<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Fisheries Resource Utilization</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111</id>
<updated>2026-09-23T11:59:35Z</updated>
<dc:date>2026-09-23T11:59:35Z</dc:date>
<entry>
<title>Status Penangkapan Perikanan Baronang dengan Pendekatan Ekosistem yang Berbasis di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179987" rel="alternate"/>
<author>
<name>Marwan, Daffa Alif</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179987</id>
<updated>2026-09-23T01:05:44Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Status Penangkapan Perikanan Baronang dengan Pendekatan Ekosistem yang Berbasis di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta
Marwan, Daffa Alif
DAFFA ALIF MARWAN. Status Penangkapan Perikanan Baronang dengan &#13;
Pendekatan Ekosistem yang Berbasis di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, &#13;
Jakarta. Di bawah bimbingan AM AZBAS TAURUSMAN dan DOMU &#13;
SIMBOLON.&#13;
Penangkapan ikan baronang (Siganus sp.) di Pulau Harapan, Kepulauan &#13;
Seribu, berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem sehingga diperlukan &#13;
evaluasi pengelolaan dengan kerangka Ecosystem Approach to Fisheries &#13;
Management (EAFM). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan &#13;
perikanan berdasarkan domain teknik penangkapan ikan pada indikator EAFM. &#13;
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan &#13;
penentuan responden secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa bubu tambun lebih selektif berdasarkan komposisi spesies, sedangkan bubu &#13;
kawat lebih selektif berdasarkan ukuran layak tangkap (Lm). Penilaian&#13;
menggunakan enam indikator pada domain tersebut dan menghasilkan nilai &#13;
komposit 75 dengan kategori baik. Namun, kepemilikan dokumen legal dan &#13;
sertifikasi awak kapal masih rendah sehingga memerlukan perbaikan untuk &#13;
mendukung keberlanjutan perikanan baronang.&#13;
Kata kunci: Baronang, Pulau Harapan, indikator EAFM; DAFFA ALIF MARWAN. Fishing Status of Siganids Fishery Using an &#13;
Ecosystem Approach Based on Harapan Island, Kepulauan Seribu Island, Jakarta. &#13;
Supervised by AM AZBAS TAURUSMAN and DOMU SIMBOLON.&#13;
The capture of siganids fishery (Siganus sp.) based on Harapan Island, &#13;
Kepulauan Seribu, poses a potential threat to the ecosystem, necessitating an &#13;
evaluation of management practices through the Ecosystem Approach to Fisheries &#13;
Management (EAFM) framework. This study aims to evaluate fisheries &#13;
management in the fishing-technique domain using EAFM indicators. Data were &#13;
collected via observation, interviews, and literature review, with respondents &#13;
selected through purposive sampling. The findings indicate that bamboo traps &#13;
demonstrate greater selectivity concerning species composition, whereas wire &#13;
traps exhibit higher selectivity regarding biological allowable catch size (Lm). An &#13;
assessment employing six indicators within this domain yielded a composite score &#13;
of 75, which is categorized as good. Nonetheless, the ownership of legal &#13;
documents and crew certification remains inadequate, necessitating enhancement &#13;
to ensure the sustainability Siganids fishery.&#13;
Kata kunci: Siganids, Harapan Island, EAFM indicator
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perikanan Jaring Rampus dan Analisis Kelayakan Usaha Kapal Damar di PPN Palabuhanratu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179971" rel="alternate"/>
<author>
<name>Aurora, Rahayu</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179971</id>
<updated>2026-09-21T00:36:06Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perikanan Jaring Rampus dan Analisis Kelayakan Usaha Kapal Damar di PPN Palabuhanratu
Aurora, Rahayu
Jaring rampus adalah alat tangkap gillnet yang banyak digunakan nelayan&#13;
skala kecil di PPN Palabuhanratu, tetapi data komposisi hasil tangkapan, pola&#13;
musim penangkapan, dan kelayakan usahanya belum terdokumentasi secara&#13;
terintegrasi, sehingga nelayan sulit mengambil keputusan operasional secara&#13;
akurat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unit penangkapan jaring rampus,&#13;
mengidentifikasi komposisi hasil tangkapan dan pola musim penangkapannya,&#13;
serta menganalisis kelayakan usaha kapal Damar di PPN Palabuhanratu. Peneliti&#13;
mengumpulkan data primer melalui wawancara nelayan dan data sekunder berupa&#13;
statistik hasil tangkapan tahun 2021–2025, lalu menganalisisnya menggunakan&#13;
Catch per Unit Effort (CPUE), Indeks Musim Penangkapan (IMP), Simple&#13;
Moving Average (SMA) dan analisis kelayakan finansial. Nelayan&#13;
mengoperasikan kapal fiber berukuran kecil (&lt;5GT) dengan jaring insang bermata&#13;
jaring 2¼ inci sesuai ketentuan Permen KP Nomor 36 Tahun 2023. Delapan&#13;
spesies mendominasi hasil tangkapan dengan ikan tembang sebagai kontributor&#13;
tertinggi, dan pola musim penangkapan menunjukkan karakter spesies-spesifik&#13;
dengan musim barat sebagai puncak produksi bagi sebagian besar spesies. Usaha&#13;
jaring rampus kapal Damar menghasilkan nilai R/C sebesar 1,15 dan payback&#13;
period 10,48 tahun, yang mengindikasikan usaha ini layak dijalankan meskipun&#13;
kecepatan pengembalian modalnya tergolong lambat. Temuan ini dapat menjadi&#13;
dasar pengelolaan jaring rampus yang berkelanjutan dan peningkatan kelayakan&#13;
usaha nelayan.; Rampus nets are a type of gillnet widely used by small-scale fishermen at&#13;
the Palabuhanratu Fishing Port (PPN), but data on catch composition, seasonal&#13;
fishing patterns, and business viability have not been comprehensively&#13;
documented, making it difficult for fishermen to make accurate operational&#13;
decisions. This study aims to describe rampus net fishing units, identify catch&#13;
composition and seasonal fishing patterns, and analyze the business viability of&#13;
the Damar vessel at the Palabuhanratu Fishing Port. The researchers collected&#13;
primary data through interviews with fishermen and secondary data in the form of&#13;
catch statistics from 2021 to 2025, then analyzed them using Catch per Unit Effort&#13;
(CPUE), the Fishing Season Index, the Simple Moving Average (SMA), and&#13;
financial feasibility analysis. Fishermen operate small fiberglass vessels (&lt;5 GT)&#13;
equipped with gillnets having a mesh size of 2¼ inches, in accordance with&#13;
Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation No. 36 of 2023. Eight species&#13;
dominate the catch, with tembang fish being the highest contributor, and the&#13;
seasonal fishing patterns exhibit species-specific characteristics, with the western&#13;
season marking the peak production period for most species. The Damar boat’s&#13;
gillnet operation yields an R/C ratio of 1.15 and a payback period of 10.48 years,&#13;
indicating that this operation is viable despite its relatively slow return on&#13;
investment. These findings can serve as the basis for the sustainable management&#13;
of rampus nets and for improving the viability of fishermen’s businesses.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengelolaan Rumpon sebagai Alat Bantu Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Indonesia</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179959" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suwarno, Muhammad Ibnu Bayt</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179959</id>
<updated>2026-09-17T06:23:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengelolaan Rumpon sebagai Alat Bantu Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Indonesia
Suwarno, Muhammad Ibnu Bayt
Penggunaan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan dapat mendukung &#13;
efisiensi dan produktivitas penangkapan dalam konteks tertentu, tetapi &#13;
penggunaannya juga berkaitan dengan risiko ekologis dan kebutuhan pengaturan &#13;
yang lebih operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis isu teknis, ekonomi, &#13;
dan ekologi penggunaan rumpon; mengidentifikasi kesenjangan antara pengaturan &#13;
rumpon di Indonesia dan standar regional/global yang relevan; serta menyusun &#13;
rekomendasi penguatan pengaturan rumpon. Penelitian menggunakan pendekatan &#13;
kualitatif yang mengintegrasikan systematic literature review (SLR) terbatas, &#13;
analisis dokumen kebijakan dan regulasi, serta wawancara informan kunci sebagai &#13;
konfirmasi kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain dan material &#13;
rumpon bervariasi menurut jenis rumpon dan konteks perikanan. Sejumlah &#13;
literatur menunjukkan manfaat ekonomi berupa peningkatan produktivitas, &#13;
efisiensi, atau pendapatan pada konteks tertentu. Literatur ekologi menunjukkan &#13;
risiko bycatch, ghost fishing, marine litter, beaching, serta perubahan tingkah laku &#13;
ikan. Analisis pengaturan menunjukkan bahwa PERMEN-KP No. 36 Tahun 2023 &#13;
telah menyediakan dasar hukum penting, tetapi beberapa aspek operasional masih &#13;
perlu diperkuat dengan menggunakan IOTC Resolution 24/02 dan WCPFC CMM &#13;
2025-02 sebagai bahan perbandingan. Lima substansi rekomendasi meliputi &#13;
penguatan desain non-entangling, transisi material biodegradable secara bertahap, &#13;
pengintegrasian FAD Management Plan dalam perizinan, penguatan penandaan, &#13;
pelacakan, pelaporan dan FAD retrieval, serta pembatasan temporal atau spasial &#13;
berdasarkan data.; Fish aggregating devices (FADs) can improve efficiency and fishing &#13;
productivity in specific contexts, but their use is also associated with ecological &#13;
risks and required more operational management arrangements. This study aims to &#13;
analyze the technical, economic, and ecological issues associated with FAD use; &#13;
identify gaps between Indonesian FAD regulations and relevant regional/global &#13;
standards; and formulate recommendations to strengthening FAD management. &#13;
The study applies qualitative approach integrating limited systematic literature &#13;
review (SLR), policy and regulatory document analysis, and key-informant &#13;
interviews as contextual confirmation. Result shows that FAD designs and &#13;
materials vary according to FAD type and fishery context. Several studies report &#13;
economic benefits in terms of fishing productivity, efficiency, or income in &#13;
specific context. Ecological studies indicate risks related to bycatch, ghost fishing, &#13;
marine litter, beaching, and changes in fish behavior. Regulatory analysis shows &#13;
that Ministerial Regulation No. 36/2023 provides important legal basis for FAD &#13;
management in Indonesia, while several operational aspects still require &#13;
strengthening, using IOTC Resolution 24/02 and WCPFC CMM 2025-02 as &#13;
comparative references. Five recommendations includes strengthening non&#13;
entangling design requirements, implementing a phased transition toward &#13;
biodegradable materials, integrating a FAD Management Plan into licensing, &#13;
strengthening marking, tracking, reporting and FAD retrieval, and applying data&#13;
based temporal or spatial restrictions.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Perempuan dalam Rantai Pasok Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179953" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azzahra, Najla Mutiah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179953</id>
<updated>2026-09-17T00:57:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Perempuan dalam Rantai Pasok Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu
Azzahra, Najla Mutiah
Perempuan berperan penting dalam rantai pasok ikan hasil tangkapan, &#13;
terutama pada tahap pascapanen seperti pengolahan, distribusi, dan pemasaran,&#13;
namun kontribusinya belum mendapat pengakuan sosial dan kelembagaan yang&#13;
setara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi perempuan terhadap&#13;
ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan usaha perikanan, menganalisis peran&#13;
perempuan dalam rantai pasok ikan hasil tangkapan, serta mengidentifikasi&#13;
kendala yang dihadapi perempuan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)&#13;
Palabuhanratu. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2026 menggunakan&#13;
pendekatan kuantitatif dan kualitatif terhadap 50 perempuan pelaku usaha&#13;
perikanan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui&#13;
kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis&#13;
menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS serta analisis&#13;
tematik kualitatif dengan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan&#13;
di PPN Palabuhanratu berperan aktif dalam penyortiran, pengolahan (pengasinan,&#13;
pengasapan, cold storage), serta pemasaran melalui jaringan pelanggan tetap&#13;
sebagai modal sosial usaha. Kontribusi perempuan terhadap ekonomi rumah&#13;
tangga terbukti nyata melalui korelasi positif yang kuat, meskipun pengakuan&#13;
sosial dan kelembagaan masih berjenjang, mulai dari dianggap sekadar membantu&#13;
suami hingga pengakuan formal berupa NIB dan PIRT. Kendala utama yang&#13;
dihadapi meliputi fluktuasi pasokan ikan dan beban kerja ganda.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
