<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Agronomy and Horticulture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121</id>
<updated>2026-04-06T07:16:00Z</updated>
<dc:date>2026-04-06T07:16:00Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Pemberian PGPR terhadap Produktivitas dan Kandungan Nutrisi Pakan Biomassa Sorgum Harapan IPB NS2-111 dan NS2-140</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172742" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fazriah, Aurelia Nur</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172742</id>
<updated>2026-02-19T00:04:29Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemberian PGPR terhadap Produktivitas dan Kandungan Nutrisi Pakan Biomassa Sorgum Harapan IPB NS2-111 dan NS2-140
Fazriah, Aurelia Nur
Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) berpotensi dikembangkan sebagai hijauan pakan karena adaptif di beragam lingkungan dan mampu menghasilkan biomassa tinggi; penelitian ini mengevaluasi pengaruh aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) melalui perendaman benih (menggunakan produk Rhizomax berbahan aktif Rhizobium sp., Bacillus polymyxa, dan Pseudomonas fluorescens) serta perbedaan genotipe terhadap produktivitas biomassa dan kualitas nutrisi hijauan sorgum. Percobaan dilaksanakan Mei–Juli 2025 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Dramaga, Bogor, dan analisis nutrisi dilakukan di Laboratorium Animal Logistics Indonesia Netherlands (ALIN), IPB, dengan rancangan RKLT faktorial dua faktor: PGPR (kontrol vs perendaman) dan genotipe (NS2-111, NS2-140, Samurai 1) dengan tiga ulangan; parameter meliputi karakter vegetatif, kadar kemanisan batang (°brix), bobot segar-kering, rasio biomassa batang:daun, komposisi proksimat, serta produktivitas nutrien. Hasil menunjukkan aplikasi PGPR tidak berpengaruh nyata pada sebagian besar peubah, sedangkan genotipe berpengaruh nyata terutama pada bobot segar-kering malai dan mutu nutrisi hijauan. Galur NS2-111 cenderung lebih seimbang pada kandungan bahan kering dan protein kasar. Faktor genotipe lebih dominan daripada aplikasi PGPR dalam menentukan produktivitas serta kualitas nutrisi hijauan sorgum sebagai pakan ternak.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Berbagai Sumber dan Dosis Dekomposer Terhadap Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit ((Elaeis guineensis J.)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172614" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adam, Muhamad Syafiq</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172614</id>
<updated>2026-02-05T15:50:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Berbagai Sumber dan Dosis Dekomposer Terhadap Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit ((Elaeis guineensis J.)
Adam, Muhamad Syafiq
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat utama industri kelapa sawit yang mengandung lignoselulosa tinggi sehingga sulit terdekomposisi secara alami. Pengomposan merupakan alternatif pengelolaan TKKS yang ramah lingkungan, namun memerlukan dekomposer untuk mempercepat proses dekomposisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai sumber dan dosis dekomposer terhadap dinamika proses dan kualitas pengomposan TKKS. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Cikabayan IPB University pada Juli–November 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) split-plot dengan dua faktor, yaitu jenis dekomposer (EM4, Biotero, dan Residuce WS) sebagai petak utama serta dosis dekomposer (0; 0,5; 1,0; dan 1,5 kali dosis rekomendasi) sebagai anak petak. Parameter yang diamati meliputi suhu, kelembaban, pH, kadar air, warna, penyusutan bahan, serta kandungan hara N, P, K dan rasio C/N sebelum dan sesudah pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan dosis dekomposer berpengaruh nyata terhadap dinamika suhu dan kelembaban pada fase awal hingga pertengahan pengomposan, sedangkan pH relatif stabil pada kisaran netral. Perubahan warna kompos menuju cokelat kehitaman serta penyusutan bahan sebesar 27–36% mengindikasikan proses dekomposisi berlangsung efektif. Kandungan hara N, P, K serta rasio C/N akhir tidak berbeda nyata antar perlakuan, dengan rasio C/N berkisar 17,76–19,59 yang menunjukkan tingkat kematangan kompos yang baik dan memenuhi kriteria SNI. Kombinasi Residuce WS dengan dosis 1,5 kali rekomendasi menunjukkan aktivitas mikroba yang lebih intens ditandai oleh suhu yang lebih tinggi dan stabil.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Keragaan 24 Galur Harapan Padi Tipe Baru (Oryza sativa L.) di Kabupaten Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172612" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arrahmah, Khonsa Mujahidah Nur</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172612</id>
<updated>2026-02-05T15:42:03Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Keragaan 24 Galur Harapan Padi Tipe Baru (Oryza sativa L.) di Kabupaten Bogor
Arrahmah, Khonsa Mujahidah Nur
Beras menjadi komoditas strategis untuk ketahanan pangan. Beras tetap menjadi pangan pokok utama meski usaha diversifikasi pangan telah diberlakukan. Namun, produksi padi pada tahun 2024 mengalami penurunan luas panen padi sebesar 1,64% yang diikuti penurunan produksi padi sehingga impor beras dilakukan dalam jumlah yang besar. Upaya mengatasi permasalahan ini secara berkelanjutan adalah dengan merakit varietas dengan hasil produksi tinggi pada lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaan agronomi dan produktivitas dari 24 galur harapan padi tipe baru (PTB) dengan dua varietas pembanding, Ciherang dan Inpari 32. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan Sawah Baru, Dramaga, Kabupaten Bogor dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor dan tiga ulangan. Galur potensial dari hasil uji adalah IPB200-F-54-1, IPB201-F-369-1, IPB204-E-12-1 dengan produktivitas gabah kering giling (GKG) lebih tinggi daripada varietas pembanding Ciherang (3,043 ton ha-1) dan Inpari 32 (2,956 ton ha-1) serta galur IPB202-F-4-1 yang memiliki jumlah gabah isi dan jumlah gabah total paling tinggi. Hasil ini menunjukkan galur yang dapat dikembangkan menjadi padi tipe baru selanjutnya.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Aktivitas Geothermal PT Indonesia Power Kamojang Terhadap Kriteria Kesesuaian Agroklimat dan Produktivitas Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172589" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ismail, Ripandi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172589</id>
<updated>2026-02-05T07:07:27Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Aktivitas Geothermal PT Indonesia Power Kamojang Terhadap Kriteria Kesesuaian Agroklimat dan Produktivitas Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.)
Ismail, Ripandi
Kopi Arabika (Coffea arabica L.) merupakan salah satu komoditas unggulan yang tumbuh optimal dengan kriteria agroklimat khusus seperti iklim, elevasi, sifat fisik dan sifat kimia tanah. Aktivitas geothermal diduga mempengaruhi parameter agroklimat yang berdampak pada pertumbuhan maupun produktivitas tanaman kopi Arabika. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aktivitas geothermal terhadap kriteria kesesuaian agroklimat dan produktivitas kopi Arabika di Kamojang. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif, kuantitatif dan komparatif serta analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (SIG). Pengambian data dan pengamatan dilakukan pada 5 (lima) titik lokasi berdasarkan jarak terdekat dan jarak terjauh dari pusat geothermal. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas geothermal berpengaruh terhadap nilai agroklimat tanaman kopi Arabika berdasarkan radius. Lokasi 1, 2, 3 dan 4 (&lt;1.000 m) termasuk kedalam klasifikasi S1 (highly suitable) sehingga agroklimat pada lokasi tersebut sangat sesuai bagi syarat tumbuh tanaman kopi Arabika. Lokasi kontrol (&gt;3 km) termasuk ke dalam klasifikasi S2 (suitable) sehingga agroklimat pada lokasi kontrol sesuai bagi syarat tumbuh tanaman kopi Arabika. Aktivitas geothermal berpengaruh terhadap penurunan produksi tanaman kopi Arabika pada lokasi terdekat yaitu lokasi 1, 2 dan 3 (&lt;750 m).&#13;
&#13;
Kata kunci: agroklimat, geothermal, kopi Arabika, produktivitas; Arabica coffee (Coffea arabica L.) is one of the leading commodities that grows optimally under specific agroclimatic conditions such as climate, elevation, physical properties, and chemical properties of the soil. Geothermal activity is tought to influence agroclimatic parameters that affect the growth and productivity of Arabica coffee plants. The objective of this study was to determine the effect of geothermal activity on agroclimatic suitability criteria and Arabica coffee productivity in Kamojang. The study was conducted using desciptive, quantitative, and comparative approaches as well as spatial analysis based on a geographic information system (GIS). Data collection and observation were carried out at five locations based on the closest and furthest distance from the geothermal center. The result showed that geothermal activity affected the agroclimatic value of Arabica coffee plants based on radius. Location 1, 2, 3, and 4 (&lt;1 km) were classified as S1 (Highly suitable), meaning that the agroclimatic at these locations was very suitable for the growth requirements of Arabica coffee plants. The control location (&gt;3 km) is classified as S2 (Suitable), meaning that the agroclimatic at the control location is suitable for the growth requirements of Arabica coffee plants. Geothermal activity affects the decline in Arabica coffee production at the closest locations, namely locations 1, 2, and 3 (&lt;750 m).&#13;
&#13;
Keywords: agroclimate, arabica coffee, geothermal, productivity
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
