<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Production Technology And Agricultural Community Development</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671</id>
<updated>2026-04-18T09:10:00Z</updated>
<dc:date>2026-04-18T09:10:00Z</dc:date>
<entry>
<title>Budi Daya Melon Jepang secara Hidroponik di Akaruku Hydrofarm sebagai Model Edukasi untuk Pengunjung, Petani, dan Penduduk di Sekitarnya</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172814" rel="alternate"/>
<author>
<name>Farora, Alya Yasmin</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172814</id>
<updated>2026-03-05T07:39:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Budi Daya Melon Jepang secara Hidroponik di Akaruku Hydrofarm sebagai Model Edukasi untuk Pengunjung, Petani, dan Penduduk di Sekitarnya
Farora, Alya Yasmin
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik budi daya melon Jepang secara &#13;
hidroponik serta menggambarkan hasil edukasi melalui Model Edukasi Partisipatif Akaruku (MEPA) kepada pengunjung, petani, dan penduduk sekitar. Penelitian &#13;
dilakukan di Akaruku Hydrofarm menggunakan pendekatan mixed methods. Data kuantitatif diperoleh dari peubah pertumbuhan, produksi, dan lingkungan tumbuh, &#13;
sedangkan data kualitatif diperoleh melalui pretest, posttest, kuesioner, dan &#13;
wawancara terhadap tiga kelompok responden. MEPA merupakan pendekatan edukasi partisipatif yang mengintegrasikan praktik langsung budi daya hidroponik, &#13;
penjelasan teknis, diskusi, dan pendampingan sebagai sarana peningkatan pemahaman masyarakat terhadap teknologi pertanian. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan rata-rata tinggi tanaman 167 cm, diameter batang 10,18 mm, dan &#13;
bobot panen 1,58 kg per tanaman. Analisis regresi menunjukkan tinggi tanaman &#13;
dan pH larutan nutrisi berpengaruh terhadap bobot panen dengan koefisien determinasi 0,78. Hasil pretest–posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman responden setelah kegiatan edukasi, dengan rata-rata peningkatan &#13;
pemahaman responden mencapai 28,68%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budi &#13;
daya melon Jepang secara hidroponik di Akaruku Hydrofarm mendukung &#13;
pertumbuhan dan produksi tanaman serta memberikan hasil edukasi yang baik bagi &#13;
pengunjung, petani, dan penduduk sebagai sasaran penyuluhan teknologi hidroponik.; This study aimed to analyze hydroponic Japanese melon cultivation and &#13;
describe the educational outcomes through the Akaruku Participatory Education &#13;
Model (MEPA) for visitors, farmers, and surrounding residents. The research was &#13;
conducted at Akaruku Hydrofarm using a mixed methods approach. Quantitative &#13;
data were obtained from growth, yield, and growing environment variables, while &#13;
qualitative data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and interviews involving three respondent groups. MEPA is a participatory education approach that integrates hands-on hydroponic practice, technical explanation, &#13;
discussion, and mentoring to improve community understanding of agricultural &#13;
technology. The results showed an average plant height of 167 cm, stem diameter &#13;
of 10.18 mm, and yield of 1.58 kg per plant. Regression analysis indicated that plant &#13;
height and nutrient solution pH influenced yield with a coefficient of determination &#13;
of 0.78. Pretest–posttest results indicate an increase in respondents’ understanding after the educational activity, with the average improvement in understanding &#13;
reaching 28.68%. This study concludes that hydroponic Japanese melon cultivation &#13;
 at Akaruku Hydrofarm supports plant growth and production and provides positive &#13;
educational outcomes for visitors, farmers, and surrounding residents as targets of &#13;
hydroponic technology extension.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peningkatan Pengetahuan Petani Kelompok Tani Agromina Mutiara di Kelurahan Rorotan dalam Pemanfaatan Pestisida Ramah Lingkungan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172511" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pevdronova, Oxana Ramadhani</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172511</id>
<updated>2026-02-18T00:01:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peningkatan Pengetahuan Petani Kelompok Tani Agromina Mutiara di Kelurahan Rorotan dalam Pemanfaatan Pestisida Ramah Lingkungan
Pevdronova, Oxana Ramadhani
Serangan hama pada tanaman hortikultura menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani Agromina Mutiara di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, yang berdampak pada penurunan kualitas dan hasil panen. Salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah penggunaan pestisida nabati, namun tingkat pengetahuan petani terkait pestisida nabati masih tergolong rendah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan petani mengenai pestisida nabati serta mengamati pertumbuhan tanaman bayam setelah aplikasi pestisida nabati daun pepaya. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan mixed method melalui kuesioner pre-test dan post-test, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) serta pengamatan pertumbuhan tanaman. Responden penelitian berjumlah 13 orang anggota kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan petani, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 49%, dari 35 pada pre-test menjadi 84 pada post-test, sehingga terjadi perubahan tingkat pengetahuan dari kategori rendah dan sedang menjadi kategori tinggi, Aplikasi pestisida nabati daun pepaya mampu menekan intensitas serangan hama serta meningkatkan produktivitas tanaman bayam, dengan hasil panen sebesar 650 g/m2 dengan perlakuan pestisida nabati lebih tinggi, dibandingkan perlakuan kontrol yaitu 609 g/m2. Dengan demikian, penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan petani dan mendorong penerapan pengendalian hama yang ramah lingkungan dalam pertanian perkotaan. &#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: kelompok tani, penyuluhan, pestisida nabati, tingkat pengetahuan; Pest attacks on horticultural crops are one of the main problems faced by the Agromina Mutiara Farmers Group in Rorotan Village, North Jakarta, which has an impact on decreasing the quality and yield of the harvest. One alternative to environmentally friendly pest control is the use of botanical pesticides, but the level of farmer knowledge regarding botanical pesticides is still relatively low. The study aims to analyze the effect of extension on increasing farmer knowledge about botanical pesticides and observe the growth of spinach plants after the application of papaya leaf botanical pesticides. The study was conducted using a mixed method approach through pre-test and post-test questionnaires, observations, interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and observations of plant growth. The study respondents were 13 members of the farmer group. The results of the study showed that the extension had an effect on increasing farmers' knowledge, with the average knowledge score increasing by 49%, from 35 in the pre-test to 84 in the post-test, resulting in a change in the level of knowledge from the low and medium categories to the high category. The application of papaya leaf botanical pesticides was able to suppress the intensity of pest attacks and increase the productivity of spinach plants, with a harvest yield of 650 g/m2 with higher botanical pesticide treatment, compared to the control treatment of 609 g/m2. Thus, extension plays an important role in increasing farmers' knowledge and encouraging the implementation of environmentally friendly pest control in urban agriculture.&#13;
&#13;
&#13;
Keywords: farmer groups, extension, botanical pesticides, level of knowledge
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan penyuluhan di Kelurahan Bantarjati Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172510" rel="alternate"/>
<author>
<name>VANIA, AUDY AZZAHRA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172510</id>
<updated>2026-02-04T02:20:15Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Kegiatan penyuluhan di Kelurahan Bantarjati Bogor
VANIA, AUDY AZZAHRA
Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat tani melalui keterlibatan aktif kelompok sasaran. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam kegiatan penyuluhan, membandingkan tingkat partisipasi antara KWT Hijau Lestari dan KWT Flamboyan, serta menganalisis hubungan karakteristik anggota dengan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada bulan Januari hingga Juli 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang merupakan seluruh anggota KWT Hijau Lestari dan KWT Flamboyan. Tingkat partisipasi dianalisis menggunakan Skala likert berdasarkan delapan tangga partisipasi Arnstein dan hubungan karakteristik anggota dengan tingkat partisipasi dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Dugaan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi KWT Hijau Lestari berada pada tingkat Informasi, yang menandakan partisipasi berada pada rendah dengan keterlibatan anggota yang belum sepenuhnya mandiri. Sementara itu, KWT Flamboyan berada pada tingkat delegasi kekuasaan, yang menunjukkan partisipasi tinggi dengan keterlibatan aktif anggota dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Karakteristik umur dan lama bertani memiliki hubungan positif lemah terhadap tingkat partisipasi, sedangkan pekerjaan dan tingkat pendidikan menunjukkan hubungan negatif, namun tidak signifikan secara statistik.&#13;
&#13;
Kata kunci: karakteristik kelompok wanita tani, penyuluhan pertanian, tangga partisipasi Arnstein, tingkat partisipasi.; Agricultural extension is one of the efforts to enhance the capacity and independence of farming communities through the active involvement of target groups. This study aimed to analyze the level of participation of Women Farmer Groups KWT in extension activities, to compare the participation levels between KWT Hijau Lestari and KWT Flamboyan, and to examine the relationship between members’ characteristics and their participation levels in extension activities. The study was conducted in Bantarjati Village, North Bogor District, Bogor City, from January to July 2025. The research employed a qualitative approach strengthened by a quantitative approach. The respondents consisted of 30 individuals, representing all members of KWT Hijau Lestari and KWT Flamboyan. Participation levels were analyzed using a Likert scale based on Arnstein’s eight rungs of participation, while the relationship between members’ characteristics and participation levels was analyzed using the Spearman rank correlation test. The assumption of researc results showed that the participation level of KWT Hijau Lestari was at the information level, indicating a moderate level of participation in which members’ involvement had not yet been fully autonomous. Meanwhile, KWT Flamboyan reached the delegated power level, indicating a high level of participation with active member involvement in planning and decision-making processes. Members’ age and length of farming experience showed a weak positive relationship with participation levels, while occupation and education level showed a negative relationship; however, these relationships were not statistically significant.&#13;
&#13;
Keywords: characteristics woman farmer groups, agricultural extension, Arnstein’s ladder of participation, participation level.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Persepsi Petani terhadap Penerapan Sistem Jajar Legowo pada Kelompok Tani Sukatani di Desa Tukdana</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171991" rel="alternate"/>
<author>
<name>Akbar, Rizal</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171991</id>
<updated>2026-01-07T04:11:14Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Persepsi Petani terhadap Penerapan Sistem Jajar Legowo pada Kelompok Tani Sukatani di Desa Tukdana
Akbar, Rizal
Sistem jajar legowo menawarkan keunggulan yang signifikan, namun&#13;
penerapannya di kalangan petani di Kabupaten Indramayu, termasuk Desa&#13;
Tukdana, masih terbatas. Penelitian bertujuan menganalisis persepsi petani&#13;
terhadap sistem Jajar Legowo pada budidaya padi Kelompok Tani Sukatani&#13;
di Desa Tukdana serta hubungan antara persepsi petani dengan karakteristik&#13;
petani (umur, pendidikan, dan luas lahan). Penelitian dilaksanakan pada&#13;
September 2024 - Desember 2025 dengan 30 responden petani padi&#13;
menggunakan mixed method melalui observasi, wawancara, dan kuesioner&#13;
skala likert mengenai pengetahuan dan sikap yang dikonstruksi menjadi&#13;
variabel persepsi. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan petani terhadap&#13;
jajar legowo masih terbilang rendah, sikap pada kategori sedang, serta&#13;
terdapat korelasi positif signifikan antara pengetahuan dan sikap sebesar r =&#13;
0,609. Persepsi berkorelasi sangat lemah dengan umur (r = 0,346 ; p &gt; 0,05)&#13;
dan pendidikan (r = -0,310; p &gt; 0,05), namun memiliki hubungan signifikan&#13;
dengan luas lahan (r = 0,458; p &lt; 0,05). Uji regresi sederhana menunjukkan&#13;
bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap persepsi (p= 0,011),&#13;
sedangkan umur (p = 0,061) dan pendidikan (p= 0,095) tidak berpengaruh&#13;
nyata. Faktor pendukung utama pembentukan persepsi yang lebih baik&#13;
meliputi penyuluhan aktif, petani pelopor, dan kemudahan akses informasi,&#13;
sementara penghambatnya adalah rendahnya kehadiran penyuluhan,&#13;
kebiasaan konvensional, dan minimnya dukungan program khusus.; The Jajar Legowo planting system offers significant advantages, yet its&#13;
adoption among farmers in Indramayu Regency, including those in Tukdana&#13;
Village, remains limited. This study aims to analyze farmers’ perceptions of&#13;
the Jajar Legowo system in rice cultivation within the Sukatani Farmers’&#13;
Group in Tukdana Village, as well as examine the relationship between&#13;
farmers’ perceptions and their characteristics (age, education level, and land&#13;
size). The research was conducted from September 2024 to December 2025&#13;
with 30 rice farmers as respondents, using a mixed-methods approach through&#13;
observation, interviews, and Likert-scale questionnaires measuring&#13;
knowledge and attitudes, which were constructed into the perception variable.&#13;
The findings indicate that farmers’ knowledge of the Jajar Legowo system&#13;
remains relatively low, their attitudes fall into the moderate category, and&#13;
there is a significant positive correlation between knowledge and attitude (r=&#13;
0,609). Farmers’ perceptions show a very weak correlation with age (r=&#13;
0,346; p &gt; 0,05) and education (r = -0,310; p &gt; 0,05), but a significant&#13;
relationship with land size (r= 0,458; p &lt; 0,05). A simple regression test&#13;
further shows that land size significantly influences perception (p= 0,011),&#13;
while age (p= 0,061) and education (p= 0,095) have no significant effect.&#13;
Supporting factors for positive perceptions include active agricultural&#13;
extension, the presence of pioneer farmers, and accessible information,&#13;
whereas inhibiting factors consist of low attendance in extension activities,&#13;
strong conventional farming habits, and limited program support.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
