<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Actuaria</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162419" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162419</id>
<updated>2026-09-30T02:39:32Z</updated>
<dc:date>2026-09-30T02:39:32Z</dc:date>
<entry>
<title>Model Aktuaria untuk Perhitungan Premi dan Cadangan Manfaat&#13;
 Asuransi Perceraian di Kota</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179973" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusmana, Monica Dewi Putri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179973</id>
<updated>2026-09-28T07:42:22Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Model Aktuaria untuk Perhitungan Premi dan Cadangan Manfaat&#13;
 Asuransi Perceraian di Kota
Kusmana, Monica Dewi Putri
Perceraian merupakan risiko finansial yang belum memiliki produk asuransi khusus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan merancang model aktuaria berbasis multi state model empat status yang terdiri atas Belum Menikah, Menikah, Bercerai, dan Meninggal untuk populasi lajang berusia 21-35 tahun di Kota Bekasi. Data yang digunakan meliputi data individu dari Kementerian Agama yang mencakup 10.032 kasus pernikahan periode 2023-2025, Pengadilan Agama yang meliputi 17.474 kasus perceraian periode 2021-2025, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang menyediakan data populasi menurut usia pada tahun 2024, serta Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia tahun 2023. Produk dirancang dengan skema premi tunggal, manfaat lumpsum, serta mekanisme mitigasi risiko berlapis berupa masa tunggu ganda, batas usia kepesertaan, dan jendela klaim yang terbatas pada durasi pernikahan tahun ke-2 hingga ke-10. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk manfaat sebesar Rp 50.000.000 dari usia masuk 21-35 tahun diperoleh premi tunggal neto berkisar antara Rp 723.910,12 hingga Rp 3.037.034,85 beserta cadangan manfaat yang menurun secara monoton menjelang batas usia kepesertaan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa suku bunga teknis dan tingkat dekomen cerai memberikan pengaruh dengan arah berlawanan namun besaran yang sebanding terhadap premi, yaitu kenaikan suku bunga menurunkan premi, sedangkan kenaikan tingkat dekomen cerai menaikkan premi, dengan besaran perubahan yang relatif setara untuk rentang variasi yang sama. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa produk asuransi perlindungan perceraian dapat dirancang dengan premi wajar apabila mekanisme mitigasi risiko diperhitungkan secara eksplisit dalam model aktuaria.
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penentuan Kontribusi Asuransi Jiwa Syariah Multi Akad Joint  Life dengan Tingkat Imbal Hasil Model Cox-Ingersoll-Ross</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178207" rel="alternate"/>
<author>
<name>NARESWARI, KHANSA PARAMYTHA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178207</id>
<updated>2026-08-11T06:30:22Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penentuan Kontribusi Asuransi Jiwa Syariah Multi Akad Joint  Life dengan Tingkat Imbal Hasil Model Cox-Ingersoll-Ross
NARESWARI, KHANSA PARAMYTHA
Industri asuransi jiwa syariah di Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan, namun menghadapi tantangan dalam penentuan kontribusi yang kompetitif dan transparan pada produk joint life. Penelitian ini bertujuan menentukan kontribusi asuransi jiwa syariah joint life dengan menerapkan model stokastik Cox-Ingersoll-Ross (CIR) pada yield Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2022-2025 dan menentukan kontribusi tahunan asuransi jiwa syariah joint life menggunakan skema multi akad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CIR mampu memprediksi dinamika imbal hasil dengan akurasi kategori layak (MAPE 20.74%). Temuan baru penelitian ini adalah analisis pengaruh variasi proporsi alokasi kontribusi terhadap besaran kontribusi total yang membuktikan bahwa perubahan proporsi dana tidak mengurangi jaminan risiko kematian karena sistem aktuaria selalu menyesuaikan kontribusi total secara otomatis. Implikasinya, Skema 40-10-50 (40% tabarru', 10% ujrah, 50% investasi) diusulkan sebagai komposisi optimal bagi perusahaan dan peserta karena menawarkan keseimbangan antara keterjangkauan kontribusi, pertumbuhan nilai investasi, dan likuiditas operasional yang stabil.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Efektivitas Hedging Indeks Menggunakan Kontrak Futures dengan Vector Error Correction Model</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177696" rel="alternate"/>
<author>
<name>PINTO, HANG DIEN</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177696</id>
<updated>2026-08-07T08:59:17Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Efektivitas Hedging Indeks Menggunakan Kontrak Futures dengan Vector Error Correction Model
PINTO, HANG DIEN
Perkembangan pasar keuangan global meningkatkan volatilitas harga aset sehingga risiko investasi pada pasar saham semakin tinggi. Salah satu strategi untuk mengurangi risiko tersebut adalah hedging menggunakan kontrak futures. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas hedging antara pasar maju dan pasar berkembang menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM), dengan indeks S&amp;P 500 sebagai representasi pasar maju dan indeks Bovespa sebagai representasi pasar berkembang. Data yang digunakan berupa harga spot dan futures mingguan periode Januari 2020–Desember 2022. Analisis dilakukan melalui uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF), penentuan lag optimal berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC), uji kausalitas Granger, uji kointegrasi Johansen, estimasi VECM, serta perhitungan optimal hedge ratio dan efektivitas hedging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel stasioner pada diferensiasi pertama dan memiliki hubungan kointegrasi jangka panjang sehingga model VECM layak digunakan. Nilai optimal hedge ratio untuk indeks S&amp;P 500 dan Bovespa masing-masing sebesar 0,9687 dan 0,9912, sedangkan efektivitas hedging sebesar 92,91% dan 99,04%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kontrak futures efektif digunakan sebagai instrumen lindung nilai pada kedua pasar, dengan efektivitas hedging yang lebih tinggi pada indeks Bovespa.; Global financial market development has increased asset price volatility, leading to higher investment risk in stock markets. One strategy to mitigate this risk is hedging using futures contracts. This study aims to analyze the hedging effectiveness of developed and emerging markets using the Vector Error Correction Model (VECM), with the S&amp;P 500 Index representing the developed market and the Bovespa Index representing the emerging market. Weekly spot and futures price data from January 2020 to December 2022 were analyzed using the Augmented Dickey-Fuller (ADF) unit root test, optimal lag selection based on the Akaike Information Criterion (AIC), Granger causality test, Johansen cointegration test, VECM estimation, and the calculation of the optimal hedge ratio and hedging effectiveness. The results indicate that all variables are stationary at the first difference and cointegrated in the long run, confirming the suitability of the VECM. The optimal hedge ratios for the S&amp;P 500 and Bovespa indices are 0.9687 and 0.9912, respectively, while the corresponding hedging effectiveness values are 92.91% and 99.04%. These findings demonstrate that futures contracts are effective hedging instruments in both markets, with higher hedging effectiveness observed for the Bovespa Index.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Optimalisasi Portofolio Investasi Saham Indeks IDX-MES BUMN 17 Menggunakan Metode Mean-Semivariance</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177111" rel="alternate"/>
<author>
<name>Permata, Yossyifa Zahra</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177111</id>
<updated>2026-08-04T14:43:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimalisasi Portofolio Investasi Saham Indeks IDX-MES BUMN 17 Menggunakan Metode Mean-Semivariance
Permata, Yossyifa Zahra
YOSSYIFA ZAHRA PERMATA. Optimalisasi Portofolio Investasi Saham Indeks IDX-MES BUMN 17 Menggunakan Metode Mean-Semivariance. Dibimbing oleh ENDAR HASAFAH NUGRAHANI dan RETNO BUDIARTI.&#13;
&#13;
Indeks IDX-MES BUMN 17 memuat saham syariah BUMN dan afiliasinya yang likuid serta berfundamental kuat, tetapi kajian portofolio berbasis penurunan risiko masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membentuk portofolio optimal konstituen IDX-MES BUMN 17 dengan metode mean-semivariance (MSV) dan membandingkan kinerjanya dengan mean-variance (MV) melalui Sharpe Ratio. Data berupa harga penutupan harian Januari–Desember 2024 dari 14 saham berdata lengkap; enam saham dengan expected return positif dipilih sebagai kandidat. Matriks semivariance-semicovariance dibentuk menggunakan return harian IHSG sebagai benchmark, lalu bobot dioptimisasi melalui quadratic programming dengan kendala non-negatif. Portofolio MSV optimal terdiri atas IPCC (38,68%), PTBA (27,12%), PGAS (13,99%), ELSA (11,80%), dan BRIS (8,42%). Portofolio ini menghasilkan expected return harian 0,000953, downside deviation 0,005626, dan Sharpe Ratio 0,12827. Hasil ini menunjukkan MSV memberi kinerja lebih baik dan lebih sesuai bagi investor risk averse pada saham syariah BUMN.; YOSSYIFA ZAHRA PERMATA. Optimization of IDX-MES BUMN 17 Stock Investment Portfolio Using the Mean-Semivariance Method. Supervised by ENDAR HASAFAH NUGRAHANI and RETNO BUDIARTI.&#13;
&#13;
The IDX-MES BUMN 17 index consists of liquid, fundamentally strong Islamic SOE and affiliated stocks, yet portfolio studies using downside risk remain limited. This study aimed to construct an optimal IDX-MES BUMN 17 portfolio using mean-semivariance (MSV) and compare its performance with mean-variance (MV) through the Sharpe Ratio. The data were daily adjusted closing prices from January to December 2024 for 14 stocks with complete records; six stocks with positive expected returns were selected. The semivariance-semicovariance matrix was built using daily IDX Composite returns as the benchmark, and the weights were optimized by quadratic programming with non-negative constraints. The optimal MSV portfolio consisted of IPCC (38.68%), PTBA (27.12%), PGAS (13.99%), ELSA (11.80%), and BRIS (8.42%). It produced a daily expected return of 0,000953, downside deviation of 0,005626, and Sharpe Ratio of 0,12827. These results indicate that MSV provides better portfolio performance and is more suitable for risk averse investors in Islamic SOE stocks.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
