<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Aquatic Product Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112</id>
<updated>2026-07-10T16:13:53Z</updated>
<dc:date>2026-07-10T16:13:53Z</dc:date>
<entry>
<title>Karakteristik Tortilla Chips dengan Variasi Penambahan Tepung Ikan Teri Jengki Bangka Belitung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174319" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pramanto, Ananda Bagas</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174319</id>
<updated>2026-07-10T00:06:37Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Tortilla Chips dengan Variasi Penambahan Tepung Ikan Teri Jengki Bangka Belitung
Pramanto, Ananda Bagas
Tortilla chips merupakan jajanan populer di kalangan anak-anak, namun umumnya tinggi karbohidrat dan rendah protein serta mineral. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi tepung ikan teri jengki (Stolephorus indicus) sebagai penyeimbang gizi tortilla chips untuk meningkatkan protein, kalsium, dan fosfor. Variasi penambahan tepung ikan teri dilakukan pada 0%, 10%, 15%, dan 20%. Penambahan tepung ikan teri jengki mampu meningkatkan kandungan protein, kalsium, dan fosfor sehingga formulasi 10%, 15%, dan 20% memenuhi kriteria klaim sumber protein serta tinggi kalsium dan fosfor, namun menyebabkan perubahan karakteristik fisik tortilla chips berupa warna semakin gelap, tekstur semakin renyah, dan peningkatan nilai aktivitas air. Evaluasi sensori hedonik menunjukkan tingkat penerimaan panelis dengan nilai kesukaan rata-rata 7, sedangkan analisis CATA menunjukkan bahwa formulasi dengan penambahan tepung ikan teri jengki 15% memiliki karakteristik sensori yang paling mendekati produk ideal sehingga ditetapkan sebagai perlakuan terpilih. Formulasi terpilih memiliki kandungan energi sebesar 208 kkal per takaran saji 40 g dengan kontribusi AKG protein 12%, kalsium 28%, dan fosfor 29%.; Tortilla chips are a popular snack among children; however, they are generally high in carbohydrates and low in protein and mineral contents. This study aimed to evaluate the potential of jengki anchovy (Stolephorus indicus) flour as a nutritional enhancer in tortilla chips to improve protein, calcium, and phosphorus contents. Jengki anchovy flour was added at concentrations of 0%, 10%, 15%, and 20%. The addition of jengki anchovy flour increased the protein, calcium, and phosphorus contents, allowing the 10%, 15%, and 20% formulations to meet the criteria for protein source, high calcium, and high phosphorus claims. However, the addition affected the physical characteristics of tortilla chips, resulting in a darker color, crispier texture, and increased water activity. Hedonic evaluation showed good panelist acceptance with an average liking score of 7, while CATA analysis indicated that the 15% formulation had sensory characteristics closest to the ideal product and was selected as the best formulation. The selected formulation contained 208 kcal per 40 g serving size, contributing 12% of the daily protein reference intake, 28% of calcium, and 29% of phosphorus.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakteristik Garam dan Aktivitas Biologis Ekstrak Rumput Laut Padina sp. dari Dua Perairan Berbeda</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174179" rel="alternate"/>
<author>
<name>NABILA, ADIRA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174179</id>
<updated>2026-07-08T00:28:23Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Garam dan Aktivitas Biologis Ekstrak Rumput Laut Padina sp. dari Dua Perairan Berbeda
NABILA, ADIRA
Rumput laut Padina sp. memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif &#13;
pembuatan garam rendah natrium yang kaya akan mineral dan senyawa bioaktif &#13;
untuk mencegah hipertensi. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik &#13;
kimia, kandungan mineral, aktivitas antioksidan, dan profil sensori garam rumput &#13;
laut Padina sp. yang berasal dari Pantai Anyer, Serang, Pantai Bodur, Pandeglang. &#13;
Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu pembuatan tepung dan garam. Garam &#13;
rumput laut Padina sp. yang berasal dari Pantai Anyer dan Pantai Bodur memiliki &#13;
rendemen yaitu sebesar 21,66% hingga 24,26%. Garam rumput laut Padina sp. &#13;
yang berasal dari Pantai Anyer memiliki nilai IC50 85,53 ppm yang lebih unggul &#13;
dibandingkan Pantai Bodur (IC50 137,04 ppm), nilai rasio Na:K keduanya &#13;
mendekati 1 sesuai anjuran WHO yaitu 0,80–0,83 mg/g, kadar NaCl di bawah &#13;
60% yaitu 25,63% (Pantai Anyer), 42,32% (Pantai Bodur), dan cemaran logam &#13;
berat di bawah batas maksimum sesuai anjuran SNI garam diet. Garam rumput &#13;
laut Padina sp. dari Pantai Bodur memperoleh tingkat penerimaan sensori &#13;
tertinggi pada parameter kenampakan dan warna.; Padina sp. seaweed has potential as an alternative raw material for making &#13;
low-sodium salt that is rich in minerals and bioactive compounds to prevent &#13;
hypertension. This study aims to determine the chemical characteristics, mineral &#13;
content, antioxidant activity, and sensory profile of Padina sp. seaweed salt from &#13;
Anyer Beach, Serang, and Bodur Beach, Pandeglang. The study consisted of two &#13;
stages: making flour and making salt. Padina sp. seaweed salt from Anyer Beach &#13;
and Bodur Beach had yields of 21.66% to 24.26%. Padina sp. seaweed salt from &#13;
Anyer Beach had an IC50 value of 85.53 ppm, which is better than Bodur Beach &#13;
(IC50 137.04 ppm), with a Na:K ratio close to 1 for both, in line with WHO &#13;
recommendations of 0.80–0.83 mg/g. The NaCl content was below 60%, namely &#13;
25.63% (Anyer Beach) and 42.32% (Bodur Beach), and heavy metal contaminants &#13;
were below the maximum limit according to SNI dietary salt standards. Seaweed &#13;
salt from Padina sp. from Bodur Beach received the highest sensory acceptance &#13;
levels for appearance and color.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Nori-Like Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. dengan Fortifikasi Spirulina sp.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173110" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rusmiyati</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173110</id>
<updated>2026-05-20T00:11:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Nori-Like Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. dengan Fortifikasi Spirulina sp.
Rusmiyati
Spirulina sp. memiliki kandungan protein dan senyawa bioaktif tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi pada nori-like berbahan baku rumput laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh fortifikasi Spirulina sp. pada nori-like berbahan baku rumput laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. terhadap karakteristik fisikokimia, sensori, dan bioaktivitasnya sebagai antioksidan. Perlakuan konsentrasi Spirulina sp. yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% (b/v) dilakukan analisis sensori, kerenyahan, ketebalan, warna (Lab*), aktivitas air (aw), proksimat, kadar pigmen, dan antioksidan. Data dianalisis menggunakan ANOVA, Kruskal-Wallis, serta metode Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Spirulina sp. memengaruhi karakteristik sensori, ketebalan, warna (Lab*), dan komposisi proksimat, serta meningkatkan kadar pigmen fikobiliprotein, klorofil, dan karotenoid, dan antioksidan metode DPPH dan FRAP. Perlakuan terbaik diperoleh pada nori-like dengan fortifikasi 2,5% Spirulina sp. yang menunjukkan mutu sensori dan fisikokimia terbaik serta penggunaan Spirulina sp. yang berada dalam batas aman.; Spirulina sp. has a high protein and bioactive compound content, making it a potential ingredient fortification of nori-like products made from Ulva lactuca and Gracilaria sp. seaweeds. This study aimed to determine the effect of Spirulina sp. fortification on the physicochemical, sensory, and antioxidant bioactivity characteristics of nori-like made from Ulva lactuca and Gracilaria sp. The concentrations of Spirulina sp. used 0%; 2%; 2.5%; and 3% (w/v) was tested using sensory analysis, crispness, thickness, color (Lab*), water activity (aw), proximate composition, pigment content, and antioxidant activity. Data were analyzed using ANOVA, Kruskal-Wallis, and Bayes methods. The results showed that increasing Spirulina sp. concentrations significantly affected the sensory characteristics, thickness, color (Lab*), and proximate composition, and enhanced the levels of phycobiliproteins, chlorophyll, and carotenoids, as well as antioxidant measured by the DPPH and FRAP methods. The best formulation was obtained from nori-like fortified with 2.5% Spirulina sp. which showed the best sensory and physicochemical quality, and the use of Spirulina sp. which was within safe limit.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ghifari, Ahmad Faiz Al</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826</id>
<updated>2026-03-09T06:04:03Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel
Ghifari, Ahmad Faiz Al
Pengembangan material berpori ringan seperti biofoam dan aerogel memerlukan struktur dengan rasio kekuatan terhadap berat tinggi, stabilitas termal baik, serta arsitektur pori yang efisien. Pendekatan biomimetik memanfaatkan sistem struktural organisme laut sebagai inspirasi desain material maju. Eksoskeleton belangkas memiliki komposit berbasis kitin dengan arsitektur berlapis dan porositas alami yang berpotensi menjadi model biomaterial berpori. Penelitian bertujuan melakukan penentuan karakteristik arsitektur hierarkis prosoma belangkas Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus serta mengevaluasi hubungan struktur dan sifat material sebagai dasar desain biomimetik. Karakteristik meliputi analisis makroskopis dan mikroskopis, FTIR, XRD, analisis proksimat, TGA, mekanik tarik, dan karakteristik akustik. Hasil menunjukkan bahwa T. gigas memiliki struktur lebih berpori dengan densitas lebih rendah, stabilitas termal dan kemampuan serap suara lebih tinggi, sedangkan T. tridentatus menunjukkan struktur lebih kompak dengan kuat tarik lebih tinggi namun regangan lebih rendah. Arsitektur hierarkis prosoma belangkas berpotensi menjadi blueprint biomimetik untuk desain biofoam atau aerogel berkelanjutan berkinerja tinggi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
