<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Livestock Management and Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153663" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153663</id>
<updated>2026-07-21T19:54:04Z</updated>
<dc:date>2026-07-21T19:54:04Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Pemberian Air Kelapa Fermentasi Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum terhadap Profil Non-Karkas Broiler</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175272" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sebayang, Merry Natalia</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175272</id>
<updated>2026-07-21T07:38:08Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemberian Air Kelapa Fermentasi Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum terhadap Profil Non-Karkas Broiler
Sebayang, Merry Natalia
Sinbiotik, kombinasi probiotik dan prebiotik, berpotensi memperbaiki keseimbangan mikroflora usus ayam broiler dan dapat diperoleh dari air kelapa fermentasi Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum yang diberikan melalui air minum. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruhnya terhadap komponen non karkas broiler jantan dan betina menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan (P0: kontrol; P1: pasteurisasi; P2: fermentasi L. plantarum; P3: fermentasi S. cerevisiae; P4: kombinasi keduanya) dan empat ulangan, total 40 ekor ayam (8 ekor per perlakuan: 4 jantan dan 4 betina). Peubah meliputi bobot dan persentase non karkas, organ dalam, serta bobot dan panjang saluran pencernaan, dianalisis dengan ANOVA, uji Kruskal-Wallis, dan uji Tukey. Sinbiotik sebagian besar tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) pada kedua jenis kelamin, kecuali persentase bobot hati jantan (P=0,048) yang lebih rendah pada P4 dibanding kontrol, mengindikasikan berkurangnya beban detoksifikasi. Pada betina, bobot dan persentase jejunum berpengaruh nyata (P&lt;0,05) dengan P4 tertinggi, mencerminkan perkembangan morfologi usus lebih baik. Sinbiotik air kelapa fermentasi aman diberikan, dengan P4 memberikan hasil terbaik.; Synbiotics, a combination of probiotics and prebiotics, can improve intestinal microflora balance in broiler chickens and may be sourced from fermented coconut water containing Saccharomyces cerevisiae and Lactobacillus plantarum, administered via drinking water. This study aimed to determine its effect on non-carcass components of male and female broilers using a Completely Randomized Design with five treatments (P0: control; P1: pasteurization; P2: L. plantarum fermentation; P3: S. cerevisiae fermentation; P4: combination of both) and four replications, totaling 40 broilers (8 per treatment: 4 males and 4 females). Variables included non-carcass weight and percentage, internal organs, and digestive tract weight and length, analyzed using ANOVA, the Kruskal-Wallis test, and Tukey's test. Synbiotics had no significant effect (P&gt;0.05) on most variables in either sex, except for male liver weight percentage (P=0.048), which was lower in P4 than the control, indicating reduced detoxification burden. In females, jejunum weight and percentage were significantly affected (P&lt;0.05), with P4 showing the highest values, reflecting better intestinal morphology. Fermented coconut water synbiotics were safe to administer, with P4 producing the best results.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penggemukan dan Analisis Usaha Peternakan Sapi Tunas Muda Farm Desa Tasikmadu Kabupaten Tuban Jawa Timur</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175271" rel="alternate"/>
<author>
<name>PUTRA, MOHAMMAD TRI BINTANG</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175271</id>
<updated>2026-07-21T07:36:49Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penggemukan dan Analisis Usaha Peternakan Sapi Tunas Muda Farm Desa Tasikmadu Kabupaten Tuban Jawa Timur
PUTRA, MOHAMMAD TRI BINTANG
The increase in beef consumption in Indonesia which is not balanced with the&#13;
increase in production causes a gap between the demand and the availability of beef.&#13;
The purpose of this activity is to increase knowledge, skills, insights, experience in&#13;
cattle fattening cultivation, and analyze the cattle fattening business at Tunas Muda&#13;
Farm. This activity will be carried out from November 17, 2025 to February 17,&#13;
2026. Data collection consists of two types, namely primary and secondary. The&#13;
data collected included production systems, marketing, human resources, and&#13;
financial evaluations which were analyzed using the parameters of Break Even&#13;
Point (BEP), revenue, income, Revenue Cost Ratio (R/C), and SWOT analysis. The&#13;
cattle raised amounted to 117 heads with a minimum age of 1.5 years and a body&#13;
weight of 370 - 445 kg. Performance shows the average result of Daily Body&#13;
Weight Gain (PBBH) of 1.10 kg/day. Total revenue of Rp 2,583,516,000 and total&#13;
production costs of Rp 2,617,700,490 resulted in revenue -Rp 34,184,490 and an&#13;
R/C value of 0.98 (&lt;1). The R/C value of &lt;1 indicates that the business is not&#13;
feasible to continue.; MOHAMMAD TRI BINTANG PUTRA. Penggemukan dan Analisis Usaha&#13;
Peternakan Sapi Tunas Muda Farm Desa Tasikmadu Kabupaten Tuban Jawa Timur.&#13;
Dibimbing oleh FARIZ AM KURNIAWAN.&#13;
Peningkatan konsumsi daging sapi di Indonesia yang tidak diimbangi&#13;
dengan peningkatan produksi menyebabkan terjadinya kesenjangan antara&#13;
permintaan dengan ketersediaan daging sapi. Tujuan kegiatan ini untuk untuk&#13;
menambah pengetahuan, keterampilan, wawasan, pengalaman dalam budidaya sapi&#13;
penggemukan, dan menganalisis usaha penggemukan sapi di Tunas Muda Farm.&#13;
Kegiatan ini dilaksanakan dari 17 November 2025 sampai 17 Februari 2026.&#13;
Pengambilan data terdiri dari dua jenis yaitu primer dan sekunder. Data yang&#13;
dikumpulkan mencakup sistem produksi, pemasaran, sumber daya manusia, serta&#13;
evaluasi keuangan yang dianalisis menggunakan parameter Break Even Point&#13;
(BEP), penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), dan analisis SWOT.&#13;
Sapi yang dipelihara berjumlah 117 ekor dengan umur sapi minimal 1.5 tahun dan&#13;
bobot badan sapi 370 - 445 kg. Performa menunjukan hasil rataan Penambahan&#13;
Bobot Badan Harian (PBBH) sebesar 1.10 kg/hari. Total penerimaan sebesar Rp&#13;
2,583,516,000 dan total biaya produksi sebesar Rp 2,617,700,490 menghasilkan&#13;
pendapatan -Rp 34,184,490 dan nilai R/C sebesar 0.98 (&lt;1) . Nilai R/C &lt;1&#13;
menunjukan usaha tidak layak untuk dilanjutkan.&#13;
Kata Kunci : Analisis Usaha, Jawa Timur, Penggemukan, Sapi, Tunas Muda Farm
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi dan Strategi Perbaikan Usaha Makanan Cepat Saji  Fried Chicken di Sabana Kecamatan Kebayoran Lama</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175249" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pratama, Aditya</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175249</id>
<updated>2026-07-21T06:53:22Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi dan Strategi Perbaikan Usaha Makanan Cepat Saji  Fried Chicken di Sabana Kecamatan Kebayoran Lama
Pratama, Aditya
Persaingan usaha makanan cepat saji yang semakin meningkat mendorong pelaku usaha untuk melakukan evaluasi dan menyusun strategi perbaikan agar mampu mempertahankan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan usaha Sabana Fried Chicken di Kecamatan Kebayoran Lama dan merumuskan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis biaya produksi, SWOT, dan Matriks Internal-Eksternal (IE). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi selama tiga bulan sebesar &#13;
Rp207.853.000. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. &#13;
Sementara itu, hasil Matriks IE menempatkan usaha pada sel I (grow and build) dengan skor IFE 3,07 dan EFE 3,14. Strategi yang direkomendasikan meliputi &#13;
peningkatan promosi, penyusunan paket hemat, serta mempertahankan kualitas produk dan pelayanan.&#13;
&#13;
Increasing competition in the fast-food industry requires businesses to evaluate their performance and develop appropriate improvement strategies. This &#13;
study aimed to evaluate the management of the Sabana Fried Chicken business in Kebayoran Lama District and formulate improvement strategies. A case study with a descriptive approach was conducted using observation, interviews, documentation, and production cost, SWOT, and Internal-External (IE) Matrix &#13;
analyses. The results showed that the total production cost for three months was IDR 207,853,000. The SWOT analysis indicated that the business has strengths and opportunities to support its development. The IE Matrix placed the business in Cell I (grow and build) with an IFE score of 3.07 and an EFE score of 3.14. Recommended strategies include strengthening promotion, offering value meal packages, and maintaining product quality and service.; Increasing competition in the fast-food industry requires businesses to&#13;
evaluate their performance and develop appropriate improvement strategies. This&#13;
study aimed to evaluate the management of the Sabana Fried Chicken business in&#13;
Kebayoran Lama District and formulate improvement strategies. A case study with&#13;
a descriptive approach was conducted using observation, interviews,&#13;
documentation, and production cost, SWOT, and Internal-External (IE) Matrix&#13;
analyses. The results showed that the total production cost for three months was&#13;
IDR 207,853,000. The SWOT analysis indicated that the business has strengths and&#13;
opportunities to support its development. The IE Matrix placed the business in Cell&#13;
I (grow and build) with an IFE score of 3.07 and an EFE score of 3.14.&#13;
Recommended strategies include strengthening promotion, offering value meal&#13;
packages, and maintaining product quality and service.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Waktu Penyimpanan Daging Ayam terhadap Jumlah  Mikroba dan Organoleptik pada Sosis setelah Proses Pemasakan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175116" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sekar, Ajeng Dzakira</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175116</id>
<updated>2026-07-20T04:38:05Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Waktu Penyimpanan Daging Ayam terhadap Jumlah  Mikroba dan Organoleptik pada Sosis setelah Proses Pemasakan
Sekar, Ajeng Dzakira
Daging ayam merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan sosis yang kualitasnya dapat memengaruhi mutu mikrobiologis dan organoleptik produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu penyimpanan daging ayam sebelum proses produksi terhadap jumlah mikroba (Total Plate Count) dan sifat organoleptik pada sosis setelah proses pemasakan. Penelitian dilaksanakan di PT Madusari Nusaperdana menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu penyimpanan, yaitu 16 jam (P1), 19 jam (P2), dan 22 jam (P3), masing-masing dilakukan sebanyak empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah mikroba serta sifat organoleptik yang terdiri atas warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan uji parametrik dan nonparametrik sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu penyimpanan daging ayam tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap jumlah mikroba maupun sifat organoleptik sosis setelah proses pemasakan. Rentang waktu penyimpanan 16–22 jam masih menghasilkan bahan baku yang layak digunakan dan mampu menghasilkan sosis dengan kualitas mikrobiologis serta organoleptik yang baik.; Chicken meat is one of the main raw materials used in sausage production, and its quality may affect the microbiological and organoleptic quality of the final product. This study aimed to determine the effect of different chicken meat storage times before the production process on the microbial count (Total Plate Count/TPC) and organoleptic characteristics of sausages after cooking. The study was conducted at PT Madusari Nusaperdana using a Completely Randomized Design (CRD) with three storage-time treatments, namely 16 hours (P1), 19 hours (P2), and 22 hours (P3), each with four replications. The observed parameters included microbial count and organoleptic characteristics, namely color, aroma, taste, and texture. Data were analyzed using parametric and non-parametric tests according to the data characteristics. The results showed that different chicken meat storage times had no significant effect (P&gt;0.05) on the microbial count or organoleptic characteristics of sausages after cooking. Chicken meat stored for 16–22 hours remained suitable as a raw material and produced sausages with good microbiological and organoleptic quality.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
