<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>IPBana</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14</id>
<updated>2026-08-07T02:46:47Z</updated>
<dc:date>2026-08-07T02:46:47Z</dc:date>
<entry>
<title>Model Non-Hewan untuk Penelitian Dermatofitosis</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177489" rel="alternate"/>
<author>
<name>Budiono, Novericko Ginger</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177489</id>
<updated>2026-08-07T00:17:29Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Model Non-Hewan untuk Penelitian Dermatofitosis
Budiono, Novericko Ginger
Dermatofitosis adalah infeksi jamur kosmopolitan pada bidang kedokteran hewan dan veteriner,&#13;
yang disebabkan oleh jamur dermatofit dari genus Trichophyton, Nannizzia, Epidermophyton, dan&#13;
Microsporum, yang menginfeksi jaringan berkeratin melalui kontak langsung maupun tidak&#13;
langsung. Pemahaman mengenai interaksi yang kompleks antara jamur dermatofita dengan&#13;
inangnya membutuhkan model eksperimental. Tulisan ini dibuat untuk melakukan tinjauan&#13;
pustaka mengenai model non-hewan secara in vitro dan ex vivo untuk penelitian dermatofitosis.&#13;
Tulisan ini menguraikan bagaimana model nonhewan dermatofitosis dapat digunakan untuk&#13;
mengetahui mekanisme utama patogenesis jamur—termasuk adhesi, perkecambahan spora, invasi&#13;
jaringan, dan penghindaran sistem imun inang—sekaligus berfungsi sebagai alat penting untuk&#13;
evaluasi toksisitas praklinis, formulasi nanocarrier, serta pengujian efektivitas obat antijamur baru.&#13;
Kata kunci: dermatofita, model non-hewan, ringworm, tinea
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>BPPV Pada Pasien Lansia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177371" rel="alternate"/>
<author>
<name>Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177371</id>
<updated>2026-08-06T04:03:34Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">BPPV Pada Pasien Lansia
Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim
Dizziness atau vertigo merupakan sensasi subyektif yang digambarkan dengan adanya instabilitas postural atau perasaan berputar terhadap diri atau sekitar juga sensasi berputar atau jatuh. Dizziness merupakan keluhan terbanyak pada pasien yang berumur 65 tahun keatas di poli rawat jalan. Prevalensi dizziness antara 4%-30% pada kelompok umur tersebut. Prevalensi pada semua umur yaitu 29.3%, sedangkan pada kelompok dewasa muda sekitar 22.9%. Dizziness dikaitkan dengan gangguan fungsional dan resiko jatuh sebesar 20% akibat gejala yang ditimbulkan.1&#13;
Kejadian jatuh pada pasien lansia berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Ketakutan akan jatuh menyebabkan penurunan aktivitas harian dan kualitas hidup pasien lansia.2 Pemeriksaan dan penanganan yang cermat terhadap pasien lansia dengan keluhan dizziness bertujuan untuk mencari dan mengatasi penyebab dan mengindentifikasi perkembangan dizziness lebih lanjut. Etiologi dizzines beragam dan melibatkan sistem organ multipel serta dikaitkan dengan sindroma geriatri multifaktorial kronik ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347" rel="alternate"/>
<author>
<name>Firmansyah, Muhammad Alam</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347</id>
<updated>2026-08-06T02:51:13Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen
Firmansyah, Muhammad Alam
Sebagai organisme sesil, tanaman tidak dapat menghindari ancaman patogen secara fisik. Sebagai gantinya, tanaman mengandalkan dinamika metabolisme yang sangat kompleks untuk bertahan hidup. Makalah ini mengkaji peran senyawa biomarker sebagai indikator biologis dari respon pertahanan tanaman terhadap serangan patogen, khususnya melalui pendekatan metabolomik. Studi kasus pada interaksi antara tomat liar (Solanum cheesmaniae) dan cendawan patogen Alternaria solani menunjukkan bahwa infeksi patogen memicu pergeseran masif dari metabolisme primer ke metabolisme sekunder. Identifikasi biomarker melalui Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) tidak hanya mengungkap senyawa pertahanan seperti fenol dan indol, tetapi juga membuka peluang besar dalam pemuliaan tanaman varietas unggul, pengembangan agen pengendali hayati, serta peningkatan ketahanan tanaman kehutanan dan pertanian terhadap perubahan iklim.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Konektivitas antar Tapak dalam Penghematan Energi pada Green Campus 2020 IPB Dramaga Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176842" rel="alternate"/>
<author>
<name>Raditya, M. Hafidz</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176842</id>
<updated>2026-08-03T03:59:00Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Konektivitas antar Tapak dalam Penghematan Energi pada Green Campus 2020 IPB Dramaga Bogor
Raditya, M. Hafidz
Permasalahan lingkungan yang nyata di Kampus Dramaga Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah penggunaan kendaraan bermotor yang melimpah. Hal ini berdampak pada penggunaan energi yang tidak efektif, emisi yang tinggi, polusi udara, dan polusi suara. Terlebih lagi kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar fosil yang dianggap sebagai pemicu pemanasan global. Sebagai kampus berwawasan lingkungan, sudah seharusnya IPB menangani masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisional Kampus IPB Dramaga, memetakan keberadaaan koridor dan konektivitas kampus saat ini serta menyusun stategi pengelolaan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2020 sampai Mei 2020. Kampus yang dijadikan penelitian ini terletak di kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Koridor di Kampus IPB Dramaga memfasilitasi pejalan kaki, pesepeda, bus, dan kendaraan bermotor. Tingkat konektivitas antar tapak yang tinggi hanya terjadi di area pusat kawasan kampus. Berdasarkan kuisioner, 90% mahasiswa IPB cukup mengetahui tentang program green campus dan 96% mahasiswa memiliki sikap yang positif mengenai pelaksaan program ini. Strategi pengelolaan yang direkomendisikan untuk meningkatkan kualitas program green campus adalah peningkatan kualitas koridor dan pengelolaan bus kampus, edukasi mengenai perilaku ramah lingkungan kepada mahasiswa baru, dan perizinan jasa ojek di dalam kampus. Pengelolaan program green campus perlu didukung dengan strategi pentahelix
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
