<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Landscape Architecture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120</id>
<updated>2026-08-07T03:31:30Z</updated>
<dc:date>2026-08-07T03:31:30Z</dc:date>
<entry>
<title>KAJIAN MANFAAT EKOLOGIS POHON DALAM MITIGASI UHI KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176852" rel="alternate"/>
<author>
<name>THOYBAH, REZKINO</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176852</id>
<updated>2026-08-03T04:27:06Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN MANFAAT EKOLOGIS POHON DALAM MITIGASI UHI KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT
THOYBAH, REZKINO
Urban Heat Island (UHI) merupakan fenomena peningkatan suhu di perkotaan akibat alih fungsi lahan. Perkembangan perkotaan tidak diimbangi dengan penyediaan RTH, dengan RTH publik di Kota Bukittinggi hanya 11,4%. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial UHI, manfaat ekologis RTH, dan korelasinya terhadap penurunan suhu menggunakan NDVI, LST, UTFVI, i-Tree Canopy (600 titik), serta survei lapangan di 30 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan pusat kota memiliki suhu rata-rata tertinggi (30,62°C) kategori UHI strongest, sedangkan pinggiran kota terendah (20,62°C) kategori UHI excellent. Manfaat ekologis vegetasi mencapai 98,25 ton/tahun penyerapan polusi, 6,79 juta liter/tahun pencegahan limpasan, serapan karbon 19,94 kt CO2/tahun, dan penyimpanan karbon 263,74 kt CO2. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif cukup kuat antara NDVI dan LST (r = -0,677; ? &lt; 0,05). Overlay spasial NDVI, UTFVI, dan tutupan kanopi menghasilkan tiga kelas prioritas mitigasi UHI. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi UHI pada tiga zona prioritas, meliputi penanaman pohon peneduh, pengembangan taman kota, koridor hijau, serta green roof dan green wall.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Redesain Taman Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur Berbasis Konsep Taman Islami</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176032" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mustaqim, Muhammad Naufal</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176032</id>
<updated>2026-07-28T02:06:57Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Redesain Taman Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur Berbasis Konsep Taman Islami
Mustaqim, Muhammad Naufal
Masjid merupakan institusi penting dalam kehidupan umat Islam yang berfungsi sebagai tempat ibadah, sosial, pendidikan, dan budaya. Masjid Agung At-Tin sebagai salah satu masjid terbesar di Jakarta Timur memiliki potensi besar sebagai landmark religius perkotaan, namun kondisi lanskap eksisting belum sepenuhnya mencerminkan prinsip taman Islami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter lanskap, menganalisis potensi dan kendala kawasan, serta merumuskan desain berbasis konsep taman Islami melalui pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan rancangan lanskap Masjid Agung At-Tin dengan konsep The Divine Oasis yang mengintegrasikan aspek agama, sosial, edukasi, dan ekologi melalui penataan ruang, elemen air, vegetasi, ruang komunal, serta fasilitas pendukung untuk mewujudkan lanskap masjid yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan. Rancangan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Islami kawasan serta meningkatkan kenyamanan, kualitas lingkungan, dan pengalaman spiritual pengunjung.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Pengelolaan Lanskap Wisata Papandayan Leisure Park, Kabupaten Garut</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159494" rel="alternate"/>
<author>
<name>Farid, Tasep Miftah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159494</id>
<updated>2026-02-05T08:12:18Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Pengelolaan Lanskap Wisata Papandayan Leisure Park, Kabupaten Garut
Farid, Tasep Miftah
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak besar dalam&#13;
peningkatan pemasukan negara serta peningkatan lapangan kerja melalui&#13;
pemanfaatan kekayaan alam dan budaya di kota-kota Indonesia sebagai destinasi&#13;
wisata. Kabupaten Garut memiliki berbagai jenis objek wisata meliputi wisata&#13;
kampung adat, pantai, pegunungan, pantai hingga wisata kuliner. Pada lereng&#13;
Gunung Papandayan terdapat satu objek wisata yang bernama Papandayan Leisure&#13;
Park. Potensi keindahan lanskap dikombinasikan dengan penataan fasilitas untuk&#13;
mengoptimalkan kegiatan wisata. Penurunan jumlah pengunjung di objek wisata&#13;
ini terjadi pada periode waktu 2018 sampai 2023, sehingga kegiatan evaluasi&#13;
diperlukan untuk merumuskan solusi atas masalah-masalah pengelolaan lanskap&#13;
yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitas visual, pola aktivitas, serta&#13;
persepsi dan preferensi pengunjung. Tujuan penelitian ini antara lain: menganalisis&#13;
kualitas visual lanskap dan pola aktivitas pengunjung, menganalisis persepsi dan&#13;
preferensi pengunjung terkait kegiatan wisata, serta memberikan rekomendasi&#13;
pengelolaan lanskap wisata Papandayan Leisure Park. Proses pengelolaan data akan&#13;
menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE), Behavior Mapping serta&#13;
statistika deskriptif. Poin-poin inventarisasi dan analisis data dimasukkan kedalam&#13;
poin faktor-faktor kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O) dan ancaman (T)&#13;
dalam penyusunan produk akhir berupa rekomendasi rencana pengelolaan lanskap.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lanskap Papandayan Leisure&#13;
Park memiliki kualitas visual sedang (44%) dengan pemanfaatan aktivitas paling&#13;
banyak di area utara. Pengunjung menilai bahwa elemen-elemen lanskap memiliki&#13;
kondisi fisik yang kurang baik. Kecenderungan penilaian yang sama juga terlihat&#13;
pada aspek kebersihan, informasi, dan promosi. Selanjutnya, mayoritas pengunjung&#13;
menginginkan adanya peningkatan frekuensi dan pengawasan pemeliharaan&#13;
lanskap, peningkatan aktivitas promosi lanskap, serta pengoptimalan ruang&#13;
aktivitas. Pada penelitian ini diperoleh sebanyak empat jenis rekomendasi yaitu S –&#13;
O, S – T, W – O dan W – T dengan total empat belas poin rencana pengelolaan&#13;
lanskap wisata Papandayan Leisure Park.
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembanagn Lanskap Wisata Sejarah Kawasan Cagar Budaya Batutulis Kota Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158199" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nisa, Ridha Amaliatun</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158199</id>
<updated>2026-02-05T08:13:48Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembanagn Lanskap Wisata Sejarah Kawasan Cagar Budaya Batutulis Kota Bogor
Nisa, Ridha Amaliatun
Kawasan Batutulis di Kota Bogor menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang erat kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran. Namun, perubahan pandangan publik yang lebih menekankan aspek mistik dan penataan lanskap yang belum sesuai telah mengurangi daya tarik kawasan ini sebagai destinasi wisata sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi pengembangan lanskap wisata sejarah kawasan cagar budaya Batutulis. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik dan kondisi lanskap sejarah, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode skoring untuk menilai signifikansi elemen bersejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan Batutulis harus difokuskan pada wisata edukasi sejarah, memperkaya pemahaman pengunjung tentang Kerajaan Pajajaran. Melalui zonasi dan pembagian ruang yang jelas, pengembangan ini diharapkan dapat memastikan pengunjung mendapatkan pengalaman yang komprehensif dan mendalam tentang sejarah kawasan.; The Batutulis area in Bogor City holds significant historical and cultural wealth closely linked to the Pajajaran Kingdom. However, the shift in public perception, which increasingly emphasizes mystical aspects, along with landscape arrangements that are not yet appropriate, has diminished the area's appeal as a historical tourism destination. The aim of this research is to provide recommendations for developing the historical landscape of the Batutulis cultural heritage site. The research methods used include both qualitative and quantitative descriptive analysis. The qualitative analysis was conducted to describe the characteristics and conditions of the historical landscape, while the quantitative analysis employed a scoring method to assess the significance of historical elements. The research findings indicate that the development of the Batutulis area should focus on historical educational tourism, enriching visitors' understanding of the Pajajaran Kingdom. Through clear zoning and spatial divisions, this development is expected to ensure that visitors gain a comprehensive and in-depth experience of the area's history.heritage of Batutulis and shift public perception, making it a tourism destination focused on historical education.
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
