatan,&#13;
dan ketimpangan sosial masih berlangsung.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Panduan Penggunaan Perisa Pada Teh</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172895" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pribadi, Eko Sugeng</name>
</author>
<author>
<name>Ekasari, Iriana</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172895</id>
<updated>2026-04-06T01:51:06Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Panduan Penggunaan Perisa Pada Teh; The Handbook of Tea Flavouring For The Small to Medium Enterprises
Pribadi, Eko Sugeng; Ekasari, Iriana
Buku panduan ini dipersembahkan oleh Penulis untuk&#13;
Dewan Teh Indonesia dan industri teh Indonesia guna&#13;
meningkatkan nilai tambah produk teh Indonesia&#13;
melalui inovasi produk yang selaras dengan tren&#13;
kekinian konsumen Indonesia.&#13;
Selaras dengan proporsi polupasi penduduk Indonesia,&#13;
maka konsumen teh Indonesia didominasi oleh&#13;
generasi Milenial dan Zilenial yang lebih terbuka untuk&#13;
mengadopsi teh dengan format-format baru dan&#13;
pilihan rasa yang lebih eksploratif dan eksotik.&#13;
Maraknya gerai berupa konter teh jenis “GrabNGo”&#13;
baik yang merupakan waralaba asing maupun&#13;
domestik memberikan edukasi palet rasa yang&#13;
beragam kepada konsumen dan membuka wawasan&#13;
bahwa teh tidak harus dalam bentuknya yang hanya&#13;
teh hitam atau teh hijau biasa.&#13;
Industri perkebuna teh Indonesia sepatutnya merasa&#13;
resah mendapati bahwa gerai-gerai tersebut banyak&#13;
memakai teh impor. Kurangnya pengetahuan akan&#13;
keunggulan teh Indonesia menjadi salah satu faktor&#13;
mereka memakai teh luar negeri. Disinilah terbuka&#13;
peluang bagi industri perkebunan teh Indonesia untuk&#13;
dapat ikut menikmati kue ekonomi dari pertumbuhan&#13;
pasar dengan cara hadir dalam upaya edukasi&#13;
konsumen secara langsung dengan menyajikan produk
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Standar Kompetensi Kerja Khusus Pengelolaan Rumah Minum Teh Artisan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172834" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pribadi, Eko Sugeng</name>
</author>
<author>
<name>Ekasari, Iriana</name>
</author>
<author>
<name>Ardias, Redha Taufik</name>
</author>
<author>
<name>Chandra, Mei Ping</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172834</id>
<updated>2026-03-10T04:04:54Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Standar Kompetensi Kerja Khusus Pengelolaan Rumah Minum Teh Artisan
Pribadi, Eko Sugeng; Ekasari, Iriana; Ardias, Redha Taufik; Chandra, Mei Ping
Kecepatan teknologi dan informasi telah mendorong banyak perubahan&#13;
di berbagai sektor industri, termasuk industri makanan dan minuman.&#13;
Meningkatnya tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat (pembeli)&#13;
menyebabkan masyarakat memiliki kecenderungan untuk mendapatkan&#13;
makanan dan minuman yang sehat. Saat ini masyarakat membutuhkan&#13;
jaminan kebersihan, kesehatan, dan keamanan produk yang dibeli.&#13;
Merupakan suatu keniscayaan bahwa industri makanan dan minuman&#13;
menghadapi keadaan dengan keriangan (volatility), ketidakpastian&#13;
(uncertainty), rumpil/pelik (complexity), dan ketidakjelasan (ambiguity)&#13;
(VUCA), yakni era dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat, tidak&#13;
terduga, pelik, penuh dengan ketidakpastian, dan ketidakjelasan terhadap&#13;
lingkungan usaha.&#13;
Industri hilir teh di Indonesia terus berkembang, dengan pemusatan&#13;
perhatian pada terobosan (innovation) produk, penganekaragaman&#13;
(diversification) pasar, dan peningkatan nilai tambah. Produk teh&#13;
artisan sudah mulai menggeliat baik di pasar dalam negeri maupun di&#13;
pasar internasional. Industri hilir teh terus melakukan terobosan dalam&#13;
menciptakan produk-produk baru, seperti teh herbal, teh organik, teh&#13;
artisan, dan teh spesial (specialty tea) yang memenuhi kecenderungan&#13;
minat pasar global. Produk teh pun mulai beragam. Selain teh hitam yang&#13;
masih menguasai, produk teh hijau dan herbal ternyata menunjukkan&#13;
pertumbuhan yang nyata. ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
