<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Vocational School</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151161" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151161</id>
<updated>2026-09-02T14:47:47Z</updated>
<dc:date>2026-09-02T14:47:47Z</dc:date>
<entry>
<title>Penerapan Teknik Sinematografi dalam Produksi Iklan Layanan Masyarakat PPID DAOP 1 Jakarta</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179882" rel="alternate"/>
<author>
<name>Gunawan, Muhammad Al-kindi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179882</id>
<updated>2026-09-02T01:35:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan Teknik Sinematografi dalam Produksi Iklan Layanan Masyarakat PPID DAOP 1 Jakarta
Gunawan, Muhammad Al-kindi
Penerapan Teknik Sinematografi dalam Produksi Iklan Layanan Masyarakat PPID DAOP 1 Jakarta.&#13;
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan mengakses informasi secara digital. PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat menyediakan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai sarana untuk memperoleh informasi publik. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui keberadaan dan fungsi layanan PPID, sehingga sebagian masyarakat masih memilih untuk datang secara langsung ke kantor PT KAI untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.&#13;
Proyek akhir ini menghasilkan video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berjudul “Transparansi di Ujung Jari” yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Video tersebut dikemas dalam format film pendek berdurasi dengan mengangkat pesan mengenai kemudahan masyarakat dalam mengakses dan mengajukan permohonan informasi melalui layanan PPID. Sasaran utama video ini adalah masyarakat berusia, khususnya mahasiswa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai keberadaan dan pemanfaatan layanan PPID melalui perangkat digital.; Application of Cinematographic Techniques in the Production of a Public Service Announcement for the PPID of PT KAI Operational Area 1 Jakarta.&#13;
Advancements in information technology have made it easier for the public to obtain and access information digitally. As a public service provider, PT Kereta Api Indonesia (Persero) offers the Information and Documentation Management Officer (PPID) service as a means for the public to access official information. However, many people remain unaware of the existence and function of the PPID service, leading some to still visit PT KAI offices in person to obtain the information they need.&#13;
This final project resulted in a Public Service Announcement (PSA) video titled "Transparansi di Ujung Jari" (Transparency at Your Fingertips), produced in collaboration with PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area 1 Jakarta. The video is presented as a short film that highlights how easily the public can access information and submit requests via the PPID service. The video primarily targets the public specifically university students with the aim of increasing awareness regarding the existence and use of the PPID service through digital devices.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Breed terhadap Sifat Reproduksi Domba Betina (Litter size dan Pregnancy Rate) di Cikarawang Farm Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179851" rel="alternate"/>
<author>
<name>DEPARLE, WAYAN ROMARIO</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179851</id>
<updated>2026-08-27T07:14:25Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Breed terhadap Sifat Reproduksi Domba Betina (Litter size dan Pregnancy Rate) di Cikarawang Farm Bogor
DEPARLE, WAYAN ROMARIO
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh breed terhadap sifat reproduksi domba betina yang meliputi litter size dan pregnancy rate di Cikarawang Farm, Bogor. Penelitian menggunakan data reproduksi 160 ekor domba betina yang terdiri atas domba Garut × Garut dan Dorper × Garut. Data diperoleh melalui recording reproduksi dan pemeriksaan kebuntingan menggunakan ultrasonografi (USG), kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata litter size pada domba Garut × Garut sebesar 1,725 ± 0,12 ekor dan Dorper × Garut sebesar 1,950 ± 0,15 ekor, dengan perbedaan yang tidak nyata (P&gt;0,05). Sementara itu, pregnancy rate pada domba Dorper × Garut lebih tinggi dibandingkan Garut × Garut dan menunjukkan perbedaan yang nyata (P&lt;0,05). Analisis korelasi menunjukkan bahwa breed memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap litter size, tetapi berhubungan positif dan signifikan terhadap pregnancy rate. Disimpulkan bahwa breed berpengaruh terhadap pregnancy rate, namun tidak berpengaruh nyata terhadap litter size.; Namely litter size and pregnancy rate, at Cikarawang Farm, Bogor. The study used reproductive records from 160 ewes consisting of Garut × Garut and Dorper × Garut sheep. Data were collected through reproductive recording and pregnancy diagnosis using ultrasonography (USG), then analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and regression analysis. The results showed that the average litter size was 1.725 ± 0.12 lambs in Garut × Garut sheep and 1.950 ± 0.15 lambs in Dorper × Garut sheep, with no significant difference (P&gt;0.05). Meanwhile, the pregnancy rate of Dorper × Garut sheep was significantly higher than that of Garut × Garut sheep (P&lt;0.05). Correlation analysis indicated that breed had a very weak relationship with litter size but a positive and significant relationship with pregnancy rate. It can be concluded that breed significantly affected pregnancy rate but had no significant effect on litter size
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Optimalisasi Alat Pencacah Daun Kering OtomatisMenggunakan Sensor Load Cell</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179844" rel="alternate"/>
<author>
<name>SUKMA, STIVAN HARI</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179844</id>
<updated>2026-08-26T07:18:06Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimalisasi Alat Pencacah Daun Kering OtomatisMenggunakan Sensor Load Cell
SUKMA, STIVAN HARI
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memberikan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan mesin pertanian, termasuk mesin pencacah daun yang berfungsi mengolah limbah organik menjadi kompos maupun pakan ternak. Pengolahan limbah daun kering diperlukan untuk mencegah pencemaran lingkungan terutama pada daerah pepohonan yang diakibatkan oleh daun kering yang telah gugur dari pohon dan berakibat banyaknya tempat penampungan limbah yang tersumbat. Alat pencacah daun kering otomatis berbasis sensor load cell adalah inovasi teknologi yang dirancang untuk mempermudah proses pencacahan daun kering secara efisien dan terukur. Alat ini mengintegrasikan teknologi sensor dengan mekanisme pencacahan, sehingga dapat bekerja secara otomatis berdasarkan berat daun yang dimasukkan, dengan menggunakan sensor Load Cell   berbasis Internet of Things (IoT) dan mikrokontroler oleh ESP32 untuk mengontrol serta mendata daun kering yang dimasukkan.kedalam alat pencacah, alat ini mampu menyesuaikan parameter operasional (seperti berat daun kering dan waktu pencacahan) secara otomatis berdasarkan berat daun atau kondisi lainnya, sehingga menghasilkan performa yang lebih optimal.; The development of Internet of Things (IoT) technology has created significant opportunities to improve the efficiency and reliability of agricultural machinery, including leaf shredding machines used to process organic waste into compost and livestock feed. Processing dry leaf waste is essential to prevent environmental pollution, particularly in areas with dense vegetation, where fallen leaves often accumulate and clog waste disposal systems and drainage channels. The automatic dry leaf shredding machine based on a load cell sensor is a technological innovation designed to facilitate the dry leaf shredding process in an efficient and measurable manner. This system integrates sensor technology with a shredding mechanism, enabling the machine to operate automatically based on the weight of the inserted dry leaves. By utilizing a Load Cell sensor, Internet of Things (IoT) technology, and an ESP32 microcontroller to control the system and record the weight of the dry leaves fed into the shredder, the machine can automatically adjust operational parameters, such as the dry leaf weight and shredding duration, according to the measured load or other operating conditions, thereby achieving more optimal performance.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pendugaan Umur Simpan Jus Melon pada Suhu Penyimpanan Berbeda Berdasarkan Uji Mikrobiologi dan Hedonik</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179836" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pranadita, Dhiya Ananta</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179836</id>
<updated>2026-08-26T01:23:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pendugaan Umur Simpan Jus Melon pada Suhu Penyimpanan Berbeda Berdasarkan Uji Mikrobiologi dan Hedonik
Pranadita, Dhiya Ananta
Penelitian ini bertujuan menduga umur simpan jus melon melalui penambahan natrium benzoat (NaB) dan asam sitrat (AS) pada empat taraf konsentrasi, yaitu P0 (kontrol), P1 (NaB 0,01% dan AS 0,15%), P2 (NaB 0,015% dan AS 0,2%), serta P3 (NaB 0,02% dan AS 0,25%), yang disimpan pada suhu chiller (4°C) dan suhu ruang (25°C). Parameter yang diamati meliputi Total Plate Count (TPC) dan uji hedonik (warna, aroma, tekstur, keseluruhan), dengan pendugaan umur simpan menggunakan kinetika reaksi orde nol dan orde satu. Perlakuan terbaik (NaB 0,02% dan AS 0,25%) berdasar uji hedonik menghasilkan umur simpan 23 hari pada suhu chiller dan 6,5 hari pada suhu ruang, sedangkan penentuan umur simpan akhir didasarkan pada parameter yang mencapai batas kritis paling cepat, yaitu uji mikrobiologi. Meskipun mutu sensori masih baik, jumlah mikroorganisme telah melampaui batas SNI 3719:2014 lebih dahulu, sehingga umur simpan akhir yang dipilih hanya 10 hari pada suhu chiller dan 4 hari pada suhu ruang. Hasil ini menunjukkan bahwa keamanan mikrobiologis, bukan penerimaan sensori, menjadi faktor penentu utama umur simpan jus melon.; This study estimated the shelf life of melon juice with sodium benzoate (NaB) and citric acid (AS) added at four levels: P0 (control), P1 (0,01% NaB, 0,15% AS), P2 (0,015% NaB, 0,2% AS), and P3 (0,02% NaB, 0,25% AS), stored at chiller (4°C) and room temperature (25°C). Parameters observed were Total Plate Count (TPC) and hedonic tests (color, aroma, texture, overall acceptance), with shelf life estimated using zero-order and first-order kinetics. The best treatment (0,02% NaB, 0,25% AS) yielded a hedonic-based shelf life of 23 days at chiller temperature and 6.5 days at room temperature, while the final shelf life was determined by the parameter reaching its critical limit first, namely the microbiological test. Although sensory quality remained acceptable, microbial counts exceeded the SNI 3719:2014 limit earlier, resulting in a shorter final shelf life of only 10 days at chiller temperature and 4 days at room temperature. These findings show that&#13;
microbiological safety, rather than sensory acceptance, is the primary limiting factor for melon juice shelf life.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
