<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Aquatic Resources Management</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113</id>
<updated>2026-04-07T16:13:35Z</updated>
<dc:date>2026-04-07T16:13:35Z</dc:date>
<entry>
<title>Distribusi Temporal Tumbuhan Air Seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) Sebagai Dasar Pengelolaan Perairan Situ Burung, Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172470" rel="alternate"/>
<author>
<name>Eddiezon, Ryan Hilman</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172470</id>
<updated>2026-02-18T00:05:05Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Distribusi Temporal Tumbuhan Air Seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) Sebagai Dasar Pengelolaan Perairan Situ Burung, Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat
Eddiezon, Ryan Hilman
Keberadaan Seroja sangat melimpah di perairan Situ Burung, sehingga menutupi sebagian permukaan perairan Situ Burung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara temporal luas tutupan dan menduga doubling time seroja (Nelumbo nucifera) di Situ Burung. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan drone pada tahun 2024 dan 2025, serta data sekunder menggunakan citra satelit. Hasil analisis tutupan seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) dari tahun ke tahun menunjukkan data yang fluktuatif. Tutupan seroja tertinggi pada tahun 2025 sebesar 55% masuk ke dalam kategori tutupan Tinggi. Nilai relative growth rate tumbuhan air seroja yaitu sebesar 0,037 gram/hari dan nilai doubling time tanaman seroja selama 19 hari. Perkembangbiakan populasi seroja yang tidak terkendali dapat mengakibatkan pendangkalan di perairan Situ Burung.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kualitas air, Nelumbo nucifera, Tanaman Air, Tutupan, Waktu penggandaan.; The presence of lotus flowers is very abundant in the waters of Situ Burung, so that they cover part of the surface of the waters of Situ Burung. This study aims to analyze the temporal extent of cover and estimate the doubling time of the lotus (Nelumbo nucifera) in Situ Burung. The data used are primary data using drones in 2024 and 2025, as well as secondary data using satellite imagery. The analysis of lotus (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) cover from year to year shows fluctuating results. The highest lotus cover in 2025, at 55%, falls into the High cover category. The relative growth rate of the lotus is 0.037 grams/day, with a doubling time of 19 days. Uncontrolled growth of the water lily population, can lead to shallowing of Situ Burung.&#13;
&#13;
Keywords: Water quality, Nelumbo nucifera, Aquatic Plants, Cover,&#13;
Doubling time.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Teknologi Self-Supplying Oxygen Material  Dalam Pengelolaan Kualitas Air Tambak Udang  Vaname (Litopenaeus vannamei)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172435" rel="alternate"/>
<author>
<name>Astuti, Hanifah Widi</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172435</id>
<updated>2026-02-09T07:14:02Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Teknologi Self-Supplying Oxygen Material  Dalam Pengelolaan Kualitas Air Tambak Udang  Vaname (Litopenaeus vannamei)
Astuti, Hanifah Widi
Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu kegiatan perikanan &#13;
yang menghasilkan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Keberhasilan &#13;
budidaya sangat bergantung pada kondisi kualitas air, terutama kestabilan kadar oksigen &#13;
terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknologi Self&#13;
Supplying Oxygen Material (SSOM) terhadap dissolved oxygen (DO), oxidation-reduction &#13;
potential (ORP), dan total organic matter (TOM) pada air tambak. Teknologi SSOM &#13;
menggunakan bahan aktif, seperti kalsium peroksida (CaO2), titanium dioksida (TiO2), dan &#13;
asam asetat (CH3COOH), secara eksperimental di laboratorium dengan Rancangan Acak &#13;
Kelompok (RAK). Terdapat dua kelompok yaitu penggunaan kondisi Advanced Oxidation &#13;
Process (AOP) berbasis sinar UV-C dan kondisi Non-AOP yang didalamnya terdapat &#13;
masing- masing delapan jenis SSOM. Pengukuran DO, ORP dan TOM, dilakukan secara &#13;
berkala satu minggu sekali dalam 30 hari pengamatan. Analisis data dilakukan &#13;
menggunakan uji ANOVA dua arah untuk menganalisis pengaruh masing-masing faktor &#13;
dan interaksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOM secara signifikan &#13;
meningkatkan kadar oksigen terlarut serta menurunkan konsentrasi senyawa berbahaya &#13;
dalam tambak. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi SSOM memiliki potensi &#13;
sebagai solusi inovatif dalam menjaga kualitas air tambak, meningkatkan efisiensi &#13;
budidaya, serta mendukung keberlanjutan produksi udang vaname secara intensif.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potensi, Status Stok, dan Upaya Pengelolaan Ikan Layang Benggol, Decapterus russelli (Ruppell 1830) di WPP-NRI 573</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172202" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sutanto, Vallari Kalea Ananda</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172202</id>
<updated>2026-01-21T04:12:41Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potensi, Status Stok, dan Upaya Pengelolaan Ikan Layang Benggol, Decapterus russelli (Ruppell 1830) di WPP-NRI 573
Sutanto, Vallari Kalea Ananda
Ikan layang benggol (Decapterus russelli) merupakan ikan pelagis kecil bernilai ekonomis penting karena tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia, diantaranya WPP-NRI 573. Adapun demikian belum ada informasi terkini tentang status pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi melalui potensi maksimum lestari (MSY), upaya optimal (fMSY), dan jumlah tangkap diperbolehkan (TAC) serta status stok, dan upaya pengelolaannya. Data sekunder diperoleh dari e-logbook PIPP KKP RI 2018-2022. Alat tangkap yang mendominasi adalah pukat cincin dua kapal. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) ikan layang benggol menunjukkan fluktuasi cenderung menurun. Lima model produksi surplus diuji untuk menentukan titik referensi biologis, dan model Fox terpilih sebagai yang paling sesuai dengan nilai R² sebesar 91,85%. Nilai MSY ikan layang benggol sebesar 96.774 ton/tahun dengan fMSY sebesar 1.074.581 trip/tahun dan TAC sebesar 77.419 ton/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan layang benggol termasuk kategori fully exploited sehingga perlu pengelolaan dan pengawasan terhadap sumberdaya agar keberadaannya tetap lestari.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kontribusi Komunitas Plankton dalam Pengelolaan Berkelanjutan  di Perairan Pesisir Anyer–Labuan, Provinsi Banten</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171762" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ramadhani, Nada</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171762</id>
<updated>2026-02-18T02:34:17Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kontribusi Komunitas Plankton dalam Pengelolaan Berkelanjutan  di Perairan Pesisir Anyer–Labuan, Provinsi Banten
Ramadhani, Nada
Plankton merupakan mikroorganisme yang hidup melayang di perairan dan terbawa arus secara pasif.Aktivitas manusia yang berada di pesisir Anyer–Labuan dapat memengaruhikondisi dan kesuburan perairan yang berdampak pada komunitas plankton. Penelitian ini bertujuan menganalisistingkat kesuburan perairan berdasarkan struktur komunitas plankton dan kualitas perairan pesisir Anyer hingga Labuan, Provinsi Banten. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi identifikasi jenis,kelimpahan plankton dan parameter fisika-kimia perairan. Selain itu dilakukan juga uji regresi linier dan analisis biplot untuk mengetahui hubungan antara plankton dengan kualitas perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton didominasi oleh Cyanophyceae dan larva Pelecypoda. Nilai dominansi yang cenderung tinggi mengindikasikan spesies tertentu mendominasi perairan. Status kesuburan perairan berdasarkan Indeks Nygaard menunjukkan kondisi perairan mesotrofik. Penelitian ini menunjukkan perlu adanya pengelolaan perairan secara berkelanjutan yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Anyer–Labuan dari potensi eutrofikasi.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
