<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Strategic Issue Studies</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19</id>
<updated>2026-04-11T21:08:20Z</updated>
<dc:date>2026-04-11T21:08:20Z</dc:date>
<entry>
<title>Cetak Biru Asesmen Mata Kuliah</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161870" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pribadi, Eko Sugeng</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161870</id>
<updated>2025-06-04T01:16:00Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Cetak Biru Asesmen Mata Kuliah; mk. MIKROBIOLOGI (SBM1241)
Pribadi, Eko Sugeng
Asesmen (Assessment) adalah kegiatan untuk memperoleh keterangan tentang&#13;
kompetensi dan performa kandidat atau mahasiswa (Schuwirth dan Van der Vleuten, 2014).&#13;
Pelaksanaan asesmen disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dalam ranah pengetahuan,&#13;
psikomotor, dan pengaruhnya dalam sikap (affective). Tingkat tujuan yang ingin dicapai akan&#13;
mempengaruhi metode asesmen yang dipilih dan pembuatan soal. Ada enam tingkatan ranah&#13;
pengetahuan seperti yang dinyatakan oleh Anderson dan Krathwohl, 2001).
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Metode Sampling Hewan Rodensia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116586" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pristihadi, Diah Nugrahani</name>
</author>
<author>
<name>Fadholli, Amaq</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116586</id>
<updated>2023-02-02T09:27:35Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Metode Sampling Hewan Rodensia
Pristihadi, Diah Nugrahani; Fadholli, Amaq
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakterisasi Berbagai Sistem Pembibitan Ternak Sapi Potong Di Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113079" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putra, Bramada Winiar</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113079</id>
<updated>2022-08-02T06:34:05Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakterisasi Berbagai Sistem Pembibitan Ternak Sapi Potong Di Indonesia
Putra, Bramada Winiar
Peternakan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat&#13;
memprihatinkan sampai saat ini. Pelaku usaha peternakan di Indonesia saat ini adalah&#13;
peternakan rakyat yang berkontribusi sebanyak 78% dalam pemasokan sapi. Usaha&#13;
peternakan sapi di indonesia yang berfokus pada sapi potong didominasi oleh&#13;
peternakan rakyat sebesar 4.204.213 orang yang menguasai lebih dari 98% ternak di&#13;
Indonesia, Peternakan rakyat memiliki pola (1) Rata-rata kepemilikan ternak rendah;&#13;
(2) Ternak digunakan sebagai tabungan hidup; (3) Ternak dipelihara dalam&#13;
pemukiman padat penduduk dan dikandangkan di belakang rumah; (4) Terbatas lahan&#13;
pemeliharaan sehingga pakan harus dicari di kawasan yang seringkali jauh dari&#13;
rumah; (5) Usaha beternak dilakukan secara turun temurun; (6) Jika Tidak ada modal&#13;
untuk membeli, peternak menggaduh dengan pola bagi hasil.&#13;
Peternak rakyat umumnya merupakan keluarga yang berniat untuk menternakan&#13;
hewan ternak nya sebagai sebbuah tabungan. Tabungan ini diharapkan dapat menambah&#13;
pemasukan tambahan untuk biaya kehidupan mereka. Komoditas yang mereka himpun&#13;
untuk beternak tidak lah banyak, kisaran kasar sekitas 8 sampai dengan 10 ekor per&#13;
ternak. Pola pemeliharaan yang dibatasi oleh lahan yang dimiliki dapat menjadi sebuah&#13;
alasan mengapa hewan yang mereka pelihara hanya kisaran 8 sampai dengan 10 ekor.&#13;
Pemeliharaan di pekarangan belakang rumah menjadi cara yang memungkinkan untuk&#13;
melakukan kegiatan beternak. Sistem yang berlaku dalam menjalan peternakan ini&#13;
umumnya merupakan sistem yang dianggap baik secara turun temurun. Hal ini terjadi&#13;
disebabkan oleh kurang nya pengetahuan yang didapatkan oleh peternak untuk&#13;
melakukan sistem yang lebih sistematik dan produktivitas yang lebih efektif.&#13;
Permasalahan krusial yang belum teratasi terutama pada aspek pembibitan yang&#13;
belum dikelola secara profesional. Beberapa sistem pembibitan telah dikembangkan di&#13;
Indoensia tetapi belum memberikan solusi yang signifikan dalam peningkatan populasi&#13;
ternak di Indonesia.
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pedoman Penulisan Resep Pada Kasus Ringworm Di Kucing</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112804" rel="alternate"/>
<author>
<name>Prasetyo, Bayu Febram</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112804</id>
<updated>2022-07-25T06:24:10Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pedoman Penulisan Resep Pada Kasus Ringworm Di Kucing
Prasetyo, Bayu Febram
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
