<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Aquatic Product Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112</id>
<updated>2026-08-08T04:15:14Z</updated>
<dc:date>2026-08-08T04:15:14Z</dc:date>
<entry>
<title>KARAKTERISTIK Eucheuma sp. SEBAGAI SEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN GARAM RUMPUT LAUT</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177708" rel="alternate"/>
<author>
<name>HARIANI, KHAIRUNNISA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177708</id>
<updated>2026-08-07T09:46:14Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KARAKTERISTIK Eucheuma sp. SEBAGAI SEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN GARAM RUMPUT LAUT
HARIANI, KHAIRUNNISA
Rumput laut Eucheuma sp. berpotensi sebagai bahan baku pembuatan garam rendah natrium yang kaya mineral dan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik tepung Eucheuma sp. serta pengaruh perbandingan tepung dan pelarut terhadap karakteristik garam rumput laut. Penelitian terdiri atas dua tahapan, yaitu karakterisasi tepung Eucheuma sp. dan pembuatan garam rumput laut dengan perbandingan tepung dan akuades 1:15, 1:16, dan 1:17. Tepung Eucheuma sp. memiliki rasio Na sebesar 0,97 dengan kandungan kalium lebih tinggi dibandingkan natrium serta mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan steroid. Ekstrak Eucheuma sp. memiliki total fenol sebesar 0,653 mg GAE/g ekstrak dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 138,35±3,24 ppm yang termasuk kategori sedang. Garam rumput laut yang dihasilkan memiliki rendemen sebesar 16,20–30,20%, rasio Na sebesar 0,96–0,99,  dan kadar NaCl sebesar 40,52–57,48%. Aktivitas antioksidan garam mengalami peningkatan nilai IC50 dari 257,06±8,40 ppm pada perlakuan 1:15 menjadi 388,91±6,71 ppm pada perlakuan 1:17. Seluruh garam yang dihasilkan tergolong memiliki aktivitas antioksidan lemah. Perlakuan 1:17 menghasilkan karakteristik terbaik berdasarkan rendemen sebesar 30,20%, kadar NaCl 57,48%, rasio Na 0,96, serta kandungan mineral tertinggi. Garam rumput laut Eucheuma sp. memperoleh tingkat penerimaan sensori yang berada pada kategori netral hingga agak disukai pada seluruh parameter pengujian
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Karakteristik Garam Fungsional dari Rumput Laut Cokelat Turbinaria sp.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177707" rel="alternate"/>
<author>
<name>HANDAYANI, EREDITA NISRINA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177707</id>
<updated>2026-08-07T09:44:44Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Garam Fungsional dari Rumput Laut Cokelat Turbinaria sp.
HANDAYANI, EREDITA NISRINA
Konsumsi garam tinggi natrium merupakan salah satu faktor risiko hipertensi sehingga diperlukan inovasi garam fungsional yang kaya mineral dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik garam fungsional berbahan baku rumput laut cokelat Turbinaria sp. melalui kombinasi filtrat dan residu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu filtrat 100% (K), kombinasi filtrat dan residu 1:1 (A), 1:2 (B), dan 2:1 (C). Parameter yang dianalisis meliputi fitokimia, total fenolik, mineral, logam berat, kadar NaCl, rasio Na:K, dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Turbinaria sp. mengandung alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin, dan steroid dengan total fenolik sebesar 22,93±0,59 mg GAE/g. Seluruh sampel memenuhi persyaratan keamanan logam berat. Formulasi terbaik diperoleh pada garam kombinasi filtrat dan residu rasio 2:1 (Garam C) dengan rasio Na:K sebesar 0,96, kadar NaCl 39,87%, serta tingkat penerimaan panelis tertinggi (5,43). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Turbinaria sp. berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku garam fungsional yang memiliki nilai tambah dari aspek gizi, keamanan, dan sifat fungsional.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Formulasi Nori-like berbasis Ulva lactuca dengan Penambahan Tepung Gracilaria sp. terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensorinya</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177595" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latahzan, Radhya</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177595</id>
<updated>2026-08-07T04:23:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Formulasi Nori-like berbasis Ulva lactuca dengan Penambahan Tepung Gracilaria sp. terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensorinya
Latahzan, Radhya
Nori komersial berbasis Porphyra sp. masih bergantung pada impor sehingga pengembangan nori-like berbasis rumput laut tropis Ulva lactuca dengan penambahan tepung Gracilaria sp. berpotensi menjadi alternatif pangan tinggi serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung Gracilaria sp. (0, 2, 4, dan 6%) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori nori-like, menentukan formulasi terbaik menggunakan metode Bayes, serta menghitung kontribusi formulasi terbaik terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kandungan proksimat dan serat pangan. Karakteristik fisik meliputi aktivitas air, kerenyahan, dan warna, sedangkan karakteristik sensori dianalisis melalui uji hedonik dan Check-All-That-Apply (CATA). Hasil menunjukkan peningkatan konsentrasi tepung Gracilaria sp. meningkatkan aktivitas air (0,313–0,382), kecerahan (26,23–46,17), dan intensitas warna kuning, meningkatkan kerenyahan (294,33–96,67 gf). Skor hedonik meningkat dari N0 hingga N4 dan menurun pada N6, sementara CATA mengidentifikasi atribut seaweed, savory, dan pleasant aftertaste sebagai pendorong utama kesukaan. Berdasarkan metode Bayes yang mengintegrasikan delapan kriteria fisik dan sensori, formula dengan penambahan tepung Gracilaria sp. 4% (N4) memperoleh nilai tertinggi (3,45) dan ditetapkan sebagai formulasi terbaik. Formulasi terbaik memiliki kadar serat pangan total 23,61%, memenuhi syarat klaim "tinggi serat" BPOM, dengan kontribusi AKG serat pangan sebesar 4% per takaran saji (5 g). Nori-like ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional tinggi serat, alternatif substitusi nori impor.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Optimasi Proses Bleaching pada  Pemurnian Minyak Ikan Hasil Samping Industri Penepungan dan Surimi untuk  Memenuhi Standar IFOS</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177536" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sianturi, Celvin Lois David</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177536</id>
<updated>2026-08-07T07:59:03Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimasi Proses Bleaching pada  Pemurnian Minyak Ikan Hasil Samping Industri Penepungan dan Surimi untuk  Memenuhi Standar IFOS
Sianturi, Celvin Lois David
Minyak ikan makarel dan kurisi kasar dari hasil samping industri penepungan dan surimi memiliki kualitas rendah sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk pangan. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum proses bleaching pada pemurnian minyak ikan makarel dan kurisi menggunakan response surface methodology (RSM) dengan desain central composite design (CCD). Faktor yang diuji meliputi konsentrasi Magnesol XL dan waktu adsorpsi, sedangkan respon yang diamati adalah asam lemak bebas (FFA), bilangan  peroksida (PV), nilai anisidin (p-AnV), dan total oksidasi (Totox). Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi Magnesol XL 5% dan waktu adsorpsi 20 menit. Pada kondisi tersebut, minyak ikan makarel memiliki nilai FFA 1,41%, PV 4,50 mEq/kg, p-AnV 6,69 mEq/kg, dan total oksidasi 15,69 mEq/kg, sedangkan minyak ikan kurisi memiliki nilai FFA 1,25%, PV 5,0 mEq/kg, p-AnV 4,05 mEq/kg, dan total oksidasi 14,05 mEq/kg. Seluruh parameter oksidasi telah memenuhi standar International Fish Oil Standards (IFOS). Analisis sifat minyak  meliputi profil asam lemak, rendemen, densitas, viskositas, dan warna menunjukkan adanya perbedaan karakteristik fisik dan komposisi antara minyak  ikan makarel dan kurisi yang berpotensi memengaruhi mutu minyak yang dihasilkan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
