<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UF - Forest Management</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107</id>
<updated>2026-09-10T10:21:02Z</updated>
<dc:date>2026-09-10T10:21:02Z</dc:date>
<entry>
<title>Estimasi Nilai Ekonomi dan Persepsi Wisawatan terhadap Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179928" rel="alternate"/>
<author>
<name>Prayogi, Ivo Satria</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179928</id>
<updated>2026-09-10T07:29:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Estimasi Nilai Ekonomi dan Persepsi Wisawatan terhadap Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung
Prayogi, Ivo Satria
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan ruang terbuka hijau perkotaan yang memberikan jasa rekreasi dan jasa ekosistem bagi masyarakat Bandung Raya. Penelitian ini bertujuan mengestimasi nilai ekonomi wisata dengan pendekatan biaya perjalanan individu (Individual Travel Cost Method/ITCM), menganalisis persepsi wisatawan terhadap dimensi lingkungan dan sosial kawasan, serta menyusun rekomendasi pengelolaan berdasarkan perspektif pengunjung. Data dikumpulkan dari 96 responden yang dipilih secara accidental sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk ITCM dan analisis skala likert untuk persepsi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perjalanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap frekuensi kunjungan (p &lt; 0,05). Nilai surplus konsumen yang diperoleh sebesar Rp281.712/orang, dengan nilai ekonomi rekreasi mencapai Rp194,97 miliar per tahun. Persepsi wisatawan terhadap keberadaan kawasan tergolong sangat tinggi (84,97% respons positif), dengan dimensi lingkungan (jasa pengaturan) dan dimensi sosial (kesejahteraan psikologis) sebagai nilai manfaat utama yang paling dirasakan. Berdasarkan perspektif pengunjung, rekomendasi pengelolaan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas operasional, meliputi perbaikan kebersihan dan pengelolaan sampah, peninggalan keselamatan jalur pendakian, penambahan fasilitas toilet dan papan informasi/interpretasi lingkungan, serta penertiban pungutan liar guna menjaga kenyamanan dan keberlanjutan fungsi kawasan.; The Ir. H. Djuanda Grand Forest Park is an urban green open space that provides recreational and ecosystem services to the Greater Bandung community. This study aims to estimate the economic value of tourism using the Individual Travel Cost Method (ITCM), analyze tourists’ perceptions of the area’s environmental and social dimensions, and formulate management recommendations based on visitors’ perspectives. Data were collected from 96 respondents selected via accidental sampling and then analyzed using multiple linear regression for the ITCM and likert scale analysis for tourist perceptions. The results indicate that travel costs have a significant negative effect on visit frequency (p &lt; 0.05). The calculated consumer surplus was Rp281,712 per person, with the recreational economic value reaching Rp194.97 billion per year. Tourists’ perceptions of the area were very high (84.97% positive responses), with environmental dimensions (regulatory services) and social dimensions (psychological well-being) identified as the primary benefits most strongly felt. From the visitors’ perspective, management recommendations focus on improving the quality of services and operational facilities, including improvements in cleanliness and waste management, ensuring the safety of hiking trails, adding restroom facilities and environmental information/interpretive signs, and cracking down on illegal fees to maintain the comfort and sustainability of the area’s functions.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>DINAMIKA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI PROGRAM PES DI DAS CIDANAU KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179927" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maulana, Aghy Mochammad Alghifary</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179927</id>
<updated>2026-09-10T03:34:30Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">DINAMIKA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI PROGRAM PES DI DAS CIDANAU KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN
Maulana, Aghy Mochammad Alghifary
Program PES hadir sejak tahun 2006 dengan tujuan yang melibatkan pengguna air guna memberikan insentif bagi masyarakat hulu dalam mengkonservasi hutan dan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan sebelum dan sesudah implementasi program PES di DAS Cidanau periode tahun 2005, 2015, dan 2025. Klasifikasi tutupan lahan dilakukan menggunakan metode maximum likelihood classification. Hasil klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 5 kelas tutupan lahan yaitu, hutan rapat, hutan sedang, hutan jarang, pemukiman, dan  kebun campuran dengan kappa sebesar 84,00%. Perubahan tutupan lahan dari tahun 2005-2015 menunjukkan degradasi hutan signifikan pada periode sebelum program PES dengan penurunan hutan rapat sebesar 60,93 ha menjadi hutan sedang. Sebaliknya, periode sesudah program PES tahun 2015-2025 menunjukkan peningkatan ekosistem melalui peningkatan hutan rapat sebesar 13,95 ha. Disimpulkan bahwa program PES efektif mendorong peningkatan kerapatan hutan, sehingga keberlanjutan program PES sangat direkomendasikan demi stabilitas hidrologis kawasan hulu.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pendugaan Biomassa dan Karbon Pohon Jenis Pinus insularis, Pinus oocarpa, Pinus merkusii</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179910" rel="alternate"/>
<author>
<name>DWIYANA, ILHAM</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179910</id>
<updated>2026-09-08T00:46:41Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pendugaan Biomassa dan Karbon Pohon Jenis Pinus insularis, Pinus oocarpa, Pinus merkusii
DWIYANA, ILHAM
Tegakan pinus berperan penting dalam penyimpanan biomassa dan karbon hutan. Penelitian ini bertujuan menduga biomassa dan simpanan karbon pohon Pinus insularis, Pinus oocarpa, dan Pinus merkusii di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Penelitian dilakukan pada April 2026 dengan metode nondestruktif melalui pengukuran diameter, tinggi pohon, dan dimensi luka sadap pada 500 pohon contoh. Biomassa diduga menggunakan persamaan alometrik, sedangkan simpanan karbon dihitung dengan faktor konversi 0,47. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa aktual tertinggi terdapat pada Pinus merkusii sebesar 1,821 ton/pohon, diikuti Pinus oocarpa sebesar 1,675 ton/pohon dan Pinus insularis sebesar 1,300 ton/pohon. Simpanan karbon aktual tertinggi juga terdapat pada Pinus merkusii sebesar 0,856 ton/pohon, diikuti Pinus oocarpa sebesar 0,787 ton/pohon dan Pinus insularis sebesar 0,611 ton/pohon.; Pine stands play an important role in forest biomass and carbon storage. This study aimed to estimate tree biomass and carbon stocks of Pinus insularis, Pinus oocarpa, and Pinus merkusii in Gunung Walat Educational Forest. The study was conducted in April 2026 using a nondestructive method by measuring diameter, tree height, and tapping wound dimensions from 500 sample trees. Biomass was estimated using allometric equations, while carbon stock was calculated using a 0.47 conversion factor. The results showed that the highest actual biomass was found in Pinus merkusii at 1,821 tons/tree, followed by Pinus oocarpa at 1,675 tons/tree and Pinus insularis at 1,300 tons/tree. The highest actual carbon stock was also found in Pinus merkusii at 0,856 tons/tree, followed by Pinus oocarpa at 0,787 tons/tree and Pinus insularis at 0,611 tons/tree.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kerusakan Komponen Chainsaw serta Pengaruhnya pada Produktivitas Penebangan Kayu di RPH Cibingbin, Banten</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179895" rel="alternate"/>
<author>
<name>NOSA, ILHAM RAMA</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179895</id>
<updated>2026-09-03T06:40:18Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kerusakan Komponen Chainsaw serta Pengaruhnya pada Produktivitas Penebangan Kayu di RPH Cibingbin, Banten
NOSA, ILHAM RAMA
Pengetahuan tentang pemeliharaan dan penggunaan gergaji rantai harus dimiliki oleh operator dan kekeliruannya akan menyebabkan kerusakan pada alat, produktivitas menurun, dan membahayakan operator. Penelitian ini bertujuan mengenali dan menganalisis kerusakan yang terjadi pada gergaji rantai serta menganalisis pengaruh kerusakan komponen terhadap produktivitas yang dihasilkan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis penyebab kerusakan komponen gergaji rantai serta menganalisis pengaruh kerusakan terhadap produktivitas yang dihasilkan. Kerusakan komponen gergaji rantai yang telah dianalisis menunjukkan kerusakan sering terjadi pada komponen busi, rantai, rim sprocket, dan piston. Kerusakan komponen disebabkan kurangnya pengetahuan pada operator mengenai penggunaan dan pemeliharaan rutin pada gergaji rantai. Produktivitas rata-rata keenam operator adalah 0,65 m^3/jam. Produktivitas yang rendah disebabkan oleh besarnya waktu kerja tidak efektif saat penebangan. Waktu kerja tidak efektif yang sangat besar disebabkan oleh perbaikan kerusakan komponen oleh operator yang dipengaruhi oleh jenis kerusakan, pengetahuan dan pengalaman operator, ketersediaan suku cadang baru, dan pemeliharaan rutin.; Operators must possess knowledge of chainsaw maintenance and use, and errors can cause damage to the tool, decrease productivity, and endanger the operator. This study aims to identify and analyze damage to chainsaws and analyze the effect of component damage on productivity. Data collection was conducted by analyzing the causes of chainsaw component damage and analyzing the effect of damage on productivity. The analyzed chainsaw component damage showed that damage frequently occurred to the spark plug, chain, rim sprocket, and piston components. Component damage was caused by a lack of knowledge among operators regarding the use and routine maintenance of chainsaws. The average productivity of the six operators was 0.65 m^3/hour. Low productivity was caused by the large amount of ineffective working time during felling. Significant amounts of ineffective working time are caused by component repairs performed by operators a process influenced by the type of failure, the operator's knowledge and experience, the availability of new spare parts, and routine maintenance.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
