<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Nutrition Science and Feed Technology</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108</id>
<updated>2026-05-27T18:17:43Z</updated>
<dc:date>2026-05-27T18:17:43Z</dc:date>
<entry>
<title>Evaluasi Kecernaan Pellet Complete Feed Mengandung Indigofera dan Kulit  Kopi pada Domba Persilangan DorperxGarut</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173163" rel="alternate"/>
<author>
<name>PURBA, PRANS</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173163</id>
<updated>2026-05-25T06:11:09Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Kecernaan Pellet Complete Feed Mengandung Indigofera dan Kulit  Kopi pada Domba Persilangan DorperxGarut
PURBA, PRANS
Ketersediaan hijauan pakan sangat fluktuatif. Produktivitas hijauan sangat menurun &#13;
khususnya pada musim kemarau. Indigofera dan kulit kopi dapat digunakan sebagai sumber &#13;
pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian pelet komplit &#13;
mengandung Indigofera dan kulit kopi terhadap konsumsi serta kecernaan nutrien pada domba &#13;
persilangan DorperxGarut jantan. Sebanyak 15 ekor domba digunakan dalam rancangan acak &#13;
lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu P1 : 20% Indigofera + 22% kulit kopi, &#13;
P2 : 20% Indigofera + 6% kulit kopi, dan P3 :10% Indigofera + 12% kulit kopi. Hasil &#13;
menunjukkan bahwa perlakuan P2 berpengaruh nyata (P&lt;0,05) dalam meningkatkan konsumsi &#13;
nutrien dan kecernaan bahan kering, abu, lemak kasar, serat kasar, dan BETN dibandingkan &#13;
perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa pakan komplit mengandung Indigofera 20% dan kulit &#13;
kopi 6% mampu meningkatkan konsumsi dan kecernaan nutrien domba persilangan &#13;
DorperxGarut.; The availability of forage is highly fluctuative. Forage productivity declines &#13;
significantly, particularly during the dry season. Indigofera and coffee husk can be utilized as &#13;
alternative feed sources. This study aimed to evaluate the effect of complete pellets containing &#13;
Indigofera and coffee husk on nutrient intake and nutrient digestibility in male DorperxGarut &#13;
crossbred sheep. A total of 15 sheep were used in a completely randomized design with three &#13;
treatments and five replications, namely P1: 20% Indigofera + 22% coffee husk, P2: 20% &#13;
Indigofera + 6% coffee husk, and P3: 10% Indigofera + 12% coffee husk. The results showed &#13;
that treatment P2 had a significant effect (P&lt;0.05) in increasing nutrient intake and the &#13;
digestibility of dry matter, organic matter, crude fiber, and NFE compared to the other &#13;
treatments. It is concluded that complete feed containing 20% Indigofera and 6% coffee husk &#13;
can increase nutrient intake and digestibility in DorperxGarut crossbred sheep.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Kecernaan dan Fermentasi Rumen Silase Campuran Pelepah Sawit dan Hijauan Kacang Koro: Studi In Vitro</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173049" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kemilau, Katarina Lintang</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173049</id>
<updated>2026-05-07T06:05:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Kecernaan dan Fermentasi Rumen Silase Campuran Pelepah Sawit dan Hijauan Kacang Koro: Studi In Vitro
Kemilau, Katarina Lintang
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh silase campuran pelepah sawit dan hijauan kacang koro terhadap kecernaan dan fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 3×2 dengan 5 ulangan. Faktor pertama (campuran pelepah sawit dan hijauan kacang koro): A1 = 100% pelepah sawit + 0% hijauan kacang koro, A2 = 75% pelepah sawit + 25% hijauan kacang koro, A3 = 50% pelepah sawit + hijauan kacang koro. Faktor kedua (aditif glukosa): B1 = 0% glukosa, B2 = 5% glukosa. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi (P&lt;0,01) antara kedua faktor terhadap sintesis protein mikroba. Silase dengan perlakuan 100% pelepah sawit, 0% hijauan kacang koro, dan 0% glukosa menghasilkan sintesis protein mikroba tertinggi. Faktor tunggal campuran pelepah sawit dan hijauan kacang koro sangat nyata (P&lt;0,01) meningkatkan KcBK, KcBO, NH3, VFA, dan produksi gas. Faktor aditif glukosa sangat nyata (P&lt;0,01) meningkatkan KcBK, KcBO, NH3, dan VFA. Simpulan penelitian adalah perlakuan 50% pelepah sawit, 50% hijauan kacang koro, dan 5% glukosa memberikan kecernaan dan fermentasi rumen terbaik yang ditandai dengan nilai KcBK, KcBO, NH3, dan produksi VFA tertinggi. Kedua faktor tidak memengaruhi nilai pH rumen.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efektivitas Penambahan Pupuk Kandang Sapi dan Asam Borat&#13;
(H3BO3) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Rumput Pakchong (Pennisetum&#13;
purpureum cv. Thailand)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173016" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arisa, Melia Nurizaz</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173016</id>
<updated>2026-05-04T01:50:20Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Penambahan Pupuk Kandang Sapi dan Asam Borat&#13;
(H3BO3) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Rumput Pakchong (Pennisetum&#13;
purpureum cv. Thailand)
Arisa, Melia Nurizaz
Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi penambahan pupuk kandang sapi&#13;
dengan asam borat (H3BO3) untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput&#13;
pakchong, serta mendapatkan level optimal kombinasi pupuk kandang sapi dan asam borat.&#13;
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 6 x 5 dengan 10&#13;
ulangan. Faktor A (pupuk kandang sapi berlevel) P1 = 0 ton ha-1, P2 = 2,5 ton ha-1, P3 = 5&#13;
ton ha-1, P4 = 7,5 ton ha-1, P5 = 10 ton ha-1, P6 = 12,5 ton ha-1. Faktor B (asam borat&#13;
berlevel) P0 = 0 ppm, P1 = 20 ppm, P2 = 40 ppm, P3 = 80 ppm, P4 = 100 ppm. Parameter&#13;
yang diukur terdiri atas pertumbuhan morfologi, produksi biomassa, warna daun, dan kadar&#13;
gula batang. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kandang sapi efektif meningkatkan&#13;
pertumbuhan morfologi dan produksi biomassa rumput pakchong (P&lt;0,01). Simpulan&#13;
penelitian ini adalah pemberian level pupuk kandang sapi 7,5 ton ha-1 merupakan level yang&#13;
optimal dalam meningkatkan pertumbuhan morfologi dan produksi rumput pakchong.&#13;
Faktor asam borat tidak efektif meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput&#13;
pakchong.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Tepung Pucuk Daun&#13;
Mengkudu (Morinda citrifolia) Berbasis Minyak Ikan Lemuru dalam Ransum&#13;
Terhadap Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Puyuh</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172794" rel="alternate"/>
<author>
<name>SIMANULLANG, ANDRIAN NIRWANA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172794</id>
<updated>2026-03-03T06:24:08Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Tepung Pucuk Daun&#13;
Mengkudu (Morinda citrifolia) Berbasis Minyak Ikan Lemuru dalam Ransum&#13;
Terhadap Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Puyuh
SIMANULLANG, ANDRIAN NIRWANA
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektifitas Tepung Pucuk Daun &#13;
Mengkudu (TPDM) dan Minyak Ikan Lemuru (MIL) dalam ransum puyuh terhadap &#13;
organ dalam dan saluran pencernaan puyuh. Percobaan ini menggunakan 200 ekor &#13;
puyuh umur 30 hari dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 &#13;
perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0= 0% TPDM dan 0% MIL dalam &#13;
ransum; P1= 2,5% TPDM dan 2% MIL dalam ransum; P2= 5% TPDM dan 2% &#13;
MIL dalam ransum; P3= 7,5% TPDM dan 2% MIL dalam ransum; P4= 10% TPDM &#13;
dan 2% MIL dalam ransum. Peubah yang diamati yaitu persentase bobot organ &#13;
dalam, saluran pencernaan, dan panjang relatif saluran pencernaan. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa penambahan tepung pucuk daun mengkudu dan minyak ikan &#13;
lemuru dalam ransum puyuh tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap persentase &#13;
bobot organ dalam, saluran pencernaan, dan panjang relatif saluran pencernaan &#13;
puyuh. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung pucuk daun &#13;
mengkudu hingga taraf 10% dan 2% minyak ikan lemuru tidak berpengaruh negatif &#13;
terhadap kinerja organ dalam dan saluran pencernaan puyuh.  &#13;
Kata kunci: daun mengkudu, organ dalam, pakan, puyuh, saluran pencernaan
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
