<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Production Technology And Agricultural Community Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671</id>
<updated>2026-08-12T21:12:20Z</updated>
<dc:date>2026-08-12T21:12:20Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PERGANTIAN AIR STOK DENGAN TEKNOLOGI FINE BUBBLE TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN HIAS GOLDEN (Puntius denisonii) PADA SISTEM AKUAKULTUR INTENSIF</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178426" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hidayah, Putri Nurul</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178426</id>
<updated>2026-08-12T05:10:21Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PERGANTIAN AIR STOK DENGAN TEKNOLOGI FINE BUBBLE TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN HIAS GOLDEN (Puntius denisonii) PADA SISTEM AKUAKULTUR INTENSIF
Hidayah, Putri Nurul
PUTRI NURUL HIDAYAH. Analisis Pengaruh Perbedaan Pergantian Air Stok dengan Teknologi Fine bubble Terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Hias Golden (Puntius denisonii) pada Sistem Akuakultur Intensif. Dibimbing oleh WIDYA HASIAN SITUMEANG dan HENRY KASMANHADI SAPUTRA.&#13;
Permintaan pasar ikan hias Golden (Puntius denisonii) yang semakin meningkatnya permintaan pasar ikan hias Golden (Puntius denisonii) memerlukan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan presentase pergantian air dengan teknologi fine bubble terhadap parameter kualitas air dan performa pertumbuhan ikan. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan, yaitu pergantian air 80% (K1) dan pergantian air 100% (K2) menggunakan fine bubble serta Kontrol dengan pergantian air (60%) tanpa menggunakan finebubble dengan masing-masing 3 (tiga) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air 100% (K2) menghasilkan kualitas air terbaik berdasarkan kadar oksigen terlarut (DO) dan alkalinitas, sedangkan pergantian air 80% (K1) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu 62,67% sehingga menjadi perlakuan paling optimal untuk produksi ikan. Secara statistik, perbedaan perlakuan pergantian air belum memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan. Penerapan teknologi fine bubble pada pergantian air 80% (K1) berpotensi menjadi alternatif budidaya yang lebih efisien dan mendukung pengelolaan kualitas air pada sistem akuakultur intensif.&#13;
&#13;
Kata kunci: fine bubble, kualitas air, pergantian air, pertumbuhan ikan; PUTRI NURUL HIDAYAH. Analysis of the Effect of Differences in Stock Water Replacement Using Fine bubble Technology on the Growth Performance of Golden Ornamental Fish (Puntius denisonii) in an Intensive Aquaculture System. Supervised by WIDYA HASIAN SITUMEANG and HENRY KASMANHADI SAPUTRA.&#13;
The increasing market demand for Golden ornamental fish (Puntius denisonii) requires the application of aquaculture technologies capable of maintaining water quality and improving production efficiency. This study aims to analyze the effect of different water replacement rates using fine-bubble technology on water quality parameters and fish growth performance. The study was conducted over 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 (three) treatments: 80% water exchange (K1) and 100% water exchange (K2) using fine-bubble technology, as well as a control group with 60% water exchange without fine-bubble technology, each with 3 (three) replicates. The results showed that 100% water exchange (K2) produced the best water quality based on dissolved oxygen (DO) levels and alkalinity, while 80% water exchange (K1) yielded the highest survival rate of 62.67%, making it the most optimal treatment for fish production. Statistically, the differences in water-change treatments did not have a significant effect on growth parameters. The application of fine-bubble technology in the 80% water-change treatment (K1) has the potential to become a more sustainable aquaculture alternative.&#13;
&#13;
Keywords: fine bubble, fish growth, water changes, water quality
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Pemupukan dan Varietas terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Padi: Studi Kasus pada IPB 12s, IPB 15s, dan Inpari 42 di Merauke, Papua Selatan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178371" rel="alternate"/>
<author>
<name>Awaludin, Andi Razan Ramiro Putra</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178371</id>
<updated>2026-08-12T04:26:29Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemupukan dan Varietas terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Padi: Studi Kasus pada IPB 12s, IPB 15s, dan Inpari 42 di Merauke, Papua Selatan
Awaludin, Andi Razan Ramiro Putra
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan strategis yang produktivitasnya dipengaruhi oleh kesesuaian varietas dan pemupukan, terutama pada lahan dengan kesuburan rendah seperti di Merauke. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh varietas, pemupukan, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada September–Desember 2025 menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot) dengan tiga varietas (IPB 12s, IPB 15s, dan Inpari 42) sebagai petak utama serta dua perlakuan pemupukan, yaitu pupuk kimia dengan pupuk organik dan tanpa penambahan pupuk organik, sebagai anak petak yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas, pemupukan, dan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan warna daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, komponen hasil, GKP, dan GKG. Analisis tanah menunjukkan kandungan nitrogen tergolong rendah, fosfor bervariasi dari kategori sedang hingga tinggi, dan kalium tergolong tinggi. Secara umum, perlakuan meningkatkan pertumbuhan vegetatif, tetapi belum mampu meningkatkan hasil padi secara nyata.; Rice (Oryza sativa L.) is a strategic food crop whose productivity is strongly influenced by varietal suitability and fertilization management, particularly on soils with low fertility, such as those found in Merauke, South Papua. This study aimed to analyze the effects of rice varieties, organic fertilizer application, and their interaction on the vegetative and generative growth of rice. The experiment was conducted from September to December 2025 in Harapan Makmur Village, Kurik District, Merauke Regency, South Papua, using a Split Plot Design arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The main plot consisted of three rice varieties, namely IPB 12s, IPB 15s, and Inpari 42, while the subplot consisted of two fertilization treatments, namely inorganic fertilization and inorganic fertilization combined with organic fertilizer. The results showed that rice variety, organic fertilizer application, and their interaction significantly affected plant height, number of leaves, number of tillers, and leaf color. However, they did not significantly affect flowering time, yield components, grain yield at harvest (GKP), or milled dry grain yield (GKG). Soil analysis indicated low nitrogen content, moderate to high phosphorus content, and high potassium content. Overall, the addition of organic fertilizer improved vegetative growth but did not significantly increase rice yield under the soil conditions of the study area.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Sekar Dalam Pengembangan Urban Farming Di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178335" rel="alternate"/>
<author>
<name>Auliya, Siti</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178335</id>
<updated>2026-08-12T01:59:27Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Sekar Dalam Pengembangan Urban Farming Di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor
Auliya, Siti
SITI AULIYA. Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Sekar Dalam Pengembangan Urban Farming Di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh MUHAMMAD IQBAL NURULHAQ dan TRI BUDIARTO.&#13;
&#13;
Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan alih fungsi lahan pertanian mendorong berkembangnya urban farming sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan dan peri-urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modal sosial pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar dalam pengembangan urban farming di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan teori modal sosial Putnam yang menekankan unsur kepercayaan, norma, dan jaringan sosial. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan memperkuat kerja sama dan partisipasi anggota, norma menjadi pedoman dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kelompok, sedangkan jaringan sosial memperluas akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan berbagai pihak. Temuan ini menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam mendukung keberlanjutan urban farming.; Population growth, urbanization, and agricultural land conversion have encouraged&#13;
the development of urban farming as an effort to support food security in urban and&#13;
peri-urban areas. This study aimed to analyze the role of social capital in the&#13;
development of urban farming within the Sekar Women Farmers Group (KWT&#13;
Sekar) in Rawapanjang Village, Bojonggede District, Bogor Regency. The study&#13;
employed Putnam’s social capital theory, which emphasizes trust, norms, and social&#13;
networks. A qualitative approach was used, with data collected through&#13;
observation, in-depth interviews, and documentation involving six informants. The&#13;
findings revealed that trust strengthened cooperation and member participation,&#13;
norms served as guidelines for maintaining the continuity of group activities, and&#13;
social networks expanded access to information, training, and support from various&#13;
stakeholders. These findings indicate that social capital plays an important role in&#13;
supporting the sustainability of urban farming.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Persepsi Peternak Terhadap Implementasi Sistem Pertanian Terpadu melalui Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kawasan Transmigrasi Palolo</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178182" rel="alternate"/>
<author>
<name>S, Muhammad Sidiq Haryadi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178182</id>
<updated>2026-08-11T10:25:11Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Persepsi Peternak Terhadap Implementasi Sistem Pertanian Terpadu melalui Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kawasan Transmigrasi Palolo
S, Muhammad Sidiq Haryadi
Kawasan Transmigrasi Palolo, Kabupaten Sigi, memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan peternakan, tetapi pengelolaan limbah ternak dan pertanian masih belum optimal akibat pola pemeliharaan tradisional yang menimbulkan pencemaran lingkungan dan hilangnya nilai ekonomi. Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) hadir sebagai model pembelajaran nonformal untuk memperkuat kapasitas peternak dalam menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis prinsip 4F (food, feed, fuel, fertilizer) melalui sistem pertanian terpadu. Penelitian ini bertujuan mengkaji situasi komunitas dampingan SPR, menganalisis persepsi peternak terhadap implementasi sistem pertanian terpadu, dan menganalisis hubungan antara persepsi sistem pertanian terpadu dengan implementasi sistem pertanian terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif, dengan 36 responden terdiri atas 18 peternak dampingan SPR (Kelompok Tani Pawitan dan Al-Mutmainnah) dan 18 peternak non-dampingan, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, studi literatur, serta uji kualitas tanah (PUTS dan PUTK), lalu dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan peternak dampingan SPR memiliki persepsi dan implementasi sistem pertanian terpadu berkategori tinggi, mencakup komponen food, feed, dan fertilizer, dengan kesuburan tanah lebih baik dibandingkan peternak non-dampingan yang baru mencapai komponen food. Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan kuat antara persepsi sistem pertanian terpadu dengan implementasi sistem pertanian terpadu (rs=0,623; p&lt;0,001). Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendampingan SPR berperan penting membentuk persepsi positif yang mendorong penerapan sistem pertanian terpadu secara nyata di lapangan.; The Palolo Transmigration Area in Sigi Regency holds substantial potential in the agricultural and livestock sectors, yet the management of livestock and agricultural waste remains suboptimal due to traditional rearing practices that cause environmental pollution and economic loss. The People's Livestock School (SPR) serves as a non-formal learning model designed to strengthen farmers' capacity in implementing an integrated farming system based on the 4F principle (food, feed, fuel, fertilizer) through integrated farming system. This study aims to examine the condition of the SPR-assisted community, analyze farmers' perceptions of the implementation of the integrated farming system, and analyze the relationship between perceptions of integrated farming system and the implementation of the integrated farming system. A quantitative approach supported by qualitative data was employed, involving 36 respondents consisting of 18 SPR-assisted farmers (Pawitan and Al-Mutmainnah Farmer Groups) and 18 non-assisted farmers, selected through purposive sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires, semi-structured interviews, observation, documentation, literature review, and soil quality tests (PUTS and PUTK), then analyzed using Spearman Rank correlation. The results show that SPR-assisted farmers exhibited high perceptions and implementation of the integrated farming system, covering the food, feed, and fertilizer components, with better soil fertility compared to non-assisted farmers who had only achieved the food component. Correlation analysis revealed a positive and strong relationship between perceptions of crop-livestock integration and implementation of the integrated farming system (rs = 0.623; p &lt; 0.001). The study concludes that SPR assistance plays a significant role in shaping positive perceptions that drive the actual implementation of integrated farming systems in the field.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
