<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Marine Science And Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110</id>
<updated>2026-08-07T12:55:22Z</updated>
<dc:date>2026-08-07T12:55:22Z</dc:date>
<entry>
<title>RANCANG BANGUN PROFILER YOYO BERBASIS SISTEM BALLAST</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177328" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ibrahim, Akbar Hannan</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177328</id>
<updated>2026-08-06T01:57:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">RANCANG BANGUN PROFILER YOYO BERBASIS SISTEM BALLAST
Ibrahim, Akbar Hannan
Conductivity, Temperature, and Depth (CTD) merupakan instrumen oseanografi untuk memperoleh profil vertikal kolom perairan. Namun, CTD komersial relatif mahal dan bergantung pada sistem winch atau katrol. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe Profiler YoYo berbasis sistem ballast sebagai alternatif instrumen profiling vertikal otomatis. Sistem ballast dirancang menggunakan konsep Variable Buoyancy System (VBS) melalui piston yang digerakkan linear actuator untuk mengubah volume ballast dan gaya apung. Prototipe menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor tekanan MS5837-30BA, dan baterai LiPo 6S. Pengujian dilakukan pada kolam sedalam 2 m untuk mengevaluasi kinerja ballast, kemampuan profiling, dan kebutuhan daya. Instrumen mencapai kedalaman maksimum 1,78 m dan 1,72 m, dengan waktu satu siklus profiling 27,8 detik dan 24,6 detik. Arus rata-rata sistem sebesar 0,679 A dengan estimasi waktu operasi baterai 8,84 jam. Prototipe berhasil melakukan profiling vertikal otomatis dan menjadi dasar pengembangan instrumen CTD berbiaya rendah dengan penambahan sensor konduktivitas pada penelitian selanjutnya.; Conductivity, Temperature, and Depth (CTD) instruments are widely used in oceanographic surveys to obtain vertical profiles of water column properties. However, commercial CTD systems are relatively expensive and rely on winch-based deployment. This study developed a ballast-based Profiler YoYo prototype as a low-cost, automatic profiling alternative. The ballast system was based on the Variable Buoyancy System (VBS) concept, using a piston driven by a linear actuator to change ballast volume and buoyancy. The prototype integrates an ESP32 microcontroller, an MS5837-30BA pressure sensor, and a 6000 mAh 6S LiPo battery, tested in a 2 m-deep pool. The prototype reached maximum depths of 1.78 m and 1.72 m, with cycle times of 27.8 s and 24.6 s. Average current was 0.679 A, giving an estimated battery life of 8.84 h. The prototype demonstrated automatic vertical profiling and provides a foundation for future development of a low-cost CTD instrument through conductivity sensor integration.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Studi Tingkah Laku Ikan Croaking Gurami (Trichopsis vittata) Pada Saat Makan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177270" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jones, Marcellino Agustinus</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177270</id>
<updated>2026-08-05T07:14:07Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Studi Tingkah Laku Ikan Croaking Gurami (Trichopsis vittata) Pada Saat Makan
Jones, Marcellino Agustinus
Ikan Croaking Gurami merupakan ikan air tawar yang sangat populer sebagai ikan hias dan ikan ini lebih menyukai makan cacing darah daripada pelet. Upaya yang dilakukan untuk menjaga agar ikan tidak stres dan mati adalah aklimatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku ikan pada pagi, siang, dan sore hari sebelum, saat, dan sesudah makan selama 10 hari dengan merekam selama 3 menit menggunakan kamera handphone Oppo A6x. Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak tiga kali pada 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan aktif makan pada pagi hari (09.00 WIB), sedangkan pada siang hari (12.00 WIB) pergerakan ikan berbanding terbalik dan pada sore hari (15.00 WIB) ikan jarang makan. Secara keseluruhan, ikan lebih aktif makan pada pagi hari.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kesehatan Mangrove Menggunakan Citra  Sentinel-2A di Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177175" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ramadhani, Ilma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177175</id>
<updated>2026-08-05T01:16:39Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kesehatan Mangrove Menggunakan Citra  Sentinel-2A di Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ramadhani, Ilma
Segara Anakan merupakan kawasan laguna dengan hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Namun, kondisi kesehatan mangrove di kawasan ini mengalami penurunan yang berpotensi merusak ekosistem di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi kesehatan mangrove secara multitemporal pada rentang tahun 2019 hingga 2025 dengan mengidentifikasi tingkat kehijauan dan kebasahan pada kanopi. Pemetaan ini menggunakan citra Sentinel-2A dengan algoritma Enhanced Mangrove Index (EMI) untuk mengisolasi area mangrove, serta Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk mengidentifikasi kondisi kesehatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EMI dengan ambang batas 0,65 efektif membedakan vegetasi mangrove dari tumbuhan darat lainnya. Analisis NDVI dan NDWI memperlihatkan fluktuasi tingkat kehijauan serta kebasahan kanopi pada periode 2021 hingga 2024. Meskipun demikian, mangrove secara perlahan mengalami perubahan kondisi yang ditandai dengan kenaikan indeks kehijauan dan kebasahan pada tahun 2025. Keakuratan temuan divalidasi dengan korelasi regresi satelit terhadap data drone dengan nilai R2 sebesar 0,522 dan regresi hasil analisis kebasahan daun dengan data elevasi lahan sebagai salah satu indikator konektivitas pasut dengan nilai R2 sebesar 0,699.; Segara Anakan is a lagoon area with the largest mangrove forest on Java Island. However, the health of the mangroves in this area has been declining, which has the potential to damage the surrounding ecosystem. This study aims to map the health of the mangroves over time from 2019 to 2025 by identifying the levels of greenness and wetness in the canopy. This mapping utilizes Sentinel-2A imagery with the Enhanced Mangrove Index (EMI) algorithm to isolate mangrove areas, as well as the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and the Normalized Difference Water Index (NDWI) to assess their health. The results show that applying the EMI with a threshold of 0.65 effectively distinguishes mangrove vegetation from other terrestrial plants. Analysis of the NDVI and NDWI revealed fluctuations in canopy greenness and moisture levels from 2021 to 2024. However, the mangroves gradually underwent a change in condition, marked by an increase in greenness and moisture indices in 2025. The accuracy of the findings was validated through a satellite regression correlation with drone data, yielding an R² value of 0.522, and a regression of leaf wetness analysis results with land elevation data as an indicator of tidal connectivity yielding an R² value of 0.699.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Sebaran  Spasial dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Layang (Decapterus  spp.) di  Utara Laut Jawa Tahun 2019–2022</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177103" rel="alternate"/>
<author>
<name>LESTARI, WIDIA AYU</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177103</id>
<updated>2026-08-04T14:25:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Sebaran  Spasial dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Layang (Decapterus  spp.) di  Utara Laut Jawa Tahun 2019–2022
LESTARI, WIDIA AYU
WIDIA AYU LESTARI. Analisis Sebaran Spasial dan Temporal Daerah &#13;
Penangkapan Ikan Layang (Decapterus  spp.) di Utara Laut Jawa Tahun 2019&#13;
2022. Dibimbing oleh VINCENTIUS P. SIREGAR dan JONSON LUMBAN &#13;
GAOL. &#13;
&#13;
Ikan layang (Decapterus spp.) merupakan ikan pelagis kecil bernilai &#13;
ekonomis penting yang daerah penangkapannya dipengaruhi oleh dinamika kondisi &#13;
oseanografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial daerah &#13;
penangkapan ikan layang berdasarkan salinitas, SPL, dan klorofil-a, serta hubungan &#13;
temporal antara parameter oseanografi dan produktivitas penangkapan. Data &#13;
oseanografi diperoleh dari Copernicus Marine Service dan Aqua MODIS, &#13;
sedangkan data perikanan berasal dari logbook PPN Pekalongan periode 2019&#13;
2022. Data dianalisis secara spasial dan menggunakan analisis korelasi silang. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa daerah penangkapan ikan layang mengalami &#13;
pergeseran antar musim mengikuti dinamika oseanografi, sedangkan salinitas &#13;
memiliki hubungan temporal yang relatif paling kuat terhadap CPUE dibandingkan &#13;
SPL dan klorofil-a, meskipun seluruh hubungan belum signifikan secara statistik. &#13;
Perubahan kondisi oseanografi tersebut berkaitan dengan dinamika daerah &#13;
penangkapan dan produktivitas ikan layang di utara Laut Jawa. &#13;
&#13;
Kata kunci: CPUE, daerah penangkapan ikan, ikan layang, korelasi silang, &#13;
parameter oseanografi.; WIDIA AYU LESTARI. Spatial and Temporal Analysis of  Scad (Decapterus  &#13;
spp.) Fishing Grounds in the Northern Java Sea during 2019–2022. Supervised by &#13;
VINCENTIUS P. SIREGAR and JONSON LUMBAN GAOL. &#13;
&#13;
Scad (Decapterus spp.) is an economically important small pelagic fish &#13;
whose fishing grounds are influenced by oceanographic dynamics. This study &#13;
aimed to analyze the spatial distribution of scad fishing grounds based on salinity, &#13;
SST, and chlorophyll-a, as well as the temporal relationship between oceanographic &#13;
parameters and fishing productivity. Oceanographic data were obtained from the &#13;
Copernicus Marine Service and Aqua MODIS, while fisheries data were collected &#13;
from the fishing logbooks of Pekalongan National Fishing Port (PPN Pekalongan) &#13;
for the 2019–2022 period. The data were analyzed using spatial analysis and cross&#13;
correlation analysis. The results showed that the distribution of scad fishing grounds &#13;
shifted seasonally following oceanographic dynamics. Salinity exhibited the &#13;
strongest temporal relationship with CPUE compared with SST and chlorophyll-a, &#13;
although none of the relationships were statistically significant. These findings &#13;
indicate that changes in oceanographic conditions are associated with the dynamics &#13;
of fishing grounds and scad fishing productivity in the northern Java Sea. &#13;
&#13;
Keywords: catch per unit effort, cross-correlation analysis, fishing grounds, &#13;
oceanographic parameters, scad
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
