<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Technology and Management of Applied Aquaculture Hatchery</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153662" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153662</id>
<updated>2026-07-12T22:49:30Z</updated>
<dc:date>2026-07-12T22:49:30Z</dc:date>
<entry>
<title>Optimasi Suhu Pemeliharaan untuk Penyerapan Kuning Telur pada Pralarva Ikan Frontosa Cyphotilapia frontosa</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174390" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fahrezy, Rafly Adi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174390</id>
<updated>2026-07-11T07:16:16Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimasi Suhu Pemeliharaan untuk Penyerapan Kuning Telur pada Pralarva Ikan Frontosa Cyphotilapia frontosa
Fahrezy, Rafly Adi
Ikan frontosa merupakan ikan hias yang termasuk dalam famili chiclidae dan berasal dari Danau Tanganyika, Afrika. Suhu menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap proses metabolisme, penyerapan kuning telur, pertumbuhan, abnormalitas, dan sintasan pralarva. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui kisaran suhu optimum terhadap laju penyerapan kandungan kuning telur pralarva ikan frontosa. Proyek akhir ini menggunakan rancangan perlakuan suhu berbeda, yaitu suhu 23,0–25,5ºC (S0), suhu 26,0–29,3ºC (S1), dan suhu 29,0–31,6ºC (S2). Parameter yang diamati meliputi laju penyerapan kuning telur, pertumbuhan panjang mutlak, abnormalitas, sintasan, dan kualitas air. Perlakuan S1 menghasilkan laju penyerapan kuning telur tercepat sebesar 1,4±0,02% per hari dengan lama penyerapan 10 hari atau 2,5× lebih cepat dibandingkan kontrol. Perlakuan S2 menyebabkan seluruh pralarva mengalami kematian. Suhu optimum pemeliharaan pralarva ikan frontosa berada pada kisaran 26,0–29,3ºC.; Frontosa is an ornamental fish that belongs to the cichlid family and comes from Lake Tanganyika, Africa. Temperature is one of the environmental factors that affects metabolism, yolk absorption, growth, abnormalities, and larval survival rates. This final project aims to determine the optimal temperature range for the yolk absorption rate in frontosa fish larvae. The project used treatment designs with different temperatures: 23.0–25.5ºC (S0), 26.0–29.3ºC (S1), and 29.0–31.6ºC (S2). The observed parameters included yolk absorption rate, absolute length growth, abnormalities, survival, and water quality. Treatment S1 produced the fastest yolk absorption rate of 1.4±0.02% per day with a 10-day absorption period, which is 2.5 times faster than the control. Treatment S2 caused all larvae to die. The optimal temperature for raising frontosa fish larvae is in the range of 26.0–29.3ºC.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pemberian Cacing Sutera yang diperkaya Spirulina untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Manfish Pterophyllum scalare</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174385" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zulfia, Ghinna</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174385</id>
<updated>2026-07-11T02:19:09Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pemberian Cacing Sutera yang diperkaya Spirulina untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Manfish Pterophyllum scalare
Zulfia, Ghinna
Ikan manfish menjadi salah satu ikan hias yang populer di industri perdagangan dan diminati masyarakat karena keindahan bentuk, warna tubuh, serta gerakannya. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan manfish adalah pengayaan cacing sutera menggunakan spirulina. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik spirulina yang diberikan pada cacing sutera dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan benih ikan manfish. Metode penelitian ini yaitu menggunakan empat perlakuan dan tiga pengulangan, yaitu perlakuan P0 sebagai kontrol, perlakuan P1 menggunakan cacing sutera yang diperkaya 1% spirulina, perlakuan P2 menggunakan cacing sutera yang diperkaya 3% spirulina, dan perlakuan P3 menggunakan cacing sutera yang diperkaya 5% spirulina. Ikan uji yang digunakan yaitu benih ikan manfish berukuran 1 cm dengan total ikan 180 ekor. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengayaan cacing sutera dengan dosis 5% spirulina mampu meningkatkan performa pertumbuhan yang berbeda nyata yaitu pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4,08±0,06 cm, laju pertumbuhan panjang spesifik sebesar 3,29±0,03 % hari-1, dan persentase percepatan panjang ikan sebesar 100% yang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol.; The manfish is one of the most popular ornamental fish in the trade industry and is highly sought after by the public for its beautiful shape, body color, and movements. One approach to enhance manfish growth is specifically enriching silkworms with spirulina. This study aims to determine the optimal dose of spirulina to be administered to silkworms to improve the growth performance of manfish seed. The research method used with four treatments and three replicates, treatment P0 served as the control, treatment P1 used silkworms enriched with 1% spirulina, &#13;
treatment P2 used silkworms enriched with 3% spirulina, and treatment P3 used silkworms enriched with 5% spirulina. The test fish used were 1 cm manfish seed, totaling 180 individuals. The results showed that supplementing silkworms with 5% spirulina significantly improved growth performance, particularly absolute length growth of 4.08 ± 0.06 cm, specific length growth rate of 3.29 ± 0.03 % day?¹, and percentage of length growth acceleration of 100%, which were better than those of the control treatment.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Rekayasa Warna Wadah Pemeliharaan untuk Meningkatkan Produktivitas Benih Ikan Lele Clarias gariepinus</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174382" rel="alternate"/>
<author>
<name>GRASILLA, DANIA MAYSHA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174382</id>
<updated>2026-07-11T02:12:05Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Rekayasa Warna Wadah Pemeliharaan untuk Meningkatkan Produktivitas Benih Ikan Lele Clarias gariepinus
GRASILLA, DANIA MAYSHA
Ikan lele Clarias gariepinus merupakan komoditas air tawar bernilai tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kegagalan produksi pada kegiatan budidaya ikan lele salah satu faktor penyebabnya yaitu lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan sintasan rendah pada fase benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna wadah terhadap pertumbuhan dan sintasan benih lele dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) selama 60 hari, dengan perlakuan kontrol wadah bening/tanpa warna (TW), wadah biru (WBU), wadah hijau (WHU), wadah hitam (WHM). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa warna wadah biru menghasilkan produktivitas tertinggi yaitu pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4,05±0,08 cm, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,08±0,03, LPS sebesar 4,93±0,25 % hari-1, RKP sebesar 1,31±0,08, sintasan sebesar 75,93±3,21 %, glukosa darah sebesar 49,60±1,21 mg dL-1, intensitas cahaya mendekati standar baku mutu, dan efisiensi biaya sebesar 87,30%. Dengan demikian, wadah warna biru menjadi pilihan terbaik dalam penelitian ini dan meningkatkan produktivitas benih ikan lele.; African catfish Clarias gariepinus is a high-value freshwater commodity that is widely cultured in Indonesia. One of the factors contributing to production failure in African catfish farming is unsuitable environmental conditions, which result in low survival during the juvenile stage. This study aimed to evaluate the effect of rearing tank color on the growth performance and survival of juvenile African catfish using a Completely Randomized Design (CRD) over a 60-day rearing period. The treatments consisted of a transparent (uncolored) tank as the control (TW), blue tank (WBU), green tank (WHU), and black tank (WHM). The results showed that the blue tank produced the highest productivity, with an absolute length gain of 4.05±0.08 cm, an absolute weight gain of 3.08±0.03 g, a specific growth rate of 4.93±0.25% day?¹, a feed conversion ratio of 1.31±0.08, a survival rate of 75.93±3.21%, a blood glucose level of 49.60±1.21 mg dL?¹, light intensity close to the recommended standard, and a cost efficiency of 87.30%. These findings indicate that the blue rearing tank was the most effective treatment in this study and has the potential to improve the productivity of juvenile african catfish.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Frekuensi Pemberian Probiotik melalui Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang Clarias gariepinus</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174368" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pauziah, Nisa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174368</id>
<updated>2026-07-10T06:39:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Frekuensi Pemberian Probiotik melalui Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang Clarias gariepinus
Pauziah, Nisa
Ikan lele sangkuriang Clarias gariepinus merupakan komoditas unggulan dengan permintaan tinggi, namun harga pakan naik dan efisiensi pakan rendah menjadi kendala utama. Penggunaan probiotik menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi pemberian probiotik melalui pakan yang paling berpengaruh terhadap performa pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Penelitian ini menggunakan benih ikan lele ukuran 3–4 cm sebanyak 120 ekor/akuarium dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, yaitu Kontrol (K), pemberian probiotik selama 2 minggu (2W), dan selama 4 minggu (4W). Hasil menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama 4 minggu (4W) memberikan hasil terbaik dengan panjang mutlak 2,7 cm, bobot mutlak 0,89 g, laju pertumbuhan spesifik 4,1%/hari, tingkat kelangsungan hidup 91%, rasio konversi pakan 1,4, dan efisiensi pakan 73%. Perlakuan 4W juga menghasilkan kelimpahan bakteri usus tertinggi serta keuntungan usaha terbesar dengan nilai R/C rasio &gt;1 dan periode pengembalian modal tercepat.; Sangkuriang catfish Clarias gariepinus is an important aquaculture commodity with high market demand. Increasing feed costs and low feed efficiency are major challenges in catfish farming. The use of probiotics is one way to improve fish growth and feed efficiency. This study aimed to determine the effect of different durations of probiotic application through feed on the growth performance of Sangkuriang catfish. The study used 3–4 cm Sangkuriang catfish juveniles stocked at 120 fish/aquarium. A Completely Randomized Design (CRD) was applied with three treatments: control (K), probiotic application for 2 weeks (2W), and probiotic application for 4 weeks (4W). The results showed that probiotic application for 4 weeks (4W) gave the best results, with an absolute length gain of 2.7 cm, absolute weight gain of 0.89 g, specific growth rate of 4.1% day/%, survival rate of 91%, feed conversion ratio of 1.4, and feed efficiency of 73%. The 4W treatment also produced the highest intestinal bacterial abundance and the highest profit, indicated by an R/C ratio &gt;1 and the shortest payback period. In conclusion, probiotic application for 4 weeks improved growth performance, feed utilization, intestinal bacterial abundance, and business profitability of Sangkuriang catfish culture.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
