<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Agronomy and Horticulture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121</id>
<updated>2026-07-12T10:46:20Z</updated>
<dc:date>2026-07-12T10:46:20Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Keragaman Mutan Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Toleran Salinitas</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174294" rel="alternate"/>
<author>
<name>MAHARANI, MAYANG</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174294</id>
<updated>2026-07-09T06:51:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Keragaman Mutan Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Toleran Salinitas
MAHARANI, MAYANG
Salinitas merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya bawang merah karena dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi toleransi salinitas pada genotipe mutan bawang merah hasil iradiasi sinar gamma melalui evaluasi morfologi, molekuler, dan seleksi ideotipe. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Tajur 2 dan Laboratorium Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB University pada Agustus–Desember 2025. Bahan genetik yang digunakan berupa genotipe mutan varietas Sanren dan Lokananta hasil perlakuan iradiasi gamma dan seleksi cekaman salinitas. Analisis molekuler dilakukan menggunakan 13 primer Start Codon Targeted (SCoT). Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman morfologi pada karakter bentuk umbi, warna umbi, jumlah daun, dan bobot umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan induksi mutasi meningkatkan persentase genotipe toleran terhadap salinitas, yaitu dari 74% menjadi 81% pada varietas Sanren dan dari 35% menjadi 44% pada varietas Lokananta, dengan peningkatan masing-masing sebesar 7% dan 26%. Analisis molekuler menghasilkan tingkat polimorfisme sebesar 74,29% pada varietas Lokananta dan 77,78% pada varietas Sanren yang menunjukkan tingginya keragaman genetik antar genotipe. Analisis klaster membentuk dua kelompok utama sesuai varietas asalnya. Hasil analisis Mix Variable Selection Index (MVSI) menunjukkan genotipe S3 dan L4 sebagai genotipe terbaik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai genotipe unggul toleran salinitas.; Salinity is one of the limiting factors in shallot cultivation because it can inhibit growth and reduce yields. This study aims to analyze the potential for salinity tolerance in mutant genotypes of shallot produced by gamma-ray irradiation through morphological and molecular evaluations, as well as ideotype selection. The research was conducted at the Tajur 2 Experimental Farm and the Center for Tropical Horticulture Research Laboratory at IPB University from August to December 2025. The genetic materials used consisted of mutant genotypes of the Sanren and Lokananta varieties resulting from gamma irradiation treatment and salinity stress selection. Molecular analysis was performed using 13 Start Codon Targeted (SCoT) primers. The results showed morphological variation in bulb shape, bulb color, number of leaves, and bulb weight per plant. The results of the study show that mutation induction increased the percentage of salinity tolerance genotypes from 74% to 81% in the Sanren variety and from 35% to 44% in the Lokananta variety representing increases of 7% and 26%, respectively. Molecular analysis yielded a polymorphism level of 74.29% in the Lokananta variety and 77.78% in the Sanren variety, indicating high genetic diversity among genotypes. Cluster analysis identified two main groups based on their original varieties. The results of the Mix Variable Selection Index (MVSI) analysis indicate that genotypes S3 and L4 are the best genotypes and thus have the potential to be developed as superior salinity tolerance genotypes.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cincau&#13;
Hijau (Cyclea barbata) dengan Dosis Pupuk NPK 16:16:16 yang Berbeda.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174252" rel="alternate"/>
<author>
<name>APRILIANI, RIZKA AULIA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174252</id>
<updated>2026-07-09T04:25:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cincau&#13;
Hijau (Cyclea barbata) dengan Dosis Pupuk NPK 16:16:16 yang Berbeda.
APRILIANI, RIZKA AULIA
Tanaman cincau hijau (Cyclea barbata) merupakan tanaman potensial yang dimanfaatkan pada bidang pangan dan kesehatan, namun informasi mengenai kebutuhan pemupukan anorganiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dosis pupuk NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cincau hijau. Penelitian dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) non faktorial dengan empat taraf dosis pupuk, yaitu 0; 1,5; 3; dan 4,5 g/tanaman, tiga ulangan, sebanyak 48 tanaman. Komponen yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, biomassa, luas daun, kandungan pigmen daun, dan kandungan NPK tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah buku, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang sulur, jumlah cabang, biomassa, luas daun, kandungan pigmen daun, dan kandungan NPK tanaman. Perlakuan dengan dosis 3 g/tanaman menghasilkan pertumbuhan vegetatif, biomassa, luas daun, dan total klorofil tertinggi, sedangkan dosis 4,5 g/tanaman menurunkan pertumbuhan. Disimpulkan bahwa dosis 3 g/tanaman merupakan dosis terbaik untuk mendukung pertumbuhan vegetatif awal tanaman cincau hijau, tetapi hasil biomassa tidak berbeda nyata dengan kontrol pada kondisi penelitian ini.; Green grass jelly (Cyclea barbata) is a potential plant widely utilized in the food and health sectors. However, information regarding its inorganic fertilizer requirements remains limited. This study aimed to analyze the effect of different doses of NPK 16:16:16 fertilizer on the growth and yield of green grass jelly. The experiment was conducted in Bogor, West Java, using a non-factorial randomized complete block design (RCBD) with four fertilizer doses, namely 0; 1,5; 3; and 4,5 g/plant, three replications, 48 experimental plants. Observed variables included vegetative growth, biomass, leaf area, leaf pigment content, and plant NPK content. The results showed that fertilizer application significantly affected leaf number and node number, but had no significant effect on vine length, branch number, biomass, leaf area, leaf pigment content, and plant NPK content. Treatment with dose of 3 g/plant treatment resulted in the highest vegetative growth, biomass, leaf area, and total chlorophyll content, whereas a dose of 4,5 g/plant treatment to reduce plant growth. It was concluded that a dose of 3 g/plant dose was the optimum treatment to support early vegetative growth of green grass jelly, but biomass yield did not significantly different under the conditions of this study.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) VARIETAS KRISTAL</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174243" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arifianti, Tiasari</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174243</id>
<updated>2026-07-08T08:52:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) VARIETAS KRISTAL
Arifianti, Tiasari
Jambu biji (Psidium guajava L.) var. Kristal merupakan salah satu buah yang banyak diminati masyarakat Indonesia dengan ciri khasnya berupa kandungan vitamin C yang tinggi, tekstur buah renyah, serta persentase biji kurang dari 3%. Diperlukan upaya untuk memenuhi permintaan kebutuhan jambu kristal melalui perbaikan pembungaan dan pembuahan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pupuk hayati dalam meningkatkan penyerapan hara selama proses pembungaan dan pembuahan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan Bawah, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, &#13;
Institut Pertanian Bogor, pada bulan Juni 2023 hingga Januari 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor dengan empat taraf dosis pupuk hayati cair per-tanaman: 0, 36, 45, dan 54 ml. Pupuk hayati yang digunakan merupakan pupuk hayati cair dengan kandungan mikroba Azotobacter sp, Azospirillum sp, Bacillus sp, Pseudomonas sp, Rhizobium sp, dan Trichoderma sp. Setiap perlakuan terdiri atas enam ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas vegetatif, generatif, dan jumlah bunga, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas fisik maupun internal buah. Dosis 54 ml tanaman-1 menghasilkan rata-rata jumlah bunga dan rata-rata bobot total buah per tanaman tertinggi masing-masing 128,25 bunga dan 983,10 g tanaman-1. Peningkatan dosis pupuk hayati mampu memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jambu kristal.; ‘Crystal’ guava (Psidium guajava L.) is one of the fruits that widely preferred by Indonesians, characterized by its high vitamin C content, crisp texture, and seed content of less than 3%. Efforts are needed to meet the demand for crystal guava through improved flowering and fruiting. This study aims to test the effectiveness of biofertilizers in increasing nutrient absorption during the flowering and fruiting process. The study was conducted at the Cikabayan Experimental Garden, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University, from June 2023 to January 2024. The design used was a one-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with four levels of liquid biofertilizer dosage per plant: 0, 36, 45, and 54 ml. The biofertilizer used was a liquid biofertilizer containing microbes Azotobacter sp, Azospirillum sp, Bacillus sp, Pseudomonas sp, Rhizobium sp, and Trichoderma sp. Each treatment consisted of six replications, resulting in 24 experimental units. The results showed that the application of biofertilizer significantly affected the number of vegetative and generative shoots, and the number of flowers, but did not affect the physical or internal quality of the fruit. A dose of 54 ml plant-1 produced the highest average number of flowers and total &#13;
fruit weight at 118,25 flowers and 983,10 g plant-1, respectively. Increasing the dose of biofertilizer improved the vegetative and generative growth of crystal guava plants.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Adaptabilitas Hibrida Jagung (Zea mays L.) di Dataran Tinggi Garut, Jawa Barat</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174090" rel="alternate"/>
<author>
<name>Febriyanti, Raisya Salsa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174090</id>
<updated>2026-07-06T07:24:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Adaptabilitas Hibrida Jagung (Zea mays L.) di Dataran Tinggi Garut, Jawa Barat
Febriyanti, Raisya Salsa
Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditi penting yang terus dikembangkan melalui program pemuliaan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif terhadap lingkungan target. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penampilan agronomi dan adaptabilitas hibrida jagung pipil di dataran tinggi Garut, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 hingga Februari 2026. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak augmented. Genotipe yang diuji sebanyak 90 hibrida tanpa ulangan dan 6 varietas pembanding (BISI18, JHG02, NK Perkasa, NK Sumo, P21, dan P27) yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman genotipe uji pada beberapa karakter pengamatan. Umur panen rata-rata berada pada 105 hari. Analisis daya gabung umum karakter produktivitas menunjukkan hasil tetua L15, L26, P2A dan P42 memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan tetua lainnya. Daya gabung khusus yang tinggi untuk karakter produktivitas terdapat pada kombinasi H1 × L26 dan L26 × P2A. Seleksi multi-karakter berdasarkan indeks MGIDI mengidentifikasi genotipe H1 × L15, L53 × P2A, dan H1× P2A sebagai genotipe unggul dengan performa relatif seimbang pada berbagai karakter. Genotipe-genotipe tersebut berpotensi untuk diuji lebih lanjut dalam program pemuliaan jagung untuk dataran tinggi.; Maize (Zea mays L.) is an important commodity that continues to be improved through breeding programs to develop improved varieties that are adapted to target environments. This study aimed to evaluate the agronomic performance and adaptability of maize hybrids under upland conditions in Garut, West Java. The experiment was conducted from October 2025 to February 2026. The experiment was arranged in an augmented randomized complete block design. The genotypes tested were 90 hybrids without replication and 6 check varieties (BISI18, JHG02, NK Perkasa, NK Sumo, P21, and P27) replicated across three blocks. The results showed variability among the tested genotypes on several traits. The days to harvest were approximately 105 days. Analysis of general combining ability on productivity showed that L15, L26, P2A and P42 parents had higher values compared to other parents. High specific combining ability was found in H1 × L26 and L26 × P2A combinations. Multi-trait selection using the MGIDI index indentified H1 × L15, L53 × P2A, and H1 × P2A as genotypes with relatively balanced performance across multiple traits. These genotypes have the potential for further evaluation in breeding programs targeting upland environments.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
