<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Plant Protection</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118</id>
<updated>2026-09-04T08:48:26Z</updated>
<dc:date>2026-09-04T08:48:26Z</dc:date>
<entry>
<title>Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ardiana, Elin</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870</id>
<updated>2026-09-02T08:52:58Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.
Ardiana, Elin
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan pokok utama di Indonesia, dan produksinya dapat menurun akibat serangan wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stål). Hama ini umumnya dikendalikan menggunakan insektisida sintetik, namun aplikasi yang berlebihan dapat memengaruhi populasi musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh insektisida sintetik, bioinsektisida, dan insektisida nabati terhadap populasi wereng batang cokelat dan predatornya di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah seluas ± 900 m² menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan terdiri atas insektisida sintetik berbahan aktif klorantraniliprol, bioinsektisida yang mengandung Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, insektisida nabati yang mengandung ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) serta kontrol tanpa insektisida. Wereng batang cokelat pertama kali ditemukan pada umur tanaman dua minggu setelah tanam. Tidak ada perlakuan insektisida yang memberikan pengaruh nyata terhadap populasi wereng batang cokelat maupun sebagian besar predator. Predator yang ditemukan selama penelitian meliputi Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, kumbang koksi (Coccinellidae), serta laba-laba dari famili Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, dan Araneidae. Rendahnya populasi wereng batang cokelat yang diamati selama penelitian diduga berkaitan dengan keberadaan komunitas predator yang tetap bertahan dan berkontribusi dalam menekan perkembangan populasi hama.; Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia, and its production can decline due to infestations of the brown planthopper (BPH) (Nilaparvata lugens Stål). This pest is commonly controlled using insecticides synthetic, however excessive application can affect natural enemy populations. This study aimed to evaluate the effects of synthetic, bioinsecticide, and botanical insecticides on the populations of the brown planthopper and its predators in rice fields. The experiment was conducted in a ± 900 m² rice field using a randomized complete block design with four treatments and six replications. The treatments consisted of a synthetic insecticide containing chlorantraniliprole, a bioinsecticide containing Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens, a botanical insecticide containing neem (Azadirachta indica) leaf extract, and an untreated control. Brown planthoppers were first detected at two weeks after transplanting. None of the insecticide treatments significantly affected brown planthopper populations or those of most predator taxa. Predators recorded during the study included Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, lady beetles (Coccinellidae), and spiders belonging to the families Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, and Araneidae. The low brown planthopper population observed during the study was likely associated with the persistence of predator communities that contributed to suppressing pest population development.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Serangan Cnaphalocrosis medinalis dan Pomacea canaliculata serta Kelimpahan Predator pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179852" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putri, Vierdy Amanda</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179852</id>
<updated>2026-08-27T08:57:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Serangan Cnaphalocrosis medinalis dan Pomacea canaliculata serta Kelimpahan Predator pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida
Putri, Vierdy Amanda
Padi merupakan komoditas yang memiliki nilai penting karena menjadi&#13;
sumber bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan. Masalah yang&#13;
dihadapi dalam budi daya tanaman padi salah satunya adalah serangan hama.&#13;
Penelitian bertujuan mengkaji tingkat serangan Cnaphalocrosis medinalis dan&#13;
Pomacea canaliculata serta kelimpahan predator pada pertanaman padi (Oryza&#13;
sativa) yang diberi berbagai perlakuan insektisida. Penelitian dilaksanakan di areal&#13;
persawahan ± seluas 900 m² di Kelurahan Situgede, Kota Bogor menggunakan&#13;
rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan&#13;
yang digunakan adalah insektisida sintetik dengan bahan aktif klorantraniliprol,&#13;
bioinsektisida dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens,&#13;
insektisida nabati ekstrak daun mimba, dan kontrol. Pengamatan dilakukan mulai&#13;
umur tanaman 2 sampai 12 minggu setelah tanam yang dilakukan sekali setiap&#13;
minggu yaitu pada tiga hari setelah aplikasi insektisida. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan aplikasi insektisida sintetik lebih efektif dibandingkan dengan&#13;
bioinsektisida dan insektisida nabati dalam menekan intensitas serangan C.&#13;
medinalis. Kelimpahan predator tidak berbeda nyata pada seluruh perlakuan. Luas&#13;
serangan P. canaliculata relatif rendah pada seluruh perlakuan dipengaruhi oleh&#13;
pengelolaan irigasi dan pengambilan keong mas secara manual.; Rice is a commodity of significant importance because it serves as a source&#13;
of staple food to meet nutritional needs. One of the problems in rice cultivation is&#13;
pest infestation. The study aimed to examine the infestation levels of&#13;
Cnaphalocrosis medinalis and Pomacea canaliculata, as well as the abundance of&#13;
predators in rice plants (Oryza sativa) treated with various insecticide. The study&#13;
was conducted in a 900 m² rice field in Situgede Village, Bogor City, using a&#13;
randomized block design with four treatments and six repetitions. The treatments&#13;
used are a synthetic insecticide with the active ingredient chlorantraniliprole, a&#13;
bioinsecticide with active ingredient Bacillus thuringiensis and Serratia&#13;
marcescens, a botanical insecticide made from neem leaf extract, and a control.&#13;
Observations were conducted starting when the plants were 2 until 12 weeks after&#13;
planting, conducted once a week, specifically three days after application. The&#13;
results showed that the application of synthetic insecticides was more effective than&#13;
bioinsecticides and botanical insecticides in reducing the severity of C. medinalis&#13;
infestations. The predator abundance did not differ significantly across all&#13;
treatments. The extent of P. canaliculata infestations was relatively low across all&#13;
treatments, influenced by irrigation management and manual snail removal.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penilaian Severitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) pada Padi Menggunakan Deep Learning Berbasis Citra Digital</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179772" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mahesa, Bintang Budi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179772</id>
<updated>2026-08-24T03:50:07Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penilaian Severitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) pada Padi Menggunakan Deep Learning Berbasis Citra Digital
Mahesa, Bintang Budi
Penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae merupakan penyakit utama pada tanaman padi yang dapat menurunkan produktivitas tanaman hingga 50%. Informasi mengenai tingkat severitas penyakit memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan pengendalian penyakit serta pemantauan perkembangan penyakit di lapangan. Namun, penilaian tingkat keparahan penyakit di lapangan umumnya masih dilakukan secara visual menggunakan mata pengamat sehingga bersifat subjektif dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model deep learning berbasis citra digital untuk mengestimasi severitas penyakit blas pada tanaman padi. Penelitian menggunakan 1.200 citra daun padi sehat dan bergejala blas yang telah diidentifikasi secara mikroskopik. Pelabelan citra daun padi dilakukan berdasarkan skor standard evaluation system (SES) IRRI dengan rentang skor 0, 1, 3, 5, 7, dan 9. Model prediksi severitas dibangun menggunakan arsitektur EfficientNet-B0 dengan pendekatan transfer learning dan fine-tuning. Penyusunan model dilakukan menggunakan parameter batch size 8, 16, dan 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada penggunaan batch size 16 dengan nilai mean absolute error (MAE) sebesar 0,614, root mean squared error (RMSE) sebesar 0,895, dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,921. Berdasarkan nilai MAE, RMSE, dan R² tersebut, model prediksi yang didapat ini memiliki performa yang baik dalam mengestimasi severitas penyakit blas.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Keefektifan Berbagai Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Pengendalian Penyakit Cabai Rawit di Lapangan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179769" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jannah, Reihanil</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179769</id>
<updated>2026-08-19T04:19:13Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Keefektifan Berbagai Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Pengendalian Penyakit Cabai Rawit di Lapangan
Jannah, Reihanil
Penyakit bercak daun Cercospora, penyakit virus, dan layu merupakan penyakit utama yang memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) adalah bakteri menguntungkan yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung pengelolaan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas enam isolat PGPR terhadap pertumbuhan tanaman dan perkembangan penyakit pada cabai rawit di lapangan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan, terdiri atas kontrol, konvensional, serta enam isolat PGPR (KV, C71, GNSBR, J8, P3, dan AP2). Peubah yang diamati meliputi survival rate, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, serta insidensi dan keparahan penyakit. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Dunnett pada taraf nyata 5%. Isolat C71 (Lysinibacillus fusiformis) secara nyata meningkatkan tinggi tanaman sebesar 10,64% dan jumlah daun sebesar 14,38% dibandingkan kontrol, sedangkan isolat P3 (Lactobacillus sp.) secara nyata meningkatkan survival rate sebesar 28,12%, jumlah bunga sebesar 42,37%, dan jumlah buah sebesar 11,88% dibandingkan kontrol. Seluruh isolat PGPR memperpanjang masa inkubasi penyakit virus, sementara C71 menekan keparahan penyakit bercak daun Cercospora hingga 81,3% dibandingkan kontrol. Isolat C71 dan P3 berpotensi dikembangkan sebagai agen pemacu pertumbuhan dan pendukung pengelolaan penyakit tanaman cabai rawit di lapangan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
